HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
Cuma mimpi


__ADS_3

Danish melihat tubuh Lily yang gemetaran, bahkan terlihat mau menangis namun dia tahan.


" ah kamu nggak papa kan ? " ( kata Danish menyentuh rambut Lily )



" iya aku nggak papa " ( Lily melepaskan pegangannya )



" bentar lagi temen gw bakal dateng kok tenang aja " ( Danish duduk di kurssi depan bangsal tidur Lily )


" makasih ya " ( Kata Lily dengan Lirih )


" ahh tak apa " ( kata Danish )



Danish tidak berani mengatakan apapun kepada Lily dan tidak menanyakan apapun karena takut nanti salah bicara.


" tringggggg " ( suara ponsel Danish berdering )


Dan ternyata Yoga yang sudah di depan rumah sakit .


" gw ke depan dulu ya bentar, nggak papa kan ? " ( Danish bertanya kepada Lily )


" iyaa " ( Lily terlihat ketakutan )



Lagi - lagi Lily memikirkan tentang kematian Reza. Lily masih belum bisa menerima kenyataan itu. Dia menangiss mencengkram erat selimutnya, air mata mengucur deras di pipinya.


" Lily lo nggak papa " ( tidak lama Danish datang dengan membawa sebuah plastik di tangannya dan langsung berjalan mendekatinya )



" ah maaf gw tidak apa - apa kok " ( Lily menyeka air matanya )



" lo nangis ? Lo bisa nangis di depan gw kok nggak perlu lo tahan " ( kata Danish )



" kenapa tuhan mengambil semua yang gw punya. Kenapan ? " ( Lily langsung memeluk Danish dengan spontan dan menangis )


" apa gw nggak pantes bahagia ? Gw nggak pantes untuk ngedapetin apangw gw pengen. Begitu kan ? " ( Lily semakin menjadi - jadi )



" nggak kok, kamu pasti bakal ngedapetin yang lebih dari apa yang di ambil " ( Danish kembali memeluk Lily )



" udah udah , makan dulu yaa biar kamu bisa segera pulih. " ( Danish melepas pelukannya dan memegang bahunya )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Lily lalu mengangguk dan membersihkan air matanya. Danish melihat Lily susah untuk makan karena tangannya terluka sementara yang satunya lagi di infus.


" boleh gw bantu " ( Danish meminta ijin Lily terlebih dahulu )


" ahh maaf " ( Lily pun mengiyakan karena tidak ada jalan lagi )



Lily makan dngan di suapi oleh Danish. Lily meligat Danish ternyata tidak seburuk dari kelihatannya. Meski dingin sebenarnya Danish adalah seseorang yang penuh perhatian dan jauh di dalam lubuk hatinya sepertinya dia adalah seseorang yang hangat. Namun mungkin karena keadaan keluarga yang hancur sama pmsepertinya jadi Danish tidak bisa memperlihatkan dan tidak tahu banyak cara ber ekspresi kepada orang lain. Begitulah spekulasi Lily tentang Danish.



Namun Lily tidak tahu jika Danish sebenarnya adalah seseorang yang sangat hangat dari dulunya. Namun dia berubah menjadi seseorang yang tidak berperasaan karena banyak hal yang sudah terjadi kepadanya. Seolah kembali dari jurang yang dalam, Danish kembali menjadi sosok dirinya yang penuh perhatian dengan perlahan. Dia menyuapi Lily dengan hati - hati dan dengan tangan yang gemetaran karena mungkin dia grogi.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



" uhukkk uhukkk uhukk " ( Lily tersedak )


" ah hati - hati ini minum dulu " ( Danish memberikan air putih yang ada di meja )



" nggak papa kok uhukkk. Udah aku udah kenyang " ( Lily merasa sudah cukup kenyang )



" okay, mau apel ? Temen gw sempet beli buah juga " ( kata Danish )


__ADS_1


" ah tidak, nanti saja " ( tolak Lily )


" lo nggak makan ? " ( Lily bertanya kepada Danish )


" udah kok tadi, jangan khawatir " ( kata Danish )



Lily mengetahui jika Danish berbohong karena sejak pagi dia menolong Lily dan Liky belum melihat Danish makan apapun. Danish tahu jika Lily tidak mau di tinggal jadi dia berbohong kalau dirinya sudah makan.



