Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Kebahagiaan


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#Part28


Abizar mendapatkan telepon dari Kepalah Pustaka untuk menerbitkan naskahnya itu.


"Baik kami akan menerbitkan naskah anda, dengan catatan anda harus menulis sendiri sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, lalu dikirim lewat website kami!" Jelas pihak Pustaka membuat hati Abizar berbunga-bunga.


"Yessss......yessss....!" Aku harap naskah ku terkenal dan bisa terdengar ke telinga Rayna dengan cerita dan nama yang sama!" Jelas Abizar kegirangan.


Lalu Abizar menghubungi Celena,


"Heiiii,,, kau dimana?" Tanya Abizar.


"Aku masih dirumah, kenapa?" Tanya Agera balik.


"Kau tau? Naskah ku diterima tapi aku harus mengetik sendiri lalu dikirim ke website Pustaka!" Jelas Abizar.


"Syukurlah,, kau hebat!" Jawab Celena.


"Ini semua berkat kau, apa kau sibuk hari ini?" Tanya Abizar.


"Tidak, tapi aku main tenis nanti siang !" Jawab Celena.


"Aku jemput yah, ditempat kemarin!" Jelas Abizar.


"Ok, aku tunggu!!" Jawab Celena.


Celena tersenyum sendiri melihat cara Abizar padanya.


"Beruntung sekali wanita itu!" Benak Celena.


________________


Seminggu berlalu,


Seperti biasa Rayna pergi ke tempat latihan balet,


Rayna tiba dengan bersemangat menuju lemari peralatan baletnya. Saat Rayna membuka lemari ia menemukan sebuah kertas kecil yang berisi:


"Aku tunggu kau di taman Richie menara Thosim"


Rayna tersenyum kecil melihat itu,


"Kau tak berubah!" Benak Rayna.


"Rayna ..... Ayo kita latihan, pelatih telah tiba!!" Teriak seorang membuat Rayna bergegas mengganti baju biasa ke baju baletnya.


"Aku segera tiba!" Jawab Rayna dari dalam toilet.


Latihan telah dimulai, setiap baleter mengambil posisi masing-masing berdasarkan grub dan umur.


"One.....two...... three... Mulai, ok badan nya tolong lekukan sedikit!" Pinta pelatih pada baleter remaja.


"Yang terpenting dalam menari balet adalah kelincahan dan kelenturan tubuh, jadi kalian harus membentuk tubuh sebaik mungkin!!" Jelas nya


"Baik pak!" Jawab baleter sejenak.


"Kalian bisa lihat senior kalian, Kak Rayna. Dia bisa menjaga tubuhnya!" Tunjuk pelatih "Rayna, silahkan kau praktikan Gerakan kemarin kau pelajari!!" Pintanya.


"Baik pak!" Jawab Rayna maju ditengah-tengah baleter.


"Dan kau, sebagai penari figuran. Silahkan maju!" Pinta nya lagi.


"Baik pak!" Jawab pria itu mengikuti Rayna.


Rayna menari yang ia pelajari kemarin, yaitu panduan antara klasik dan Modern bisa disebut kontemporer. Tapi seketika tak tau bagaimana ia bisa memikirkan tentang baleter yang diberi kan Abizar padanya dulu, membuat ia gagal fokus dan terjatuh.


"Auuuuu.......!" Jelas Rayna memegang kakinya yang telah duduk dilantai.


"Ältere, apa kau baik-baik saja?" Tanya Gavina Menuju Rayna.


"Aku baik-baik saja!" Jawab Rayna.


"Ingat dalam menari balet juga butuh konsentrasi, jadi jangan berpikir tentang hal lain!" Jelas pelatih.


"Maaf pak!" Jelas Rayna.


"Kau boleh istirahat, kaki kau pasti terluka!" Pinta pelatih.


"Iya pak!" Jawab Rayna berdiri dan ditemani Gavina.


