HATI MALAIKAT

HATI MALAIKAT
Danish


__ADS_3

Kelas pagi Lily pun selesai dan Lily merapikan barang-barangnya dan mulai beranjak dari kelas. Karena bingung mau ngapain menunggu kelas siang dimulai Lily seperti biasa pergi ke atap kampus untuk berlatih biola. Disana Lily biasanya sendirian karena memang Lily lebih suka berlatih sendiri karena menurutnya akan lebih fokus ketika dia bejajar sendiri. Lily pun dengan semangat menaiki tangga demi tangga kampus dan akhirnya sampai. Namun sebelum Lily membuka pintu atap Lily mendengar ada alunan melodi biola yang sangat indah. Karena penasaran siapanyang memainkannya akhirnya Lily pun mengintip dan betapa kagetnya ketika dia melihat sosok pria yang sangat tampan sedang duduk sendiri dan bermain biola di sana. Lily pun menikmati permainannya dan karena Lily tahu di atap ada seorang pria Lily pun memutuskan untuk berlatih ditaman saja. Lily berlatih sendiri dengan senyuman sumpringah yang ada di wajahnya. Selain bunga lilly Lily sangat suka dengan musik karena menurutnya musik adalah suatu kedamaian yang dapat diciptakan untuk diri sendiri. Lily mulai melamun lagi dan tiba - tiba ingat akan neneknya yang lagi. Lily juga sedikit teringat ibunya namun Lily masih sangat kecewa karena perlakuan ibunya yang tega membuang bayi tak berdosa yang tak lain tak bukan adalah dirinya.


" Ly !!! " teriak Dewi memanggil Lily


" melamun aja lu ah , udah makan siang belum ? Makan siang yuk !! Laper gw nih, tapi elu yang traktir ya " ucap Dewi sembari cengar cengir


" belum nih, yaudah yuk. Tapi jangan yang mahal - mahal ya " jawab Lily


" Yaelaa siyapp dah bos , udah yuk melamun aja lu daritadi gw liatin "


Akhirnya mereka pun berlajan menuju kantin kampus dan memesan nasi goreng untuk makan siang. Lily kembali melamun entah apa yang ada dipikirannya namun akhir akhir ini Lily memang sering melamun. Apalagi ditambah kejadian kemaren waktu bunga lilly muliknya rusak.


" Ly lu beneran gapapa kan ? Gw itu sahabat lu jadi kalo lu kenapa - napa bilang aja sama gw. Mungkin gw bisa bantu lu atau setidaknya ngeringanin beban lu kalo lu mau cerita " ucap dewi khawatir karena sering melihat Lily melamun bahkan ter kadang sampai tidak dengar ketika di panggilnya.


" gw gapapa ko wi , gw cuma ngerasa kadang gw tuh ga berguna banget " ungkapnya


" gw getok pala lu yah, ga berguna apaan dah pinter udah cantik udah kalem apalagi. Lu berguna bagi kita kita terutama buat gw kalo gw mau ngutang kan elu juga yang ngutangin wkwkwkwk. Kan bokap lu kaya haha siapa bilang lu ga berguna. Udah deh gausah mikir yang enggak - enggak lu mending makan dulu tu abisin biar kenyang " sedikit memberi semangat untuk Dewi


" Ok "


Mereka pun lanjut makan siang sambil mengobrol bercerita ketika mereka masih kecil. Mereka terlihat seperti kakak adik yang sedang bercanda tawa di depan meja. Meski mereka hanya sahabat namun kebersamaan mereka melebihi hubungan persaudaraan. Mereka sangat bisa diandalkan satu sama lain. Mereka selalu bilang bahwa mereka adalah semangat dari satu sama lain. Namun ketika mereka makan dengan enaknya tiba - tiba mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin berlari keluar. Karena penasaran Lily dan dewi pun ikut pergi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi sampai begitu heboh. Lily pun terkejut ternyata pria yang tadi bermain biola dengan indahnya sedang berkelahi dengan mahasiswa lain. Lily melihat sebentar untuk memastikan dan ternyata benar. Lily pun berfikir dan kembali melamun.


" woy...kenapa lu ? " bentak Dewi


" enggak papa kok, udah yuk ah bentar lagi kelas gw mau di mulai. Gapenting juga liatin gituan " ajak Lily


" eh oh kenapa sih orang lagi seru juga " Dewi terlihat sebel


" yaudah gw tinggal ah bayy "


Akhirnya Lily pun berjalan meninggalkan Dewi namun Dewi mengikuti Lily dengan terpaksa karena masih penasaran dengan siapa cowok itu.


