
Keesokan harimya di rumah Danish.
" Bikkkk, Danish udah pulang ? " ( tanya ayah Danish kepada salah satu pembantunya )
" belum tuan, tadi saya juga mau bawain sarapan ke atas tapi tuan muda tidak ada di kamarnya " ( jawab bibik dengan sopan )
" oh yaudah...... Kemana perginyaaa anak itu dari kemarin " ( ayah Danish yang terlihat khawatir )
Disisi lain Lily sudah berada di kampus dan kelas sudah di mulai namun Danish tidak terlihat masuk kelas. Lily melihat dan menunggu Danish setelah kemarin dia mengantarnya pulang kenapa dia tidak berangkat ? Apakah dia sakit ? ( Lily terlihat sedikit khawatir karena takut dia sakit setelah mengantarnya pulang kemarin ).
" Teman - teman besok kita ada kuis dadakan dari Bu Reni , tolong sampaikan ke semuanya yang tidak masuk ya " ( ucap salah satu teman sekelas Lily )
Mendengar itu semua teman sekelas Lily berbicara siapa yang akan memberitahu Danish, dan banyak dari mereka yang bahkan tidak peduli dengan itu. Namun Lily terlihat sangat peduli dan dia berencana akan memberitahu Danish. Lily mencari Danish di atap karena biasanya dia disana ketika tidak mengikuti kelas, namun Danish tidak ada disana. Lily kembali mencarinya karena tidak ada satupun teman sekelas Danish yang mengetahui nomor ponselnya bahkan di jurnal kelas pun tidaak ada karena tidak ada yang berani memintanya. Lalu Lily pergi ke ruang dosen untuk mencari alamat Danish ketika dia menemukannya dia akhirnya menuju ke tempat tersebut dengan naik taksi.
Sesampainya di rumah Danish, Lily langsung memencet bel rumah Danish dan bibik keluar untuk membuka gerbangnya.
" ah permisi, apa ini benar rumahnya Danish ? "
( tanya Lily kepada seorang wanita tua yang membukakan gerbangnya yang tak lain adalah pembantimu di rumah Danish )
" eh benar non, silahkan masuk " ( jawab bibik dengan sopan )
" siapa bik ? " ( ayah Danish muncul dengan kursi rodanya )
" ini tuan temennya den Danish "
" om .... " ( Lily membungkuk dan memberi salam kepada ayah Danish )
" mari masuk " ( ajak ayah Danish )
Lily kemudian masuk ke rumahnya dan duduk dengan secangkir teh yang sudah di buatkan untuknya. Tanpa basa - basi Lily pun bertanya kepada ayah Danish.
" Danish nya di rumah om ? " ( tanya Lily dengan sopan dan senyum )
" oh maaf nak , Danish dari kemarin belum pulang entah kemana anak itu "
" oh ya ngomong - ngomong nama kamu siapa ? " ( tanya ayah Danish kepada Lily )
" Saya Lily om , teman sekelasnya Danish. Saya kesini karena bermaksud memberitahu Danish kalau besok ada kuis dadakan " ( jawab Lily )
Ayah Danish hanya terdiam dan, kemudian menceritakan kejadian kemarin yang membuat Danish pergi hingga belum pulang sampai sekarang. Ayah Danish juga menceritakan bahwa Lily adalah satu - satunya teman sekelas Danish yang berani datang dan memberitahu Danish bahwa akan ada kuis dadakan. Karena sebelumnya Danish tidak pernah mempunyai teman, bahkan ketika di Amerika pun Danish tidak pernah mempunyai teman selain Seli. Namun Lily tidak tahu siapa itu Seli dan untuk apa ayah Danish menceritakan tentang Danish kepadanya. Meski begitu Lily tetap mendengarkannya. Ayah Danish bercerita bahwa sebenarnya Danish bukanlah anak yang nakal dan bandel. Dia hanya tidak tahu saja bagaimana cara memulai pertemanan. Ayah Danish hanya mengetahui bahwa Danish hanya punya satubteman yaitu Yoga di sini.l, meski penampilan Yoga yang banyak tatto namun sikapnya sangat baik ( wajar saja karena dia adalan seniman tatto ).
Danish sebenarnya adalah anak yang periang dan banyak tertawa. Meski neneknya sering menyakiti hatinya namun Danish hanya diam dan tidak mengeluh tentang apapun. Ibu Danish sudah meninggal ketika Danish di lahirkan eh karena itu neneknya sangat membencinya. Namun semenjak Danish pulang dari Amerika dan memutuskan untuk melanjutkan studynya di Indonesia Danish menjadi seseorang yang lebih dingin dari biasanya. Ayah Danish banyak menceritakan kehidupan masalalu Danish dan akhirnya meminta tolong kepada Lily yang hanya terdiam mendengarkan cerita dari Ayah Danish.
