HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
kenapa sebenarnya ?


__ADS_3

Danish hanya berdiri kesal melihat Seli pergi dengan pria itu dan bahkan dia membantunya berjalan. Danish merasakan kecewa dan rasa di hianati yang sangat mendalam di tambah lagi tatapan - tatapan orang di sekitar yang melihat semua itu. Kesal , kecewa , sedih , di tambah lagi malu yang tidak bisa di katakan lagi seberapa malunya dia.



Baginya tidak ada hari yang paling malu dalam hidupnya kecuali hari itu. Dia lalu mengambil blanjaannya yang jatuh dan langsung pergi dari tempat itu sendirian.


Sepanjang jalan masih sangat banyak mata yang melihatnya dengan tatapan kasihan. Danish tidak suka jika ada orang yang kasihan padanya.



Dengan langkah cepat dan berat Danish membuka pintu rumahnya.


" brakk " ( suara benturan pintu yang sangat keras )


" siall " ( Danish diam meletakkan belanjaannya di meja dapur rumahnya )


" arrgghhhhh " ( Danish berteriak keras dan menggebrak meja dapurnya )



" crang !!!!! " ( Danish membanting tempat lilin yang ada di depannya )



Amarahhhh, kekecewaan, geregetann semuanya bercampur menjadi satu. Menjadi sebuah gelombang badai yang memperlihatkan hati yang mulai retakkk , hancur lebur hingga tidak bisa di satukan kembali.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Danish tersungkur lemah bersandar kulkas di dapurnya. Dia membayangkan masa masa ketika dia sedang bersama dengan Seli. Banyak canda banyak tawa bahkan banyak juga air mata yang jatuh hanya karena bahagia. Mereka nenghabiskan waktu bersama sampai pada akhirnya semua kasih sayang dan cinta yang Seki berikan berubah menjadi kebohongan yang Danish rasakan.



" jadi selama ini kamu bersikap aneh sama aku karena kamu udah nggak cinta lagi sama aku. Apa aku kurang di matamu. Apakah seluruh cinta dan kasih sayang yang aku berikan masih kurang. Kamu sungguh tega Seli " ( Danish berbicara sendiri )



Danish lalu mengambil Biola yang dia simpan yakni biola pemberian ibunya itu.


" ma, maafin aku karena udah ngelupain mama hanya karena kesenangan sementara "



( sejak saat itu Danish berlatih memainkan biola nya lagi setelah sekian lama. Dia berlatih sangat keras untuk melupakan Seli dan tidak ingin mengingatnya lagi. Danish berlatih dan berlatih sampai akhirnya dia menjadi seorang pemain biola yang sangat indah disana. Dia juga bermain dari kafe ke kafe sebagai pekerjaan sampingannya. Meski semua kebutuhan kecukupan dari ayahnya namun Danish merasa senang bermain biola dan sangat menikmatinya )



Hari demi hari Danish mulai terbiasa dengan kesendiriannya. Mulai dari mengerjakan tugas dan tidak ada yang mengganggu, berlatih bermain biola, dan masih banyak hal yang dia lakukan untuk melupakan Seli.



Danish belajar dengan sangat giat lebih giat dari biasanya dia hanya menghabiskan waktunya untuk membaca buku ataupun berlatih musik dan lain - lain.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Pada hari pekan ( weekend ) Danish memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe yang sedikit besar untuk penampilannya.


Dia akan menyanyi dengan menggunakan gitar karena pemilik kafe meminta hal tersebut.



Danish memakai kaos hitam dan celan jeans juga sepatu dengan warna senada.


Ketika Danish sedang berbicara dengan pemilik kafe tersebut, Danish melihat Seli dan pria yang waktu itu datang bersama ke kafe tersebut. Seli tampak anggun dengan senyuman di wajahnya dengan memakai mantel berwarna merah muda dan berjalan di samping pria tersebut. Melihat hal itu Danish merasa sangat kesal dan melihatnya dengan tajam dengan tangan yang terlihat mengepal erat.



