
Lily langsung memelotot ke arah Dewi dan mengedipkan seolah memberikan kode bahwa yang dia bicarakan itu salah / jangan bicara itu disini. Dewi langsung tergagap gagap menjawab pertanyaan dari nyokap Lily.
" eh anu itu tante maksud Dewi kan baru kemaren Lily nginep dirumah sakit sama Dewi juga soalnya ada temen kita yang sakit jadi kita nemenin dia disini gitu tante " ( Dewi mengucapkan kebohongan , siapa juga teman mereka berdua yang sakit xixixixi )
Dan Lily langsung mengiyakan apa yang Dewi katakan kepada nyokapnya. Lily sedikit canggung jetika dekat dengan nyokapnya. Tiba - tiba Lily ingat bahwa dia harus mengikuti ujian praktik musik yang akan di laksanakan siang ini. Namun ibunya berkata pada Lily bahwa dia sudah memberitahukan dosennya bahwa Lily sakit dan ujian Lily bisa di lakukan minggu depan. Lily hanya diam dan mengiyakan perkataan ibunya karena bingung mau menjawab apa. Sudah mulai siang dan nyokap Lily harus segwra pergi ke kantor karena beliau juga memiliki rapat oenting yang harus dia hadiri.
" udah siang mama harus ke kantor karena ada urusan penting , ada rapat juga kamu gapapa kan mama tinggal " tanya ibu Lily dengan nada lembut
" iya ma gapapa ada Dewi juga yang nemenin Liky kok " kata Lily
" tante nitip Lily ya wi " ( yang kemudian di iyakan oleh Dewi dan nyokap Lily langsung pergi untuk berangkat ke kantornya )
Mereka hanya berdua Lily nemarahi Dewi karena hampir saja Lily ketahuan kalau belum lama ini dia masuk rumah sakit. Entah apa yang ada dipikirannya Liky sehingga dia sangat takut kalau ibunya sampai tahu dia sakit apalagi itu di sebabkan oleh penyakit depresinya. Lily tidak ingin melakukan hal yang sama yang pernah dia lakukan. Dewi seketika meminta maaf kepada Lily dan seolah tidak terjadi apa apa mereka pun berbicara seperti biasa.
Sementara itu di ruangan ujian kelas seni, Danish terlihat membawa biola. Melihat yang lain sibuk latihan Danish bergegas menuju atap untuk berlatih sendiri. Danish tidak suka ketika dia berlatih banyak yang melihat terlebih lagi mengganggu dirinya. Dia tidak mengatakan apapun, dia sedikit menoleh noleh untuk melihat apakan lLiky bersekolah atau tidak karena dia tidak melihatnya sama sekali. Dengan langkak kaki yang santai , muka yang terlihat dingin bahkan senyuman pun tidak terlihat di raut wajahnya Danish berjalan menaiki satu persatu anak tangga hingga akhirnya dia sampai ke atap. Dia duduk dengan santai dan seperti biasa dia sangat menikmati pemandangan dan angin yang yang berjalan searah seolah dia sangat bebas.
Dia tersenyum dan mengambil biola yang dia bawa. Dia mulai mengingat kenangan - kenangan yang mengingatkan dia pada ibunya.
THROWBACK
Waktu itu Danish yang masih duduk di bangku SD pada tanggal 26 Juni tepat ulangtahun dirinya.
Dia mendapat peringkat pertama di kelasnya dan terlihat sangat gembira.
" Papa .... Papa .... Papa ..... " ( berteriak memanggil ayahnya dengan sangat keras )
" iya iya ayah turun " ( berjalan sambil membuka kedua tangannya seolah menunggu anaknya datang memeluknya )
Danish sontak langsung berlari kearah ayahnya sambil memegang raport miliknya dan langsung memeluk ayahnya.
