
Dini hari, Lily terbangun karena dia merasa ingin buang air kecil.
" wi bangunn wi " ( sambil menggoyangkan tubuh Dewi yang sudah tertidur pulas )
" emhhh " ( Dewi hanya merespon karena mengigau )
Karena merasa sudah tidak tahan dan Dewi susah untuk di bangunkan akhirnya Lily keluar sendiri untuk ke sungai. Meski sedikit takut Lily memberanikan diri karena dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
Dewi pun terbangun,
" Ly .... " ( masih setengah sadar Dewi sambil meraba raba Lily yang ternyata tidak ada )
" Ly .... Ly ..... " ( akhirnya Dewi terbangun karena terkejut tidak melihat Lily tidur bersamanya )
Dengan tergesa - gesa Dewi akhirnya keluar tenda dan membangunkan Reza dan Danish.
" Zaaaa Rezaaa bangunnnn " ( menggoyangkan tenda yang di tiduri Reza dan Danish )
" Zaaa cepet bangun !!!!! " ( nampak wajah yang terlihat khawatir )
Reza akhirnya terbangun karena mendengar Dewi berteriak teriak memanggilnya.
" emhh apa si wi ? " ( tanya Reza setengah bangun )
" Lily gaada di tenda gw , nggak tau dia kemana cepet cari " ( sambil khawatir )
" tapi barang - barangnya masih ada kan ? " ( tanya Reza kaget )
" masihhh buruan cariii " ( merengek rengek )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Danish yang mendengar ada keributan pun ikut bangun.
" ada apa sih ? " ( tanya Danish kepada Reza )
" Lily ilang cepet carii sekarang " ( sambil nangis Dewi mengatakannya )
" hah !!!!! " ( tanpa basa basi lagi Danish langsung memakai sepatunya dan lari mencari Lily )
" lo sebaiknya tunggu disini lo berani kan ? Ntar kalo Lily udah balik ko telfon gw " ( kata Reza )
Reza juga langsung mencari ke lawan arah yang sudah di cari oleh Danish. Reza berlari mencari Lily , dan Dewi memutuskan untuk tetap menunggu mereka di tenda. Meski takut Dewi menahannya karena keselamatan Lily adalah yang paling penting untuk sekarang.
Sementara itu Lily yang sudah selesai dengan urusannya pun dia berjalan kembali ke tenda. Namun Lily lupa arah jalannnya yang mana karena ada beberapa jalan dan karena malam sehingga cahaya hanya sedikit dengan menggunakan baterai ponselnya. Lily pun berjalan terus namun bukan sampai tenda malah dia tetap di hutan.
Sampai beberapa saat dia menginjak akar kayu dan terjatuh ke jurang.
" auuuu " ( teriak Lily yang akhirnya terpelesek ke bawah )
" auuu ahhhhh " ( Lily sudah sampai di dasar jurang dengan banyak luka dan yang paling parah adalah ponselnya juga terjatuh entah dimana )
" tolongggggggg " ( teriak Lily )
" Rezaaaaaaaaaaa " ( dia hanya berteriak dengan sekuat tenaganya )
" ahh sialo gw takuttt " ( Lily terlihat mulai nangis )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Danish yang terlihat panik pun masih berusaha mencari Lily, meski gelap Danish tidak pedulindan dia masih berlari lari untuk mencari Lily.
" Ly .... Lilyyy ....... " ( teriak Danish )
Namun tidak ada jawaban sedikit pun dari Lily. Danish berkeringat dan sangat khawatir dengan Lily.
Reza yang sedang mencarinya juga melakukan hal yang sama. Reza berteriak teriak memanggil nama Lily namun tidak ada jawaban apapun dari Lily. Hari sudah menjelang subuh namun Lily masih belum di temukan.
" eh ...... " ( Reza mengambil benda yang ada di rerumputan )
Dan ternyata itu adalah ponsel milik Lily. Reza pun segera mencarinya lagi dengan penuh kekhawatiran.
Bayangan - bayangan yang menakutkan menghampiri pikiran Lily. Semuanya bahkan sampai yang paling menakutkan hingga membuat Lily duduk terdiam dan memeluk erat lututnya dengan sangat erat dan air mata yang menetes..
__ADS_1
" gw takutt tolongin gwww ..... " ( dalam ketakutan Lily )
" gw mohon siapapun toling gw. Rezaaaa lo dimana tolongin gw " ( dalam tangisnya ).
