
Beberapa saat kemudian pun Danish sampaibdi tempat tujuan Lily yakni kos.an punya dia dulu.
" mau ikut masuk ? " ( tanya Lily kepada Danish )
" ah ya boleh " ( Danish menjawabnya dengan antusias )
" hah dasar " kata Lily.
Karena sudah beberapa minggu tidak tinggali Lily, kosan tersebut terlihat mulai berdebu. Mata Lily langsung tertuju pada kura - kura yang ada di sana.
" yahhhhh " ( Lily berjalan mendekati kura - kura tsb )
" kenapa ada apan " ( Danish yang mendengar Lily pun kaget dan langsung menghampirinya )
" yahhhh kasiann bangettt " ( Lily mengambil satu kura - kura yang sudah mati karena kelaparan tersebut )
" kenapa ? Mati ? " ( kata Danish , kemudian Lily mengangguk )
Seperti sebuah pertanda, Reza sudah menghilang dari dunia ini untuk selamanya begitupun dengan kura - kuranya. Apakah mereka memang tidak di takdirkan untuk bersama ? Yahhh mungkin seperti itu. Kura - kura yang hanya mati satu dan Reza juga meninggal entah sebuah kebetulan atau filosofi takdir yang tidak menyatukan. Susah menebak kehidupan makhluk hidup, terkadang kemarin teryawa bersama kita satu menit kedepan sudah tidak bisa tertawa lagi. Mengerikan bukan bermain - main dengan takdir. Pertanda buruk sebenarnya tidak ada, hanya saja kebodohan manusia mengatakan banyak kejadian yang mereka sangkut - pautkan dengan pertanda buruk yang akan datang. Bodohnya hampir sebagian besar mempercayainya. Buruk atau baik bukanlah suatu pertanda melainkan datang dari diri kita sendiri.
Kita akan mendapat sesuatu yang baik ketika kita melakukan kebaikan begitu juga sebaliknya. Ketika kita melajukan suatubyang baik namun kita mendapat sesuatu yang buruk mungkin itu adalah balasan dari sebelum kita melakaukan hal yang baik atau lebih tepatnya ganjaran dosa kita.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" yahhh kasian banget, ambilin makanan kura - kura di situ tolong Danish cepetan " ( sambil menunjuk ke arah meja belajar dirinya )
" ah iyaa bentar " ( Danish dengan segera mengambilnya )
" ini " ( Lily mengambilnya lalu memberikan kura - kura yang satunya untuk makan karena sudah beberapa hari tidak ada yang memberinya makan )
" sepertinya airnya juga udah mulai keruh, gw ganti dulu ya " ( kata Lily beranjak )
" nggak usah lo duduk aja di sini, biar gw yang ganti airnya. Dimana kerannya ? " ( Kata Danish )
" ah iya, ambil di dapur aja " ( kata Lily sambil sedikit nangis )
Lily merasa sedih kehilangan kura - kuranya karena itu adalah kenangan yang di berikan Reza kepadanya. Jadi sudah pasti dia sangat tidak senang dengan kejadian itu.
" ini taruh dimana " ( Danisg membawa toplesnyang sudah di ganti airnya ).
