
Sang surya telah menampakkan dirinya, warna yang jingga menghiasi setiap pandangan langit itu yang menandakan bahwa hari sudah pagi.Lily pun terbangun dan mengecek ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 6.00 wib.
Lily sudah bangun dan siap siap untuk berangkat ke kampus, ketika Lily sudah mandi dengan memakai kimono dan handuk di atas kepalanya Lily duduk di depan cermin dan ....
" tring .... " ( suara ponsel Lily berdering )
Lily lalu mengambilnya dan ternyata adalah pesan grup kelas dari guru mapelnya sekarang yang tidak bisa datang karena ada urusan tertentu sehingga kelas hari ini kosong. Lily pun terlihat senang namun bosan mau ngapain. Belum lama setelah itu Lily mendapat telfon dari Reza.
" Hallo , lo di ada waktu nggak nanti ? " ( tanya Reza lewat ponselnya )
" ah iya halo kenapa emang ? " ( jawab Lily bingung )
" gw ajakin liat pameran temen gw mau nggak ? "
" eh boleh - boleh gaada kelas kok gw hari ini " ( dengan exited banget )
" nanti jam 9 gw jemput "
" Okay "
Lily menutup telfonnya dan dengan senangnya dan dia cepat - cepat untuk mengganti pakaiannya. Setelah Lily selesai beberapa saat kemudian Reza datang dengan mobil berwarna biru nya. Lantan Lily langsung naik.
" kita mau kemana Za ? " ( tanya Lily sambil membenarkan sabuk pengamannya )
" gw ajak liat pameran temen gw, dia juga suka music ntar sekalian gw kenalin ke elo deh " ( Jawab Reza yang akhirnya menjalankan mobilnya )
Sesampainya mereka di tempat tersebut banyak orang yang sedang berjalan berlalu lalang dan rame banget. Namun bukan di gedung yang luas melainkan di pinggir jalanan kota.
" Disini pamerannya ? " ( tanya Lily yang terlihat bingung )
" iya , eh itu temen gw " ( sambil mengaba dengan tangannya )
Dan teman Reza tersebut langsung berjalan kesana.
" hey ...... " ( sambil salaman ala anak gaul )
" udah sampe lo, dari tadi ? " ( tanya temen Reza )
" baru nyampe kok belum lama. Eh kenalin ini sahabat gw Lily " ( sambil mengarah ke Lily )
Lily pun spontan mengayunkan tangannya untuk mengajaknya bersalaman.
" Lily " ( dengan senyuman )
" Rian " ( dengan senyum juga )
" Yok liat - liat bareng gw " ( mengajak Lily dan Reza berjalan )
Lily yang masih terlihat bingung dengan pamerannya kenapa di adakan di jalanan mau bertanya sama Reza tapi nanti takut nyinggung temannya sehingga Lily hanya melihat dan menikmati pamerannya saja. ( lebih tepatnya si menikmati waktu bersama si Reza )
Sampai akhirnya,
" lo pasti bingung kan kenapa pameran ini ada di jalanan kayak gini ? " ( tanya reza kepada Lily )
Mereka hanya berdua karena Rian sedang menjelaskaan kepada tamu yang datang melihat pamerannya.
" ya gitu cuma gw nggak enaak aja si mau nanya " ( ujar Lily )
" sebenernya ini tu rencana kita berdua gw sama Rian, karena sempwt ngeliat anak - anak jalanan yang semangat banget buat belajar terutama gambar karena kebanyakan anak - anak menyukai gambar bukan. Nah karna itulah gw sama dia berencana buat pameran biar anak - anak jalanan itu bisa liat dan membuat motivasi untuk mereka. Kau lihat anak - anak yang sedang duduk dengan rapi di sana ? Mereka itu anak anak kurang beruntung yng nggak dapat sekolah oleh karena itu mereka boleh kesini secara gratis dan bahkan dapet peralatan gambar. Karena pameran ini gratis jadi kita cuma nyediain kotak untuk yang mau memberikan mereka sumbangan begitulah intinya " ( jelas Reza )
" oh gitu, kasian juga ya anak - anak itu " ( jawab Lily sambil ngelihatin anak anak jalanan tadi )
__ADS_1
" kalo lo kasian lo hibur mereka dengan musik lo " ( ucap Reza serius )
" hah ??? Maksudnya ? " ( Lily terdengar kaget )
" iyaa lah itu kenapa gw ngajakin lo kesini biar lo prihatin dikit hahaha " ( sambil mengelus rambut Lily )
" apaan sih malu lah " ( Lily terlihat enggan )
" nggakpapa katanyaa lo kasihan, yaudah lo mesti main musik untuk mereka. Sekaligus buat lo belajar juga. Ntar gw kasih hadiah deh " ( ucap Reza )
" yaudah okay, tapi gw ga bawa biola gw "
" tenang udah ada kok )
Lily pun berjalannke arah depan untuk memperlihatkan permainan musiknya. Dengan biola yang ada di tangannya dan wajah sedikit tegang dengan pelan dia mulai menggesek senar biola yang sudah terjengkar rapi di bahunya. Dengan tenang dan lincah dia memainkannya, semua orang yang ada di situ sangat sontak langsung melihat ke arahnya termasuk anak anak jalanan yang daritadi duduk di dekatnya. Semuanya tersenyum seolah kedamaian mengelilingi mereka, dan kebahagiaanbterlihat di wajah semua orang termasuk Lily. Reza yang melihat itu merasa bangga kepada Lily karena akhirnya dia terlihat sangat bahagia karena Reza tahu kejadiaan terakhir ketika Lily ingin mencoba membunuh dirinya sendiri dari Dewi. Meski begitu Reza selalu mencoba untuk yang terbaik demi Lily.
