HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
ANAK SIAL


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Lily akhirnya sampai ke tempat bermain anak - anak yang biasa dia kunjungi ketika masih kecil. Diaa sangat bahagia sekaligus kaget karena melihat pria yang sedang berdiri membelakanginya tersebut yang sedang menunggu dirinya untuk datang .


" Reza !!!!!! " ( Lily berlari dan memanggil namanya )


Reza yang mendengar itu langsung menoleh kearah Lily. lily berlari dengan senang hati dan langsung memeluk Reza karena udah lama tidak berjumpa. Mereka berpelukan bahkan sampai Lily berputar di tubuhnya.


" Gw seneng banget lo akhirnya kembali " ( Lily terlihat meneteskan air matanya )


" hahahahaha " Reza hanya tersenyum dan tertawa melihat kelakuan Lily yang sedang manja dengan dirinya.


" Dasarrrr gw juga seneng bodoh " ( sambil mengacak rambut Lily )


" ih apaan sih jadi jelek ntar gw " ( Lily dengan wajah yang manyun )


" duduk dulu yok " Reza mengajak Lily ke ayunan yang ada di sebelahnya.


Mereka berbincang bincang mengenang masa - masa dulu ketika mereka berdua bermain bersama. Lily sangat menyukai Reza namun Lily tidak tahu apakah Reza menyukainya. Reza baru pulang dari luar negeri karena urusan bisnis selama 6 bulan terakhir ini. Reza adalah seniman yang sangat piawai, meski dia hanya lulusan S1 dalam bidang seni namun dia sangat canggih. Reza memiliki wajah yang tampan dan juga tinggi hampir setinggi Danish. Reza adalah seorang pria yang lembut dan juga pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang terbaik dan ip yang tinggi. Reza seniman di bidang lukis ( menggambar ) dia sangat menyukai apapun berhubungan dalam seni tapi dia lebih nyaman ketika dia melukis ataupun menggambar. Sejak dulu Reza mempunyai hobi menggambar oleh karena itu Reza di panggil oleh seniman ternama yang ada di luar negeri untuk menjadi salah satu seniman sekaligus kuratornya.


" Ly lo laper nggak ? " ( Tanya Reza )


" eh dikit sih " ucap Lily


" Makan di tempat biasa yok " Reza mengajak Lily untuk makan yang kemudian di iyakan oleh Lily.


Mereka akhirnya pergi ke tempat makan pinggiran untuk makan, yaa itu adalah bakso kesukaan Lily dan juga Reza yaang sudah menjadi langganan sejak mereka masih smp.


" bakso 2 ya bang Rofik " ( ucap Reza kepada penjual bakso itu )


" iya den, eh udah lamaa nggak ketemu kemana aja den ? " ( tanya bang Rofik yang sudah biasa manggil den kepada Reza )


" abang kangen sama saya ? Hahahahaha " ( yang kemudian mereka tertawa bersamaan )


" ini baksonya sudah siyap yang pedes buat neng Lily dan yang nggak pedes buat Den Reza kan " ( sambil memberikan 2 mangkok bakso tersebut )


" masih inget bang hahaha makasih ya bang "


Mereka akhirnya menyantap bakso untuk makan mereka. Reza tidak suka makan pedas dari dulu dan bang Rofik sudah hafal karena menjadi langganannya sejak dulu.


" eh lo mau nyobain punyaa gw nggak ? " ( Lily menawarkan agar Reza mencoba punya Lily namun langsung di tolak sama Reza )


" nggak pedes kok beneran coba deh " ( Reza yang tak kuasa menolak lagi pun akhirnya memakan bakso yang Lily suapi untuk dirinya )


Namun seketika Reza langsung merasa kepedasan, melihat hal itu Lily pun langsung panik dan memberinya minum.


" eh ini minum dulu, maafin gw ya tadinya gw cuma maau becanda " ( sambil memberikan air mineral kepada Reza )


" hahhh nggak papa kok hah " ( sembari minum )


Mereka pun memakan habis baksonya lagi dan seolah tidak ada kejadian apapun. Hari sudah malam dan Reza mengajak Lily pergi ke sebuah gedung tinggi untuk melihat indahnya pemandangan kota pada saat malam. Udara dingin yang menusuk, warna warni lampu yang berkedip , suara suara bising kendaraan yang terdengar samar - samar. Mereka terlihat sangat manis bahkan tidak sedikit yang mengira mereka adalah sepasang kekasih. Meski mereka hanya mengira namun Lily sangat bahagia dan menikmati kebersamaan ketika bersama Reza.


