
"Astaghfirulloh... ternyata Makhluk itu mengikuti Bu Sumroh, ini gawat. aku harus menelpon Om Burhan." gerutuku dalam hati.
aku pun segera meraih Ponselku di dalam Saku Celana depan. dan mulai mengutak mangatik mencari kontak Om Burhan. setelah berhasil ketemu nomor kontaknya, segera ku hubungi langsung.
setelah tersambung aku langsung menceritakan pada Om Burhan, apa yang sudah aku lihat barusan. entah mengapa setelah ke jadian di Rumah Erick waktu kemarin, aku secara tidak langsung bisa melihat Sosok tak kasat Mata. sehingga barusan juga bisa melihat Sosok bergaun itu, bertengger di atas Mobil yang di kendarai oleh Adiknya itu,
Om Burhan pun kaget dan sangat kesal terhadap Sosok itu, karena Om Burhan sudah tahu siapa yang menyebabkan Bu Rossi meninggal Dunia. karena dia pernah bermimpi bertemu Almh. Bu Rossi sedang di Ikat di Bawah Pohon Pisang oleh Sosok itu, dengan terpaksa Om Burhan pergi ke Rumah para Normal di Desa Ciwelas. lalu ia mendapat keterangan kalau Janin yang di Kandung Bu Rossi di Santap oleh Sosok itu.
setelah mendapat keterangan dari Para Normal itu, Om Burhan geram terhadap Sosok itu. dan sebisa mungkin Om Burhan merahasiakan hal ini pada Erick. Anak semata wayangnya, lalu setelah mendengar Ucapan dari aku melewati Sambungan telepon barusan, Om Burhan sudah mengepalkan tangan kirinya. karena merasa sangat geram sekali terhadap Sosok itu.
di Rumah Bu Sumroh...
para Warga atau tetangga Bu Sumroh sedang sibuk membantu Masak masak, di Rumah Bu Sumroh. karena nanti setelah Bada Maghrib bakal di adakan acara Syukuran Tujuh Bulanan,
Mobil yang di kendarai Adiknya Bu Sumroh sudah sampai di pekarangan Rumahnya. Bu Sumroh dan Adiknya itu Turun berbarengan, Bi Siti Asisten Rumah Tangganya Bu Sumroh datang mendekati mereka berdua. karena mau membantu membawakan belanjaannya,
Bu Sumroh berjalan berdua dengan Adiknya menuju Rumah, seusai sampai di balik pintu. ada Sosok bergaun itu di belakangnya Bu Sumroh. lalu Sosok itu mengikutinya dari belakang, sedangkan Bu Sumroh sendiri terpisah dengan Adiknya saat masuk ke dalam Rumahnya. karena Adiknya yang bernama Sulastri akan mengecek Ibu ibu yang sedang memasak di Dapur.
sedangkan Bu Sumroh mulai melangkah menuju kamarnya, setelah Bu Sumroh masuk ke dalam Kamarnya. Bu Sumroh mulai Menguap Tiba tiba ngantuk berat, Bu Sumroh menyimpan tas yang di bawanya di atas Nakas.
lalu Bu Sumroh saking nggak bisa menahan rasa ngantuknya, Bu Sumroh pun lalu langsung berbaring terlentang di atas Kasurnya.
__ADS_1
sedangkan Suaminya Bu Sumroh baru saja Pulang dari kantor, juga dia pun membawa cemilan buat entar acara Syukuran. " Bi tolong ini simpan ke Meja Makan dulu Bi," ucap Suami Bu Sumroh pada Asisten Rumah Tangganya.
"baik Den..." kata Bi Siti Asisten Rumah Tangganya Bu Sumroh. lalu ia meraih Makanan yang di bawa oleh Suaminya Bu Sumroh itu.
lalu melangkah menuju Meja Makan untuk menyimpan makanan ringan itu, Bi Siti langsung balik lagi ke tempat Ibu ibu yang sedang sibuk memasak.
sedang Suaminya Bu Sumroh melangkah menuju kamarnya, waktu itu baru jam 13:00. karena Suami Bu Sumroh Akhir akhir ini suka Pulang setengah hari. di karenakan suka pengen main bareng sama jabang Bayi yang ada di dalam Perut Sumroh.
