Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 12.


__ADS_3

kataku yang terlihat Gugup. saat melihat penampilan gadis Sexy itu, berdiri di samping aku dan juga Motorku. Gadis itu berjongkok lalu menatapku, betapa anehnya diriku yang Tiba tiba sekujur badanku terasa lemas.


bruuk...


tubuhku terjatuh saking tak kuat menahan rasa lemas. Perempuan itu menyingrai dan tertawa Cekikikan, lalu membawa tubuhku yang sedang terbaring lemas ini. ke suatu tempat yang nampak sepi banget, tak ada Orang yang berani melewati jalan ini.


ciussh...


hembusan Angin menyadarkanku dari yang tadinya berbaring lemas tak ingat Apa apa itu. malah kini aku sudah berada di sebuah Rumah Kosong, dan aku merasa ini Rumah sudah sekian lamanya tak berpenghuni.


"ahh.. ko aku jadi ada di sini sih mbak," ucapku sambil gemeteran.


"hihihi.. tenang tampan, aku sengaja membawamu kemari. sebab tadi kamu pingsan tak sadarkan diri, makannya kamu aku bawa kemari." kata si Gadis itu, yang ternyata dia adalah Minati dengan wujud aslinya, semasa ia masih jadi Manusia normalnya.


"Pingsan..!!" seruku, dan langsung memikirkan apa yang terjadi sebelumnya.


aku baru ingat, tadi aku sedang melihat mesin Motorku yang tiba tiba terhenti. di jalan Desa, saat aku sedang Asyik mengecek apanya yang rusak, Tiba tiba Perempuan yang sedang bersamaku ini nongol.


"iya Mas.. tadi kamu pingsan di pinggir jalan" kata Minati sambil memandangku dengan tatapan yang tajam.


menyala berwarna Merah di bagian kedua Bola Matanya itu. yang seperti biasa, Minati mengeluarkan jurus Pemikatnya. melalui Tatapan Matanya itu. perasaanku Tiba tiba melayang, seakan merasa aneh Alam sadarku sepertinya hilang entah pergi kemana.


"akhirnya, Laki laki ini akan memberi tenaga dan gairahku yang sedang terluka ini. hihihi..." seru Bathin Minati.


waktu sudah menunjukkan pukul 00:00, hawa dingin mulai aku rasa, menatap punggung Gadis jelmaan Minati itu. tapi malah menambah gairah yang aneh pada diriku ini.


lalu Gadis yang bernama Minati itu melirik, lalu menatap tubuhku.. berjalan perlahan dan semakin mendekatiku. anehnya lagi aku tak bisa menghindarinya sedikit pun, untuk melangkah juga sepertinya enggan.


"tidurlah Mas.." kata Minati, menyuruhku untuk terbaring di kasur yang lumayan empuk di Rumah kosong itu.

__ADS_1


dan yang menjadi anehnya lagi, kedua bola Mataku ini. mendadak jadi ngantuk berat, tak terasa aku Tiba tiba memejamkan kedua mataku ini,


Angin berhembus, menyusuri Lubang lubang dinding Bangunan Rumah yang sedang ku tempati ini. Minati lalu melakukan Aksinya, karena akan meminum cairan di dalam senjataku.


aku makin tak sadarkan diri, semenjak Minati menatap tajam padaku sebelumnya. Minati sudah mau memainkan Aksinya, lalu memegang Sabuk Pinggangku yang melilit di celanaku itu.


Minati akhirnya berhasil membuka semuanya, sehingga terlihatlah celana pendek bagian dalamku.


saat Minati mau membuka Celana bagian dalamku yang berwarna Putih itu. Tiba tiba Seseorang datang...


"hehehe... cukup Minati, hentikan aksimu itu. kau jangan berani berani menyentuhnya." kata si Kakek Tua itu yang Tiba tiba datang.


"Sutardi.. rupanya kau masih hidup hem? aku kira kau sudah pergi ke Neraka!" seru Minati, yang sangat menyeramkan Tiba tiba...


Minati rubah wujudnya menjadi sediakala, yaitu Wanita yang sering kulihat mememakai Gaun Merah. lalu Matanya kembali menyingrai dan menimbulkan Cahaya Merah yang sangat menyeramkan. dan Minati pun melangkahkan kakinya untuk mendekati Sutardi.


