
HATI SEDINGIN ES❤️
"***Sadar Rey,Sadar. Mamamu tak kan kembali,papa mohon kembali lah seperti orang-orang diluar sana yang menikmati hidupnya"Bentak Papa Rayna Pada putri semata wayangnya
Ratna tak mendengar apa yang dikatakan papanya,ia menangis dan selalu ingat kejadian pembunuhan mamanya di 10 tahun yang lalu.
"Papa mintah jangan kau ingatkan lagi tentang mama mu."tegas papa Rayna beranjak pergi " Bik , urus Rayna"
"Baik tuan"jawab bibi menuju Rayna
Mata Rayna sembab hampir berhari-hari ia menangis.
Setelah sebulan Mamanya meninggal 10 tahun yang lalu,ia dikirim ayahnya ke Santa Maria di Jerman agar menenangkan serta menghapus rasa bersalah dihatinya Rayna hingga Rayna tamat SMA,namun usaha itu tak berhasil Sampai saat ini. Membuat papanya frustasi dan mengabaikan keadaan Rayna.
"Nona ayo makan dulu,nona belum makan loh dari kemarin?" Pinta bibik Art dirumah Ratna
Rayna tak mendengar Bibi ,ia masih menangis dipojok kamar dengan memeluk dirinya sendiri
"Mama....."ia terus terbayang mamanya Dipukul seseorang dengan palu dikamar.
(Mengetok pintu kamar Rayna)"Nona,Apa nona tidak kuliah? Sudah pukul 8 loh"bujuk bibi
Tergerak di hati Rayna mendengar tentang kuliah, Ia ingin menguak tentang kematian mamanya yang mana sampai saat ini belum terungkap. Ia bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan badan lalu bersiap untuk pergi ke kampus.
Tibanya di kampus
Rayna langsung menuju kelas ia berharap ada Gavin,Teman akrabnya yang selalu ada untuk nya ,Ia berharap suatu saat ia dan Gavin bisa menguak tentang kematian mama nya dan sukses bersama.
Drtttt....drrtttt...(handphone Rayna berdering) ia melihat siapa yang menelepon
"Ray,aku di taman biasa. Kau bisa kesini?" pinta Gavin
"Ya"jawab Rayna langsung ke taman
Tibanya di taman Rayna duduk disamping Gavin, entahlah ia lihat raut wajah Gavin tak seperti biasanya.
"Akhirnya kau datang Ray" jelas Gavin "Ayo duduk"
Rayna duduk disamping Gavin dengan wajah datarnya
"Ray..Aku minta maaf yah,tak bisa menjadi yang kita harapkan sore nanti aku dan keluarga akan pindah ke LA" jelas Gavin
Rayna masih memasang raut wajah yang datar.
"Tapi aku janji kok aku selalu menghubungimu dan suatu saat jika aku sukses disana aku akan bantu kamu menguak masalah mamamu"
"Tak perlu,aku bisa sendiri"jawab Rayna beranjak pergi
Hati Rayna hancur,Padahal selama ini Gavin lah satu-satunya teman yang selalu mengerti nya dan pada akhirnya juga akan meninggal kan dia,sungguh dia membenci pertemuan.
"Ray... sebenarnya aku juga tak ingin terjadi ,aku tak ingin meninggal kan ku sendiri tapi kau tau sendiri kan bagaimana mamaku"
Tanpa peduli Rayna pergi menuju kelas nya. Ingin rasa nya ia berteriak sekencang mungkin kenapa hidup ia selalu Kecewa akan pertemuan kenapa setiap orang yang ia sayangi pergi meninggal kan ia begitu saja,Mulai detik ini Rayna bertekad untuk tidak membuka diri kepada siapapun meskipun itu keluarga nya.
Sebulan telah berlalu kepergian Gavin Rayna hanya mengisi hari-hari dengan menghapal pasal dan belajar materi lainnya yang berhubungan dengan hukum.
" Aku benci kejahatan" batin Rayna dendam
(Tok...tok...tok..)"Apa papa boleh masuk Ray" tanya papa mengetok pintu kamar Rayna
Rayna hanya diam seakan tak mendengar
Karena tak ada jawaban papa Rayna langsung masuk kamar Rayna.