" ada apa nak keliatan senang sekali " ( tanya ayahnya dengan nada lembut )
" Lihat Pa Danish mendapat peringkat pertama di kelas , Danish sangat senang sekali " ( memperlihatkan raport tersebut dengan semangat )
Ayahnya sangat bangga pada Danish dan memeluknya dengan bahagia.
" Oh iya selamat ulang tahun sayang " ( ucap ayahnya Danish yang terlihat sangat gembira dinraut wajahnya )
" nggak boleh pa " ( Danish terlihat langsung murung dan mengatakannya )
" kata nenek nggak boleh bilang selamat untuk Danish. Soalnya nanti Mama nggak senang " ( dengan polos Danish mengatakan itu di depan ayahnya )
Ayahnya terlihat sangat bingung lantaran kenapa mesti begitu. Kenapa tidak boleh?
Akhirnya nenek Danish pun Datang dan langsung mengatakan hal - hal yang tidaak seharusnya beliau katakan.
" Pergi ke makam kek , Hari ibunya meninggal kok malah teriak lari - lari nggak jelas " ( dengan nada sinis dan nyindir )
" Ma ..... " ( Ayah Danish mencoba menghentikan apa yang mertuanya tersebut katakan )
" apa ??? Emang benar kok. Anak penbawa sial kok masih di manja " lanjut mertuanya yang membuat Danish terlihat sangat sedih. Melihat hal itu ayah Danish pun mengelus rambut anaknya dan mengatakan bahwa sebaiknya Danish ke kamar untuk istirahat.
__ADS_1
Danish pun berlari menuju kamarnya. Namun Dia berhenti tepat di anak tangga dan melihat ayah dan neneknya sedang bertengkar karenanya. Daniah menangis dan menuju kamarnya.
Seorang anak kecil yang tidak mengetahui apapun , tidak mengerti apapun , di salahkan hanya karena dia terlahi ke dunia. Siapa yang salah ? Yang di lahirkan ? Yang melahirkan ? Atu siapa ? Tidak ada yang salah. Yang salah adalah " takdir ".
Takdir yang berjalan tidak sesuai kehendak, takdir yang mengatakan bahwa ia melakukan semuanya. Takdir takdir dan takdir. Siapa yang akan mengubah takdir ?
Danish menangis tersedu - sedu di kamarnya. Buku raport yang mulai basah oleh air matanya. Dia mengelap dan meletakkannya.
Danish akhirnya memutuskan untuk keluar melihat makam ibunya tak lupa dia membawa nilai raportnya.
Dia berlari dan terus berlari menuju arah makam ibunya. Sesampainya di makam ibunya dia duduk lemas dan meletakkan sekuntum bunga Lilli untuk ibunya. Entah darimana dia mendapatkan bunga itu.
Dia berdoa dengan kemampuan yang seperti biasa anak kecil lakukan. Dia memohon kebahagiaan ibunya di surga.
" Tuhann tolong bahagiakan mama di surga ya Yuhan. Danish nggak mau melihat mama sedih di surga " ( dengan tangan yang menengadah dan menghadapnke atas Danish kecil berdoa di depan makam mamanya )
" oh iya ma Danish mau nunjukin ke mama. Danish dapet peringkat satu. Kata papa kalo Danish mendapat peringkat satu Danish bakal dikasih hadiah. Tapi Danish nggak mau Danish mau nunjukin ke mama supaya mama senang. Ketika mama bahagia itu adalah hadiah Danish. Meskipun Danish belum pernah melihat mama tapi Danish yakin mama sangat cantik ketika tersenyum "
( Dengan senyuman getir dan polos Danish memperlihatkan nilai raportnya ke batu yang tertulis nama ibunya )
Sementara itu di runah tidak ada yang tahu Danish pergi kemana. Ketika selesai perdebatan dirinya dengan ibu mertuanya. Ayah Danish langsung menuju kamar untuk melihat anaknya. Betapa kagetnya beliau ketika melihat Danish tidak ada di kamarnya. Dia langsung menyuruh semua orang yang ada di rumahnya untuk mencarinya namun tidak ada yang menemukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk melihat Danish ke makam ibunya karena mungkin dia ada disana. Dengan cepat dia menyetater mobilnya dan segwra pergi. Dan yaa benar sesampainya beliau di makam istrinya tersebut betapa terkejutnya ketika beliau melihat anak kesayangannya sedang tertidur di depan makam istrinya.