" boleh gw minta tolong ? Tolong potongin apel itu sama mangga sekalian " ( menunjuk ke arah kantong plastik yang Danish letakkan tadi di meja )



" bukannya lo nggak mau makan itu tadi ? " ( Tanya Danish bingung )



" gw berubah pikiran hehe maaf ya ngrepotin " ( kata Lily dengan santai )



Danish lalu memotong apel dan mangga tsb. Karena Yoga pengertian tadi sekalian membawa pisau buahnya juga mungkin dia mengetahui jika di rumah sakit tidak di sediakan pisau. Lily melihat Danish yang sdang membersihkan kulit mangga dengan teliti. Jarang baginya ada seorang pria yang menguapas mangga dngan rapi. Danish melihat Lily yang sdang memperhatikannya dan Danish tersenyum kepadanya.



Melihat Danish yang begitu baik dalam hatinya Lily melihat jika sosok Reza ada dalam diri Danish. Meski mereka berdua mempunyai perbedaan yang sangat drastis dalam segi penampilan namun hati mereka terlihat sama, sama - sama memiliki hati yang hangat. Lily langsung meneteskan air matanya namun langsung dia seka agar Danish tidak melihatnya dan khawatir kepadanya .



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Danish selesai mengupas dan memotong mangga dan apelnya. Dia kemudian mendekati Lily dengan membawa sebuah piring yang berisi buah tsb.


" ini gw suapin lagi ya " ( Lily hanya mengangguk )


Setelah sesuap Lily mengunyah buahnya, ketika Danish akan menyuapinya lagi Lily memegang tangan Danish dan mengarahkan buahnya ke mulut Danish.



" hah, kenapa ? " ( Danish terlihat bingung )


" gw tau lo dari tadi belum makan, makan itu setidaknya perut lo isi meski cuma sedikit " ( kata Lily sambil tersenyum )


" melihat Lily tersenyum Danish pun mengiyakan perintah Lily dan langsung makan buah itu bersama "



" coba aja lo tau kalo gw tu suka sama lo " ( kata Danish dengan lirih )


" nggak , gw nggak bakal nyerah sekarang. Gw bakal berusaha lebih keras untuk ngedapetin lo " ( Kata Danish yang kemudian mencium kening Lily )




LM.


Hari ini kamu bersama aku


Besok mungkin akan bersama aku lagi


Tanpa keraguan katakan jika kamu senang dan tidak bosan


Takdir mu aku yang memegangnya


Kita terikat .......


Terikat dalam sebuah perjanjian


Perjanjian cinta yang mana nama kita tertera di atasnya,


Semua permanen kamu tidak bisa menghilangkannya


Seperti sebuah tatto, kamu harus merasakan sakit jika kamu ingin menghilangkannya.


Tolong... Bahagialah hanya dengan diriku saja



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Malam telah tiba, Lily terbangun dari mimpi indahnya.


" emhh " ( dia terbangun di tengah malam )


Lily melihat Danish yang dengan erat memegang tangannya sembari tidur di bangsalnya. Wajah Danish menunjukkan jika dia sangat kelelahan. Melihat hal itu Lily semakin terharu dengan perlakuan Danish kepadanya. Kenapa tidak, tidak hanya sekali namun sudah sering dia menolongnya.


" tadi malem gw merasa ada yang nyium kening gw, ahhh nggak mungkin Danish selembut itu. mungkin gw mimpi " ( dalam hatinya )

__ADS_1



Lily meraih jaket yang ada di dekat Danish dan menutupinya ke punggung Danish agar dia tidak kedinginan. Kemudian Lily melanjutkan tidurnya.