" Ly ...... Za " ( mereka berdua bicara pada saat yang bersamaan )


" Lo dulu aja " ucap Reza


" nggak papa lo dulu aja " jawab Lily


" setelah setengah tahun berlalu akhirnya gw bisa balik lagi ke indo, meskipun hanya 6bulan namun terasa sangat lama sekali. Gw kangen banget sama suasana disini, dan kangen sama lo juga sih dikit hahaha " ( sambil senyum )


" gw berharap persahabatan kita nggak bakalan putus sampai kapanpun, sebenernya gw mau ngomong sesuatu sama lo cuma nanti aja kalo udah saatnya " ( Danish langsung membuat Lily terlihat penasaran )


" oh iya lo tadi mau ngomong apa ? " Lanjut Reza


" nggak kok nggak papa, gw cuma seneng aja akhirnya lo balik juga " ( ucap Lily yang sepertinya nggak jadi mau ngomong apa )

__ADS_1


Mereka berdua menikmati malam bersama, sembari melihat pemandangan kota dan mengenang masa masa mereka waktu masih sekolah dulu. Meski mereka berdua adalah murid yang pintar dan cerdas namun tak jarang juga mereka membolosuntuk bermain di taman anak anak itu, Bahkan mereka pernah di hukum untuk keliling lapangan bersama. Kadang juga dengan Dewi namun karena orangtua Dewi sangat galak terkadang Dewi takut untuk ikut bolos sekolah bersama mereka jadi mereka hanya bolos berdua.




Keesokan harinya Lily pun bangun dengan sangat semangat untuk pergi ke kampus karena semalam sudah melihat sang pangeran pujaan hatinya. Sesampainya di kampus Lily pun kaget karena banyak sekali orang orang kampus yang terlihat sedang menonton sesuatu.


" Eh ada apaan sih ? " ( tanya Lily pada siswa kampusnya yang sedang berlari )


" itu si Danish berkelahi lagi " siswa tersebut langsung lari lari.


Lily yang terlihat penasaran pun akhirnya memutuskan untuk melihat.


Dan benar saja Danish sedang berkelahi kepada seorang siswa kampusnya. Entah apa yang membuat mereka berkelahi namun tidak ada yang berani menghentikannya karena takut. Lily yang melihat itu pun langsung maju untuk menghentikan perkelahian itu.


" Stop stop " sambil menghadang Danish dan seseorang yang sedang di pukulnya.


Danish pun berhenti karena melihat Lily , Danish hanya menatap Lily dengan tajam lalu mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan itu. Lily masih bingung dengan apa yang terjadi.


" lo nggak papa ? " tanya Lily kepada siswa tersebut


" nggak nggak papa kok " ucap siswa itu sambil memegang pipinya yang memar karenaa pukulan dari Danish tersebut.


Kelas akan segera di mulai dan Lily pun akhirnya menuju ke kelas. Sepanjang kelas dimulai bahkan sampai selesai Danish sama sekali tidak datang ke kelas. Setelah berkelahi tadi Danish terlihat mempunyai luka di pipinya dan lebam, apakah dia tidak merasa sakit ? Kemana perginya dia ? dalan pikirnnya Lily.


Lily akhirnya memutuskaan untuk melihat Danish di atap, dan yaa seperti biasa Danish terlihat sedang tertidur dengan tangan yang menutup matanya dan tak untuk bantalnya. Lily yang melihatnya pun merasa kalau sebenarnya Danish tidak seburuk yang orang lain lihat, ketika dia tidur dia terlihat sangat polos dan tampan. Lily pun menatapnya dengan serius dan Danish pun terbangun dari tidurnya. Danish kaget melihat Lily yang sudah berdiri di depannya ketika dia bangun. Dengan reflek dia akhirnya terbangun dan duduk.


" lo nggak papa ? " tanya Lily


Namun Danish hanya diam tidak menjawab apapun.


" kenapa lo kesini ? Mau ngebelain si brengsek itu lagi ? " ( Lily pun yang mendengar ucapan Danish tersebut langsung nggak enak hati )


" gw nggak butuh " ( dengan tatapan dingin Danish langsung menolaknya )


" gw nggak bermaksud kok, gw cuma mau balas budi karna lo pernah nolongin gw , ni gw bawain minum juga " Lily pun menjelaskan


Danish hanya terdiam dan menerima bantuan dari Lily.


" Gw bantuin bersihin lukanya ya " ( ucap Lily )


" nggak usah gw bisa sendiri " ( tolak Danish )


" udah lo duduk aja, minum dulu aja nggak papa " ( Lily )


Danish pun akhirnya minum dan Lily langsung menbantunya untuk membersihkan lukanya. Lily membersihkan lukanya dengan pelan sambil meniup niup lukanya dengan lembut. Danish hanya diam dan mengalihkan pandangannya terhadap Lily.


" arhh ..... " ( seketika Danish merasa kesakitan dan refleks langsung memegang tangan Lily yang sedang membersihkan lukanya ) mereka pun saling bertatapan sedikit lama sampai akhirnya Danish memutuskan untuk membersihkan lukanya sendiri.