LM.
Merangkak mengambil tulisan
Sebuah kertas hancur berantakan
Tertulis indah seperti seniman
Hati..........
Susah biarkan untuk mengerti
Sulit melepaskan meski tersakiti
Dengan indahnya dia katakan,
Bagaimana bisa ?
Lebih indah cahaya dia di malam hari bukan
Di bandingkan denganku yang bagaikan kertas buram.
Lily selesai memberikan pertunjukan biolanya dan di akhiri oleh tepuk tangan semua orang. Lily berjalan ke arah Reza.
" gimana rasanya ? " ( tanya Reza )
" luarrrrr biasa hahaha " ( jawab Lily )
Setelah pameran selesai , mereka memutuskan untuk makan malam. Reza memilih tempat makan malam yang terlihat feminim alias tempat makan perempuan. Reza mengetahui selain menyukai makanan pedas Lily juga menyukai makanan yang manis jadi dia mengajaknya ke toko cupcake.
Disana mereka berdua makan cupcake bersama dengan penuh canda dan tawa bahkan burung pun akan iri ketika melihat kebersamaan mereka berdua. Lily terkihat sangat bahagia terlebih dia hanya oergi berdua dengan seseorang yang dia cintainya selama bertahun- tahun.
Hari sudah malam dan Reza mengantarkan Lily pulang. Reza juga memberikan sebuah tas belanjaan yang berisi hadiah untuk Lily dengan sangat gembira tentunya Lily menerimanya.
" oh ya ini buat lo " ( sambil memberikan tas tersebut untuk Lily )
" ini apa ? " ( tanya Lily menerima hadiah tsb )
" hadiah buat lo , udah ya gw balik dulu udah malem )
Akhirnya Lily masuk ke kosannya dan langsung tersungkur ke kasurnya. Dengaan lega dan raut wajah senangnya dia mulai membayang bayangkan kebersamaannya dengan Reza.
" oh ya hadiahnya ," ( segera baangun tuntuk melihat hadiahnya ) dan Lily pun membuka tas tersebut. Sebuah gambar yang terpasang rapi dalam balutan figura hitam, yaaa itu adalah gambar dirinya.
" wow indah banget, ngomong - ngomong kapan dia gaambar ini " ( pikirnya ).
" ah serah ah " ( Lily akhirnya memasang lukisan dirinya yang di gambar oleh Reza tersebut di kamarnya. )
__ADS_1
" oh ya kura - kura gw " ( keingat dengan sepasang kura kuranya tersebut )
" oh iya gw lupa kasih kalian berdua nama, apa yaaa ???."
" oh gw kasih kalian nama Er dan El. Er untuk Reza dan El untuk Lily haishhhh kalian berdua pasti belum makan ya bentar ya gw ambilin makanan kalian berdua " ( sambil mengelus toples isi kura - kura tersebut )
Sementara itu Danish menghabiskan waktu kosongnya di rumah hanya dengan sebuah gitar.
Danish lagi dan lagi terpikirkan Lily, Lily itu gadis yang bagaimana kenapa dia mau kesini hanya untuk menyampaikan tugas untuknya terlebih lagi kenapa kelakuan dia mirip dengan seseorang yang pernah di cintainya. Danish masih dilema dengan dirinya.
Dia tidak pernah memikirkan seseorang selain ayahnya apalagi sampai memikirkan seorang wanita. setelah Seli tidak ada lagi wanita yang pernah ada dipikirannya. Namun untuk pertamaa kalinya Danish merasa oenasaran dengan siapa itu Lily dan mulai memikirkannya. Danish berpikir Lily adalah gadis yang sangat baik kepadanya, dan mungkin dia adalah satu satunya orang yang bisa di jadikan teman di kampusnya. Danish sangat penasaran sampai dia ingin menemuinya kali ini tapi dia tidak mau. Mungkin besok baru akan menemuinya.
Keeseokan harinya Danish diatap dan berharap Lily datang kesana, namun sudah lama sekali dia menunggunya Lily tidak datang datang kesana.
Sampai dia menunggu lagi sekitar 2 jam dan akhirnya Lily datang kesana. Danish mendengar suara pinu dibuka dan benar saja Lily yang membuka pintu itu. Danish yang sedang rebahan di atap langsung berdiri.