Gavina membawa Rayna duduk tidak jauh dari koridor untuk istirahat.


"Ältere kok bisa jatuh?" Tanya Gavina.


"Aku baik-baik saja! Kembali lah untuk latihan!" Pinta Rayna


" Tapi ältere, kau pasti butuh teman apa lagi kaki kau terkilir!" Bantah Gavina.


"Tidak.. aku baik-baik saja, kembalilah!" Pinta Rayna lagi.


"Yasudah, aku kembali yah ältere!!" Jawab Gavina beranjak pergi.


Kini tinggallah Rayna sendiri duduk disana, ia kembali memikirkan tentang pikirannya tadi, perlahan-lahan air mata pun turun ketika ingat semuanya.


"Diam dan tenang, kau pasti bisa melupakannya!!" Benak Rayna berusaha menahan diri nya.


"Rayna katakan pada semua, bahwa kau tidak mencintainya!" Jelas Rayna.


Setelah latihan balet, Rayna menuju taman Richie menara Thosim. Disana terlihat seorang lelaki sedang menunggunya dia sangat mengenali pria itu.


"Apa telah lama menunggu?" Tanya Rayna duduk disamping Gavin.


"Tidak, aku baru tiba!" Jawab Gavin tersenyum senang.


"Ini..." Jelas Rayna memberi sebotol minuman soda.


Gavin mengambil minuman yang diberi Rayna dan meminumnya.


"Kau tidak menjemput Gavina??" Tanya Rayna.


"Tidak... Dia ada les bahasa, jadi aku tidak perlu menjemput nya!!" Jawab Gavin.


"Oh begitu!!" Jawab Rayna.


"Oh iya Ray,apa kau sibuk setelah ini?" Tanya Gavin.


"Tidak juga, kenapa?" Tanya Rayna balik.


"Bagaimana aku traktir kau makan siang?" Tanya Gavin.


"Tidak usah, aku bisa makan sendiri!" Jawab Rayna merasa merepotkan.


"Ayolah Ray, ini sebagai perayaan sahabat kita!" Pinta Gavin.


"Tapi aku tidak merepotkan kau?" Tanya Rayna.


"Heheheh..... Mana mungkin, ayo kita pergi!!" Jelas Gavin menarik tangan Rayna.


Celena dan Abizar makan siang bersama di sebuah cafe,


"Kau tauh kata Kepalah Pustaka, novel ku sangat laris bahkan nilai harganya naik 25 %?" Jelas Abizar.


"Wah benarkah?? Kau hebat sekali!" Jawab Celena.


"Iya, bahkan followers aku di Guepedia sampai 890,999 M!!" Jelas Abizar girang.


"Kau benar-benar penulis yang hebat, tapi aku akui naskah kau benar-benar bagus bahkan teman ku ada yang menangis membacanya!" Jelas Celena mengacungkan jempol.


"Benarkah???" Tanya Abizar.


"Iya,!" Jawab Celena melanjutkan makan nya.


"Drrtttt......drtttt...." Ponsel Abizar berdering. Ia lihat yang menelponnya "Kepalah Pustaka".


"Yah, selamat siang pak!!" Sapa Abizar ramah.


"Selamat siang, penulis Abizar." Jawab Kepalah Pustaka.


"Kalau boleh tau? Ada apa yah pak nelpon tidak biasanya?" Tanya Abizar.


"Saya lihat, di ranting Germany's Pustaka novel kau paling laris!!" Jawab Kepalah Pustaka.


"Iya pak, syukurlah!!" Jelas Abizar.


"Kami merekomendasikan untuk tayang di bioskop, disini saya ingin bertanya apakah anda mengizinkannya?" Tanya Kepalah Pustaka.


"Oh saya sangat setuju pak, dan saya sangat berterima kasih pada pihak Germany's Pustaka!" Jelas Abizar terlihat girang.