"Rayna apa kau sudah makan?" Tanya papa
"Ya" jawabnya singkat tanpa melihat lawan bicaranya
"Ray,besok papa akan keluar negeri seperti biasa selama 2 bulan bisnis papa di sana mengalami masalah kau jaga diri baik-baik yah" jelas papa
"Ya" jawab Rayna lagi dengan menulis sesuatu dibuku kuliahnya
"Jangan lupa makan yah sayang" tegas papa nya berdiri lalu pergi
Tak ada jawaban dari Rayna membuat hati papa Rayna sedih
Keesokan harinya Rayna pergi ke kampus agak siang karena kelas hari ini masuk jam 9:00 tepat
Setibanya di kampus
Mahasiswa-mahasiswi berteriak histeris ketika anak dari Pewaris kampus yang tampan serta pintar Pindah ke kampus Rayna. Pria itu bernama Abizar Pramana serta dengan teman-teman nya yaitu Arsik dan Erico
"Bizarrrr...."Teriak wanita yang terkagum-kagum
Namun itu tak membuat Rayna peduli akan semuanya ia menganggap itu tak penting dan gak jelas
Ia langsung saja kekelas untuk melanjutkan hapalannya
__ADS_1
Tibanya kelas Rayna masuk
Mahasiswa-mahasiswi kembali berteriak senang akan kedatangan Abizar
"Baik semuanya Hari ini kita kedatangan mahasiswa baru,pasti kalian tahu sendiri kan dia Abizar Pramana"jelas Dosen bahasa Mandarin "Silahkan Abizar kau duduk disamping Rayna di pojok"
Abizar menuju Rayna di kursi paling belakang namun itu tak membuat Rayna Peduli.
"Abizar..." Jelas Abizar menggulurkan tangannya untuk kenalan
Namun tak dijawab Rayna hanya tatapan dingin yang Abizar dapat
"Kurang ajar ni cewek" batin Abizar
Rayna mengulang pada hapalannya yang semalam ia Hapal.
"Baik semuanya kita kembali ke Materi, jika tak ada dalam modul yang kalian punya silahkan cari di perpustakaan atau di media lainnya"
"Baik Bu" jawab semuanya serentak kecuali Rayna
Jam istirahat selalu dinanti-nanti kan oleh mahasiswa sebagai makan di kantin kampus,begitu juga dengan Abizar, Adim dan Erico.
"Are you okay?" tanya Erico pada Abizar
"Loh tau gak? Abizar Pramana baru kali ini malu setengah mati"jelas Abizar
"So what????malu? Why?" tanya Adim
"Ada cewek yang nolak aku kenalan kan aneh.Kalian tahu kan kapan sih Abizar ditolak wanita kenalan So crazy" terang Abizar
"Mungkin dia gak tau kali yah bahwa Abizar yang tampan kaya raya ini"jelas Erico bercanda
"Halah ayo kita ke kantin" ajak Abizar
"What???? My friend from America serikat makan di kantin?'Tanya Adim
"Hahahhaha....Mungkin dia mau liat cewe kali ya"sambung Erico
"Nah itu tahu,Ayok!" Jelas Abizar pergi ke kantin bersama kedua temannya
Abizar menuju kantin,wanita-wanita melirik ia kagum bahkan ada yang mintah foto serta tanda tangan dengan senang hati Abizar melayani para fans nya itu.
Ia lihat di sekeliling kantin tak ada wanita yang menolak nya kenalan tadi siang
"Dia tak ada disini" jelas Abizar
"Aduuhh....masih aja mikirin tu cewek,cewek banyak kali
"Habis heran aja , ada wanita nolak aku kenalan"
"Sudah-sudah jangan pikir itu lagi" jawab Adim makan
"Yasudah aku ke kelas bentar yah,ada yang ketinggalan"jelas Abizar
"Yasudah jangan lama-lama bentar lagi masuk "jelas Erico
"Okay"
Rayna tetap dikelas meskipun jam istirahat ia tak peduli dia benci pada waktu ,sehingga baik di rumah maupun handphone tak ada waktu.
Ketika Abizar masuk kelas ia lihat wanita yang membuat ia kesal masih diposisi yang sama.
Abizar mengambil handphone nya ketinggalan di laci, Rayna masih tak peduli dengan Abizar ia fokus pada buku nya
"Apa kau tak ke kantin?" Tanya Abizar
"Tidak" jawab Rayna datar masih fokus pada buku nya
"Apa kau tak tahu siapa aku?" tanya Abizar sombong
Rayna melihat Abizar datar lalu membereskan buku-bukunya ke dalam tas dan pergi
"Oh my God" jelas Abizar tak percaya
"Lihat aja kau" tantang Abizar
Jam pulang tiba.