" makasih ya " ucao Danish terdengar lirih


" nggak kok gw cuma mau balas budi aja " ucap Lily


" itu ...... Gw boleh tau nggak kenapa lo berkelahi sama orang itu. Eh anu maksudku kamu terlihat seperti orang yang pendiem dan masabodo kok bisa berkelahi. ...... Eh kalau nggak mau di jawab nggak papa kok " ( tanya Lily dengan canggung karena merasa tidak enak )


Danish hanya terdiam,


" gw balik dulu ya " ( Lily pun berdiri dan berjalan keluar ) belum sampai selangkah Lily jalan


" karena gw anak sial " ucap Danish


" hah ???? " ( Lily terlihat bingung dengan apa yang di katakan Danish )

__ADS_1



" maksud lo ? " ( Lily semakin bingung )


" bukannya lo juga mikir gitu ke gw ? " ( ucap Danish )


Lily pun lalu berjalan kembali dengan santai dan duduk di samping Danish. Lily berjalan tersenyum dan sama sekali tidak menghadap Danish melainkan menghadap depan.


" hah " ( Lily menghela nafas )


" Lo tau nggak apa yang lebih menyakitkan dari pada putus cinta ? " ( Lily Lanjut bertanya namun Danish hanya diam )


" menerima kenyataan !! " ( Lily langsung melontarkan kata tersebut )


" lo nggak jauh beda kok sama gw, waktu kecil gw di buang sama orangtua gw dan gw dirawat sama nenek asuh gw. Tapi beliau udah meninggal dan kemudian nyokap gw nemuin gw kembali. Gw marah sama dia gw kesel sama dia kenapa dia dulu buang gw dan sekarang dengan sangat enaknya dia mau ngambil gw kembali. Sampai sekaraang gw masih kesel sama dia cuma mau bagaimanapun tetep aja dia yang nanggung semua kebutuhan gw dan gw nggak bisa lepas darinya. Meski gw masih kesel sama dia tapi gw mencoba untuk ngebuang rasa itu perlahan "



( Lily menceritakan kejadian di masa lalunya kepada Danish yang seperti menjadi teman satu penderitaannya, namun Lily tidak bercerita dan menyinggung apapun tentang penyakit depresinya yang kadang masih suka kambuh sampai sekarang )



" Jadi maksud Lo ? " ( tanya Danish yang terlihat bingung )


" gw sama kok kayak lo, dulu gw di teriakin anak sial lah anak nggak guna lah dan bahkan parahnya lagi gw di katain anak haram. Gw pernah beberapa kali pindah sekolah waktu sd karena gw di buli. Dan sekarang nggak ada yang tau tentang masalalu gw, gw berusaha menutupi masalalu gw dan gw berusaha menjadi orang baik di depan semua orang "



Danish hanya terlihat diam dengan tatapan yang penuh kasihan.


" lo kenapa ? Nggak usah kasihan sama gw kali hahahaha , yang penting sekarang gw bakal lebih berusaha menjadi yang terbaik untuk semua orang. Lo juga harus gitu. Udah sore gw balik dulu ya " ( Lily yang kemudian berdiri dan akan segwra pergi )


" eh tunggu !!!!! Makasih ya " ( Danish dengan mengucapkan terimakasih dengan Lily yang sudah membantunya dan bahkan menceritakan rahasia kepadanya )



Sementara itu disisi lain Dewi sudah menunggu Lily di depan rumah kosnya Lily. Disana dia tampak khawatir karena udah sore Lily belum pulang padahal kelas Lily udah selesai dari tadi siang. Dewi sudah beberapa kali menelfon Lily dan mengirimkannya pesan namun tidak ada satupun yang di respon. Beberapa saat kemudian


" eh Dewi lo kok udah disini "


Dewi yang mendengar itupun langsung berdiri dan memeluk erat Lily.


" lo kemana aja sih gw tungguin dari tadi juga " ( memeluk erat Lily seolah dia merasa lega akhirnya sahabatnya itu udah pulang )


" lo bikin gw hawatir tau nggak ? " lanjut Dewi


" udah udah lebay banget sih ah. Gw ada urusan bentar tadi. Masuk dulu aja yuk ah " ( Lily yang melepas pelukannya dan membuka pintu kosnya )


" iya ini gw bawa makanan juga belum makan asti kan lo ? " ( sambil memperlihatkan plastik yang berisi makanan )


" lonemang paling tau gw hahahaha " ( sambil memegang perutnya yang udah bunyi ).


Mereka akhirnya masuk ke dalam dan makan bersama.


"eh Ly lo ada urusan apa sih tumben banget " ( Dewi yang terlihat kepo pun langsung menanyakannya )


" kepo banget lo ah hahahaha " ( sambil menyentil kepala Dewi )


" auuu sakit tau " ( Dewi memegang keningnya )


" makannya jadi orang tu jangan kepo hahaha udah ah gw mau lanjut makan "


__ADS_1



__ADS_2