
Pohon yang layu memerlukan air untuk menyegarkan kembali daunnya. Tanaman yang mati memerlukan pupuk untuk membuatnya tetap tumbuh meski belum pasti namun setidaknya ada usaha. Bergitupun dengan hati yang memerlukan penjelasan agar tetapnsetia dan mengerti hasilnya akan maju ataupun berhenti sampai di sini. Banyak orang bisa membohongi tentang cinta kepada siapapun namun tidak bisa membohongi diri sendiri. Kalaupun bisa siapa yang akan melakukan hal itu ? Hanya orang bodoh yang melakukan hal semacam itu.
Danish masih memikirkan akan hal itu apa yang membuat dia tidak lagi menyukai Danish. Kalaupun Seli memang sudah tidak ingin bersamanya lagi, Danish menginginkan perpisahan yang halus agar setidaknya mereka masih bisa berteman, kalaupun tidak ingin berteman Danish bisa melupakan Seki seutuhnya.
Pagi hari tiba, karena weekend Danish memutuskan untuk menemui Seli secara langsung. Meski temannya bilang Seli sering sibuk akhir - akhir ini namun dia ingin menemuinya meski hanya sebentar. Danish mengendarai mobil dengan cepat namun ada kemacetan panjang yang di sebabkan oleh kecelakaan.
" dddrrrrrrttttt dddrrrtttt ddrrrrttt " ( ponsel Danish berbunyi )
" Seli ? Baru aku mau menemuinya " ( Danish sangat senang dan langsung mengangkatnya )
" Sel, lo ada dimana sekarang ? Masih di asrama kan ? Sibuk nggak ? Tolong luangin waktu buat gw sebentar. Gw mau ngomong sama lo " ( Dengan cepat Danish berbicara dg sangat bahagia karena sudah lama Seli tidak menghubunginya )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Setelah Danish selesai bicara Seli hanya diam gaada suara apapun yang terdengar.
" Sel .... Seli .. " ( Danish memanggilnya )
" kamu nggak kenapa kenapa kan ? " ( kata Danish )
" oh iya maaf sebelumnya tapi saya bukan Seli " ( suara laki - lali yang terdengar sangat pelan dan tidak enak hati bicaranya )
" dimana Seli , dan lo pasti cowok yang waktu itu kan ? Tolong tapi gw mau bicara sama Seli sebentar saja " ( kata Danish langsung berubah raut wajahnya )
" benar saya adalah pria yang waktu itu namun itu saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Saya hanya akan mengatakan ini satu kali dengrkan baik - baik dan tolong jaga emosi anda. Seli, dia barusaja menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya " ( kata pria dalam ponsel tsb )
" apa ? Tidak mungkin anda pasti becanda bukan ? Anda hanya ingin menjauhkan saya dengan dia. Jawabb " ( Kata Danish berteriak )
" saya tidak bercanda, anda bisa datang ke rumah sakit x Amerika kamar nomor 109 jika anda tidak percaya " ( kata pria tsb dan langsung mematikan telfonnya )
" tidak mungkin, tidak mungkin, gw mesti memastikannya sendiri. " ( Danish tidak percaya dan segera mngendarai mobilnya )
" ah sialll . tinnnnnn tinnnn tiinnnnn " ( Danish membunyikan klakson mobilnya dengan keras )
" siall " ( Danish tidak sabar dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan memilih jalan kaki. Dia langsung menelfon seseorang untuk mengambil mobilnya nanti karena dia sedang terburu - buru )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
Danish berlari menuju rumah sakit tempat Seli sekarang. Dia berlari dngan sangat keras dan cepat sekali.
Burung yang ada di sekitar terbang di buatnya, orang orang yang berlalu lalang bertabrakan. Dedaunan yang jatuh pun berhenti menjatuhkan dirinya karena takut akan di sambarnya. Suasana tegang dan kesal memenuhi hati Danish di tambah suara bising kendaraan yang membunyikan klaksonnya karena kemacetan menambah suasana sedih yang mendalam di dalam hatinya.
