
Danish hanya tertawa menganggapi Dewi sementara Lily terlihat kesal dengan becandanya yang tidak masuk akal.
" sumpah kalian tuh kayak puzzle, jadi kalian tuh saling ngelengkapin gitu hahahahah " ( Dewi tambah ngawur bicaranya )
" apaan si lo ah. Maafin temen gw yang satu ini yaa " ( kata Lily yang merasa tidak enak dengan ucapan Dewi )
" yaudah si biasa aja kenapa muka lo merah gituu dah hahahaha , udah ah gw mau balik dulu lagian lo udah ada Danish juga di sini. Udah ya nikmatin tu waktu kalian berdua. Emuahhhh " ( Dewi mencium Lily dan langsung pergi )
" haishhh dasar bocah " ( Lily kesal )
" eh maaf ya pasti lo nggak nyaman ya, dia emang suka ceplas - ceplos kalo ngomong " ( UcapnLily kepada Danish )
" ah nggak kok. Lucu juga dia " ( kata Danish )
" hah lucu apaan ? Gw malah kadang tu gemes pen mukul dia. Lo belum biasa bareng dia coba aja lo sering - sering sama dia auto gilaa lo di buatnya. Sumpah ya kesel gw " ( Lily banyak bicara dengan nada cerewet layaknya orang bergosip )
Mendengar Lily yang dengan cerewet bercerita tentang kelakuan sahabatnya tersebut Danish merasa bahagia karena setelah sekian lama akhirnya dia bisa tersenyum lagi. Senyuman yang indahh tanpa paksaan dari siapapun, Pikiran tanpa beban dan mengucapkan kata kata apapun yang dia inginkan. Danish merasa lega karena akhirnya dia terlihat bahagia lagi meski dia tidak tahu nantinya akan tetap bahagia seperti itu atau dia akan mengalami kesedihan lagi. Namun apapun yang terjadi Danish akan selalu ada untuknya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" hahahaha " ( Danish tertawa melihat tingkah laku Lily )
" eh maaf, gw cerewet ya " ( Lily spontan menutup mulutnya )
" ah nggak kok justru lucu lo kayak gitu haha " ( kata Danish sambil senyum canggung )
" ah gitu ya " ( sambil menyeka rambutnya di telinga )
" hahaaha gimana udah baikan ? " ( tanya Danish )
" seperti yang lo liat gw nggak papa kok, besok juga paling gw udah berangkat kuliah lagi " ( Kata Lily )
" kalo masih nggak enak nggak usah berangkat nggak papa kok. Ntar gw bisa nyalin tugas gw buat lo " ( Kata Danish serius )
" ah nggak usah ngerepotin lo terus malah. Besok gw mau berangkat kok. Di rumah juga bosen mau ngapain " ( Lily meyakinkan Danish )
" yaudah gw jemput ya ? " ( Danish dengan yakin memintanya )
" boleh " ( Lily berbicara pelan )
" yaudah okay "
Danish dan Lily mencoba untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka. Mereka berada di ruangan yang sama namun mereka sangan malu malu dan canggung. Meski begitu Lily tidak terlihat canggung karena dia pandai menyembunyikannya dan lagi tidak ada alasan untuk Lily canggung kepada Danish. Danish sudah melihatnya menangis dan pernah melihatnyabmencoba bunuh diri juga ketika di sungai. Mungkin tidak ada hal lagi yang mesti di sembunyikan dari Danish.