" taruh sini aja " ( Kata Lily )
" bantu aku nguburin kura kuranya ya " ( Lily meminta tolong )
" hah ? " ( Danish tercengang )
Lalu Lily dan Danish menuju ke belakang kosannya dan mengubur kura kura kesayangannya tersebut di sana. Selesai mengubur Danish bertanya lantaran hanya seekor kura kura saja sampai membuat Lily sedih begitu, apakah dia segitu sayangnya dengan piaraannya tersebut.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" segitu sayangnya ya lo sama kura - kura kecil itu ? " ( tanya Danish heran )
" hah ? " ( Lily )
" ah nggak maksudnya lo sampe kayak gitu banget " ( kata Danish sambil senyum )
__ADS_1
" hahaha gw ceritain tapi janji dulu lo nggak boleh ketawa " ( kata Lily )
" kenapa emang ? " ( tanya Danish )
" ya janji dulu ga boleh ketawa ? " ( paksa Lily )
" yaudah iyaa janji " ( kata Danish pasrah )
" janji ya awas kalo ketawa. Sebenernya Kura - kura ini ada namanya. Er dama El, nah yang mati ini Adalah El " ( jelas Lily )
" nah wajar kan piaraan sendiri ada namanya , nggak ada yang lucu dengan itu " ( kata Danish kebingungan )
" iya jadi El itu inisial nama gw terus Er itu untuk Reza " ( Lily menatap Kuburan kura - kura kecil itu )
Mendengar hal itu Danish justru diam dan berfikiran mana yang lucu bukankah ini justru cerita sedih apalagi menyangkut Reza.
" nggak usah ngeliatin gw gitu, gw udah nyoba nggak papa kok " ( Lily melirik Danish yang daritadi menatapnya )
" terus lo tau nggak yang mati ini adalah El dan lo paham kan maksud gw " ( kata Lily menaikkan satu alisnya )
" jadi dalam faktanya itu maaf sebelumnya, Reza yang udah gaada sementara kura - kura lo yang mati ini adalah El untuk lo Lily " ( Danish mengira ira kemudian Lily mengangguk )
" hah? Hahahaha dasar lu ada - ada deh, lagian ini dua kura - kura juga bentuknya sama gimana lo bedain yang mana El dan yang mana Er ada - ada deh lo hahahahahahahaa " ( Danish tertawa menggoda Lily )
" kan ketawa kan " ( Lily kesal melihat Danish yang tertawa begitu senangnya menggoda dirinya )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" eh maaf aku nggak bermaksud hahaha maaf " ( kata Danish )
" iya lo boleh kok ketawa , setidaknya ko nggak boleh ngetawain tentang cinta "
" mungkin ini takdir, Reza udah gaada dan gw juga udah gaada "
Seolah tersambar petir di siang yabg cerah Danish kaget dan hanya terdiam mendengarkan Lily bercerita tentang kisah cintanya. Lily terlihat sangat tulus mencintai kura kura tsb atau lebih tepatnya levih mencintai Reza. Dirinya masih mengjarapkan kebersamaan dengan Reza namun apalah daya, Lily bahkan tidak bisa lagi melihat dirinya apalagi sampai menyentuhnya. Lily sangat sedig apalagi dia nelihat Danish yang tertawa terbahak - bahak mendengar kisahnya itu. Lily tambah kesal dengan keadaan dan kesal juga terhadap Danish.
Namun bagaimana lagi ? Bahkan jika Lily kesal atau sampai nangis darah pun Reza nggak akan kembali hidup lagi. Mau bagaimanapun kesalnya Lily kepada Danish juga tidak akan bisa mengubah kalau Danish lah yang selama ini menolongnya dan ada untuknya di saat dia benar benar berada pada titik terendah kehidupannya.
Di sisi lain melihat Lily yang terlihat tak berdaya ,Danish mengingat perkataan Paman Sam yang sempat dia temui di luar negeri dulu. Paman Sam hanya mencintai mendiang istrinya meski beliau sudah meninggal. Dia juga tidak pernah mencoba untuk jatuh cinta lagi kepada orang lain.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" udah sore balik yuk " ( kata Danish karena bingung mau bilang apa lagi )
" ah iya maaf " ( kata Lily balik dari lamunannya )
Akhirnya mereka pun mengumpulkan barang - barang Lily yang masih di sana untuk di bawa pulang ke rumah mamanya. Dia membawa beberapa buku dan pakaian dan juga kura kura yang satu itu juga dia bawa pulang agar bisa merawatnya dengan baik.