"kau jangan terus menerus mengikuti Campur urusanku Sutardi!!" serentak Minati berubah bahasanya menjadi lantang dan kasar.


"hehe... Marah nii yeey.. siapa juga yang ikut campur urusanmu, jangan merasa ke PD an ahk hehehe.." jawaban Sutardi membuat Minati merasa geram padanya.


"jangan main main kamu Sutardi, aku nggak akan membiarkanmu untuk lolos dariku... hiyaat!!" seru Minati, Tiba tiba menyerang Sutardi. lalu Sutardi malah Tenang tenang saja, saat serangan Minati mau mendarat di bagian area wajahnya itu.


srugg.. srugg.. plooss


serangan Minati lolos tak mengenai Sasaran, tapi Minati terus menyerang Sutardi. dengan serangan yang kedua, Minati menyerang Bertubi tubi. hingga terdengar suara Adzan awal berkumandang.


ploss.. ploss..


Minati terpojok karena ke lelahan, sebab semua terjangannya tak mengenai sekujur badan Sutardi sedikit pun.

__ADS_1


"haah... haah..." suara Nafas Minati sengal-sengal karena sangat ke lelahan berhadapan dengan Sutardi.


Minati memutuskan agar meninggalkan Sutardi terlebih dahulu. karena saat ini, keadaan Minati masih dalam keadaan lemah. semenjak berduel dengan Kiyai Anwar.


ciussh...


Minati menghilang dari Tatapan Sutardi, sedangkan Sutardi sendiri melangkah mendekatiku yang masih tertidur pulas. Sutardi lalu merentangkan sebelah tangannya, ke area wajahku yang masih terpejam itu.


bzzz... bzzz..


cahaya biru yang seperti aliran listrik itu, menggembung di area Wajahku. memberi tanda bahwa Pengaruh Ilmu Minati sudah di Sirnakannya.


lalu aku pun sadar dan terbangun, dengan rasa kagetnya aku langsung beranjak berdiri. dan mau melangkahkan Kaki untuk segera pergi, meninggalkan Rumah ini.


"hehehe.. Anak Muda, kamu mau kemana?" tanya Kakek Sutardi ke padaku.


aku pun berhenti melangkah, lalu menoleh Kakek Tardi ke belakang. dan menjawab.. "Kak..kek, syukurlah Kakek ada di sini, dan sepertinya aku harus cepat meninggalkan tempat ini Kek." jawabku,


"hehe.. iya aku dari tadi ada di sini, dan untung saja aku belum terlambat datangnya. karena hampir saja, Minati merampas ke Perjakaanmu Anak Muda.. tapi, sebelum kamu beranjak pergi, kalau bisa ke atasin dulu nih Celanamu." kata Kakek Sutardi,


lalu segera mataku melihat ke bawah, ternyata Benar celana luarku lupa belum di ke atasin. dan aku juga baru sadar, mengapa Celana Luarku bisa melorot ke bawah, terus apa yang terjadi?


ketika aku selesai merapihkan Celanaku, aku sempat mau menanyakan pada Kakek Sutardi. setelah aku menolehkan mukaku ke belakang, Kakek Sutardi sudah tak ada di sini.


aku baru mengerti, bahwa Kakek Surtardi bukan Orang sembarangan. karena dapat keluar masuk, tanpa suara sedikit pun. dan Tiba tiba ada di sana, sini.


seusai aku keluar di Rumah kosong itu, aku segera pergi meninggalkan tempat itu. dan ingin menemui Manaf, lalu menginap di sana.


Prov. Minati.

__ADS_1


aku yang masih terbang melayang di udara mencari Mangsa untuk pengobatan diriki ini, masih belum mendapatkan Pria sejati sebagai targetku ini. akan tetapi aku menghentikan diriku di udara, karena melihat Mangsa di bawah sana. Pria bertubuh Kekar sedang mengendarai Mobilnya.


dan aku meyakininya, bahwa Orang itu masih Perjaka.. aku segera mengikutinya lewat tubuh melayangku ini. lalu Mobil yang di kendarai oleh Sundra, Nama Orang itu.


__ADS_2