"Baiklah, dua Minggu lagi bioskop akan dirilis dan kami harap anda bisa datang saat tayang perdana!" Jelas Kepalah Pustaka.


"Siap pak, saya tunggu!" Jawab Abizar kegirangan.


Abizar tersenyum senang melihat Celena.


"Ada apa?" Tanya Celena.


"Kau tau?? Novel ku akan dirilis di bioskop!" Jawab Abizar.


"Benarkah????? Wah kau benar-benar hebat!' jelas Celena.


"Aku berharap Rayna bisa melihat bioskop itu, dan ia tau bagaimana perasaan ku!" Jelas Abizar berharap.


Celena tersenyum senang menutupi rasa sedihnya "andai aku cepat hadir dihidupmu, mungkin aku sangat bahagia!" Benak Celena.


Rayna dan Gavin lewat depan Abizar serta Celena. Tapi mereka saling tidak melihat dan fokus pada urusan masing-masing.


"Kita duduk disana yah?" Pinta Gavin menunjuk kursi tidak jauh dari Abizar dan Celena.


Gavin dan Rayna memilih makanan.


Rayna melihat daftar makanan :


Falscher Hase.


Bratwurst.


Gulaschsuppe.


Bretzel.


Apfelstrudel.


Bienenstich.


Schwarzwalder Kirschtorte.


Leubkuchen.


"seperti nya ini enak!" Tunjuk Rayna pada Leubkuchen sejenis daging dicampuri roti.


"Kau pilih saja yang ingin kau makan, biar aku bayar!" Jawab Gavin.


"Benarkah?" Tanya Rayna tersenyum dan menandai Leubkuchen.


Inilah takdir tuhan, padahal berada di atap sama tapi belum bisa untuk dipertemukan. Kadang merasa benar-benar tuhan itu tidak adil akan umatnya, tapi kita bisa apa semuanya telah diatur.


"Aku ke toilet dulu yah!!" Pinta Celena menuju toilet.


"Iya, aku tunggu disini!" Jawab Abizar masih fokus dengan handphone nya, ia melihat halaman novelnya yang semakin rame dikunjung para pembaca.


"Wah......tuhan benar-benar mendengarkan doa ku!" Jelas Abizar merasa bersyukur.


______


Celena kembali dari toilet, ingin menuju Abizar tapi satu hal membuat langkahnya terhenti.


"Ray, kau juga makan disini?" Tanya Celena.


"Celena??? Iya, kau juga disini?" Tanya Rayna balik.


"Iya aku bersama temanku!" Jawab Celena menunjuk Abizar,


Rayna melihat arah Abizar tapi hanya nampak belakang nya saja, karena Abizar duduk membelakangi Rayna. Rayna merasa tak asing lag dengani punggung pria yang ditunjuk Celena.


"Oh iya Ray, aku dulu yah! Soalnya temanku ingin segera pulang!" Pinta Celena.


"Iya!" Jawab Rayna tersenyum.


"Kenapa dia mirip sekali pada Abizar!" Benak Rayna kebingungan.


"Rayna,, kau kenapa?" Tanya Gavin.


"Tidak... Ayo lanjutkan!!" Pinta Rayna.


Rayna sibuk dengan pikirannya, "mana mungkin itu Abizar, dia pasti di Amerika hidup bahagia bersama Jassy!" Benak Rayna kembali melihat arah pria tadi, sayangnya kursi itu telah kosong.


"Lupakan Rayna!!" Benak Rayna menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan makan.


___________


Malamnya telah tiba, Rayna duduk di gazebo depan jendela kamar. Pandangannya benar-benar jauh kearah langit, memikirkan tentang pria yang ia temui di cafe.


"Kenapa aku selalu memikirkan nya?" Tanya


Rayna pada diri sendiri "otakku selalu memikirkan Abizar, kenapa aku begitu bodoh?!" Tanya Rayna lagi,


Rayna melihat langit yang mulai memudar menambah kegundahan hatinya.