" eh Ly, gw mau bicara sebentar lo ada waktu nggak ? " ( sambil menggaruk kepalanya )
" eh boleh " ( Lily linglung )
Mereka akhirnya berjalan ke pinggiran atap daj duduk bersama. Danish terluhat canggung mau menanyakannya tapi dia sangat penasaran kepada Lily.
" eh kenapa lo baik sama gw ? " ( tanya Danish, karena Danish tidak pernah mempunyai teman )
" ah maksudnya ? "
" maf gw hanya penasaran kok ga jawab juga enggak papa " ( ucap Danish )
" enggak kok gw cuma mau balas budi aja sama lo karna udah nolongin gw pas di jembatan. Selain itu gw juga temen sekelasnlu jadi udah sepantasnya gw ngasih tau siswa yang nggak masuk kelas kalau ada tugas bukan hanya sama lo tapi sama yang lain juga pasti gitu " ( jawab Lily )
" sekarang gw mau nanya lo , kok lo nggak nyoba gitu punya temen, takut ? " ( tanya Lily balik )
" kan gw udah punya lo temen gw " ( nyeplos Danish )
Lalu Lily hanya tertawa mendwngar Danish mengucapkan itu karena seorang Danish ternyata bisa bercanda juga.
" nggak kok sebenernya dulu waktu kecil gw punya temen deket banget, tapi setelah gw tau ternyata mereka itu cuma mau manfaatin gw mulai saat itu gw jadi nggak percaya sama siapapun " ( Danish pun ngomong langsung ke Lily karena mungkin menurutnya Lily bisa di percaya )
" nggak semua orang kayak gitu juga kali, tapi pasti ada kok satu dua yang kayak gitu. Lo nggak boleh terus kepikiran sama masalalu lo. Lo harus nyoba semua yang terbaik buat masa depan Lo. Dan lagi sebenarnya lo juga baik nggak sejahat yang mereka pikirkan tentang elo " ( Lily mencoba menenangkan Danish )
Danish hanya terdiam dan memikirkan pelan pelan apa yang di ucapkan Lily kepadanya.
" terus semua itu bakal berubah termasuk keinginan kalo lo punya kemauan. Semua di mulai dari diri sendiri, oh ya maaf bokap lo sempet cerita sama gw alasan kenapa lo kabur dari rumah waktu itu tapi menurut gw kabur dari rumah bukanlah hal yang benar dan bisa menyelesaikan masalah juga. Jadi sebaiknya mulai dari sekarang lo kudu berubah cobalah untuk berteman pelan - pelan " ( ucap Lily )
" terimakasih ya udah mau ngobrol sama gw. Eh iya gw boleh minta nomer lo nggak ? " ( ucap Danish )
Lily memberikan nomornya kepadanya, mereka masih ngobrol - ngobrol meski canggung meteka terlihat semakin dekat dari sebelumnya. Namun bagaimana dengan yang di ucapkan Lily ? Bukankah Lily sendiri juga kabur dari rumah dan lebih memilih menghindari masalah ? Menyarankan seseorang sangatlah mudah, namun menjalankan semua itu untuk diri sendiri sangatlah susah. Memberi semangat kepada orang lain juga sangatlah mudah namun memberi semangat untuk diri sendiri ? Lebih susaj daripada mencari jarum du tumpukan jerami. Mereka berdua adalah seseorang yang mempunyai penderitaan yang sama. Mereka tidak tumbuh normal dalam kasih sayang keluarganya. Mereka membutuhkan itu yang satu dari ayah dan satunya lagi dari ibu. Sungguh pasangan yang serasi. Pasangan apa ? Pasangan sebuah kisah misteri.
mereka menghabiskan sepanjang sore di sana dan bahkan berbincang bincabg layaknya sepasang sahabat yang saling menceritakan kisah hidupnya. sampai akhirnya senja mulai menampakkan dirinya dan Lily dan Danish sudah harua pulang.
" udah sore gw pulang dulu ya " ( ucap Lily )
" gw anterin ya, sebagai bentuk terimakasih gw juga karna lo udah mau nemenin gw ngobrol disini " ( ujar Danish )
akhirnya Daniah mengantarkan Lily pulang, dalam perjalanan Danish merasa senang karena ternyata Lily adalah gadis yang baik dan tidak memanfaatkan dirinya karena sebelumnya Danish hanya mempunyai teman ketika dia membayarnya ( hanya di manfaatkan ). Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di kosan Lily dan ketika sampai di sana hujan langsung turun dengan derasnya.
" gw langsung balik aja ya " ( ucap Danish )
" eh tapi hujannya deres banget, lo masuk dulu aja nggakpapa kok " ( Lily sedikit memaksa )
__ADS_1
Daniah akhirnya menyetuhui permintaan Lily untuk menunggu hujan reda baru dia akan pulang. Di kosan Lily dan Danish haanya berdua, dengan canggung dan agak kurang nyaman tentunya mereja bersama di ruangan itu.