" kamu paham kan ? " ( kata pemilik kafe tsb )


" permisi " ( lanjutnya )


" ah iya saya paham trimakasih " ( Danish kaget dan menyudahi kata - katanya )


" apakah ada toilet ? Sepertinya saya harus ke toilet dulu sebentar " ( Kata Danish yang kemudian pemilik kafe tsb menunjukkan arah toilet nya )


__ADS_1


" stop Danish lo udah lupa sama dia " ( Danish membasuh mukanya dan berbicara di depan cermin )


" ingetttt lo udah lupa sama dia " ( lanjutnya )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Tiba saatnya untuk Danish memperlihatkan penampilannya. Danish berjalan dengannpelan ke tempat yang sudah di sediakan oleh pemilik kafe tersebut. Danish mengambil sebuah gitar dan duduk di tempat tersebut dengan mic yang sudah berdiri di depannya.



Seli kaget ketika melihat Danish yang ada di depan untuk bernyanyi. Meski Danish mengetahui kalau ada Seli disana Danish berpura - pura tidak melihatnya dan hanya fokus pada penampilannya saja.



Dia mulai memainkan gitarnya, suara musik yang perlahan bergema di telinga. Bercampur dengan nada yang sangat mulus tanpa ada sumbangnya. Danish menyanyi seolah dia sedang bercerita tentang kehidupan nya sendiri yang sedang ia alami aat ini. Suara Danish yang sangat merdu dengan suara musik yang indah, semua orang terpukau dengan penampilan Danish. Mereka meletakkan alat makan mereka dan sangat menikmati penampilan Danish saat itu.


Tatapan puasss dari pemilik kafe juga menuju ke Danish, Danish tidak merasakan apapun dia hanya fokus bermain dan senang melihat semua orang menikmatinya.



Suasana ramah, lilin yang terbakar indah semuanya menjadi satu bergabung menjadi sebuah adonan yang akan menjadi kue tart yang terhias indah di atas piling bunga.


Meski dalam hatinya dia masih susah untuk melupakan Seli dan rasa benci yang masih besar terhadapnya Danish mencoba untuk melupakannya sebisa mungkin. Dia tidak mau selalu berkabung dalam kesedihan sementara seseorang yang membuatnya sedih tertawa bahagia di depannya dengan sorang pria.




- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" prok .... Prok .... Prok " ( suara tebuk tangan gemuruh memberikan hadiah untuk penampilannya )


Danish tersenyum dan membungkuk untuk semua orang yang ada di kafe tersebut lalu dia berjalan ke arah pemilik kafe tersebut.


" penampilan kamu sangat bagus hari ini " ( kata penilik kafe tersebut sambil tersenyum bahagia )


" ah terimakasih sudah mengijinkan saya tampil disini " ( Danish berbicara dengan sangat sopan )


" ah tentuu saya juga sangat berteri makasih. Mungkin lain kali kamu bisa tampil di kafe saya lagi. Tidak adaa yang tampil sebagus kamu sebelumnya " ( pemilik kafe memuji Danish )




" ah terimakasih, sepertinya saya harus pergi sekarang " ( Danish menerima amplop itu )



" ah ya tentu " ( kata pemilik kafe )


" permisi, " ( Danish langsung pergi dari situ )



Danish membuka amplop itu di mobil dan dia tidak mengira akan mendapat komisi sebanyak itu hanya untuk nyanyian yang sederhana.


Karena Danish jenuh dan tidak ada kegiatan lagi, Danish memutuskan untuk pergi ke toko bunga paman Sam.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Sesampainya di toko,,


" oh hayyy " ( ketika Danish membuka pintu toko Danish langsung di sambut hangat oleh paman Sam dan dilanjut dengan pelukan kedua pria ini )



" hallo paman Sam, apakah paman sedang sibuk "


( kata Danish setelah melepas pelukannya ).