" eh Ly tungguin gw napa. Orang kelas lubjuga masih sedikit lama kan mulainya " keluh Dewi


" gw mau ke perpus cari referensi musik . mau ikutan ga kalau engga yaudah sana pergi lu ah ganggu aja " sahut Lily tegas


" yaelaa ngambekan banget dah , yaudah yok ah gw ikut gausah cemberut gitu juga kali mukanya. Cantiknya ilang loh " goda Dewi



Mereka akhirnya menuju perous untuk mencari buku referensi musik untuk Lily. Lily akhirnya menemukan buku referensi untuk dibaca dan dia duduk di bangku paling belakang perpus untuk membaca buku. Dengan fokus Lily membaca buku dan Dewi pun ikut membaca - bwca buku meski bukan buku ekonomi sesuai dengan kejuruannya. Setelah lebih dari 20 menit Lily membaca buku dia kurang puas karena menurutnya kurang lengkap dan akhirnya memutuskan untuk mencari buku lagi. Ketika Lily sedang fokus mencari buku dengan referensi musik yang lengkap pandangan Lily tiba - tiba tertuju pada seorang pria yang duduk dengan satu kaki ditekuk dan dengan tatapan kosong sedang melamun disitu. Yaa itu adalah pria yang sama yang dia temuibdi atap. Dia mempunyai beberapa luka lebam di bagian pipi dan bibir karena tadi berkelahi. Ketika lily sedang memandanginya tiba - tiba mata pria itu melirik kearah Lily dan spontan Lily langsung mengalihkan pandangan dan sembarang mengambil buku. Lalu Lily akhirnya memutuskan untuk keluar dari perpus.


" Wi udah yuk , gw udah mulai bosan nih " ajak Lily


" nah lohhh .... udah ketemu emangnya bukunya ? Bentar amat lu nyarinya " Dewi terlihat linglung


" udah nanti aja gw bosen nih , yok ah "


Akhirnya mereka meninggalkan perpus tanpa mendapat buku referensi apapun.


" Eh Ly aneh banget lu sumpah hari ini " tanya Dewi kepada Lily


" hah kenapa " jawab lily bingung

__ADS_1


" lu udah kebanyakan ngalamun sumoah daritadi, kadang juga elu tiba² narik gw untuk pergi. Gw curiga nih "


" curiga apaan deh lu gausah mikir yang aneh - aneh "


" ya engga maksud gw tuh....... " belum selesai ngomong Lily pun udah memotong pembicaraan Dewi.


" maksud lu apa ? Udah yuk ah kelas bentar lagi mulai. Lu juga belajar yang bener jangan sampai ip lu jelek kayak kemaren " ejek Lily


" gw udah pinter kali sekarang ah xixixixi " manyun manyun.



Mereka akhirnya pergi ke kelas mereka masing - masing karena kelas akan segera di mulai. Lily pergi ke ruangan kesenian karena sekarang kelas Lily mendapat kelas praktik seni musik. Seluruh kelas Lily berkumpul dan mulai duduk di tempat duduk masing - masing. Dosen pun datang dan semua mata terkejut karena dosen bersana dengan seorang pria dengan muka penuh lebam yang sempat Lily lihat bermain biola dengan indahnya juga. Mereka semua mulai ber bicara satu sama lain membicarakan pria tersebut kecuali Lily. Dosen pun menyuruh pria tersebut memperkenalkan diri namun pria tersebut terlihat enggan untuk berkenalan.


" perkenalkan anak - anak ini adalah Danish Abrizal Wijaya anak dari kepala dosen di kampus kita " dosen pun akhirnya memperkenalkan pria tersebut.



Pria yang di panggil Danish itu pun akhirnya berjalan dengan santai ke tempat duduk yang berada tepat di belakang Lily, Lily oun sedikit memperhatikan Danish berjalan.


" Jadi dia namanya Danish... " dalam hatinya


Akhirnya mereka memulai kelas dengan permainan jenis musik yang berbeda dari setiap mahasiswa sampai giliran Danish namun Danish tidak mau dan mereka semua akhirnya memaklumi karena mungkin Danish masih baru saja beradapatasi dengan kelas tersebut. Namun tidak sedikit dari mahasiswa maupun mahasiswi di kelas tersebut yang membicarakan Danish


" katanya pernah kuliah di luar negeri kok main musik aja nggak bisa " bla ..... bla .... bla .... bla... bla ..... ( banyak yang membicarakan Danish karena menurutnya Danish pernah juliah di luar negeri kenapa gabisa main musik ? )




Lily pun ikut keluar kelas dan akhirnya Lily pulang bareng Dewi yang sudah menunggunya di depan kelas.


" woyyy " teriak Dewi


" oh yokk " jawab Lily cuek



Mereka berjalan ke pintu keluar kampus dan menunggu bajaj karena mereka berdua lekah dan memutuskan untuk naik bajaj daripada jalan kaki. Karena melihat Lily yang masih terlihat sedikit sedih Dewi akhirnya memutuskan untuk menginapndi kosan Lily untuk menemani nya karena takut Lily akan berbuat nekat lagi.