"Mama...... Apa kau baik-baik saja disana? Apa kau tau aku merindukan mu?" Tanya Rayna seakan-akan rindu pada mamanya.


"Berhenti Rayna.... Kau harus hidup dengan tenang tanpa mengingat masalalu termasuk Abizar!!" Jelas Rayna agar tak sedih lagi.


"Sayang,,,, apa mama boleh masuk?" Tanya Agera mengetok pintu.


Rayna menuju pintu "bentar ma!" Jawab Rayna membuka pintu.


"Apa kau telah makan? Ayo kita makan!!" Pinta Agera tersenyum lembut.


"Aku sudah makan ma!" Jawab Rayna juga tersenyum.


"Ada seseorang mencari mu!" Jelas Agera.


"Siapa?" Tanya Rayna kebingungan.


"Dia tampan, kau bisa sekali mencari pria!!" Goda Agera.


"Siapa dia ma??" Tanya Rayna beranjak turun untuk ke ruang tamu.dengan terburu-buru.


Rayna tak habis pikir kenapa dia begitu girang ketika seseorang yang mencari nya, ia lihat ternyata yang datang adalah Gavin.


"Gavin......!" Panggil Rayna.


"Hai Ray,,,!" Sapa Gavin.

__ADS_1


"Ini teman lama kau Ray, dia ingin bertemu pada kau!" Jelas papa .


"Cie. .... Jangan-jangan Rayna menangkap bunga itu ini bertanda ya pa!" Goda Agera.


"Mama.......!". panggil Rayna tak enak.


"Mama ....." Benak Gavin tak percaya"Apa mungkin Om Rean telah menikah?"


"yasudah Tante siapin minuman dulu yah!!" Pinta Agera.


"Tidak usah Tan, aku tidak lama kok. Aku dan Rayna akan pergi makan malam bersama!!" Jawab Gavin membuat Rayna semakin tak mengerti.


"Beneran ni?? Nanti nyesel!" Goda Agera.


"Iya Tan, iya kan Rayna??" Tanya Abizar memandang Rayna.


"Iya ma!!" Jawab Rayna tersenyum.


"Yasudah, Om titip Rayna yah Vin!" Jelas papa Rayna.


"Siap Om!" Jelas Gavin.


Abizar berdiri didepan jendela kamar apartemen nya, melihat arah jalan raya yang dipenuhi umat manusia sibuk dengan urusan masing-masing.


"Aku tidak tau, apa kau telah membacanya atau tidak??? Tapi aku sangat berharap kau membacanya dan melihat pesan yang tertulis di cover buku!" Tanya Abizar terlihat sedih.


"Kau tau??? Betapa aku mengharapkan kehadiran mu? Apa kau tak ingat pada perjanjian kita diulang tahunku, untuk membuka surat permintaan kita!!" Tanyaa Abizar lagi "kenapa kau tak berkata padaku, bahwa kau mencintaiku?? Jika aku tauh kau mencintaiku, aku akan memperjuangkan agar kita bisa bersama, mungkin semuanya tak kan seperti ini!" Jelas Abizar.


"Rayna......aku merindukan, I Miss you!!"


________


Mama Abizar melihat berita di televisi, ada film baru direkomendasikan penulis pendatang baru, yang ditayangkan di bioskop perdana dengan judul "seratus hari mengejar cinta Rayna!".


"Sepertinya menarik!" Jelas mama membuka YouTube untuk mengetahui sinopsis Novel itu..


"Mungkin ini hanya kebetulan saja!" Jelas mama melihat nama tokoh dalam film itu sama persis dengan Abizar, Rayna dan Jassy.


"Lahhhh... Kenapa seperti aku tau, jalan cerita ini??" Tanya mama kebingungan lalu membuka laman perpustakaan untuk memesan Novel itu.