" Lilyy !!!!!!!!! " ( Lily pun mendengar seseorang memanggil namanya )
" ehh tolonggggggggg " ( teriak Lily dengan seluruh tenaganya )
Lily mencoba untuk naik namun akar yang dia pegang putus dan akhirnya terjatuh lagi, sungguh jelek nasib Lily kali ini.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Danish yang sedang mencarinya pun mendengar suara teriakan minta tolong dan berpikir mungkin itu suara Lily. Danish berlari ke tepian jurang dan benar saja dia melihat Lily ada di sana.
" Ly ...... Ly lo nggak papa " ( teriak Danish sambil bersujud melihat kebawah )
" tolongin gwwwww " ( sambil menangis )
" bertahan sebentar gw cari tali dulu " ( ucap Danish )
" gw udah gaabisaa tolongin gw " ( semakin menjadi )
Danish yang tidak kuasa melihat Lily yang terlihat kesakitan dan lelah pun akhirnya langsung meluncur kebawah tanpa alat pengaman apapun dan yang benar saja kakinya terkena akar lancip dan berdarah. Meski sakit namun Reza menahannya.
" lo nggak papa ? " ( dengan khawatir dan melihat Lily )
" gw takutttt, gw takutttt " ( Lily langsung memeluk Danish karena merasa ketakutan )
" nggak papa tenang ada gw disini, ada gw disini " ( Danish pun juga memeluknya dengan erat )
" sebaiknya kita cepat keluar dari sini " ( Danish memegang wajah Lily yang sudah lusuh ) dan membantu Lily untuk berdiri namun Lily tidak bisa karena mungkin dia masih lemas dan ketakutan.
" sini " ( jongkok membelakangi Lily )
" tapi " ( Lily enggan )
" cepet kita harus segera balik dari sini "
Lily pun akhirnya di gendong oleh Danish. Danish merasakan tubuh Lily yang gemetaran karena takut.
" ehh gimana Lily nggakpapa kan " ( Dewi yang sedang duduk dan menangis seketika terlihat senang dan khawatir melihat Danish menggendong Lily )
" nggakpapa kok dia mungkin cuma tidur karna kelelahan , ambilin minum dulu buat dia " ( kata Danish yang kemudian menidurkan Lily di depan tendanya )
Reza pun kembali ke tenda dan melihat Lily yang sudah di gendong Danish.
" lo nggak papa kan Ly " ( tanya Reza khawatir )
" enggak kok " ( Lily dengan nada suara Lemas )
" Emmm maaf ya udah buat kalian khawatir " ( lanjut Lily )
" udah yang penting lo nggak kenapa - kenapa, ni minum dulu " ( dewi sambil memberikan Lily air )
" makasih ya " ( ucap Reza kepada Danish )
Namun Danish hanya diam, karena tadi juga sempet ngedengar Lily teriak memanggil nama Reza. Meski dia senang karena dia yang menemukannya namun dia bukanlah orang yang di harapkan untuk menyelamatkan nyawa Lily.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah setelah Lily sudah membaik. Meski hanya luka kecil namun banyak sekali luka di tubuh Lily dan Dewi membantunya untuk membersihkan lukanya di dalam tenda sebelum dia akhirnya berganti baju.
" Danish di situ nggak ? " ( tanya Lily kepada Dewi )
" Tadi dia pergi ke bawah pohon deket situ nggak tau mau ngapain si. Kencing palingan " ( ucap Dewi )
" sembarangan, makasih ya udah bantuin gw " ( Lily pun bergegas keluar dari tenda )
Lily melihat kotak obatnya dan kemudian membawanya, Lily berjalan dengan sedikit tertatih untuk mencari Danish dan Akhirnya menemukannya. Danish terlihat sedang berusaha menaikkan celananya karena nungkin tidak nyaman dengan lukanya.
" biar gw bantu " ( Lily tiba - tiba datang dan menbantunya menaikkan celanya tersebut )
" nggak usah gw bisa sendiri kok " ( kata Danish dan menahan tangan Lily )
" eh maaf " ( Danish pun melepaskan tangannya )
" diam makannya gw bantu, tadi gw liat lo terluka karena mau nolongin gw. Makasih ya " ( ucap Lily sambil membersihkan lukanya dan kemudian membalutnya dengan perban )
__ADS_1
Danish hanya terdiam dan memandang Lily yang terlihat begitu cantik di hadapannya.
" ah enggak papa kok " ( kata Danish seketika )
Akhirnya mereka berdua pun kembali ke tenda karena harus segera pulang.
