
Hari demi hari berlalu, Lily dan Danish pun terlihat semakin dekat, namun Lily dmasig mencintai seorang Reza tentunya. Namun bagaimana dengan Danish ?
Hari libur pendek pun di mulai, mereka menjalankan liburan mereka masing - masing. Karena Lily sangat nerasa bosan dan kesepisan, dia mengajak Dewi dan Reza untuk melakukan kemping di hutan kota. Lily mengambil ponselnya dan memanggil Dewi.
" hallo, wi lo ada waktu nggak besok ? " ( tanya Lily di telfon )
" ada apa Ly ? "
" kemping yuk, sekalian ntar gw ngajak Reza juga " ( ucap Lily )
" eh boleh, cuma bertiga ? Nggak seru ah ngajakin siapa lagi kek " ( kata Dewi )
" ya ntar lah pokoknya besok ya " ( jawab Lily )
" okay deh "
Lalu Lily menutup telfonnya, Lily terlihat bingung mau mengajak siapa lagi. KetikanLily bingung memikirkannya tiba - tiba Danish pun memanggil Lily.
" hallo, ada apa Dan ? " ( kata Lily )
" besok lo ada waktu nggak ? Gw mau ngajak lo jalan liat pertunjukan musik di kota " ( ajak Danish dengan suara yang lembut )
" yahh nggak bisa besok gw ada acara. Eh lo mau nggak ikut gw besok kemping ke hutan deket sini, cuma nginep semalem kok " ( tanya Lily )
" ehh siapa aja emang ? " ( Danish )
" cuma ada dua temen gw sih " ( jawab Lily )
" yaudah boleh, besok jam berapa ? Ntar gw aja yang jemput " ( jawab Danish )
" yaudah ntar gw sms lo jam nya. Yaudah ya bay "
Lily menutup telfonnya dan mulai prepare untuk besok. Reza juga sudah di telfon oleh nya tentu saja Reza tidak akan menolak. Lily sangat bahagia dan tidak sabar untuk menunggu hari esok.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Keesokan harinya Danish pun menjemput Lily dengan mobil jeep miliknya. Danish terlihat sangat tampan dengan celana rippednwarna hitam dan kaos oblong berwarna hitam tidak lupa dianjuga memakai kacamata dengan warna senada.
" eh gw bantuin ya " ( mengambil tas Lily dan meletakkannya di belakang mobil ).
" ayok, kita jemput temen aku dulu ya mereka pasti udah disana nunggu kita " ( Lily masuk kedalam mobil dan Danish menjalankan mobilnya tersebut )
" lo suka hiking ya ? " ( tanya Danish memecahkan kecanggungan )
" eh enggak kok gw cuma bosen aja , kenapa emang ? " ( Lily linglung )
" eh enggak juga cuma gw heran aja kan jarang ada cewek yang mau jalan - jalan ke hutan. Nginep pula kan banyak nyamuk " ( dengan nada menya menye ala cewek )
" hahahahaha apaan si lo gaje deh " ( Lily pun tertawa melihat kelakuan Danish )
Belakangan ini Danish mulai bergaul dengan yang lain meski masih canggung tapi setidaknya dia udah jarang berantem juga. Dia juga udah banyak tersenyum bahkan becanda juga meski cuma sama Lily aja sih. Di sepanjang jalan Danish terlihat becanda begitu juga dengan Lily. Mereka berdua banyak berbicara omong kosng yang membuat mereka bahagia melihatnya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" eh itu mereka, " ( sambil menyuruh Danish untuk berhenti dan Lily langsung turun dari mobil yang diikuti dengan Danish )
" eh ini temen gw, yang ini sahabat satu kampus gw yang sering bareng gw lo pasti tau lah Dewi "
" hai " ucap Dewi yang hanya di senyumin Danish )
" ini sahabat gw juga namanya Reza " ( Danish merasa tatapan Lily kepada Reza beda dan entah kenapa itu membuatnya kesal )
Reza yang audah mengulurkan tangannya menunggu Danish menjabat tangannya pun terheran.
" ah gw Danish " ( langsung menjabat tangan Reza )
Karena mereka sudah berkumpul mereka pun akhirnya berangkat untuk acara hari ini. Dengan cepat Danish melajukan mobilnya, tampak jalanan yang susah untuk di lewati namun karena Danish membawa mobil jeep nya jadi semua itu terhitung sedikit mudah.
Di sepanjang jalan mereka berempat hanya diam sampai Dewi merasakan situasi yang canggung sehingga memulai obrolan.