Malam yang hangat,, kesedihan akan segera berlalu. Kebahagiaan akan segera datang. Bau anestesi yang menjadi saksi akan kehangatan yang mereka lakukan. Meski mereka tidak tahu akan perasaan mereka yang sebenarnya namun semua tahu jika hanya akan datang kebahagiaan setelahnya. Burung datang dan pergi sesuka mereka karena mereka punya kebebasan. Begitu juga manusia dia pergi dan datang sesuka mereka. Namun mereka tidak tahu kapan mereka akan kembali jika mereka pergi. Ketika hati yang sama pergi jika kita tidak ingin yang lainnyabkita hanya bisa menunggunya untuk ber reinkarnasi. Namun sampai kapan ? Apa kalian tidak ingin merasakan kebahagiaan untuk diri kalian sendiri saat ini



Banyak seseorang yang jahat, baik, tampan, cantik dll di dunia ini. Namun terkadang kesempurnaan mereka semua tidak dapat menggantikan sosok yang telah hilang dan pergi.


Meski banyak yang menginginkan kalian, namun apakah kalian menginginkan itu ? Jawabannya ada pada dirimu sendiri.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Malam berlalu berganti pagi, nyokap Lily datang untuk menjenguk Lily dan sekalian menjemputnya karena dia akan pulang hari itu.


" ah tante " ( Danish kaget ada yang membuka pintu dan ternyata adalah ibunya Lily )


" ah maaf tante ngagetin kamu ? " ( nyokap Lily berbicata hati - hati )



" ah nggak kok tante " ( Danish kemudian melihat ponselnya dan ada banyak panggilan masuk dari ayahnya sejak kemarin )



" nak ini sarapan dulu, tante bawain sarapan untuk Lily sekalian kamu juga. Tante terimakasih banyak ya karna udah jagain Lily. Maaf juga tante jadi ngerepotin " ( sambil menata sarapan di meja rumah sakit )


." ah nggak kok tante, makasih tapi Danish sudah harus balik sekarang. Tante nggak papa kan Danish tinggal ? " ( kata Danish )



" beneran kamu dari kemarin nggak makan pasti kan ? Sarapan dulu sebentar baru balik ya " ( ujar nyokap Lily lagi )



" beneran nggak papa ko tante, Danish permisi ya tante " ( kemudian dia menjabat tangannya dan langsung keluar dari kamar Lily )



Beberapa saat kemudian Lily pun terbangun,


" ah mama , kok mama ada disini " ( masih setengah bangun )


" iya mama baru nyampe, " ( sambil senyum )



" bukannya Danish tadi ada di sini ya ?" ( Lily melihat ruangan )


" iya baru saja dia bilang sudah harus balik, mungkin ada urusan. Dia baik banget sama kamu " ( kata nyokapnya )



" ah iya ma " ( masih terlihat linglung )



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Sementara itu di rumah Danish,


" kamu dari mana saja Danish ? Papa khawatir " ( Danish masuk rumah dan ayahnya melihat hal itu jadi Danish langsung berjalan mendekatinya )



" ah maaf pa temen Danish sakit jadi Danish tungguin dia di rumah sakit. Maaf ya Danish lupa ngabarin papa " ( kata Danish sambil duduk )



" nggak papa , lain kali bilang biar papa nggak khawatir. Siapa teman kamu yang masuk rumah sakit ? Lily ? " ( ayah Danish bertanya )



" ah kok papa bisa tahu ? " ( Danish heran )



" memangnya siapa lagi teman kamu itu hahahaha " ( ayahnya malah bercanda kepada Danish )


" dia gadis yang baik kenapa bisa masuk rumah sakit ? " ( kembali bertanya )



" ah itu .... demam pa " ( kata Danish berbohong )


__ADS_1


" halahhh cuma demam kok sampe ke rumah sakit. Bilang aja cewek manja, temenan kok sama cewek yang manja " ( Nenek Danish mendengar dan langsung nyaut pembicaraan mereka berdua )


__ADS_2