
***HATI SEDINGIN ES ❤️
Rayna menuju kamar.
Hatinya benar-benar hancur, bahkan papa nya sendiri jahat padanya.
Ia tak percaya lagi bagaimana cinta? bagaimana bahagia?semuanya telah sirna seakan-akan hidup tapi mati.
"Mama.....hiksss...hiksss....kenapa kau tak mengajak ku pergi, kenapa tidak aku saja yang dibunuh? Kenapa harus kau mama?" Jelas Rayna menangis memeluk dirinya sendiri dibelakang pintu.
"Papa tidak peduli lagi padaku, bahkan setelah mama pergi, aku diasing kan!! Mama........"
Abizar pergi menuju kelas, tak sengaja Abizar dengar orang dibelakang nya membicarakan tentang Keributan antara Rayna dan Raisa
"Aku yakin mahasiswa fakultas hukum, yang tidak normal itu pasti dikeluarkan dari kampus karena ulah Raisa. Padahal Raisa lah yang mengganggunya dulu"
"Iya, aku juga yakin. Kau ingat kan mahasiswa fakultas ekonomi dua tahun yang lalu, sampai-sampai kampus lain tak menerima nya akibat ulah Raisa"
"Iya, aku ingat"
Itulah yang sempat Abizar dengar, membuat ia sedikit kesal.
Ia yakin dari tadi Rayna membenci nya karena perbuatan Raisa,dia cukup tahu Raisa menyukainya(Gr amat luh Abizar😁🤪)
Abizar bergegas menuju kelas Raisa, ia tak suka cara Raisa membuat rencana nya gagal. Raisa terlalu ikut campur urusannya, sungguh ia ellfeel dengan wanita seperti itu. Ia berlari agar cepat tiba dan syukurnya ia telah melihat Raisa dari kejauhan, Raisa berdiri bersama ke 3 temannya didamping taman.
"Sa,Sa,,lihat tu kak Bizar ngedeketin kau" tunjuk Echa
"Iya Sa, dia pasti mau minta maaf karena ulah Rayna" tebak Crisa
"Kan aku udah bilang, Raisa itu bisa segalanya" jawab Raisa angkuh
Tibalah Abizar depan Raisa.
"Raisa aku ingin bicara!" Pinta Abizar
"Bicara apa ka? Yasudah bicara aja disini!" Tanya dan pinta Raisa.
"Kau pikir aku suka dengan cara kau seperti ini? Kau pikir dengan kau mengeluarkan Rayna dari kampus aku bisa suka padamu?" Tanya Abizar menantang serta jijik
"Ini maksud nya apa ka salah aku apa?" Tanya Raisa seolah-olah ia tak salah
"Ingat yah, kau bisa saja aku keluarkan dari kampus di detik ini juga. Sekali lagi!!! Kau mengganggu Rayna aku tak akan memaafkan mu" teriak Abizar menunjuk mulut Raisa
"Lagian aku tidak suka ka, Kaka menyukai nya. Dia itu tidak normal kak! Bisa kah kakak buka mata Kaka. Dia itu wanita tidak normal!" Jelas Raisa berulangkali
"Bukan urusanmu"jelas Abizar menuju pergi "ingat itu" teriaknya dari jauh
"Oh my God.... Mau dimana meletak muka ku? Kenapa sih kak Abizar tak menyukai ku? Aku kurang apa?" Tanya Raisa pada teman-temannya "bahkan....entahlah😪" jelas Raisa
"Lagian Sa, mungkin kau terlalu menyukai Abizar membuat Abizar benci!" Saran Crisa
"Diam..aku tak butuh sarannya" pintar Raisa lalu pergi "ayo kita pulang".
Abizar pulang tak seperti biasanya, ia rasa hidup tak semangat lagi. Entah ada sesuatu mengangganjal dihatinya tapi dia juga tak tahu.
"Udah pulang Sayang, yasudah makan dulu!" Pinta mama pada Abizar seraya melepas tas yang Abizar bawa.
"Iya ma!" Jawab Abizar duduk dimeja makan
"Oh iya Bi, tadi jassy nelpon mama. Dia tanya kenapa kau tidak mengangkat telponnya?" Jelas mama
"Oh itu!" Jawab Abizar santai
"Kalian kenapa sih? Lagi ada masalah?" Tanya mama
"Tidak apa-apa ma"
"Apa kau menyukai Rayna?" Tanya mama membuat Abizar tersedak
"Uhukk...uhukk.." Abizar meminum segelas air putih
"Makanya makan tu pelan-pelan!"pinta mama
"Iya ma"
"Mama lihat, kau begitu ingin bersama Rayna" sambung mama lagi
"Enggak kok ma, Rayna hanya teman Abizar saja. Dia itu satu-satunya cewek yang tak mau kenalan sama Abizar" jelas Abizar
"Yakin teman? Soalnya mama khawatir kau kan sudah tunangan!" Jelas mama
"Iya ma" jawab Abizar santai.