" brakk !!!!! " ( Danish membuka pintu kamar dengan sangat keras dan seluruh orang yang ada di dalam terpaku melihat Danish datang )
Danish berjalan pelan ke arah bangsal rumah sakit yang terdapat seseorang tidur dengan nyenyaknya dengan wajah yang sudah tertutup rapat. Danish melihat pria yang sempat berantem dengannya namun dia menghiraukannya dan langsung membuka kain yang sudah menutupnseseorang yang terbaring disana.
" hah ?? " ( Danish kaget dan langsung meneteskan air matanya ).
" bangun, sel lo kenapa bangun...... Gw di sini bangun. Gw masih butuh penjelasan lo tentang semua ini. Sel plissss bangunnnn Seli " ( Danish menepuk nepuk pipi Seli dan memeluknya dengan erat )
" nggak mungkinnnnnnn nggak mungkin " ( Danish tersungkur dan menangis di pelukan lututnya )
" bukannya gw udah bilang kalo lo itu nggak bakal pergi karna takdir lo itu berumur panjang " ( Danish bicara sendiri dengan sangat lirih dalam tangisannya )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Waktu berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin Danish tertawa bersamanya sekarang dia bahkan tidak bisa melihatnya lagi. Baru kemarin Seli bilang tidak ingin melihatnya lagi namun nyatanya Danish yang tidak bisa melihat dirinya lagi bahkan ketika Seki bisa melihat Danish.
Danish merasa sangat kecewa dengan apa yang dia lakukan kepadanya namun dia lebih kecewa karena tidak bisa menjaga Seli padahal hanya Danish yang Seli punya.
Di pemakaman Seli,
Danish tersungkur memeluk kuburan milik Seli tersebut. Dia selalu mengatakan bahwa dia menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menjaga Seli dengan baik. Bahkan dia tidak melihat senyumannya untuk terakhit kali. Dia membayangkan masa lalu masa - masa yang indah saat bersama dengannya. Danish tidak henti - hentinya menyalahkan diri sendiri atas semua takdir yang sudah tertulis untuk mereka berdua bukan hanya mereka berdua namun semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini mempunyai takdir mereka sendiri - sendiri.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Danish dengan enggan berjalan ke kafe yang pria tadi sebutkan. Ada seseorang yang melambaikan yang tak lain adalah pria tadi lalu Danish pun maju mendekatinya.
" mau pesen minum dulu? " ( Kata pria tsb )
" tidak perlu aku tidak ada waktu untuk minum dengan dirimu. Katakan apa yang ingin kau bicarakan " ( kata Danish dingin )
" sebelumnya perkenalkan saya Yohan " ( menjulurkan tangannya namun Danish tidak menjabatnya )
" saya kesini bukan untuk berkenalan dengan anda. Jika anda hanya ingin membicarakan tentang diri anda dan Seli sebaiknya saya permisi " ( Danish bangkit dari duduknya dan langsung pergi )
Namun, sebelum Danish sempat melangkahkan kakinya dokter tersebut langsung berbicara.