Rayna keluar kelas paling akhir dan dari jauh ada tiga pasang mata yang melihatnya, namun itu tak membuat Rayna peduli
"Gila tuh cewek,gak ada senyum nya apa?" Jelas Abizar
"Cewek itu yang loh bilang nolak kenalan,kok aku gak tahu ya ada cewek cantik di kampus kitai" jelas Adim kagum pada paras Rayna
"Iya aku ajah baru lihat" tegas Erico
"Gila.... Masa kalian gak tau sih,payah"
__ADS_1
"Emang untuk apa sih mau tau tentang tu cewek?" tanya Erico
"Aneh saja ,tak biasanya ada cewek sok jual mahal"jelas Abizar sombong.
Saat Abizar ingin masuk mobil ,ada seorang wanita yang menghampiri nya
"Hai kak Bizar kenalin aku Raisa" jelas Raisa menggulur kan tangannya
"Ok..aku Abizar" jawab Bizar dingin
"Kak Bizar boleh mintak nomor nya?" Tanya Raisa
"Boleh,mana ponselmu?"
"Ini"
(Mengetik nomor)
"Makasih yah kak" jelas Raisa "yasudah aku pergi"
"Okay" jawab Abizar senyum kecut
Raisa pergi menuju ke 3 temannya
"Sudah aku bilang kok,apa sih yang tidak dapat oleh Raisa" jelas Raisa dengan sombong ke 3 temannya
"Raisa benar hebat" jelas Eca teman Raisa
"Iya dong"jawab Raisa.
Mobil Rayna melaju dari kampus menuju rumah
Pikirannya masih tentang Gavin satu bulan lebih pergi bahkan tak memberi ia kabar meskipun ia janji dulu akan memberi kabar padanya,di satu sisi Rayna benci dengan semuanya ia benci dengan keadaan. Kenapa orang yang ia sayangi Selalu meninggalkan nya ,padahal setelah sekian lama mama nya pergi dia tak pernah bahagia kecuali bersama Gavin tapi sekarang kebahagiaan itu telah tiada.
Setiba dirumah Rayna langsung ke kamar dan tidur ia sama sekali keluar rumah kecuali ke kampus
Sedangkan dirumah Abizar,ia pulang dengan kesal ia masih tak percaya ada wanita yang menolak ia kenalan bahkan mengabaikan ia bicara.
"Sudah pulang sayang, bagaimana kuliah nya nak? Apa menyenangkan?" Tanya mama nya
"Baik kok ma,papa mana?" Jawab dan tanya Abizar
"Syukurlah nak,kaya gak tau papa sih. Dia pasti sibuk lah sayang"
"Oh iya aku lupa"
"Ayo makan sayang,kok muka nya cemberut gitu sih?"
"Iya ma. Gak papa kok ma, kecapek an aja abis kuliah di Indonesia materi nya banyak gak kayak di As"
"Iya dong sayang America kan negara maju, Indonesia berkembang beda lah "
Abizar mengambil dua potong Roti lalu pergi ke kamarnya "Bizar ke kamar ma capek"
"Yaudah jangan lupa belajar yah sayang" teriak mamanya
"Iya ma" jawab Abizar menumpas tubuh nya ke kasur
Ia masih berpikir tentang cewek yang buat ia badmood
"Lihat saja,akan ku buat tu cewek nyesal nolak kenalan padaku" batin Abizar
Keesokan harinya
Seperti biasa Rayna ke kampus paling akhir jika masuk pukul 9 tepat ia datang sekitar pukul 8:50 agar tak lama menunggu
Abizar dan ke 2 temannya mengobrol dengan Raisa dan ke 3 teman Raisa
"Jika perlu apa-apa kak Bizar boleh hubungi Raisa yah" pinta Raisa
"Okay"jawab Bizar dingin
"Kak Bizar bagaimana nyaman kan di kampus ini?" Tanya Raisa
"Yah gitulah"
"Hemmm...jangan didengarkan semua nya ka , cewek-cewek kampus ini emang agak norak jadi jangan di ambil pusing yah kak"
"Termasuk loh gitu?" tanya Abizar
"Bukan gitu ka" jawab Raisa agak malu
Ketika Abizar melihat wanita kemarin ,ia langsung berdiri dan memberi isyarat ke 2 teman nya agar pergi menuju Rayna.
"Kami tinggal dulu yah Raisa,,byy" teriak Adim pada Raisa
"Tapi kan aku belum selesai bicara"teriak Raisa melihat kepergian Abizar dia ke 2 temannya.
__ADS_1
Author
Rena Andesta***