HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
Er dan El


__ADS_3

Dua hari berlalu, tiba saatnya untuk mereka kembali ke kehidupan mereka masing - masing.


Di kosan Lily,, Lily terlihat sedang tersenyum - senyum sendiri ki kamarnya tersebut karena memikirkan Reza yang selalu perhatian dan tampan seperti biasa.


" kalian terlihat sangat serasi sekali " ( sambil memandangi kura - kuranya )


" apakah kalian berpikir aku dan Reza serasi seperti kalian " ( bertanya kepada kura - kura )


" iyaa kalian sangat serasi " ( dengan suara kecil seolah - olah suara kura - kura tsb )


" auuuuu kalian sungguh menggemaskan " ( dengan senangnya dia sama kura - kura tersebut )


Setelah Lily berhalu mengenai dirinya dan Reza tersebut, Lily tiba - tiba kepikiran dengan seseorang yang sudah menolongnya yang tak lain adalah Danish. Dia melamun dan memikirkan banyak hal tentang kebaikannya kepada dirinya tersebut. Bukan hanya sekali dia menolongnya namun berkali - kali.


" Gw mesti berterimakasih sama dia , tapi gw mesti ngapain ya " ( Lily berpikir )


" tapi apa dia bakalan nerima tanda terimakasih gw ? " ( Lily semakin berfikir )


" terus gimana kalau dia malah ngira gw ke pd.an ? " ( tambah berfikir lebih jauh )


" aihhhh tau ah nanti deh gw pikirin "


Karena sudah mulai siang Lily akhirnya berangkat ke kampus, dia memutuskan untuk berjalan kaki karena kelas masih nanti di mulainya.


" kak Lily " ( seseorang memanggil Lily )


Lily sedikit mendengarnya dan mengira kalau dia hanya berhalusinasi saja.


" kak Lily " ( ucap anak kecil yang berlari ke arahnya )


" eh Nana, kita ketemu lagi " ( ucap Lily yang kemudian menoleh )


" Kak Lily lagi ngalamun lagi yaa, Nana panggil daritadi tidak dengar - dengar " ( kata anak kecil itu polos )


" eh maafin kakak, kita cari tempat duduk yuk "


Kemudian Lily mencari tempat duduk untuk mengobrol dengannya karena jam kuliah juga masih agak lama.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Mereka pun akhirnya menemukan tempat duduk dan sempat membeli es krim tadi.


" ngomong - ngomong kamu kesini sama siapa ? " ( tanya Lily )


" aku sama mamah kak " ( jawab Nana yang sedang sibuk memakan es krim )


" ehh ntar mama kamu nyariin kamu karna khawatir loh kamu sama kakak sekarang " ( Lily lanjut bertanya karena cemas )


" nggak kok kak, mama aku sibuk kerja di gedung itu " ( Nana yang mengacungi sebuah gedung tinggi dengan jarinya )


" terus kamu nggak sekolah juga ? " ( tanya Lily lagi )


" enggak soalnya Nana males disekolah. Temen temen Nana bilang mamah Nana itu nggak sayang sama Nana makannya dia kerja terus dan nggak pernah ada waktu buat Nana. Bahkan kadang Nana juga ambil rapot sendiri karena mamah sibuk kerja " ( Nana yang bercerita dengan polosnya sambil memakan es krim yang dia pegang )



Melihat dan mendengarkan hak itu sontak mengingatkannya kepada ibunya yang bahkan tidak pernah melihatnya tumbuh menjadi dewasa namun Lily tetap berusaha tegar dan mencoba memberikan semangat kepada Nana.



" eh Nana anak baik, nggak boleh bilang gitu sayang " ( sambil mengelus rambutnya )



" Nana tau nggak kenapa orang itu tiduran disana ? " ( sambil menunjukkan seorang pengangguran yang tiduran di gardu pinggir jalan )



" karena paman itu lelah makannya dia tidur " ( jawab Lily dengan polosnya )



" Salahhh, paman itu tidur karena dia tidak bisa bekerja. Karena apa ? Karena paman itu juga pemalas !! Nahh kalo Nana juga malas ke sekolah apa Nana mau jadi kayak paman itu yang tidurnya di tempat seperti itu ? " ( ucap Lily )



" enggak mau " ( sambil menggelengkan kepalanya )



" Nah makannya Nana harus pergi ke sekolah kalo nggak nanti Nana jadi orang yang bodoh dan menjadi seperti paman itu "



" Baik kak, mulai besok Nana akan menjadi anak baik dan bersekolah " ( jawab Nana )



Melihat itu Lily pun langsung memeluk Nana dan mengucapkan kepadanya bahwa Nana adalah anak pintar. Lily merasakan bagaimana perasaan Nana karena Lily juga pernah mengalaminya.

