HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
Temani Aku


__ADS_3

Di rumah Danish yang sepi karena hanya dia seorang diri yang menjadi penghuni. Danish merasa sangat kesal karena dia sudah salah paham kepada Seli dan meragukan atas cintanya. Danish menangis dan menyalahkan diri sendiri. Dia tidak tahu jadi selama ini Seki sering berbicara aneh dan sekalu ngelantur tentang dia yang mau pergi sebenarnya adalah karena dia tahu kalau dia itu tidak bakal bisa hidup lebih lama lagi. Namun kenapa Daniah dengan bodohnya tidak bisa paham apa yang di rasakan Seli selama ini. Jadi selama ini Seki merasakan sakit itu sendiri. Danish kesal karena tidak bisa menjaganya dengan baik di saat saat terakhir Seli bahkan Danish tidak bisa menemaninya.



" betapa bodohnya gw, gw sungguh pria yang tega yang tidak pantas untuk mndapatkan cinta dari siapapun " ( begitu pikirnya )



Danish lalu mengeluarkan surat yang ada di sakunya yang tadi sempat domter Yohan berikan padanya karena itu permintaan dari mendiang Seli.



" Danish hai sayangku .....


Maafkan aku karena kamu pasti sedih melihat ini


Tapi aku tidak bisa melihat kamu menangis hanya karena ini.


Aku ingat kamu pernah bilang kalau aku sudah di takdirkan mempunyai hidup yang panjang,


Namun takdirku tidak seperti itu, tapi aku percaya jika aku akan mempunyai takdir yang panjang bersamamu di kehidupan selanjutnya.


Maafkan aku membuatmu kecewa, aku tidak bisa menulis lebih dari ini. Namun tolobg jatuh cintalah lagi. Bukan dengan Selibyang kedua namun dengan seseorang yang bahkan tidak tau siapa itu Seli. Tolong lakukan untukku, aku tidak ingin melihat kamu sendiri, tolonggg


Dari Seli yang sangat mencintai kamu "



( begitulah yang di tulis Seli, banyak pesan yang tersirat di dalamnya )



Danish tambah menangis melihat surat itu apalagi itu adalah yang Seli berikan untuk terakhir klinya.



" tringggggg " ( ponsel Danish berdering memecahkan keheningan )



Danish mengangkat telfon yang ternyata dari salah satu pembantunya yang ada di Indonesia.


Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Danish di beritahu bahwa ayahnya sedang sakit di sana.


Setelah Danish mematikan telfonnya pikiran Danish jadi tambah kacau balau tidak karuan.



Dengan hati yang berat akhirnya Danish memutuskan untuk pulang ke Indonesia sesegera mungkin setelah mendapat telfon tsb. Sejak saat itulah Danish jadi menetap di Indonesia. Selain untuk menjaga ayahnya dia juga ingin melupakan kesalahann dan kekecewaannya kmtentang kejadian kejadian yang tidak menyenangkan di Amerika.



Throwback selesai.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Danish tertidur pulas setelah lama memikirkan kejadian di masa lalu. Dia bertekad untuk tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Entah apapun yang terjadi kedepannya Danish akan tetap berjuang untuk kebahagiaan Lily.


" Sel lo harus tenang di sana, gw bakal seneng juga di sini " ( Danish mengigau dalam tidurnya )




Pagi hari di rumah Lily,


Semua orang khawatir karen Lily kembali mengunci pintu kamarnya dan berteriak teriak gak karuan. Lily melukai dirinya dengan benda tajam lagi tangannya terluka bahkan tidak hanya satu namun ada beberapa luka.


" Rezaaa , gw bakal nyusul lo ke surga " ( Lily tersenyum dngan mengerikan )



" Lo nggak boleh pergi jauh dari gw. Lo masih punya banyak janji yang mesti lo berikan ke gw " ( Lily kembali menjadi seorang yang sangat menyeramkan )



" Lily buka pintunya nak Lily " ( semua orang cemas dan berteriak memanggil Lily )



Beberapa saat kemudian Danish datang karena ingin menjenguk Lily di rumahnya.


