Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 11.


__ADS_3

blesaat... blesaat..


Sosok itu mundar mandir dari Pohon ke pohon. sampai akhirnya Sosok itu menapaki Batang Pohon yang tak jauh dari pekarangan Rumah Pak Winarto.


"ternyata kau hanya Sosok yang pengecut rupanya, tak mau mendekatiku. malah sebaliknya kau malah semakin menjauh dariku." kata Kiyai Anwar, sambil berdzikir di dalam hatinya.


"hihihi... hihi!! rupanya ada ke turunan surtardi di sini, dan berani ikut campur urusanku Hihi...!" seru Sosok itu dari jarak yang agak ke jauhan.


"heeh.. Dasar Makhluk laknat, Bisa bisanya kau Pura pura berani. aku berhak ikut Campur atas semua ke jahatan yang kau lakukan terhadap keluarga Pak Winarto dan Warga lainnya, kau mesti di Musnahkan Minati." ucap Kiyai Anwar ketus.


"Hihihi.. besar juga nyalimu Manusia, kau jangan berharap mampuh memusnahkanku.. karena diriku sudah berabad abad belum ada yang menandingi ke Saktianku Hihi..." seru Sosok yang bernama Minati itu, seakan memancing Amarahnya Kiyai Anwar.


"Dasar Penganut Iblis.. kau sudah Takabur dengan ucapanmu itu, baiklah ayo kita berduel jika kau berani.." maklum Kiyai Muda, masih belum cukup untuk menahan Amarahnya, sehingga Kiyai Anwar menantang Minati untuk berduel dengannya.


Minati melayangkan tubuhnya, hingga turun ke bawah berhadapan langsung dengan Kiyai Anwar. Wajah dan tubuh Minati memang Cantik, karena sering memakan Janin orang lain. dan ke Kuatannya pun lumayan agak tak terkalahkan oleh Dukun, dan para Normal mana pun.


Kiyai Anwar mencoba mengusai ke tenangannya, agar tak terpengaruh oleh perkataan busuknya itu. Kiyai Anwar sudah menyiapkan Ayat ayat khususnya, untuk menangkap Sosok yang biadab itu.


saat Minati sudah semakin dekat jaraknya, kini ia pun menggoda Kiyai Anwar.. dengan menatap kedua bola matanya, agar Kiyai Anwar terpikat olehnya. Mata Minati menyala ke Merah merahan, terpusat ke arah kedua Bola Matanya Kiyai Anwar.


untungnya Kiyai Anwar tak lepas dari sebutan Nama Alloh di dalam hatinya. maka dari itu Kiyai Anwar tak terpangaruh oleh Ajian pemikat yang di miliki oleh Minati. Minati tercengang kaget ternyata Ajiannya tak mampuh menembus ke Bathinnya Kiyai Anwar.


"percuma kau Cape cape melotot seperti jengkol gitu juga, tak akan bisa mengkelabui aku Minati..!" seru Kiyai Anwar pada Minati, si Makhluk bergaun merah itu.


"hihihi... kau jangan berbangga diri dulu cah bagus hihi.. karena itu belum seberapa ke mampuanku, tapi kali ini!! kau akan Mati, hiyaaat..." seru Minati lalu melangkah menyerang Kiyai Anwar.


Astuti dan Pak Winarto hanya memperhatikan Kiyai Anwar yang seperti latihan Silat di luar Rumahnya, karena mereka berdua tak bisa melihat ke beradaannya Minati.


Kiyai Anwar melepas Sorban yang sedang di gantung di lehernya itu. lalu di pake untuk menghadang serangan lawan,


powh.. powhh..

__ADS_1


suara kibasan Sorban Kiyai Anwar yang mengandung Angin rupanya. sehingga Minati belum bisa mendapat celah untuk menghantamkan pukulan pukulannya itu.


sreet... gileek..


Minati maju terus sambil memukulkan dua tangan yang sedang mengepalnya itu. tapi tetep saja, Kiyai Anwar dengan Mudahnya menghindar dari serangan Minati itu,


teng... teng...


Minati mencoba menyerang Kiyai Anwar lewat jalan udara, alias lompat ke atas.. Kiyai Anwar lalu diam memantung, seperti memberi ke sempatan pada musuh.


ternyata bukan itu yang di maksud Kiyai Anwar, tentu saja Kiyai Anwar menggunakan Ilmu khususnya. yang di Namai 'Pelemah Geuni' atau penakluk Api.


srepeeet... serrr... wussh!!!


