HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
Pergi


__ADS_3

" maaf ya za, tapi gw nggak bisa nganterin lo ke bandara karna masih harus kumpul juga sama anak anak " ( kata Lily )


" udah nggak papa kok. Jaga diri lo baik - baik pokonya lo nggak boleh sedih, nggak boleh cengeng terua nggak boleh manja juga " ( sambil menyentil dahi Lily )


" ih apaan sih sakit tau " ( berbicara dengan nada manja )


" udah dulu gw mau berangkat, pesawat bentar lagi bakalan berangkat juga soalnya. Jaga diri baik - baik ya " ( Reza kemudian berjalan karena sopir sudah menunggunya di depan )


" Reza !!!!!! " ( teriak Lily kemudian mencium pipinya Reza )


Reza terdiam dan kaget dengan apa yang di lakukan Lily dan Reza langsung memeluknya.



" jaga diri lo baik - baik, tunggu gw pulang " ( memeluknya dengan erat )


" perasaan ge nggak enak, lo bisa nggak usah pergi nggak za ? " ( Lily menangis di pelukan Reza )


" hey nggak boleh ngomong gitu, udah gw berangkat dulu. Gw janji gw bakal sering - sering ngasih kabar ke lo kok. " ( melepaskan pelukan dan menyeka air mata Lily )


Lily hanya mengangguk dan tak kuasa menahan tangisnya ketika Reza masuk ke mobil dan pergi seakan itu adalah saat terakhir pertemuan mereka.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" ni " ( Danish memberikan sapu tangannya kepada lily )


" hah ? " ( Lily terkejut karena tidak mendengar kedatangan Danish )


" ni, bersihin air mata lo bentar lagi kita kumpuln" ( Danish sama sekali tidak melihat wajah Lily dan hanya memberikan sapu tangannya saja ).


" makasih ya " ( Lily mengambil sapu tangan biru itu )



Danish langsung pergi segera setelah memberikan sapu tangannya. Dengan tenaang dia berjalan, dia merasa dia adalah orang bodoh yang masih mengharapkan sesuatu kepada Lily.


Dia ingin menjadi pemeran pendamping ketika pemeran utama itu sendii pergi. Dia ingin menjadi pahlawaan ketika peri yang dia miliki hilang. Dia ingin menjadi batu loncatan ketika batu utama itu tenggelam. Dianmasih mengharapkan sesuatu yang bahkan tidak pasti untuk saat ini. Namun baginya berjuang bukanlah hal yang sia - sia .


Danish berjalan menuju toilet terlebih dahulu,



" nggak lo harus ngelupain Lily " ( berbicara dengan dirinya sendiri di depan kaca )



" lo liat dia sampe nangis gitu ngeliat seseorang yang di cintainya pergi , cukup Danish lo nggak boleh lemah hanya karena satu wanita "



" cukup Danish okay, cukup, okayy " ( menyiram wajahnya dengan air )



Bagaimana mungkin kamu melihat ke belakang ketika kamu mempunyai segalanya di depanmu. Kau bisa memanggilnya dari belakang jika kamu mau, namun apakah dia akan menjawab panggilanmu atau tetap akan fokus menghadap ke depan dan fokus dengan emas di depanmu. Angga saja dirimu adalah permata yang paling berharga, namun apakah ada jaminan untuk kamu di pilih olehnya. Bukankah bisa saja dia lebih menyukai emas daripada permata meski harga yang jauh berbeda.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Semua mahasiswa dan mahasiswi kelas seni telah menyelesaikan ujian mereka. Dosen pembimbing dan semuanya berterima kasih karena mereka menampilkan pertunjukan mereka dengan seluruh tenaga mereka dan banyak bakat mereka yang ternyata sangatlah bagusss. Semuanya berterimakasih terutama untuk Lily dan Danish karena mereka membuat penampilan baru sepanjang masa ujian kampus tersebut. Dimana mereka menggabungkan musik biola dan tarian yang dimainkan bersama hanya oleh dua orang saja yaitu Lily dan Danish.