__ADS_1
"Tapi sepertinya mama pernah lihat Rayna, tapi mama benar-benar lupa dimana?" Tanya mama
"Mungkin mirip aja ma, mana mungkin mama pernah lihat. Dia saja jarang keluar rumah kecuali kuliah" jawab Abizar
"Mungkin juga sih" jelas mama
Setelah makan Abizar kembali ke kamarnya untuk istirahat, ia lihat ada 18 panggilan tak terjawab "Jassy😍". Kening nya berkerut melihat nama itu. Lalu ia menghubungi jassy, ia merasa tak enak tak seperti biasanya, ia yang sangat ingin tau bagaimana kabar jassy.
"Kau dari mana saja dear?" Tanya Jassy khawatir "do you know?, I Miss you"
"Sorry dear, I so busy with my campus, please of your understand"(maaf sayang, aku sangat sibuk dengan kampus, silahkan kamu mengerti) pinta Abizar biasa saja
"Tapi, setidaknya kau memberiku kabar. Hampir 2 bulan di Indonesia seakan-akan kau melupakan ku" jawab Jassy
"Maaf sayang. Yasudah aku ingin ke kampus dulu ada tugas, good by dear!" Jelas Abizar berbohong dan langsung menutup telepon.
"Oh my God. Apa yang telah aku lakukan?" Tanya Abizar pada dirinya sendiri menumpas diri ke tempat tidur seraya membuka handphone nya. Tak sengaja ia lihat foto Rayna yang tak sengaja ia Fotokan ketika di villa.
"Kenapa aku berpikir tentang dia?" Tanya Abizar pada diri sendiri
Lalu ia berniat untuk menelpon Rayna,
Rayna beranjak dari belakang pintu menuju ponselnya dia tahu itu telpon dari Abizar. Rayna me reject telpon Abizar, membuat ia setress saja.
"Kurang ajar nih cewek, beraninya me reject telpon dari aku" gerutu Abizar kesal. "Tepi kenapa aku kesal sih? Ah bodoh amat" jelas Abizar menutup kepalanya dengan bantal.
Malam nya, Abizar telah siap-siap untuk kerumah Rayna, seperti janjinya kemarin. Ia terburu-buru menurunkan tangga, membuat mamanya heran.
"Mau kemana sayang, Rapih gini?" Tanya mama
"Enggak ma, kerumah teman.. yasudah ma, Abizar pergi" jawab Abizar lalu pergi.
"Hati-hati yah sayang!"
"Baik ma" jawab Abizar dari jauh
Abizar melaju mobil menuju rumah Rayna.
Di kamar. Rayna mengambil obat di lemari, yaitu obat tidur agar ia tenang, dia berencana esok tidak akan kuliah. Dunianya benar-benar hancur hanya buku lah yang bisa mengerti saat ini, yang tak akan meninggalkan nya.
Berulang kali bibi mengetok pintu kamar, tak ia pedulikan ia hanya ingin sendiri, sedangkan papa hanya peduli pada Wanita itu, menurut Rayna.
Rayna mengambil air minum untuk mengosumsi obat tidur itu, namun belum sempat ia minum handphone nya berdering,
"Ray, aku telah didepan rumahmu. Kau dimana? Aku masuk yah!" Pinta Abizar
Rayna terkejut bukan main, Tanpa melihat penampilan nya ia berlari keluar kamar dengan terburu-buru. Papa melihat Rayna turun tangga terburu-buru, tidak seperti biasanya Rayna keluar kamar.
"Rayna, akhirnya kau turun juga. Ayo makan sayang, Tante sudah buat makan an!" Jelas Agera
Tanpa menjawab Rayna berlari menuju pintu depan.
"Rayna, kau ingin kemana?"Teriak papa
"Cklekkkk" Rayna membuka pintu dan ternyata Abizar telah ada depan pintunya.
"Hai Ray!!!" Sapa Abizar
"Ngapain kesini? bukan kah telah aku katakan, jangan ganggu hidup ku lagi!!" Tanya Rayna
"Dan bukan kah aku juga pernah berkata bukan, aku tak bisa" jawab Abizar tersenyum
"Pergi, aku minta kau pergi!" Pinta Rayna
"Apa aku tidak diajak masuk?" Tanya Abizar seraya bercanda
"Tidak melayani tamu, pergi Sekarang!" Pinta Rayna lagi.
"Aku akan masuk"jelas Abizar menyingkirkan Rayna dari pintu dan ia nyerocos masuk rumah Rayna.
"Heiii...bukan kah telah aku katakan, aku tidak menerima tamu" teriak Rayna kecil
Abizar terkagum-kagum melihat isi rumah Rayna, ia pikir Rayna orang miskin yang kekurangan kasih sayang ternyata ia salah menilai. isi rumah Rayna tak jauh beda dari isi rumahnya banyak barang brended dalam gedung itu.
"Kau siapa?" Tanya papa Rayna terkejut melihat ada anak muda pria dalam rumahnya
"Hai Om, Tante, kenalin aku Abizar Pramana. Aku temannya Rayna" jelas Abizar lalu tak berapa lama tibalah Rayna dengan nyawa ngos-ngosan karena mengejar Abizar.