" ya saya akan membicarakan masalah kami berdua karena saya adalah dokter Yohan, dokter yang menangani Seli selama ini " ( kata Pria yang ternyata bernama Yohan tersebut dengan mantap )
__ADS_1
" hah ? Apa maksudmu ? " ( Danish berbalik dan menatap dokter Yohan )
" tolong kamu duduk dan dengarkan saya sebentar " ( Danish lalu langsung duduk begitu saja )
" apa maksudmu dokternya Seli ? Seli tidak pernah sakit selama ini. Kalaupun dia sakit gw pasti tau akan hal itu " ( Kata Danish tidak percaya )
" Ya benar anda pasti akan tau mengenai hal lainnya namun tidak dengan penyakit yang di deritanya. Sebenarnya dia mempunyai penyakit leoukimia ( kanker darah ) sudah lama namun dia meminta saya untuk merahasiakannya dari semua orang termasuk anda " ( ucap dokter Yohan )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" Waktu itu Seli sempat pingsan di asramanya dan petugas asramanya membawa Seli ke rumah sakit yang kebetulan saya bekerja di sana. Seli tidak sadarkan diri selama 24 jam penuh setelah dokter memeriksanya ternyata dia mempunyai penyakit tsb. Dengan tidak Sengaja dia mendengarkannya daan merasa sangat hancur saat itu. Dia memohon kepada saya untuk tidak memberitahukan keadaannya ts kepada siapapun termasuk pengurus asrama tsb begitu juga dengan kamu " ( kata Dokter tsb )
" tidak mungkin , anda pasti bohong mengenai hal itu haha " ( kata Danish )
" terserah anda mau percaya atau tidak namun semua itu benar, sejak saat itu kami menjadi teman. Saya selalu memeriksa keadaan Seli setiap seminggu sekali namun itu juga secara diam - diam. " ( kata Dokter Yohan masih terus berbicara dengan tenang )
" Cihhh " ( Danish hanya senyum tidak percaya )
" kamu ingat saat kamu sempat salah pada saya waktu itu ? , yaa sebenarnya kita akan melakukan pemeriksaan di rumah saya karena di rumah sakit ada pengurus asrama dia yang sedang melakukan pengecekan " ( kata dokter Yohan )
" Seli sangat mencintai kamu, ketika kita sempat berantem dan Seli lebih memilih saya karena Seli tahu dia harus segera melakukan pengecekan sesegera mungkin jadi dia mengambil keputusan itu dan pergi. Namun kamu tidak tau bukan wajah dia ketika pergi meninggalkan kamu ? Dia terus menangis karena kecewa dengan dirinya sendiri. Dia tidak henti hentinya mengatakan kalau dia itu bodoh sangat bodoh " ( dokter masih terus menjelasknnya dengan air mata yang ingin keluar namun di tahannya )
" lalu dia hanya fokus pada pemeriksaan saat itu namun keadaan tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Keadaannya semakin memburuk namun dia selalu menutupinya dengan senyuman yang dia perlihatkan kepada orang lain " ( Dokter tersenyum )
" dia tidak pernah mengeluh dan tidak menghubungi kamu karena dia malu dengan kamu karena sudah membuat kamu kecewa. Lalu dia mengetahui kalau kamu akan tampil di kafe X karena kebetulan kafe tsb adalah milik teman saya ketika anaknya sakit dan periksa di saya dia bercerita tentang kamu yang berbakat lalu Seli berspekulasi kalau itu kamu dan ternyata benar " (kata dokter tsb )
" Seli sebenarnya ingin datang sendiri namun karena kondisi yamg tidak memungkinkan saya memaksa untuk menemaninya. Ketika kamu sudah selesai malaakukan penampilan pada saat itu dia langsung pergi mencari kamu ke belakang dan menunggu kamu untuk menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi namun kamu sudah tidak di sana " ( dokter tsb dengan cermat menceritakan detailnya )
" dia menangis karena tidak menemukan kamu, dia akhirnya mencoba memberanikan diri untuk menelvon kamu tapi ponsel kamu tidak bisa di hubungi waktu itu " ( kata dokter tsb berhenti menjelaskan )
" lalu kenapa dia tidak mau menceritakannya kepada saya ? bukankah dia mencintai saya ? " ( kata Danish semakin tidak percaya )
" dia tidak mau kamu mengetahui semua ini karena dia tau hanya kamu satu - satunya yang dia punya. dia tidak ingin membuat kamu khawatir. dia ingin kamu fokus terhadap kuliah kamu di sini agar kamu bisa segera pulang ke Indonesia. Dia sangat mencintai kamu, hanya saja dia tidak ingin melihat kamu sedih untuk itu dia tidak mau kamu mengetahui semua ini "
__ADS_1
" jadi saya mohon kepada anda tolong jangan marah kepadanya lagi agar di tenang di sana. satu lagi sebenarnya saya sudah mempunyai tunangan saya sendiri " ( sambil menunjukkan cincin yang di pakai di jarinya )