" Ly gw nginep di tempat lu ya ? " pinta Dewi


" ngapain lu tumben banget " jawab Lily bingung


" kangen masa kecil gw ...... Kan dulu kita sering tidur bareng elahhh " rengeknya " boleh ya plisss " dengan wajah yang memelas


" yaudah iyaa boleh ah, tapi gaboleh ganggu gw okay " dengan teluntuk tangan yang mengarah ke Dewi


" iya iya janji " memeluk Dewi


" tapi ke rumah gw dulu ya , gw mau ambil baju dulu bau keringet gw " lanjut Dewi


" Okay, tapi lepasin dulu ni pelukan udah tau bau keringet nempel - nempel gw lagi lu ah " menyingkirkan Dewi

__ADS_1


" noh pelukan aja sama abang bajaj nya biar kalian samaan " canda Lily


" nggak mau soalnya nanti kamu cemburu hahahahahaha " goda Dewi


" wah neng saya mah mau aja neng di peluk " abang bajaj yang ikut nimbrung.



Setelah sampai dirumah Dewi mereka langsung kembali ke kosan Lily. Namun sebelum ke kosan Lily mereka memutuskan untuk belanja karena udah lama ngga belanja bareng. Meski cuma di pasar tradisional namun mereka sangat senang karena menurut mereka, mereka harus irit. Wkwkwkwk


Mereka belanja mulai dari sayur, daging , telur dan lain - lain.


Selesai berbelanja mereka langsung menuju kosan dan menata barang belanjaan mereka di dapur kosan Lily. Meski kecil tapi muat untuk mereka bertempur dengan tepung dan lain - lain. Mereka akhirnya mulai memasak dan bercanda canda. Melihat Lily yang tersenyum sumpringah Dewi sangat senang karena sahabatnya tersebut lupa akan kesedihan yang kemarin.



Selesai memasak mereka pun bergantian untuk mandi dan menyiapkan semua makanan di mejanyang sudah tersedia. Sambil makan mereka bercerita cerita tentang bagaimana pelajaran mereka di kampus dan lain lain.


" eh Ly lu tau ngga ? Cowok yang tadi berantem itu loh yang satu itu ganteng banget sumpah " karena penasaran Dewi banyak berbicara tentang cowok itu dan lain - lain.


" menurut lo gimana ganteng nggak ? " tanya Dewi


" apaan sih orang biasa aja , ya sedikit tampan mang sih " jawab Lily cuek.


" siapa sih dia sebenernya gw jadi penasaran deh beneran hahahaha termasuk ke cowok ideal banget sumpah " ( terlihat mengharap )


" Danish " jawab Lily spontan


" hah siapa ? Danish ? Kok lu tau namanya jangan - jangan ....... ?


Belum selesai ber bicara Lily kembali me motong pembicaraan Dewi.


" gausah berfikir yang aneh - aneh deh , lu tau kan gw lagi nggak tertarik sama cowok apalagi cowok macam dia " Lily sedikit kesal dengan perkataan Dewi karena menganggap nya stalking ( mungkin yang ada di fikiran Dewi )


" Dia Danish anak dari kepala Dosen di univ kita " lanjutnya


" Wow udah ganteng anak orang kaya pulaaa ........ Emang yaa kalo anak orang kaya itu kebanyakan bagus bagus alias memiliki bibit unggulb" canda Dewi


" apaan sih ganyambung deh " Lily kembali kesal


" emang bener kok, Lu anak orang kaya udah cantik pinter pula, Dia juga anak orang kaya tampan pasti pinter juga tuh hahahaha "


" Gaje banget dah " Respon Lily yang terlihat sedang ilfil sama Dewi karena terus meneruh membahas Danish di depannya.



Meski ceplas ceolos ketika bicara Dewi sangat pandai meng hangatkan suasana. Meski terlihat konyol namun Dewi akan menjadi seseorang yang selalu ada di dekat Lily ketika susah maupun senang. Bahkan Dewi pernah tidak pulabg ke rumah sampai hampir sebulan karena menemani Lily ketika neneknya Lily meninggal dulu. Dewi sangat tidak senang ketika melihat Lily sedih apalagi sampai melakukan hal yang tidak baik untuk di lakukan. Udah berulang kali Dewi mencegah Lily untuk menyakiti dirinya sendiri namun Dewi tidak bisa karena Lily bersikeras untuk melakukannya. Menurut Lily melukai diri sendiri adalah sesuatu yang dapat menenangkan diri nya dari suatu pikiran yang meng ganggunya. Namun Dewi selalu melakukan yang terbaik agar Lily bisa tersenyum ceria dan selalu bahagia. entah benar maupun tidak tapi Dewi ingin Lily melupakan mendiang sang nenek. karena setiap kali mendengar / bercerita tentang neneknya Lily lagi - lagi akan bersedih melakukan tindakn nekat. meskipun nenek Lily dulunya sangat sayang sama Lily dan bahkan sama Dewi juga namun Dewi berharap agar Lily segera menerima ibu kandungnya dan melupakan neneknya agar neneknya merasa senang bersama-Nya.




__ADS_1


__ADS_2