
Hari demi hari berlalu , kini tiba saatnya untuk ujian di mulai. Mereka bersiap - siap untuk melakukan permorma yang terbaik yang bisa di tunjukkan. Mereka berdoa, berlatih, dan banyak dari mereka yang merasa gugup.
" eh gimana udah siap ? " ( tanya Danish )
" udah kok tinggal ganti baju bentar ya gw ke ruang ganti dulu " ( jawab Lily )
Panggung yang megah dengan banyak kursi penonton di depannya, semua sudah siap untuk di lakukan. Mulai dari pidato dan lain - lain semua sudah di laksanakan. Kini tiba saatnya untuk ujian di mulai.
" terimakasih karena seluruh tamu undangan sudah duduk dengan rapi, kini saatnya untuk memanggil pasangan pertama ................. "
Ruangan yang di penuhi dengan suara suara musik yang indah dan suara tepuk tangan yang gemuruh. Mereka menikmati setiap permainan yang berbeda. Ada yang membawakan tarian daerah, ada yang membawakan lagu, ada yang membuat sebuah band semuanya mereka berbeda - beda dalaam rencana mereka.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Di rumah Reza,
Reza sedang melihat tiket pesawat yang sudah ada di tangannya tersebut. Reza memikirkan banyak hak mengenai kepergiannya kali ini.
" aku akan segera kembali " ( sambil melihat foto dirinya dengan Lily ketima masih SMA )
" aku sudah menyiapkan banyak hal untuk kamu lakukan dan pasti akan membuat kamu senang, jadi tolong tunggulah aku sebentar lagi " ( Reza terlihat sedikit meneteskan air matanya )
Entah apa yang ada di pikiran Reza, dia melamun seharian
" pak Reza sudah waktunya " ( kata sopir yang akan mengantar Reza ke Bandara )
" oh iya pak, tolong bawain koper saya ke mobil ya pak " ( kata Reza dengan sopan )
" baik pak "
Reza segera membereskan semuanya ke mobil dan bersiap untuk berangkat ke Bandara.
Reza melihat jam dan segera pergi ke mobil.
" pak ke kampus X dulu ya, ada urusan " ( Kata Reza kepada sopirnya )
" oh baik pak "
Di sepanjang jalan Reza memikirkan banyak hal dan membayangkan banyak hal yang bahagia bersama Lily. Dia akan memberinya kebahagiaan dimana tidak ada seorang pun yang dapat memberikan sebanyak Reza. Reza senaang namun sikapnya yang tenang sangatlah menarik. Dia tau kapan dia akan menunjukkan perhatiannya dan kapan dia harus menutupi perasaannya. Dia bersikap sangat maniss ketika bersama Lily.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sesampainya di kampus Lily,
Di depan gedung yang di gunakan untuk ujian kali ini sangat ramai karena banyak tamu undangan yang datang untuk melihat pertunjukan kerabat mereka. Reza berjalan memasuki ruangan dan bertemu dengan Danish,
" eh lo ada di sini " ( tanya Reza kepada Danish )
" iyaa " ( jawab Danish dingin )
" Lily kemana ? " ( tanya Reza sambil melihat lihat sekitar )
" ada di ruang ganti lagi ganti baju " ( Danish menunjukkan ekspresi yang lebih dingin )
" yaudah gw cari tampat duduk dulu ya " ( Reza kemudian berjalan menuju tempat duduk penonton ).
" Jadi Lily ngundang dia " ( berkata dalam hatinya Danish )
__ADS_1
Danish merasa sangat kesal dengan apa yang di lakukan oleh Lily, namun Danish harus menjaga perasaannya karena dia harus mlakukan yang terbaik untuk ujian kali ini. Setidaknya dia bisa menunjukkan ada orang kalau dia memang bisa melakukannya dengan seseorang.
" stop Danish lo nggak boleh cemburu " ( Danish menghela nafas )
Danish langsung pergi ke ruang ganti untuk melihat Lily apakah sudah selesai atau belum karena hampir giliran mereka di mulai.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" tok .... Tok ..... Tok " ( Danish mengetuk pintu ruangan ganti )
" lo udah belum , sebentar lagi giliran kita " ( teriak Danish dengan halus )
" udah kokk bentarrrrrr " ( kata Lily di dalam ruangan )
" krekkk " ( Lily membuka pintu ruangannya )
Danish hanya terdiam melihat Lily yang terlihat begitu cantik dengan balutan Dress berwarna putih dan sepatu yang senada dan tatanan rambut yang terurai sangatlah cantik dan elegant. Sementara itu Danish juga memakai jas berwarna hitam yang sangat cocok di pakai di badan idealnya.
" eh gimana ? " ( Lily memperlihatkan penampilannya )
" ah bagus kok , yok cepet " ( danish menarik tangan Lily )
" eh tunggu, gw masih harus nungguin seseorang " ( kata Lily )
" cowok yang waktu itu kemping bareng kita kan ? Dia udah dateng kok udah duduk juga " ( kata Danish kemudian melepaskan tangannya )
" eh beneran, yaudah yuk "
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" terimakasihh ......... Kini saatnya untuk penampilan pasangan selanjutnya yaitu BUNGA LILYANA dan DANISH ABRIZAL WIJAYA "
Lily dan Danish berjalan pelan layaknya seorang putra dan putri mahkota. Mereka membawa sebuah biola.
Semua orang membicarakan dan mebisikkaan banyak hal yang membuat Danish merasa kesal dan gugup.
" eh bukannya itu Lily ya ? Kok bisa sih pasangan sama Danish. Ganteng sih cocok juga tapi kau tahu kan bagaimanaa keluarga Wijaya ? " ( ucap salah satu mahasiswi yng terdengar )
Danish mencengkeram biolanya dengan kuat seolah dia siap untuk melemparkan biola itu kepada mahasiswi itu.