" okay kalian bila istirahat dan pulang kerumah sekarang. Trimakasih untuk semuanya sekali lagi " ( ucap pembimbing tersebut yang kemudian langsung meninggalkan mereka semua )



" lo mau kemana habis ini " ( tanya Lily kepada Danish )


" eh gw, gw mau pulang mau istirahat " ( jawab Danish cuek )


" gw ajakin ke suatu tempat mau nggak ? " ( kata Lily )


" emm boleh sih kemana emang ? " ( tanya Danish )


" udah pokoknya ada, tapi bentar dulu ya gw ganti baju dulu. Nggak nyaman pake beginian " ( Lily menyuruh Danish untuk menunggu )

__ADS_1


" gw juga mau ganti baju kok "



Mereka akhirnya menuju ruang ganti bersama. ( ruang ganti cewek dan cowok beda )



Danish yang sudah berganti baju akhirnya menitipkan biolanya dan biola milik Lily ke ruang pelatihan agar tidak susah karena dia membawa motor.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" tok ..... tok ..... tok ...... " ( Danish mengetuk pintu ruang ganti Lily )


" Ly udah belum " ( tanya Reza )


" bentar sleting dress gw nyangkut .... aduhh " ( Lily yang sedang berusaha membuka resleting dress nya tsb )



" lo nggak papa kan ? Mau gw bantu " ( Reza menawarkan bantuannya )



" nggak usah kok, gw bisa sendiri " ( teriak Lily di dalam ruang ganti )



Danish yang mendengar suara aduh aduh dari Lily pun akhirnya tidak sabar karena meligat Lily tidak bisa membukanya, terlebih itu adalah resleting belakang.


Dia pun akhirnya membuka pintunya dengan bimbang.


" eh " ( Lily kaget membeku )


" gw bantu bentar " ( Danish menggapai resletingnya )


" udah nggak papa lo tunggu di luar aja gw bisa sendiri kok " ( mendorong tangan Danish )



Danish dengan perlahan membenarkan sleting dress tsb dengan tangan gemetar dan jantung yang berdetak tidak karuan.


" udah "


" eh "


( Danish dan Lily bertatapan muka di depan kaca dan Danish sadar lalu mengalihkan pandangannya )


" gw tunggu di luar " ( Danish berjalan keluar dan menutup pintunya )


Lily hanya terdiam dan melihat dirinya kembali di kaca.


" gw kenapa " ( sambil memegang dadanya )


" kencang banget detak jantung gw " ( Lily melamun )


" aishhh apaan sih ingett lo masih punya janji sama pangeran lo reza " ( sadar dari lamunan dan ber bicara sendiri di depan cermin ).




- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" ayok " ( Lily meembuka pintu ruangan ganti dengan canggung )


" udah yok " ( Danish berjalan duluan )



Di sepanjang jalan Lily dan Danish sama sekali tidak berbicara tentang apapun dan merasa canggung satu sama lain.


Dan ketika Danish mengendarai motornya dengan cepat secara tidak sengaja juga Lily refleks memeluk Danish karena merasa takut.


" ma ... maaf " ( Lily melepaskan pelukannya dan hanya berpegangan dengan jaket yang di kenakan Danish )


Danish hanya diam karena sebenarnya dia sangat senang akan hal itu.

__ADS_1



Bagaimanapun juga Danish adalah seorang laki - laki. Bagaimana bisa dia tidak merasakan apapun ketika seseorang yang di sukainya memeluknya meski tidak sengaja namun kesenangan itu pasti ada bukan.


Namun Reza mencoba bersikap biasa - biasa saja karena dia sudah bersepakat kepada dirinya sendiri agar tidak menjerumuskan rasa cintanya semakin dalam.