Minati juga terpaksa mengeluarkan tenaga simpanannya, hingga terjadilah beradu kekuatan...


.Duaaaar...!!!


"Astaghfirulloh.. Neng cepat kamu jaga Kakakmu di dalam, aku mau liat keluar ya.." kata Pak Winarto tergesa gesa,


Astuti pun hanya menjawab dengan anggukannya saja, lalu segera melangkah menuju Kamar Lilis.


"suara apa barusan Tut?" tanya Lilis saat melihat Astuti memasuki Kamarnya.


"entahlah Teh.. barusan Kang Winarto sedang melihatnya," jawab Astuti. yang kian dekat dengan Lilis di samping Ranjangnya.


"yaa Alloh... aku jadi takut nih Tut, tapi.. Ustadz tadi kemana?" tanya Lilis lagi, yang sekarang keadaanya semakin panik.


"tenang Teh, Insyaa Alloh kita aman.. lagian Kang Winarto dan Kiyai Anwar lagi pada di luar sana." jawab Astuti, yang berusaha menenangkan hatinya Lilis. yang sekarang sedang ke takutan itu.


beda dengan yang di luar pekarangan Rumah, Kiyai Anwar yang sedang masih beradu Ilmu dengan Minati. Perisai mereka sedang beradu, tanda ke Kuatan keduanya sedang beradu.

__ADS_1


bzzz.. bzzz...


tekanan Perisai masih saling beradu, Pak Winarto hanya melihat Kiyai Anwar sedang menyerang Asap Coklat yang tebal. yang ternyata itu adalah bentuk Sosok Minati rupanya.


"Lahaula.. Walaquwwata Illaabilaah...!!" seru Kiyai Anwar yang akan berusaha mengakhiri pertarungannya itu.


Duaaar!!


suara ledakan menggema kembali..


"aaaa...!!" serua Minati berteriak,


ciush..


lalu menghilang entah kemana. setelah Minati menghilang pergi, Kiyai Anwar membalikkan badannya. lalu melangkah mendekati Pak Winarto,


"Alhamdulillaah... semuanya Insyaa Alloh akan Baik baik saja Mas, tak terkecuali nanti bila mana Malam Jum'at tiba. Minati si Sosok itu ke mungkinan akan datang lagi kemari Mas." kata Kiyai Anwar,


"Alhamdulillaah Kiyai, saya merasa senang atas ke selamatan Istri saya dari gangguan Makhluk itu. kalau urusan untuk malam Jum'at nanti, saya mohon agar Nak Kiyai bersedia untuk membantu saya lagi." ucap Pak Winarto memohon bantuan Kiyai Anwar.


"haah.. Insyaa Alloh Mas, Mudah mudahan kita masih di berikan ke sempatan buat malam Jum'at nanti. sehingga saya juga akan mencari petunjuk melalui Sholat Istikhoroh saya. untuk mencari Titik ke lemahan Minati Mas." sahut Kiyai Anwar.


rupanya ia juga sekaligus akan berpamitan pada yang punya Rumah, karena waktu akan memasuki pukul 23:00. makanya Kiyai Anwar akan segera berpamitan.


Sosok bergaun Merah alias Minati itu, kini tubuhnya sedang melayang layang di udara. dia sekarang sedang membutuhkan tenaga. karena habis terkuras saat Bertarung menghadapi Kiyai Anwar.


lalu aku yang sedang mengendarai Motor yang sedang melaju di jalanan sepi, karena abis dari Rumah Erick. yang Alhamdulillaah kondisinya sudah agak lumayan menuju sembuh. aku sangat santai malam itu, melajukan Motor dengan ke cepatan sedang... namun Tiba tiba Mesin Motorku mati mendadak, hingga aku pepetkan Motor yang ku kendarai itu, di bawa ke pinggir.


jalanan sudah sangat terlihat sepi, tak ada kendaraan lain atau pun langkah Seseorang yang melewati jalanan ini. tapi yang menjadi anehnya, Tiba tiba ada Wanita Cantik yang datang menghampiriku dengan stelan baju Pendek, juga celana pendeknya.


"kenapa tuh Mas Motornya?" tanya si Wanita itu.

__ADS_1


"eemm.. anu, mbak.. ini lagu nyogok, ehhh lagi mogok Tiba tiba mbak."


__ADS_2