" Danish ... Nak .... Sayang bangun nak " ( dia membangunkan Danish dengan lembut dan hati - hati )
" eh papa ada di sini " tanya Danish terbangun dari tidurnya dan sambil mengucek matanya
" iya sayang , pulang yuk Danish pasti capek " lanjut ayahnya
" nggak mau pa Danish mau sama mama aja , soalnya kalo dirumah Danish takut di marahi nenek " ucapnya polos
Danish pun mau dan mereka akhirnya pulang bersama. Sampai dirumah Danish yang tertidur di mobil tersebut langsung di bawa ke kamarnya dan ditidurkannya.
Hari mulai malam Danish pun terbangun karena bibiknya membangunkaannya.
" Den bangun , makan malam dulu ya " bibinyaa yang membangunkannya dengan sopan. Danish pun terbangun dan mengiyakan sang bibik. Bibik itu keluar dengan meninggalkan makanan dan air minum di meja kamarnya. Ketika dia sedang makan matanya membelalak melihat sebuah kotak besar yang ada di meja belajarnya. Dia langsung berlari menuju kotak tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya dia melihat biola yang tertidur indah di kotak itu. Dia lalu melihat surat yang ditulis oleh ayahnya untuk dirinya.
" untuk anakku tersayang.......
Selamat ulang tahun sayang , semoga panjang umur sehat selalu. Kamu adalah pria kamu nggak boleh nangis. Mama pasti sangat sedih ketika melihat kamu nangis. Papa sengaja ngasih biola, kamu tidak bisa bukan ? Tapi papa ingin kamu berusaha suatu saat nanti supaya kamu bisa memainkannya dan memberikan musik yang indah untuk papa. Oh iya kamu lihat di belakang biola itu papa sengaja menulis itu supaya kamu merasa kalau keluarga kita ini utuh. Sekali lagi selamat ulang tahun pria kecilku "
Dari ayah
Danish langsung membalikkan biolanya dan melihat ada nama yang terukir indah disitu. " IRISH " yang merupakan nama ibunya tercinta. Danish sangat senang dan meneteskan air mata.
Dan sejak saat itulah Danish mulai berlatih bermain biola hingga pada akhirnya dia bisa sekarang.
Throwback selesai
__ADS_1
Danish tersenyum dan meneteskan air mata ketika mengingat hal itu. Sudah waktunya ujian praktik mingguan kampus di mulai. Danish membawa biola kesayangannya sejak kecil itu untuk segera mengikuti ujian. Mereka bergiliran satu demi satu mahasiswa melakukan yang terbaik hingga tiba saatnya Danish. dengan wajah dingin dia berjalan santai ke depan sasana yang sudah tersedia. Dia berdiri menghadap ke depan tanpa ekspresi wajah apapun darinya. Mereka semua tampak melihat kearah Danish. Perlahan Danish mulaai memainkan biolanya, betapa terkejutnya semua yang di ruangan itu mendengar suara indah yang keluar dari biola yang dimainkannya. Danish tampak menikmati permainannya dengan mata tertutup dan rileks. Mereka semua takjub akan kehebatan Danish yang sangat piawai memainkan biolanya. Mereka bahkan menyesal karena pernah meremehkan kemampuan Danish.
LM.
Alunan suara merdu
Menembus terbangnya angin mengarah
Mata mata yang tertuju padanya
Kepercayaan diri yang bahkan tidak ada
Dingin.......