__ADS_1



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" eh udah mulai siang, kakak harus berangkat ke kampus. Nana kakak anterin ke tempat kerja mama aja yok " ( kata Lily sambil meliat jam )



" nggak usah kak, Nana ntar kesana sendiri aja. Nana udah biasa kok kak " ( kata Nana menolak )



" yaudah kalau gitu kamu hati - hati ya, ntar kalau ada apa - apa kamu hubungin kakak aja. Ini nomor kakak " ( Lily menulis nomornya di kertas dan memberikannya kepada Nana )



Lily pun akhirnya berangkat ke kampus karena sudah siang dan langsung masuk ke kelasnya.


Setelah kelas selesai,


" Danish " ( Lily memanggil Danish yang sedang merapikan buku bukunya )


Danish menoleh dan menaruh tasnya.


" eh gimana lo udah baikan ? " ( tanya Danish )


" gw nggak papa kok, gw malah mau nanyain gimana kaki lo udah sembuh ? Maaf ya gara - gara nolongin gw kaki lo jadi luka gitu " ( Lily merasa tidak enak )


" nggak kok gw nggak papa " ( jawab Danish )


" eh lo mau pulang kan ? " ( lanjut Danish )


" iyaa " ( Lily mengangguk )


" gw anterin ya, lo pulang sendiri kan ? " ( Danish menawarkan Lily untuk pulang bersama )


" ah nggak usah gw sekalian mau ke suatu tempat " ( kata Lily )


" nggak papa sekalian gw anterin , yaudah yok "


" yaudah makasih ya " ( kata Lily )



Akhirnya Lily menerima tawaran Danish untuk pulang bersama dengan menaiki sepeda motornya. Di perjalanan Lily meminta untukbke suatu tempat terlwbih dahulu karena dia mau membeli makanan untuk kura kura kesayangannya.


" pak makanan kura kura satu " ( bilang kepada pemilik tokonya )


" beli apaan ? " ( tanya Danish )


" ini, makanan kura - kura buat kura - kura gw di rumah " ( sambil memperlihatkannya )



Mereka melanjutkan perjalanan ke rumahnya Lily.


Sesampainya di kosan Lily, Lily mengajaknya untuk masuk terlebih dahulu dan di iyakannoleh Danish.


" lo punya kura - kura ? " ( tanya Danish )


" iya gw punya lucu banget lagi, lo mau liat nggak sini " ( menyuruh Danish mengikutinya )


" ini kura - kura gw, lo tunggu sini bentar ya gw buatin minum. Lo suka jus alpukat nggak ? " ( tanya Lily )


" apa aja boleh kok " ( ucap Danish )


" okay, tunggu di sini bentar ya " ( Danis mengangguk )



Danish dengan penasaran melihat Lily yang sedang membuat jus dan melihat kura kura yang ada di depannya itu. Danish berfikir bagaimana bisa dia memelihara kura - kura bahkan dia sendiripun tidak bisa menjaga dirinya dengan baik ( Danish tersenyum memikirkan itu ).


" ini di minum dulu " ( Lily memberikan jus alpukatnya dan kemudian di minum oleh Danish )


" lucu kan kura - kura gw " ( Lily dengan senang memamerkannya )


Danish hanya tersenyum melihat kelakuan Lily


" oh ya gw kenalin ini namanya Er dan satunya lagi namanya El " ( kata Lily menunjukkan kura kuranya )


" hah ? Kembar ? " ( tanya Danish )


" hahahahaha enggak kok bukan kembar tapi sepasang " ( Lily tertawa melihat kepolosan Danish )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" Kenapa namanya nggak Lulu sama Lala biar sama kayak nama lo " ( Danish antusias )

__ADS_1


" hahaha apaan si loh ah " ( Lily tertawa )


" ya kan biar Lily, Lulu, sama Lala gitu " ( Kata Danish )


" hahahahahahahahha " ( Lily semakin tertawa )



Danish sangat senang melihatnya tertawa lepas seperti itu, karena meski dia banyak tertawa namun terlihat ada sesuatu yang mengganggunya meski begitu Danish tidak mau ikut campur urusannya.