Di tengah perjalanan,
" makan dulu yuk " ( ajak Danish )
__ADS_1
" kemana ? " ( tanya Lily )
" kamu mau kemana ? " ( tanya Danish balik )
" kemana aja deh terserah kamu " ( kata lily )
" beneran ? Okay " ( Dngan senyum di wajahnya )
Karena dari tadi Danish melihat Lily yang hanya diam sejak dia bercerita tentang kura - kuranya tadi, Danish memutuskan untuk membawa Lily ke tempat yang spesial. Ke tempat di mana Lily bisa ceria lagi. Lily hanya terdiam di dalam mobil sejak tadi, dia hanya menjawab pertanyaan yang penting dan hanya menjawab dengan anggukan ( gerakan kepala ) saja.
" Sudah sampai, turun yok " ( kata Danish )
Lily turun perlahan dan mereka sampai di kafe yang sangat indah.
" ayok masuk " ( Danish dengan spontan menggandeng tangan Lily masuk )
" eh " ( Lily bingung karena kaget )
" ah eh maaf " ( Danish gagap dan melepas tangannya )
Mereka memasuki kafe tersebut. Lily terkejut karena sebelumnya belum pernah ke kafe tsb dan bahkan dia tidak tau kalau kafe itu ada.
Kafe yang indah dengan lampu yang sedikit redup menambahkan suasana tenang di sekitarnya. Banyak bunga yang terpajang mulai dari mawar, tulip, Lily, anggrek dan masih banyak lagi.
Orang di sana yang sangat ramah dengan pelayanannya menurut Lily itu adalah tempat yang sempurna untuk menghilangkan rasa lelah ketika bekerja ataupun setres karena banyak tugas..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ketika mereka sedang sibuk minum mata Lily yang tidak henti hentinya mengamati ruangan tersebut Lily menemukan sesuatu yang mengejutkan.
" ah " ( Lily terkejut dan langsung berjalan mendekatinya )
" ah indahnyaa "
Lily berjalan menuju vas bunga yang dimana hanya ada satu buah bunga Lily dengan ujung ungu di vas tsb. sungguh bunga yang sangat indah.
" kenapa ? " ( Danish mengikuti Lily )
" indah bukan ? " ( kata Lily memperlihatkan bunga tsb )
" iya indah " ( lagi lagi tidak fokus pada bunganya Danish justru fokus pada senyuman Lily )
" kamu tau nggak kenapa hanya ada satu bunga di vas ini, padahal banyak vas di sana yang terisi penuh bunga )
" karena dia jomblo " ( kata Danish dengan polosnya )
" hahahaha dasarr " ( menutup mulutnya karena tertawa )
" itu karena bunga ini spesial. Sama seperti apapun mereka yang spesial hanya akan ada satu dan di tempatkan di tempat yang paling spesial. Karena kespesialan mereka tidak akan terlihat ketika di letakkan di kerumunan bunga yang banyak " ( Lily menjelaskan )
" kenapa ? Bukankah justru mereka akan terlihat beda sendiri ketika mereka di sebut spesial ? " ( tanya Danish )
" hahaha kamu kebanyakan nonton film pasti ya " ( kata Lily )
" Sama dengan manusia juga, mereka yang spesial akan di tempatkan di tempat yang spesial di mana? Di hati kita " ( sambil memegang dadanya )
" hati kita adalah tempat yang paling spesial karena tidak ada seorangpun yang bahkan bisa melihatnya. Jika hati kita terisi banyak orang dan mereka semua kamu anggap spesial bukankah satu di antaranya tidak akan bisa di sebut spesial ? "
" mereka tidak spesial karena mereka berada di tempat yang sama dan mendapatkan kasih sayang yang sama rata, susah untuk mendapatkan sesuatu yang spesial namun jika hatimu berkata satunyang adalah spesial kau hanya perlu menberikan yang lainnya yang tidak spesial untuk orang lain. Karena meski tidak spesial untukmu "yang lain" ini bisa saja spesial untuk orang lain " ( Lily mnyentuh bunga tsb )
__ADS_1
" ah apaan sih udah malem pulang yuk " ( lanjut Lily )