Lily yang melihatnya langsung memegang tangan Danish dan menatap wajahnya, dan juga menggelengkan kepalanya seolah olah dia sedang memberikan kepercayaan kepada Danish.
Danish pun merasa sedikit lega.
Mereka memulai permainannya di mulai dari Danish yang memainkan biola untuk intronya. Dan di susul oleh Lily. Musik mereka yang bercampur menjadi satu. Sebuah kolaborasi indah dimana mereka juga menunjukkan tarian dansa elegant mereka. Mereka menikmati setiap detik permainan musiknya.
Danish merasa sangat bahagia karena dia bisa bermain musik bersama dengan Lily bahkan menari juga. Mereka terlihat bak seorang kekasih yang sedang berdansa di istana. Dengan musik dan pakaian yang senada mereka terbuai oleh musik yang mereka ciptakan. Seluruh orang yang berada di dalam gedung itu melihat secara langsung bahwa Danish memiliki kemampuan yang sangat luar biasa begitupun juga dengan Lily. Tidak ada satupun dari mereka yang memejamkan matanya untuk melewatkan pertunjukan itu.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
Termasuk Reza yang merasa sangat bangga dan juga bahagia melihat Lily yang tersenyum gembira di hadapan semua orang. Reza tahu bahwa Lily sebenarnya tidak sebahagia kelihatannya, namun dia akan melakukan banyak cara agar Lily bisa berbahagia dengannya. Reza melihat dengan fokus tanpa mengedipkan mata. Terpukau oleh kecantikan dan keanggunan seorang Lily.
Suara musik idah yang memenuhi ruangan, mata yang terdiam fokus melihat kaindahan mereka berdua. Langkah kaki yang bergerak kesana kemari memenuhi panggung yang tertata begitu indah. Bak cerita dongeng yang sedang di realisasikan di dunia mereka berdua. Senang bukan melihat satu cinta dengan cinta lainnya bertemu. Namun sulit mempertemukan mereka pada untuk sebuah ikatan.
Cinta tidak bisa mengatakan, tidak bisa mendengarkan, tidak bisa memperlihatkan namun semua itu bisa di rasakan. Seseorang terlalu gampang merasakan cinta namun mereka tidak tahu bagaimana cara melupakannya. Jika jatuh cinta adalah penyakit mungkin 80% manusia akan lebih cepat tiada karena mereka sulit menemukan obatnya. Bagaimana bisa melakukan kesalahan dalam cinta ketika kamu sendiri yang membangunnya. sangat bodoh tidak hanya cinta namun kamu juga.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Akhirnya permainan mereka selesai, semua penonton dan bahkan guru pembimbing yang menilai ujian itu pun ikut berdiri dan menepukkan tangannya dengan kerass.
Lily dan Danish bergandengan tangan dan merasa sangatt senang karena semua yang mereka lakukan tidak sia - sia. Mereka akhirnya turun panggung.
Reza sudah menunggu Lily dan di belakang panggung.
" Reza " ( Lily langsung berlari ke pelukan Reza )
Danish yang melihatnya pun merasa sangat sakit dan dia akhirnya memutuskaan untuk pergi dari ruangan itu.
" gw seneng bangettttt gw tampil bagus " ( bebicara di pelukan Reza )
" gw liat kok , lo keliatan seneng banget tadi " ( kata Reza yang membalas pelukannya )
" beneran ? Tadi gw grogi banget tauu karena ini ujian bukan pertunjukan " ( kata Lily )
" Udah - udah kita nyari tempat buat ngobrol dulu yuk bentar. Gw gapunya banyak waktu " ( kata Reza )
Kemudian mereka duduk di tepian taman kampus untuk mmbicarakan sesuatu.
" jadi lo jadi ke spanyol sekarang ? " ( tanya Lily )
" iya bentar pagi gw langsung berangkat ke bandara " ( jawab Reza )
" Za, sebelum lo berangkat gw mau bilang sesuatu ke lo " ( Lily menatap )
" sebenernya gw tuh ....... " ( belum selesai bicara )
" tunggu, Ly dengarkan gw baik - baik karna gw cuma punya waktu sedikit sekarang " ( kata Reza )
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
" gw nyiapin ssuatu buat lo tapi gw nggak bisa bilang apa itu sekarang. Gw cuma berharap lo nggak bakal berubah pikiran tentang gw. Semuanya yang gw lakuin itu buat kebahagiaan kita nanti. Gw bakal bawa lo ke tempat dimana cuma ada lo dan gw disana. Tanpa ada kesedihan tanpa ada masa lalu yang menyedihkan. Intinya lo mau kan nungguin gw sampe saat itu tiba ? " ( Reza memegang tangan Lily )
Lily kemudian menangis karena terharu dengan Reza, ternyata selama ini tidak hanya dia yang merakannya namun Reza juga merasakan hal yang sama terhadapnya.
" ya gw bakal nungguin sampai saat itu tiba " ( Lily kemudian memeluk Reza "
Danish yang sedang berada di atap melihat mereka berdua. Kalian tahu bukan bagaimana rasa sakitnya.
Danish hanya menatap mereka dan tidak melakukan apaapun. Danish hanya berharap jika suatu saat nanti dia juga akan memiliki wanitabyang di cintainya dan mencintainya dengan sepenuhnya.
Danish merasa sudah cukup sekali saja ia merasakan pahit dimana tidak ada seorang pun yang membuatnya bangkit, namun kini saatnya untuk dirinya berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak sembarangan dalam menaruh hatinya.
__ADS_1