" Danish tolong bujuk Lily supaya mau membuka pintunya nak. Tante takut Lily melakukan hal nekat " ( kata nyokap Lily sambil menangis khawatir ).



" Ly buka pintunya ini gw Danish, toling Ly buka pintunya " ( Danish mengetuk ngetuk pintu kamar Lily )



Lily mendengar suara Danish dan langsung bangkit, Lily merasa hanya Danish yang mengerti semua tentang dirinya. Danish selalu ada untuk menolongnya, meski Lily tidak mencintai Danish namun Lily percaya kalau Danish adalah orang yang baik.

__ADS_1



" Lily " ( kata Danish yang senang melihat Seli membuka pintunya )


Lily langsung memeluk erat Danish begitu juga dengan Danish yang dengan erat memeluknya. Semua orang senang akhirnya Lily mau membuka pintu kamarnya.



" Lily kamu kenapa ? " ( Danish bertanya karena Lily masig diam di pelukannya )



" Ly .. Lily " ( Danish melepaskan pelukannya dan ternyata Lily pingsan di pelukannya tersebut )



Semua orang khawatir dan Danish langsung menggendongnya untuk pergi ke rumah sakit. Danish sangat sedih, demua tubuhnya gemetar tidak karuan keringat dingi mengucur deras di wajahnya. Danish memeluk Lily di pangkuannya. Semua orang sangat khawatir nyokap Lily menangis di hadapan Lily melihat putrinya tsb tidak sadarkan diri.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Sesampainya di rumah sakit, Danish tidak henti hentinya berdoa untuk kebaikan Lily. Mata Danish tidak tertuju pada apapun hanya fokus pada pengobatan Lily yang sedang dokter lakukan. Lily sangat pucat dan lagi - lagi dia mengeluarkan banyak darah pada pergelangan tangannya.


Setelah beberapa jam dokter memeriksanya akhirnya dokter tsb keluar semua langsung berdiri dan menanyakan keadaan Lily .


" bagaimana keadaannya dok , dia baik - baik saja bukan ? ( semua bertanya serentak )



" tolong tenang, semua baik - baik saja. Dia hanya pingsan karena tidak ada asupan makanan mungkin sejak kemarin dia tidak makan apapun. Luka dia juga tidak terkena syaraf jadi dia masih bisa di selamatkan. Hanya saja apakah dia mempunyai penyakit tentang kejiwaannya ? " ( kata dokter tersebut )



Danish hanya duduk di sana dan mendengarkan yang di katakan oleh dokter yang sedang berbicara dengan nyokap Lily.



" hah ? " ( nyokap Lily kaget )


" sepertinya dia mempunya penyakit dalam kejiwaannya. Atau lebih tepatnya apakah ada sesuatu kejadian yang membuatnya tidak lupa dan terus menyalahkan dirinya sendiri ? "



" ah saya kurang paham tapi semenjak neneknya meninggal dia jadi bersikap seperti itu " ( kata nyokap Lily mengingat - ingat )




" ah tante, biar saya yang tebus obatnya. Tante di sini saja nunggu Lily kalau bangun nanti " ( kata Danish yang kemudian berdiri dan langsung pergi bersama dokter tsb )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Danish menunggu antrean untuk menebus obat di apotek rumah sakit tsb. Danish memikirkan apakah benar yang di katakan oleh dokter bahwa Lily mempunyai penyakit kejiwaan. Namun selama ini dia baik - baik saja dia bahkan selalu tersenyum di hadapan banyak orang. Dia hanya pernah bilang kalau ibunya pernah menelantarkannya ketika bayi dan bersama kembali ketika Lily sudah tumbuh dewasa, dan beramaan pada saat itu nenek Lily meninggal dunia karena menolong Lily yang hampir tertabrak. Apa mungkin benar sejak saat itu Lily mempunyai trauma yang sangat besar hingga membuat dirinya selalu menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi termasuk dengan meninggalnya Reza yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan itu.



" atas nama pasien yang bernama Lily ?


" keluarga pasien yang bernama Lily " ( apoteker yang sampai harus memanggilnya dua kali )



" ah saya maaf " ( Danish lalu mengambil obatnya dan segera kembali ke kamar Lily )



Danish kembali ke kamar Lily dan duduk dengan ibunya yang sedang menjaganya.