" eh tapi gw minta tolong mau ngga " ( kata Lily dengan tatapan penuh harap )
" gw nggak bakal ngomong ke siapa siapa kok kalau lo sakit. Tenang aja " ( kata Danish yang sudah tahu pasti Lily akan mengatakan hal itu )
__ADS_1
" ah iya makasih ya " ( kata Lily tersenyun malu )
" hahaha udah berapa kali lo bilang makasih ke gw. Nggak takut stoknya abis ? " ( kata Danish memulai becandanya )
" ah hahahaha paan si lo "( kata Lily malu )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kelayuan berlalu, seharusnya musim semi akan datang bukan ketika musim gugur mulai pergi. Bunga kembali mekar dengan perlahan. Daun kembali berwarna hijau. kehidupan akan di mulai dari awal lagi, dari awal ketika kamu tidak mengenal siapapun tidak mengerti apapun tidak tahu kapan hari ini akan datang. Buangggg !!!!! Buang saja kostum musim gugurmu kamu tidak pantas mengenakan kostum itu. Balutlah tubuhmu dengam suatu yang cerah, suati yang berwarna suatu yang akan membuat dirimu di kenal sebagai orang paling bahagia di dunia.
Waktu berlalu dengan cepat, pagi hari Danish sudah sampai di depan rumah Lily. Danish menepati janjinya untuk menjmput Lily. Sebenarnya Danish merasa khawatir jika Lily kenapa² sehingga dia memutuskan untuk menjemputnya mulai saat ini.
" ah hayy maaf ya lama " ( kata Lily yang akhirnya sudah keluar rumahnya )
" ah nggak kok " ( Danish membawa mobil karena takut Lily akan masuk angin ketika dia membawa motornya )
Mereka hanya saling diam di dalam mobil sampai akhirnya mereka sampai di kampus.
Beberapa jam kemudian setelah selesai kelas mereka memutuskan untuk pergi ke atap gedung bersama.
" aishhhh sudah lama nggak kesini " ( menghembuskan nafas sambil merentangkan tangannya )
" hah iya masih sama jamu juga yang ada di sini " ( kata Danish ngelantur )
" apa ? " ( Lily tidak mndengar jelas )
" ah nggak kok, bentar ya gw beli minum dulu. Cuma bentar kok " ( Kata Danish kemudian pergindari situ )
Lily ingat perkataan Reza ketika masih remaja dulu. Reza selalu mengatakan " Tutup matamu ketika kamu merasa takut dan ucapkan permohonanmu untuk menjadi kuat "
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Lily melakukan hal yang sama saat itu. Dia merentangkan tangannya dan menutup matanya. Entah apa yang dia minta , namun rasa takutnya semakin banyak.
Sebuah tangan pria melingkar di pinggangnya, Lily semakin takuttt. Dia membuka matanya dan mengetahui jika pria yang memeluknya dari belakang itu adalah Reza. Lily berbalik dan memeluknya dengan erat. Lily menangiss terisak - isak di pelukannya. Aku mencintaimu aku mencintaimu aku mencintaimu hanya itu yang terucap di mulutnya sembari menangis di pelukan hangat tsb.
" aku juga mencintaimu, aku ngga bakal ninggalin kamu lagi. Maaf yaa aku membuatmu khawatir akhir - akhir ini " ( Kata Reza semakin erat memeluk Lily )
" iyaa iyaaa iyaa " ( Lily menangis bahagia di pelukannya )
" Ly, Ly " ( Suara Danish menyebut Lily )
" ah jangan tinggalin gw lagi " ( Lily berbalik dan langsung memeluknya )
" lo nggak papa ? " ( Danish yang memegang dia botol minuman di dua tangannya )
" ah " ( Lily kagett mendengar suara dan melihat wajah yang berbeda dari sebelumbya, dia terbangun dari bayangan indahnya )
" ah maaf gw cuma kaget " ( kata Lily melepas pelukannya ).