" kok jadi awkard gini si " ( Lily berbicara di dalam hati )


" gw juga pake refleks meluk tadi , kapan si ketakutan gw ini bakal ilang . Lily bodoh " ( kesal dalam hati )


" udah tadi di bantuin dia pas ngelepasin resleting yang nyangkut, sekarang malah meluk dia emang ya gw tuh bodoh banget " ( masih marah dalam hati )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" eh itu turun di situ " ( Lily menunjukkan jalan kepada Danish untuk berhenti )


" di sini ? " ( tanya Danish )


" iya ,ayok masuk "



Mereka berhentu di depan toko bunga karena Lily akan membeli beberapa bunga.


" jadi lo mau beli bunga ? " ( tanya Danish )


" iya, gw mau nyari bunga " ( jawab Lily dengan penuh senyuman )


" lo suka sama bunga apa ? " ( Danish kembali bertanya )


" eeee gw paling suka sama bunga Lilly " ( kata Lily )


" kenapa ? Karena sama kayak nama lo ? " ( Danish langsung nyeplos )


" hah ? Hahahaha " ( Lily tertawa )



" enggak kok, sebenernya dulu nenek gw yang suka tapi karena dari kecil gw di liat nenek gw ngerawat bunga itu gw jadi ikutan suka sampe sekarang. dan yang ngasih nama gw dengan nama bunga itu juga dia " ( Lily bercerita )



" nenek lo sayang banget ya sama lo " ( kata Danish karena mengingat neneknya yang justru sangat membenci dirinya )



" sebenarnya dia bukan nenek kandung gw. Gw di buang pas masih bayi dan nenek angkat gw yang udah ngebesarin gw. Tapi karna suatu kecelakaan nenek gw meninggal dan entah bagaimana nyokap gw kembali dan mau ngerawat gw yang udah jadi remaja waktu itu " ( Lily mengingat beberapa kejadian yang menyedihkan )


" eh maaf gw jadi cerita nggak penting kan " ( kata Lily dengan senyum di paksa )



" eh nggak kok nggak papa " ( Danish tidak bisa mengatakan apa - apa lagi )



" pak mau saya ambil bunga anggrekbyang ini satu ya pak " ( Lily membeli bunga anggrek berwarna putih yang terlihat cantik namun kecil )



" bukannya lo tadi bilang suka bunga Lilly ? Kok malah beli anggrek ? " ( tanya Danish bingung )



" bunga anggrek ini terlihat indah ,lagian bunga Lilly itu mahal kali hussshh " ( sambil mengedipkan satu matanya )



" dasarrr " ( Danish tersenyum melihat kelakuannya )



" sebenernya gw punya taman bunga Lily yang udah gw rawat dari dulu pas nenek gw masih hidup, namun entah kenapa Bunga Bunga gw mati semua mungkin terkena obat kimia atau apa gw nggak tau. Tapi karna uang gw belum cukup untuk ngebwli bunga Lilly lagi jadi gw beli bunga ini buat gw taruh di kamar biar keliatan segwr aja si hahahaha " ( Lily tertawa menjelaskannya )



Namun Danish tidak sebodoh itu sampai dia mempercayai perkataan Lily. Keluarganya sangat kaya ( Danish mengetahui keluarga Sanjaya karena merupakan perusahaan terkenal di kota tsb karena sempat membaca koran bahwa Ibunya Lily adalah anak dari pemilik perusahaan tsb ).

__ADS_1


Danish mengetahui jika Lily sedang menyembunyikan kesedihannyabdi balik senyum tawar itu. Lily selalu mencoba tersenyum di hadapan semua orang. Danish ingatbahwa ia juga pernah melihat Lily ingin melompat ke sungai bawah jembatan dan langsung marah ketika dia menolongnya. Jadi mungkinkah semua itu berhubungan ? Pikiran Danish semakin kacau, sebenarnya Lily itu kenapa ? Kenapa dia harus sampai menyenbunyikan kesedihannya ? Kenapa dia harus tersenyum ketika dia tidak menginginkannya


__ADS_2