Lebih dingin dari es di kutub utara
Pecahkan dindingnya
Dinding pembatas kepercayaan dirimu
Hancurkann.. !!!!!!!
Dapatkah kamu melakukannya
Lakukan dengan tenang
Layaknya sungai yang mengalir dengan indah membentuk air terjun nantinya
Permainan selesai, semua yang ada di ruangan itu berdiri.
" prok .... prok .... Prok ..... Prok ..... "
Suara tepuk tangan memenuhi setiap ruangan itu. Danish membuka matanya dan betapa senangnya ia di hargai dan diberikan apresiasi atas apa yang ia lakukan. Semua mata memandang Danish dengan sangat bahagia. Mereka tersenyum dengan tepukan tangan yang terus mengalir.
Meaki begitu tidak ada senyuman sama sekali di wajah Danish. Danish hanya tersenyum sedikit sangat sedikit bahkan semut pun tidak akan melihatnya.
Selesai dengn ujiannya Danish kembali ke rumahnya dan merasa lega. Di kamarnya dia hanya berbaring dan membayangkan jika saja mamanya melihat hal itu di depannya apakah mamanya akan bahagia. Jika saja mamanya melihat Danish mendapat nilai terbaik akankah mamanya memeluknya. Jika saja mamanya melihat Danish putus asa akankah dia memberinya semangat . banyak pertanyaan di kepala Danish namun tidak ada yang mampu menjawabnya. Dalam kesunyian Danish mulai memejamkan matanya dengan perlahan. Seolah dia lelah dengan pertunjukan tadi atau lebih tepat nya lelah karena kenyataan ?
Seseorang yang tidak mendapat kasih sayang dari ibunya lebih sakit daripada ketika seseorang yang hidup tidak mendapat kasih sayang ayahnya. Ibu adalah segalanya dia yang memberimu makan lewat perutnya. Yang selalu menjagamu dengan hati hati di perutnya. Namun semua itu sudah ada yang mengaturnya. Kehidupan manusia sangat sulit untuk di tebak terlebih lagi masalah kasih sayang. Bahkan kita tidak tahu seseorang yang paginya mengucapkan sayang pun terkadang akan mngucapkan benci di sore harinya. Susah bukan ? Kita hanya perlu menikmati setiap detik kebahagiaan dan kesedihan yang kita alami dan yaa semuanakan menjadi kenangan. Oleh karena itu buatlah kenangan yang indah agar kau bahagia ketika mengingatnya.
Disisi lain ada Lily yang masih berada dirumah sakit dan ditemani oleh sahabatnya Dewi. Dewi terlihat ketiduran di sofa karena mungkin lelah sudah dariadi dia dirumah sakit untuk menemani Lily. Lily sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Dewi yang selalu membuatnya bahagia. Membantunya dalam duka dan apapun yang Lily lakukan selalu di dukung olehnya. Lily haus dan berusaha mengambil minum yang ada di meja. Namun karena terkena selang infus gelas nya jatuh dan
" cranggggggg ..... " gelaspun pecah ke lantai dan suara itu membangunkan Dewi. Dewi langsung berlari ke arahnya dan bertanya kepada Lily.
" Lu gapapa Ly ? " tanyanya khawatir
" enggak kok , gw cuma haus mau ambil minum eh malah jatuh. Gapapa kok beneran " jawabnya yang melihat sahabatnya itu terlihat sangat khawatir.
" yaudah lo diem disini dulu gw beliin minum sekalian nyusur ob buat bersihin ini "
__ADS_1
Dewi langasung berjalan keluar meninggalkan Lily sendiri. Lily hanya terdiam dan merasa dia sudah terlalu merepotkan Dewi. bahkan minum pun harus di ambilin / di beliin sama Dewi. Lily merasa mulai menyalahkan diri sendiri atas keadaan yang menimpanya. mulai dari sakit dan lain lain dia masih tetap saja merepotkan Dewi.