" jadi saya minta tolong sama kamu nak Lily, tolong jadilah teman Danish " ( pinta ayah Danish )
" ah iya om saya memang teman sekelas Danish "
( jawab Lily gugup )
" maksud saya tolong ajari dia untuk berteman , agar dia tidak selalu merasa kesepian. Saya akan sangat berterimakasih kepada nak Lily jika mau membantu Danish, saya juga meminta maaf atas nama Danish yang sudah sering membuat keributan di sekolah dan karena Danish nggak masuk hari ini kamu jadi repot datang kesini " ( ucap ayah Danish )
" eh nggak kok om, kalau gitu saya permisi dulu om. Mari " ( Lily pun tidak bisa menjawab dan langsung pamit untuk pulang )
Selang beberapa menit akhirnya Danish pulang namun tanpa sepatah katapun. Dia hanya diam dan langsung masuk kamar untuk membersihkan diri.Danish masih kesal dengan dirinya sendiri. Pembantu yang melihat tuan mudanya pulang tersebut langsung melaporkannya padanAyah Danish. Lalu ayah Danish pun naik keatas dengan pelan di bantu oleh bibiknya. Sesampainya di depan kamar Danish bibik itu di suruh turun oleh ayah Danish.
" Danish .... boleh ayah masuk ? " ( sambil mengetok pintu kamar Danish )
Lalu Danish yang mendengar suara ayahnya langsung keluar untuk ngebukain pintu,
__ADS_1
" pa .... Kenapa papa kesini kan bisa panggil Danish aja biar Danish yang keluar " ( ucap Danish sambil menuntun ayahnya untuk masuk dan duduk di kasurnya )
" maafin Danish udah bikin papa khawatir " ( Danish hanya menghadap ke tangannya yang dia rekatkan )
Ayah Danish yang melihatnya pun hanya diam dan melihat bagaimana sedihnya Danish kemarin.
" tidak apa nak " ( mengelus rambut Danish )
" oh ya tadi ada temen kamu kesini , bilang katanya besok ada kuis dadakan " ( ucap ayah Danish )
" eh temen aku ? Siapa ? " ( Danish bingung karena selama ini diaa tidak memiliki teman )
" kalau nggak salah tadi itu namanya Lily " ( sambil tersenyum )
" kamu harus mulai punya teman sekarang, Lily juga terlihat seperti anak yang baik bahkan sampai mau repot - repot untuk memberitahu kamu. Kemarin ayah juga sempat ngobrol sama dia, dia itu anaknya sopan. Berterimakasih lah dama dia " ( Danish hanya diam dan memikirkan )
" iya pa " ( hanya itu yang keluar dari mulutnya )
Hari berlalu, kuis dadakan pun sudah di laksanakan dan selesai. Setelah kelas selesai semuanya sudah meninggalkan kelas begitu juga dengan Lily. Namun karena seperti biasa Lily sangat bosan jadi dia memutuskan untuk ke atap menikmati pemandangan. Lily disana merentangkan tangan dan menghirup setiap hembusan angin yang meniupnya.
Beberapa saat kemudian Danish pun datang, melihat Lily yang terlihat sangat tenang Danish merasa tidak enak mau mengganggunya. Namun mendengar langkah kaki Danish Lily pun tersadarbdan menoleh jika ada seseorang di dalamnya.
" Eh Danish " ( Lily pun langsung berjalan ke arahnya )
Lily berjalan dngan langsung memutar badannya dan tidak melihat jika di bawahnya ada batu sehingga dia mengenai batu itu dan terjatuh, dan
" au " ( Danish yang berada di depannya pun langsung menangkapnya )
Lily berada di pelukan Danish dan mereka menjadi saling bertatapan beberapa detik .
" ah eh maaf " ( Lily pun mendorong Danish yang sudah menolongnya karena Lily ada di pelukannya )
" ah hati - hati " ( ucap Danish canggung )
" trimakasih ya " ( dengan lirih Danish mengucapkannya )
" hah ??? "
" bokap gw bilang katanya kemaren lo kerumah gw untuk nyampein kalo ada kuis dadakan " ( Danish menjelaskannya ).
" ah iya nggak papa kok, oh ya emang lo nggak mau berteman sama temen sekelas kita ? "
( Lily memberanikan diri untuk bertanya )
Namun Danish mendengar itu sama sekali tidak menggubris perkataan Lily dan hanya diam dan matanya terlihat dingin.
" gw cuma mau bilang itu kok,, sekali lagi trimakasih "
Danish langsung pergi dan Lily yang melihatnya terlihat bingung dan tidak enak.
" apa gw menyinggungnya ? Udahlah bukan urusan gw juga. Tapi yang di katakan bokapnya kemarin ??? Tauk ah " ( Lily pun akhirnya keluar dan memutuskan untuk pulang )
Di sisi lain Reza sedang bersiap untuk membuat gambar yang akan dia pamerkan di pameran sebentar lagi. Dengan kacamata nya dia melihat setiap sudut demi sudut yang dia gambar apakah sudah memuaskan atau belum . dia hanya mnggambar sebuat sketsa sebelum akhirnya dia mengambil kuas dan cat yang sudah di siapkannya. Papan putih kosong yang sudah berdiri di depannya menunggu tuannya memberikan warna kepada dirinya. Dia memulai dengan pelan dan teliti. Sungguh tampan seorang pria dengan kemeja pendek dan celana panjaang yang sedang duduk menghadap papan kosong dengan tangan penuh warnaa dan pikiran yang sangat fokus. Siapa yang tidak akan menyukai seorang pria seperti dia. Pria yang lembut, pintar, tampan juga tidak perlu di ragukan lagi. Begitulah yang di rasakan Lily. Lily menyukai Reza sejak dulu namun dia tidak memberitahukan kepada Reza karena takut setelahnya dia tidak akan menjadi sahabatnya lagi. Tapi entah sampai kapan Lily dapat menahannya untuk tidak memberitahukannya. Lily akan mencari waktu yang tepat untuk bilang kepadanya.