"Wahhh ... Mahal sekalii!" Jelas mama "seperti nya, ini sangat seruh!".


Rayna dan Gavin pergi ke tepi pantai malam itu, untuk melihat indahnya pemandangan disekitar pantai dengan lampion warna-warni serta angin yang sayu seakan-akan menambah keindahan malam.


"Kau kenapa mengajak ku kesini?" Tanya Rayna.


"Aku sengaja mengajak kau kesini, ada yang Ingin aku katakan!" Jawab Gavin.


"Apa? Tidak seperti biasanya malam-malam!" Jelas Rayna.


"Penting!" Jawab Gavin tersenyum.


"Seberapa penting ka?" Tanya Rayna.


"Sangat penting, ini tentang kita, tentang masa depan kita bersama!" Jawab Gavin.


"Heeee..... Apa yang kau maksud??" Tanya Rayna sinis.


"Rayna, setelah aku pertimbangkan, aku mencintaimu!!" Jelas Gavin dengan lantang.


"Apa? Kenapa kau buat lelucon selucu ini??" Tanya Rayna tersenyum tak percaya.


"Rayna, kita sudah lama berteman, kau tau sendiri aku bagaimana?? Aku tak pernah berlelucon akan perasaan!!" Jelas Gavin membuat Rayna tersentak.


Rayna terdiam sejenak memandang Gavin.


"Aku serius Ray, bahkan jika kau ingin menikah muda aku siap! Kau tau sendiri kan aku, selalu berjanji untuk tidak ingin menikah mudah!" Jelas Gavin.


"Kau terlambat untuk mengungkapkan Semuanya!" Jawab Rayna tersenyum Kecewa.


"Terlambat???" Tanya Gavin.


"Iya, apa kau tau??? dulu sebelum kau pergi ke Amerika, aku sangat mencintaimu bahkan saat kau pergi hidup ku layaknya tak ada arti, apa lagi saat kau mengunggah foto bersama wanita di cafe itu, !!" Jelas dan tanya Rayna mengingat semuanya.


"Ray, aku minta maaf aku benar-benar tidak tau!!" Jelas Gavin.


"Dan sampai suatu ketika datanglah Abizar kehidupku dan merubah segalanya termasuk melupakan kau!!" Jawab Rayna.


"Abizar???? Siapa dia? Apa aku mengenalinya? Apa dia kekasihmu sekarang??" Tanya Gavin terlihat Kecewa.


"Dia pemilik kampus kita dan kau tidak mengenalinya dia tiba dua hari setelah kau pergi!!! Dia sempat jadi kekasihku, jadi seseorang yang paling penting dihidupku dan kami saling mencintai, sampai suatu ketika aku tahu kebohongan tentang semuanya!" Jawab Rayna terlihat sedih namun ia tutupi dengan tersenyum.


"Kebohongan???? Apa dia menyakitimu??" Tanya Abizar lagi.


"Dia tidak mencintai ku, dia telah punya tunangan dan sekarang mereka telah menikah dan hidup bahagia!!!!" Jawab Rayna.


"Syukurlah!!" Jelas Gavin.


"Heiiii apa yang kau maksud?? Apa kau suka aku dalam kesedihan??" Tanya


Rayna.


"Bukan begitu, aku bersyukur masih ada peluang untuk ku!" Jawab Gavin. "Rayna, bahagia lah bersama ku!!"


"Aku belum bisa, karena sekarang nama Abizar masih tertanam dalam benakku meskipun dia telah milik orang lain!!" Jawa Rayna.


"Rayna, seiring berjalannya waktu kau pasti bisa mencintai ku lagi!" Pinta Gavin.


"Tidak, aku belum bisa untuk saat ini. Karena apa? Aku tidak ingin menetap dengan orang yang tidak aku cintai, aku tahu itu sakit!!" Jelas Rayna memandang Gavin dengan mata berbinar-binar.