Suaminya Bu Sumroh kembali berdiri, karena akan menutup Pintu kamarnya. melihat Bu Sumroh sudah tertidur pulas, Pak Danu alias Suaminya Bu Sumroh mendekati Istrinya itu. lalu duduk di pinggir Ranjang tak jauh dari wajah dan kepalanya Bu Sumroh, dan berkata.
"Mih.. ternyata kamu terlihat sangat Cantik kalau sedang tidur, hemm.. andai di sisi kamu itu Anak kita yang sudah lahir. pasti dirinya sangat Bahagia, karena punya Ibu yang secantik dan sebaik kamu Sayang.." kata Pak Danu, sambil mengelus pucuk Rambut dan kepala Bu Sumroh.
tapi tidak tahu apa yang terjadi saat Pak Danu mulai akan mengecup kepala Bu Sumroh. mendadak Bu Sumroh terbangun dengan kedua Matanya terbelelak tajam. lalu mengeluarkan Sinar Warna Merah yang begitu pekat dari arah kedua Bola Matanya.
"Sayang.. ka, kamu kenapa.." kata Pak Danu gugup,
Bu Sumroh tak menjawab pertanyaan Suaminya itu, dia langsung berdiri dan menatap Suaminya itu sambil menggeram seperti suara Sosok astral.
"Heem... hemm.." seru Bu Sumroh menggeram seperti Seseorang yang sedang ke Rasukan.
"Sayang kamu nyebut Sayang, kamu harus sadar ini aku Suamimu." kata Pak Danu sambil memundurkan langkahnya ke belakang Lantaran merasa ke takutan.
__ADS_1
Bu Sumroh yang sedang ke Rasukan Sosok bergaun itu, terus melangkah mendekati Suaminya. waktu tubuh Bu Sumroh yang sedang di Rasuki itu, mau mendekati Pak Danu Tiba tiba menjerit ke Sakitan.
"awww.. sakit Mas perutku sakit Banget aduuh.." teriak Bu Sumroh sambil mengusap Perutnya yang Tiba tiba merasakan ke Sakitan itu, karena Makhluk itu sudah pindah tempat menuju Janin Bu Sumroh.
"Sa..sayang, kamu su..sudah sadar!" seru Pak Danu yang ingin memastikan.
"aduhh Mas Sakit.. tolongin aku dong Mas aww," teriak Bu Sumroh mengeras, hingga yang sedang di dalam Dapur pun. kaget saat mendengar teriakan Bu Sumroh itu.
"hingga yang sedang memasak di Dapur pun merasa pada penasaran lalu ingin melihatnya. semuanya jadi pada berjalan menuju kamar Bu Sumroh.
"Sum, Sayangku kamu kenapa Sum?" tanya Pak Danu Sambil menatap Sumroh, yang sedang terlentang di lantai karena saking merasakan nyeri banget pada Perutnya itu.
Sumroh dengan sangat terpaksa memperhatikan perutnya di depan Suaminya, yang sudah membuncit itu. tapi Pak Danu kaget saat melihat Perut Istrinya seperti memerah akan kepanasan,
tapi tak sempat Pak Danu mengedipkan kedua Matanya, Perut Bu Sumroh meledak seperti dentuman Gas. hingga mengeluarkan Darah yang begitu banyak sekali.
"Sumroh...!!" teriak Pak Danu setelah Bu Sumroh mengeluarkan Darah yang sangat banyak dan hingga akhirnya tiada meninggalkan Alam Dunia ini.
seusai Pak Danu berteriak lepas, suaranya pun terdengar hingga keluar. aku dan Om Burhan baru saja sampai di Rumah Bu Sumroh. di luar Rumahnya juga sudah banyak Orang orang yang mengkrumuni kediamannya itu.
pagar Rumah mewah itu sudah terbuka lebar, di karenakan banyak Warga yang berdatangan ke sana. aku dan Om Burhan pun melangkah memasuki pekarangan yang di kerumuni Banyak Orang itu. aku juga tak sengaja bertemu dengan Mas Broto, Sama sama langganan setiaku di Pasar.
__ADS_1
"loh Mas ada di sini juga ternyata." sahut saat melihat Mas Broto berdesakan.
"oh Iyah Mas Jack. ini aku kebetulan lewat tahunya ada banyak Ngorang di sini gitu. ya saya juga jadi penasaran, jadi ngikut masuk ngaja Mas," ucap Mas Broto dengan logat Jawanya Sambil menjelaskan.