Lily yang sudah berada di kosnya sendirian itu dia memandangi foto dia bersama dengan Reza ketika kelulusan SMA dulu. Mereka tampak sangat bahagia dengan senyum di wajahnya dan pakaian yang penuh dngan warna pilok tersebut.
__ADS_1
Throwback Konvoi SMA 3 tahun yang lalu
Semua siswa yang sudah du nyatakan "lulus" oleh salah satu SMA tersebut sudah berkumpul untuk melakukan kegiatan konvoi sebentar lagi.
Lily yang kasih di rumah pun segera pergi karena Reza sudah menjemput dirinya dengan motor nya. Mereka mampir ke toko dulu untuk membeli spidol dan jugaa pilok untuk melakukan kegiatan tersebut. Meskipun mereka berdua adalah murid yang sangat pintar dan cerdas tapi mereka tetap melakukan semuanya untuk kebahagiaan mereka.
" cepettt kita udah telat " ( sambil menepuk nepuk pundak Reza yang sedang mengendarai motor tersebut ).
" iya iyaaa cerewet amat si lu. Pegangan yang erat ngebut ni " ( ucap Reza sedikit berteriak karena sedang berada di jalan raya )
Lily pun dengan senangnya memeluk Reza dengan erat. Sepanjang jalan Lily terlihat sangat bahagiabdan senyam senyum sendiri. Sesampainya di tempat berkumpul mereka pun langsung ikut ikutan mewarnai baju osis mereka. Dengan becanda dan berlarian mereka akhirnya saling menyemprotkan warna satu sama lain.
" eh Za foto yuk ah " ( sambil memegang ponsel di tangannya yang siap untuk melakukan selca )
" akhirnya dengan bahagianya mereka pun berfoto "
throwback selesai
Sampai sekarang Lily masih menyimpan foto tersebut karena menurutnya itu adalah kenangan indah dia bersama dengan Reza. Alangkah senangnya jika dia bisa hidup bersama dengan Reza untuk waktu yang lama atau lebih tepatnya selamanya. Karena bagi Lily , Reza adalah cahaya di kehidupannya yang gelap. Hanya dia yang bisa membuatnya tersenyum dan bahagia. Daat bersama dengan Reza, Lily merasa sangat nyaman, namun apakah Reza merasakan hal yang sama ? Sampai saat ini Lily salah mengartikan kalau perhatian yang Reza berikan tak lebih hanyalah untuk seorang sahabat dan bahkan Reza tidak menganggap Lily sebagai wanita. Namun Lily masih mempunyai harapan yang tinggi terhadap Reza.
Lily masih memandangi foto Reza dengan bahagia dan penuh harapan. sepanjang malam dia hanya memikirkan dan memeluk foto Reza sampai dia terlelap dalam tidurnya.
disisi lain, Danish lagi - lagi memikirkan perkataan Lily yang menyuruhnya untuk mulai berteman dengan semua orang di kampus. namun ketika memikirkannya Danish merasakan dia memaang tidak pernah mempunyai teman bahkan satu pun tidak ada terkecuali Yoga.
" Lily hanya kasihan padaku bukan sehingga dia memintaku untuk berteman karena dia juga tidak mau terlalu repot jikalau nantinya dia terus yang harus memberitahuku jika ada tugas, bagaimana mungkin seorang wanita seperti dia bisa baik kepada gw yang seperti ini. lagian kan gw juga nggak minta dia untuk dateng kesini " ( begitulah yang ada di pikiran Danish saat ini )
" cewek siall " ( mengumpat sendiri )
" selama ini gw selalu sendiri juga biasa aja , tapi akhir - akhir ini gw mulai ngerasain kesepian. gaada juga yang berani ngedeketin gw atau bahkan nyapa gw. apa sejahat itu gw di depan mata semua orang yang ada di kampus? "
( Danish hanya berfikiran tentang semua itu senalaman sampai akhirnya dia juga mulai tertidur )
LM.
Sebuah bintang yang selalu menjadi pembeda
Akankah sama ketika kita mengambilnya ?
Percikan asmara yang mulai mengubahnya
Menjadi cahaya di sepanjang kota
Ikuti kata hatimu
Lakukan yang ada di pikiranmu
Hidup bukan hanya tentang harapan
Namun harapan yang bisa membuatmu terus berusaha
Lakukan segalanya !!!!!!!
Robohkan dinding putus asa
Hancurkan duri penyesalannya
Lari lahhhhh,,,,
__ADS_1
Lari lah sampai kau tidak bisa merasakan apa itu
" LELAH "