"Temannya Rayna?" Tanya papa seperti tak percaya
"Iya Om, lebih tepat kekasih nya Rayna" jawab Abizar lalu memandang Rayna "iya kan sayang" tanya Abizar tersenyum
"Yasudah Abizar, Rayna silahkan duduk. Kita makan malam bersama" pinta papa
__ADS_1
"tidak, aku kenyang" jawab Rayna dingin
"Ayolah Ray, emang kau tidak malu pada kekasih mu" pinta papa
"Ayolah sayang, aku tau kamu pasti malu-malu kan" pinta Abizar menarik kursi agar Rayna duduk di meja makan. Terpaksa Rayna mengikuti apa yang dikata kan Abizar, ia tak ingin terjadi keributan apa lagi harus diketahui orang lain.
"Om senang, Rayna punya teman! Apa kalian sudah lama berpacaran?" Tanya papa Rayna
"Oh hampir satu tahun Om." Jawab Abizar berbohong seraya menginjak kaki Rayna dibawah meja bertanda isyarat.
"Oh udah lama sekali yah. Om pikir selama ini Rayna tak punya selera"jawab papa
"Papa....." Teriak Rayna kesal
"Sudahlah Ray, kau mau makan apa?" Tanya Abizar seakan ini rumah nya sendiri
"Apa kau mau telor, dendeng atau kah sayur?" Tanya Abizar yang akan mengambil lauk Rayna.
Papa Rayna tersenyum melihat tingkah Abizar dan ia juga bahagia melihat Rayna bisa ber adaptasi diluar sana.
"Mama mu pasti lelah memasak! Ayolah Ray kau makan!" Pinta Abizar membuat Rayna dan papa melihat Abizar dengan tidak enak.
"Oh iya aku lupa, makanan kesukaan mu kan ramen" jelas Abizar meletakan Ramen di piring Rayna.
Rayna terpaksa memakan nasi, biasanya ia hanya makan se mangkok ramen yang telah ia sediakan dikamar nya.
Setelah makan Rayna membuka handphone nya dan mengirim pesan pada Abizar, meskipun Abizar ada disampingnya.
"Silahkan pulang! Aku muak melihat wajahmu!"
"Tidak, aku tidak akan pulang"
"Kau kenapa sih? Mau mu apa ha? Sehingga kau selalu menggangguku?"
" Aku tidak akan pulang, Sebelum kau memanggil ku sayang!" Abizar mengetik lalu mengirim ke Rayna
"Menjijikan...!" Balasan Rayna
"Abizar, satu kampus ya sama Rayna?" Tanya papa Rayna
"Iya om, sekelas lagi. Kami selalu bersama bahkan aku sering mengajak Rayna kerumah" jawab Abizar
"Emang kalian jurusan apa?" Tanya papa membuat Abizar tak percaya. Karena papa nya Rayna tak tahu jurusan anak nya sendiri.
"Sayang.. apa kau belum pulang?" Tanya Rayna gugup. Ia terpaksa memanggil Abizar sayang, ia takut ia akan ribut lagi pada papa nya depan Abizar.
Abizar mendengar itu pun terlihat senang.
"Apa kau mengusir ku? Oh kasihan sekali aku" jawab Abizar seakan minta di kasihani oleh papa Rayna
"Kau harus belajar sayang, besok banyak tugas!" Jelas Rayna menginjak Kaki Abizar geram.
"kan baru jam 8 Ray, seperti nya Abizar masih ingin bertemu dengan mu" jelas papa
"Tante kok diam aja Tan? Pasti susah yah Tan, mendidik Ray soalnya dia dingin sekali Tan?" Tanya Abizar membuat Rayna semakin marah.
"Ayo pulang!!!!" Pinta Rayna menarik tangan Abizar pergi dari meja makan.
"Ray,, aku belum selsai bicara" jelas Abizar
Rayna menarik Abizar hingga mobil.
"Sekali lagi aku peringatkan pada kau, janganlah mengusik hidupku" tantang Rayna penuh dengan amarah.
"Aku tidak bisa, karena aku mencintaimu Ray" jawab Abizar.
"Kau pikir aku peduli ha???" Teriak Rayna membuat Abizar kehilangan akal lagi, ia tak pernah melihat Rayna Semarah ini pada nya "kau telah mengusik hidupku, kau juga membuat semuanya kacau"
"Salah aku apa Ray, sehingga kau membenciku?" Tanya Abizar serius
"Kau tau apa salahmu?" Tanya Rayna sinis
" Salah mu adalah hadir ke hidup ku!" Jelas Rayna sinis."aku minta pergi".
"Ok, aku akan pergi" jawab Abizar terlihat sedih lalu masuk mobil.
Sepergian Abizar, Rayna masih berdiri menatap lajunya mobil Abizar, entah dia tak tahu kenapa benaknya merasa bersalah berkata kasar pada Abizar.
"Aku benci semuanya" batin Rayna.
Next?
Add Author di MT yah❤️***
__ADS_1