" eh ini cuacanya bagus deh. Biasanya jam segini kadang udah hujan deres " ( ucap Dewi )
" paan si loh gaje deh, biasanya juga cuaca gini gini aja. Tapi semoga nanti nggak hujan si soalnya biasanya hujan " ( ucap Lily )
__ADS_1
Di sepanjang jalan Danish dan Reza hanya mendengar ocehan Lily dan Dewi yang bersuara tanpa henti. Melihat itu Reza sangat terlihat sabgat senang, Danish pun juga begitu namun ketika dia melihat Reza merasakan hal sama dia merasa sdikit gelisah.
" gw kenapa sih, jelas - jelas gw bukan siapa siapanya Lily. Tapi ngeliat tu cowok mandang Lily gitu gw ngerasa kesel aishhhhh " ( dalam hatinya )
Setelah sekitar 3 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, disana mereka membangun 2 tenda. Dimana nantinya bakal di isi 2 cowok dan 2 cewek tentunya. Danish dan Reza mengemasi barang - barang yang ada di mobil dan mereka mulai membangun tenda satu - satu.
Lily melihat kearah Reza yang sedang membangun tenda dengan terus menerus dan dibalas senyum juga oleh Reza. Danish yang melihat Lily begitu terhadap Reza merasa sedikit sedih dan akhirnya dia mengalihkan pandangannya dan fokus membangunbtenda tersebut.
Semua barang sudah tertata hari juga udah mau sore.
" eh gw lengket nih, mau nyari tempat mandi dulu ya bentar " ( ucap Dewi )
" eh lo mau pergi sendirian ? " ( tanya Reza )
" iya lah, deket kok setau gw di deket sini ada sungai gw mau mandi di situ " ( ujar Dewi )
" yaudah gw ikut ,, gw juga mau mandi gerah banget " ( Lily akhirnya memutuskan untuk ikut menemani Dewi )
" Kalian berdua coba cari kayu aja buat api nanti malem kalo dingin " ( Lily menyuruh mereka )
Akhirnya mereka semua pun pergi, Lily dan Dewi mandi sedangkan Danish dan Reza mencari jqyu bersama. Namun tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Reza dan Danish mereka hanya diam dan fokus mencari kayu. Danish yang tidak terbiasa pun menjatuhkan kayunya karena dia tidak mengikat kayu yang sudah di kumpulkannya tersebut.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Reza yang melihatnya pun meletakkan kayunya dan mendekati Danish untuk menbantunya.
" gw bantu ya " ( Reza langsung mencari ranting untuk mengikatnya )
" eh makasih ya " ( dengan enggan Danish mengucapkannya )
" nggak papa kali santai aja. Lo nggak papa kan ? " ( dengan ramah Reza bertanya )
" nggak kok, yok " ( Danish pun kemudian berjalan kembali ke tenda yang di susul Reza )
Lily dan Dewi mereka juga sudah kembali ke tenda karena sudah selesai mandi.
Danish dan Reza pun membuat api bersama. Lily yang duduk di depan tenda pun lagi - lagi hanya tersenyum kepada Reza dan selalu memandanginya. Danish yang melihat itu lagi - lagi merasa cemburu.
Hari sudah mulai petang api pun sudah menyala. Mereka hanya duduk sambil menikmati mi instan cup yang sedang mereka makan. Mereka hanya duduk tanpa membicarakan apapun.
Dewi yang melihatnya lagi lagi mempunyai ide untuk memecahkan keheningan tersebut.
" eh main permainan yok " ( ajak Dewi )
" hah ? Permainan apaan ? " ( jawab Lily )
" iyaa biar rame aja gitu. Kita main batu kertas gunting yang kalah mesti ngelakuin apapun buat yang menang " ( kata Dewi )
" eh boleh " ( jawab Reza )
" lo gimana Dan, mau ikutan nggak ? " ( tanya Dewi ke Danish yang hanya diam )
" ok, aku ngikut kalian aja " ( kata Danish )
Mereka pun akhirnya sepakat untuk bermain dan yang kalah akan kena hukumannya. Mereka dengan bersama melakukan batu kertas gunting dan sampai pada akhirnya yang kalah adalah Dewi sehingga Dewi harus menjalani hukuman yaitu menari konyol di depan mereka. Mereka terlihat bahagia dengan penuh tawa disana.
" ah gimana kalo kita mulai lagi dan yang kalah harus dansa bersama. Meskipun itu cowok semua ataupun cewek semua. Ingatt dansa romantisss. " ( kata Dewi karena merasa bosan dengan permainannya )
Lily memikirkan hal itu dan dia terpikir ini adalah kesempatan untuk bisa berdansa bareng Reza dan membayangkannya.