" udah ? Berapa ? " ( kata nyokap Lily )



" udah ko tante, ah ngga papa tante " ( kata Danish dengan sopan )



" oh ya Saya meu membicarakan tentang sesuatu kepada kamu, sebaiknya kita keluar " ( kata nyokap Lily )



" ah iya tante mari "



Belum lama kaki mereka melangkah, Lily menggerakkan tangannya dan terbangun.


" ah Lily ..... Nak kamu bangun " ( Mama Lily terlihat sangat senang )

__ADS_1



" biar saya panggil dokter dulu tante "( Danish berkari untuk memanggil dokter )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Dokter pun segera datang dan Lily kemudian di periksa. Dokter mengatakan jika Lily akan baik - baik saja dan besok sudah di perbolehkan untuk pulang.



" sebaiknya kamu pulang nak biar tante yang jaga Lily, kamu pasti capek kan dari tadi juga belum makan apa - apa " ( kata nyokap Lily kepada Danish )



" saya nggak papa kok tante, oh maaf sebelumnya tapi biarkan saya saja yang ngejaga Lily untuk hari ini. Maaf sekali lagi namun Lily pernah cerita jika dia tidak dekat dengan anda " ( Daniah berkata dengan sangat hati - hati )



" ah kamu tahu, duduk dulu sebentar sebelum tante pulang tante ingin mengatakan satu hal pada kamu " ( menyuruh Danish untuk duduk )



" ah iya tante "



" maaf saya ngerepotin kamu, tapi tante minta tolong jaga Lily baik - baik. Saya memang bukan ibu yang baik untuk dia namun saya sangat menyayangi dia. Waktu bayi sebenarnya saya tidak menelantarkan dia namun karena ada beberapa alasan jadi saya terpaksa meninggalkan dia di depan rumah seseorang yang kebetulan adalah rumah neneknya Lily dulu. Bla ..... Bla ..... Bla " ( Nyokap Lily menceritakan banyak hal tentang kejadian di masa lalu )



" jadi saya mohon jaga Lily baik - baik untuk saya, bisakah kamu melakukan hal itu ? Ah sepertinya saya terlalu banyak bicara. Maaf merepotkan kamu kali ini, tante permisi dulu " ( kemudian nyokap Lily pergi meninggalkan rumah sakit tsb )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Danish lalu bergegas untuk masuk ke ruangan dan menemani Lily.


" gimana udah enakan ? " ( kata Danish kepada Lily )


" iya makasih ya. Tadi nyokap gw bilang apa ke lo ? " ( tanya Lily penasaran )



" ah nggak kok dia cuma bilang mau nitipin lo sama gw, ini minum dulu " ( sambil memberikan segelas air putih yang sudah di sediakan )



" lo pasti laper, mau makan apa biar gw beliin " ( kata Danish )


" ah nggak usah gw ngga laper kok " ( ucap Lily )



" nggak lo harus makan, dari kemaren lo belum makan apapun. Gw pergi cari makan dulu ya " ( Danish bergegas pergi )



" bisa nggak lo disini aja ? " ( Lily menarik jaret Danish )



" gw takut, lo bisa kan tetep di sini temenin gw " ( kata Seli dengan raut wajah yang lesu )



" ah iya " ( Danish kembali duduk )


" kalau gitu gw telfon temen gw ya buat nganterin makan ke sini , bentar ya " ( Danish lalu menelfon temannya untuk membeli beberapa makanan dan membawanya ke rumah sakit )



LM.


Kesendirian membuat kita luka


Namun orang lain yang lebih menyakitkan


Ketika kita bahkan tidak melakukan apapun


Bisa saja orang lain mengatakan kita yang melakukannya.


Kita tidak bisa lari dari sebuah takdir yang sudah di tuliskan sejak awal.


Kita tidak bisa mengubah kehidupan seseorang hanya dengan kita bicara kepadanya


Sakit yang di rasakan bahkan bisa berpuluh kalinlipat di bandingkan sebelumnya


Sabar saja kau hanya sedang mengalami proses untuk menuju Dewasa

__ADS_1


__ADS_2