Melihat kaki Danish yang sesikit pincang karena luka tersebut, Reza sebagai yang paling tua disitu dan karena merasa berterimakasih kepadanya pun memutuskan untuk menyetir mobil.
Sebelumnya Reza dan Dewi yang membereskan tenda dan tas tas mereka.
" eh lo nggak papa ? " ( tanya Reza kepasa Danish )
" nggak papa kok santai aja " ( Danish )
" lo pasti capek dan sakit juga karna kaki lo terluka. Biar gw aja yang nyetir mobilnya. Mana kuncinya " ( ucap Reza )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Mereka akhirnya pulang ke rumah masing - masing. Setelah mengantarkan Dewi dan Lily pulang hanya tinggal Reza dan Danish yang masih berada di mobil karena Reza harus mengantar Danish ke rumahnya.
" eh makasih ya lo udah nolongin Lily " ( kata Reza kepada Danish )
" nggak kok " ( Danish hanya cuek )
" gw berutang budi sama lo, Lily itu sangat berharga banget bagi gw. Gw sama dia udah bareng ketika kita masuk smp. Dia itu sebenarnya anak yang sangat mandiri banget cuma kadang dia keliatan manja. Dia nggak setegar keliatannya. Jadi gw minta sama lo sebagai teman sekampusnya tolong jagain dia buat gw " ( ucap Reza sambil mengemudikan mobilnya )
Danish hanya tersenyum kecil mendengar perkataannya itu.
Beberapa saat kemudian akhirnya sampai dirumah Danish dan pembantu sudah ada di depan pintu. Melihat Danish terbalut luka di kakinya pembantunya pun langsung bergegas menghampirinya.
" tuan kuda nggak papa ? " ( tanya pembantu itu dengan khawatir )
" nggakpapa kok bik " ( ucap Reza )
" ini rumah gw, lo mau masuk dulu nggak ? " ( Danish mengajak Reza masuk kedalam rumahnya )
" nggak usah trimakasih gw langsung pulang aja, gw masih ada urusan juga " ( kata Reza )
" bik minta pak sopir anterin temen saya pulang kerumahnya " ( suruh Danish )
" nggak usah gw bisa naik taksi kok " ( tolak Reza )
" Oh gitu yaudah makasih ya " ( kata Danish )
Kemudian Reza pun keluar dari rumah Danish dan harus segera pulang.
" bik tolong beresin barang barang yanga da di mobil ya bik " ( Danish meminta tolong kepada pembantunya )
Ketika masuk ke rumah Danish melihat ayahnya yang sudah terlihat sedang menunggunya,
" Danishh kamu udah pulang ? Gimana perjalanannya sama temen temen kamu ? Kok nggak disuruh masuk temennya ? " ( kata ayah Danish )
" seru kok pa, Danish mau mandi dulu ya pa sekalian istirahat "
Danish mencoba menutupi luka yang ada di kakinya karena takut ayahnya khawatir setelah melihatnya, Belum juga sampai beberapa langkah Danish melangkah neneknya sudah datang.
" dari mana saja kamu ? Bisanya kok cuma keluyuran nggak jelas. Lebih baik dirumah belajat " ( kata nenek Danish dengan sinis )
" palingan juga habis keluar sama temen temen kamu yang nggak jelas asal usulnya itu kan ? " ( lanjutnya )
" udah lah ma biarin saja. Selain itu Danish akhirnya punya temen kan ? " ( kata ayah Danish kepada mertuanya tersebut )
" halahhhh temen apaan, palingan ujung ujungnya juga ntar minta duit. Nyusahin aja " ( lanjut nenek Danish tersebut )
Danish yang melihat dan mendengarnya pun hanya terdiam dan sangat jengkel sampai akhirnya dia berjalan ke kamarnya. Lagi - lagi neneknya tersebut membuatnya kesal dengan mengatakan bahwa teman temannya tersebut hanya memanfaatkannya lagi. Danish hanya bisa terdiam dan marah sendiri di kamarnya. dengan penuh amarah Danish akhirnya memutuskan untuk mencoba masa bodo tentang apa yang di katakan oleh neneknya tersebut.
LM.
hitam atau putih
kedua warna yang mendominasi hidup
aku menginginkan putih dalam hidupku namun, aku tidak akan tahu siapa yang akan menerima sisi hitamku.
hitammm, jika aku memilih hitam bagaimana bisa aku hanya hidup dalam kegelapan
hitam dan putih harus selalu menjadi pilihan utama agar kamu merasakan bagaimana rasanya menghasilkan warna yang tercipta di antaranya.
__ADS_1