" batu kertas gunting !!!! " ( mereka bersama menyebutkannya )
" ah !!! " ( Lily dan Danish kalah, Lily meminta untuk mengganti hukumannya karena mengetahui Danish tidak akan mau untuk melakukan hal semacam itu namun ketika mereka sedang berdebat Danish menghampiri Lily dan menjulurkan tangannya untuk mengajak Lily berdansa.
" yeayyy " ( Dewi terlihat senang )
Dengan pelan dan canggung Lily pun meraih tangan Danish sampai akhirnya mereka berdansa bersama.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
Alunan musik yang indah, cahaya lampu yang redup dann pandangan yang bergairah. Gerakan yang mengikuti setiap musik mengalun. Berimana dengan indah langkah kakinya juga demikian. Lily memegang pundak Danish dan Danish juga memegang pinggul Lily. Mereka saling bertatapan dan menari dengan indahnya.
" eh kok gw deg degan gini ya" ( dalam hatinya Lily )
" sadar Lily sadarrr "
" sialll !!! Kenapa mesti Danish sih padahal kan gw ngarepnya sama Reza. Reza ngeliat lagi duh gimana ya " ( karena merasa Reza akan tidak senang karena dirinya berdansa dengan Danish, Lily pun sengan sengaja menginjak Kaki Danish )
" auuu " ( Lily justru sakah menginjak kakinya sendiri dan terjatuh namun Danish langsung menangkapnya )
Mereka sungguh lama bertatapan sedikit lama ,
" ah eh maaf " ( ucap Lily mendorong Danish )
" lo nggak papa ? " ( tanya Danish )
" nggak papa kok " ( ucap Lily kemudian berjalan duduk )
" lo nggak papa Ly ? " ( tanya Dewi )
" nggak kok "
Danish juga akhirnya berjalan duduk dan mereka kembali hanya berdiam diam. Lily melirik Reza sekilas namun Reza tidak bereaksi apapun ketika melihatnya berdansa dengan Danish.
Waktu berlalu dengan cepat sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 11.30 dimana mereka sebaiknya tidur karena besok sudah harus pulang.
" udah malem, sebaiknya kita tidur " ( ujar Reza )
Mereka akhirnya menuju ke tenda masing masing. Lily bersama dengan Dewi namun dia tidak bisa tidur karena memikirkan bagaimana sebenarnya perasaan Reza terhadapnya. Sedangkan Danish dan Reza juga masih belum tidur.
" Lo pindahan dari luar negeri ya ? " ( tanya Reza kepada Danish )
" hah ? " ( Ucap Danish )
" enggak kok Lily sempet cerita. Kenapa lo pindah kesini padahal kan di luar negeri kampusnya lebih bagus ? " ( tanya Reza lagi )
" bukan urusan lo. Gw mau tidur " ( entah kenapa tapi Danish sedikit tidak suka dengan Reza )
" okay selamat malam " ( ucap Reza )
Reza mulai merasa kalau Danish tidak menyukainya, namun karena pikiran dia sangatlah dewasa dia menghiraukannya mungkin Danish belum kenal dengannya jadi dia enggan untuk menceritakan kehidupan pribadinya. udara yang sangat dingin, api unggun yang masih menyala kecil mereka semua terlihat lelah dengan kebahagiaan yang mereka lakukan hari ini. namun kelelahan mereka terbayar dengan indahnya sebuah kebersamaan. meski sebentar namun mereka semua menikmatinya.
" gw tuh kenapa sih sebenernya " ( kata Danish yang masih belum bisa tidur )
" Lily terlihat begitu cantik tadi, dan jantung gw haishhhh udah Danish tidur besok lo harus nyetir mobil " ( kata Danish dalam hatinya )
LM.
Dingin.....
Bahkan malam yang dingin pun masih bisa kulewati
Namun sikapmu yang dingin tidak bisa aku hiraukan
Ingin ku menyalakan api untuk menghangatkannya
Tidak hanya wajah dan ucapanmu
Melainkan hatimu jugaa
Aku menginginkannya .........
Akankah kamu mengubahnya untukku ?
Tidak, aku tidak boleh bodoh
Aku akan berusaha sendiri
Mendapatkanmu sangatlah mudah
Namun menghangatkan kembali dirimu.....
Butuh perjuangan untuk itu
Jadiii restuilah aku
__ADS_1