" ah tidak, apakah kamu kesini mau minum teh bersama paman ? " ( kata Paman Sam dengan senyuman )


__ADS_1


" ah tentu saja paman " ( Danish menjawabnya )



( Danish menunggu paman Sam di ruangan tengah toko seperti biasanya dan keadaan sangat sepi karena ternyata paman Sam menutup tokonya karena sedang ada beberapa bunga yang akan di ganti karena sudah banyak yang laku )



" ah biar saya bantu paman " ( mengambil nampan teko dan cangkir yang di bawa paman Sam )



Danish lalu menuangkan teh tsb untuk dirinya dan paman Sam.


" kok kamu sendiri nak ? Kemana pacar kamu " ( kata Paman Sam bertanya )


Danish hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan paman Sam tsb


" ada apa nak ? Kamu geliatan gelisah apa kamu sakit ? " ( kata paman Sam lagi )



" ah tidak apa paman saya baik - baik saja " ( Danish menjawab pelan )


" lalu kemana perempuan yang kemarin itu ? " ( kata paman sam )



" ah sebenarnya kami sudah putus paman " ( kata Danish sambil langsung menyeruput tehnya )



" kenapa ? Bukankah kamu pria yang baik ? Dia juga gadis yang baik ? Apakah kalian bertengkar ? " ( kata paman Sam semakin cerewet )



" ah paman bisa saja hahahaa, saya tidak sebaik itu kok paman " ( kata Danish )



" Cinta adalah suatu perkara yang rumit nak. Terkadang kamu mengetahui kamu ingin apa tapi kamu tidak tahu ingin melakukan untuk siapa. Menurut paman satu cinta sudah cukup untuk seumur hidup. Kalau ada masalah selesaikan lah namun jangan sampai ada tali permusuhan di antaranya. Paman tidak tahu kenapa kalian berpisah tapi pasti ada alasan di balik perpisahan kalian semua hanya tentang waktu untuk mengetahuinya. " ( kata paman Sam bijak )



" ah iya paman terima kasih " ( ucap Danish )



" lagian kamu itu masih muda, banyak yang akan menyukai kamu. Kamu adalah pria yang baik dan sopan. Kamu pasti akan menemukan wanita yang baik juga kepada kamu nantinya " ( ujar Paman Sam )



" iya paman " ( kata Danish tersenyum )



" apa mau paman kenalkan dengan anak paman ? " ( lanjut paman Sam )


" hah ? " ( Danish kaget karena mengetahui kalau anak paman Sam adalah seorang pria )


" kenapa ? Apa kamu tidak mau punya mertua seperti paman ini ? " ( lanjut paman Sam )



" ah mungkin akan saya pikirkan hahahaha " ( Daniah lantas tertawa dengan becabdaannya paman Sam tersebut )



Mereka lalu larut dalam candaan dan gurauan yang membuat mereka tidak ada henti - hentinya tertawa.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Malam hari di rumah Danish ( Amerika )


Danish merasa sedikit lefa karena sudah banyak bercerita dengan paman Sam.


Namun diaa sedang memikirkan kata paman Sam " pasti ada alasan tersendiri kenapa seseorang menjauh dari orang yang selama ini mencintainya "


Danish bertanya - tanya apa yang membuat Seli menjauh darinya, apakah dia kurang perhatian kepadanya, apakah dia kurang memanjakannya ? Atau Seli punya alasan sendiri, namun jika benar Seli mempunyai alasannya sendiri kenapa dia tidak menjelaskan apapun kepadanya dan justru membuatnya malu di hadapan banyak orang. Seli bahkan sama sekali tidak menghubungi dirinya setelah itu.

__ADS_1



Danish kembali memikirkan banyak hal tentang Seli lagi setelah mendengar perkataan dari paman Sam tsb. Dia terbangun semalaman tidak bisa tidur entah apa yang membuatnya seperti itu.


__ADS_2