" ah nggak papa, nih minum dulu " ( menyerahkan sebotol minuman yang di bawanya )
" ah iya makasih yaa " ( mengambil dan meminumnya )
__ADS_1
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" hah " ( Danish tersenyum tanpa ada kata )
" kenapa ? " ( tanya Lily )
" ah nggak lucu aja sih lo udah bilang makasih ke gw tuh udah berapa kali " ( kata Danish )
" hahaha apaan dah , tapi makasih banget gw sama lo apalagi buat yang ini " ( menunjukkan luka di tangannya yang masih di perban )
" gw nggak tau berhak apa nggak gw ngelarang lo. Tapi gw minta tolong, toling jangan lakukan hal itu lagi ya " ( Danish berbicara dengan lembut )
" gw nggak mau liat lo sakit kayak gitu lagi " ( lanjutnya )
" hah lo udah gw anggep sahabat gw sendiri. Lo boleh kok ngelarang apapun sama gw yang menurut lo gak baik buat gw. Tapi untuk hal ini mungkin gw nggak bakalan ngelakuin kayak gitu lagi " ( kata Lily menatap Danish )
" sahabat ya ? Ah yahh gw seneng kalo lo gitu " ( kata Danish dg senyum masam )
" tapi mungkin gw bakal ngelakuin hal yang buruk. Eee gantung mungkin, atau lompat dari atas gedung " ( kata Lily dengan wajah serius )
" hah ????? " ( kata Danish kaget )
" yaelaaa biasa aja kali , gw becanda kok hahahaha " ( Lioy tertawa sendiri )
Danish kesal dan menggelitiki Lily, Lily terbangun dan lari. mereka terlihat seperti seseorang yang sedang bermain kejar -kejaran. Lily berlari memutari gedung tsb dan Danish mengejarnya. Seperti anak kecil yang sedang bermain polisi hanya ada senyuman kebahagiaan tanba beban di antara mereka.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" udah udah gw capek huh huh huh " ( Lily berhenti sambil ngos - ngosan )
" oke okeee haha minum dulu yok kesana duduk lagi " ( Kata Danish yang juga keliatan capek setelah lari )
Mereka akhirnya memutuskan untuk duduk di tepian melihat pemandangan sorw yang indah dan angin yang mulai dingin meniupnya.
" eh serius kalau aku beneran ngelakuin itu lo bakal gimana sebagai sahabat lo ? " ( tanya Lily penasaran )
" eh maaf gw nanya yang aneh - aneh. Gw cuma penasaran aja kok lo udah nolongin gw dari kematian berkali - kali. Jadi kalo gw beneran bakal gitu apa yang bakal lo lakuin " (Tanya Lily )
" hah ?? Gw bakal jadi dinding yang bakal ngejauhin lo dari hal - hal yang kayak gitu. Gw bakal jadi tameng yang bakal ngelindungin lo dari anak panah yang paling runcing sekalipun " ( kata Danish serius )
" ehh eh iyaa makasih ya. Kok suasananya jadi serius sih gw becanda kali ah " ( menepuk pundak Danish )
Bayangan Reza di mata Lily menghilang untuk sementara di hadapan Danish. Kehangatan dan perhatian yang Danish berikan akankah perlahan mengubah hati Lily kembali menjadi seseorang yang penuh cinta. Akankah membuka hati Lily untuk kedua kalinya. Danish harus sangat berusaha untuk itu. Kalaupun gagal bukankah Danish sudah mengatakan tekadnya dan tidak akan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya setelah Seli. Mengingat Seli, Danish menjadi semakin ingin mempertahankan Liky untuk kedepannya. Meski Lily hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat namun Danish akan berusaha sampai Lily kembali menganggap Danish sebagai seorang Pria.
" Udah sore, balik yuk " ( ujar Danish )
" eh iya, gw mau ke kos lama gw dulu ada sesuatubyang mesti gw ambil disana " ( kata Lily )
" oh iya okay"
" oh iya lo mau tinggal sama nyokap lo sekarang ? ( tanya Danish dengan tidak enak )
" ah iyaa mungkin gw harus nyoba, mau gimanapun dia ibu kandung gw. gw nggak bakal juga selamanya benci dia. gw bakal berusaha kok supaya rasa benci gw perlahah hilang " ( kata Lily )
__ADS_1
" oh iyaa bagus lah, yaudah yuk " ( kata Danish )