" lagian Er sama El itu nama depan gw sama Reza " ( Lily melamun sambil tersenyum )


" hah ? " ( Danish sesikit heran )


" ehh enggak kok, di minum lagi jusnya " ( Kata Lily )


Danish yang mendengarnya pun kaget dan mengetahui kebenaran yaitu apakah Lily menyukai Reza ? Namun apa hubungannya dengan dirinya bukan urusan dia Lily mau menyukai siapapun.



Malam hari di kediaman Danish,


Danish masih kepikiran tentang ucapan Lily tadi.


Dia merasa kenapa dia harus ikut campur padahal Lily bukan siapa siapa dirinya. Namun kenapa dirinya berfikir tentang ucapan Lily tadi terus menerus dan tidak bisa melupakannya.


" siall " ( kata Danish kesal )


Dia masih memikirkannya, apakah dia mulai menyukai Lily, cewek yang belum lama dia kenal ?


Tidak mungkin, setelah Seli tidak ada lagi wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta. Danish selalu berfikir bahwa semua wanita sama saja. Dia akan pergi ketika mendapatkan apapun yang menurutnya bagus.


" tidak tidakkk " ( Danish semakin kesal )


" lama - lama gw bisa gila " ( menjambak rambutnya sendiri )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Sementara itu di rumah Reza, Reza terlihat sedang sibuk dengan sesuatu yang di lukisnya. Dia sangat fokua terhadap lukisan tersebut. Setelah selesai dia melukisnya dia memandang lukisannya tersebut dengan penuh kebahagiaan dan harapan. Namun dia terlihat sedikit sedih di balik senyumannya itu. Dia sangat senang melakukan hal itu bahkan ini sudah dini hari dan Reza masih di melukis hanya untuk lukisan itu entah apa yang ada di pikirannya dan apa yang di lukis Reza tersebut.



Reza terlihat menantikan sesuatu dan berharap sesuatu tentang lukisan itu. Entah cinta ataupun pertemuan tidak ada yang mengetahuinya selain dirinya sendiri. Lukisan di buat untuk mengekspresikan perasaan seseorang. Bahkan seseorang yang sedih bisa saja melukis sesuatu yang bahagia namun tidak banyak dari orang yang mengetahui apa makna di balik lukisan tersebut. Bagaimana bisa seseorang yang sedih menggambar sesuatu yang bahagia ? Begitupun sebaliknya.



Terkadang seseorang hanya mengetahui satu sisi dari apa yang mereka lihat, padahal kebanyakan dari orang tersebut tidak melihat bagaimana proses yang mereka lewati. Menghargai seseorang sangat sulit di bandingkan dengan memberi komentar kepadanya. Jadi tolonglah mari belajar untuk menghargai seseorang jika jika menginginkan sesuatu yang sama.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Fajar mulai menampakkan wajahnya, pagi sudah tibaa. Tiba saatnya untuo mereka semua bangun dan menjalankan kewajiban mereka masing - masing.



Di kampus Lily,


" semuanya bersiap karena ujian untuk semua mahasiswa dan masiswi semester 6 akan segera di mulai " ( ucap dosen kelas Lily )


" Saya berharap kalian akan bersiap dan bersikap dengan baik di satu tahun kedepan karena waktu kalian disini tidak banyak lagi " ( lanjutnya )


" untuk ujian kali ini, kalian buatlah satu kelompok dengan teman kalian. Satu kelompok terdiri dari dua orang yang mana kalian harus membuat musik bersama " ( ucap Dosen )



Semua siswa di kelas Lily pun merundingkan kelompok tersebut.


" Ly lo sama gw ya " ( ucap salah satu teman sekelas Lily )


Lily kemudian melihat Danish yang hanya diam karena dia tau kalau tidak ada yang mau satu kelompok dengannya meski permainan musiknya bagus namun mereka takut kepadanya.


" aduhh maaf ya aku udah satu kelompok sama Danish, maaf banget ya " ( kata Lily )


Danish pun melirik Lily dengan tatapan tajam dan bingung.


" hah lo mau sama dia ? Nggak takut sama dia ? " ( temannya lanjut bertanya kepadanya sambil berbisik )


" dia nggak sejahat kelihatannya kok, udah ya kelas udah mau di mulai " ( ucap Lily yang kemudian melirik Danish dan tersenyum kepadanya )




__ADS_1



__ADS_2