"Biar aku yang menahan sakit, aku yakin kau pasti bisa kembali mencintai ku!!" Pinta Gavin.


"Gavin, maafkan aku, hatiku belum bisa menerima kau kembali!!" Jelas Rayna.


"Apa alasan kau mencintai nya? Sehingga kau tak bisa melupakannya? Sedangkan dia telah bahagia dengan wanita lain?" Tanya Gavin terlihat kecewa.


"Aku mencintainya tanpa alasan. Gavin, jika kau mencintai seseorang tapi punya alasan kau takkan bertahan lama, jika kau mencintai nya karena harta, harta bisa saja habis. Jika kau mencintai karena cantik rupawan, semua itu bisa saja memudar, begitu pula seterusnya!! Gavin...... Jadilah sahabat terbaikku, seperti yang kau anggap dulu!!!" Jelas dan pinta Rayna bersandar di bahu Gavin.


Gavin tersenyum diatas kecewanya, sebenarnya hati ia benar-benar terluka, tapi ia tak bisa apa-apa karena semua tak bisa dipaksa termasuk perasaan.


"Aku akan berusaha jadi sahabat terbaik untukmu!!" Jawab Gavin mengelus rambut Rayna.


_____________


Dua Minggu telah berlalu, hari-hari Rayna maupun Abizar terisi dengan hal-hal positif dengan kesibukan masing-masing, namun tak mengubah perasaan keduanya meskipun tidak tauh kapan akan dipertemukan kembali.


"Nanti malam, kita akan menayangkan bioskop perdana Seratus hari mengejar cinta Rayna!!" Jelas Kepalah Pustaka "saya harap anda datang, agar orang-orang terinspirasi".


"Baik pak!!" Jawab Abizar bersemangat "saya akan datang tepat waktu!!"


"Baiklah, kami tunggu. Semoga kau bisa menerbitkan naskah kembali agar nama Germany's Semakin dikenal!!" Pinta Kepalah Pustaka.


"Baik pak, saya usahakan!!" Jawab Abizar kegirangan dan langsung saja ia menelpon Celena.


"Celena, apa kau tau nanti malam novelku akan ditayangkan di bioskop!!" Jelas Abizar kegirangan.


"Benarkah???" Tanya Celena ikut bahagia.


"Iya, Kepalah Pustaka menelpon ku dan dia berharap aku bisa menciptakan Novel kembali!" Jelas Abizar.


"Aku ikut Senang melihat kau senang!!" Jawab Celena.


"Oh iya, nanti malam aku jemput kau yah. Kita akan ke bioskop perdana. Kepalah Pustaka lah yang meminta!!" Jelas Abizar.


"Iya aku tunggu!!" Jawab Celena.


Setelah mereka bercakap-cakap di handphone, Celena terdiam di tempat tidur nya seraya berpikir.


"Seharusnya aku tak punya rasa ini!!" Jelas Celena seperti membenci dirinya sendiri. "Dia hanya menganggap ku teman, Celena ingat...... Dia hanya teman!!" Celena mengendalikan diri dari bayangan Abizar yang selalu menghantuinya.


Seperti biasa Rayna pulang dari latihan balet dengan ditemani Gavin hingga rumah, membuat persahabatan mereka semakin dekat seperti sedia kalah.


"Iya latihan hari ini cukup serius, membuat ku begitu lelah!!" Jawab Rayna meminum air soda itu menuju mobil Gavin untuk pulang.


"Oh iya Ray, nanti malam kau ikut aku yah!!" Pinta Gavin.


"Kemana??" Tanya Gavin.


"Kita nonton bioskop!!" Jawab Gavin tenang.


"Tidak ah, kau tau sendiri kan aku tidak suka menonton!!" Jawab Rayna.


"Ayolah Ray, kau tauh film ini ditayangkan perdana di Germany's bioskop dan diangkat dari novel terkenal saat ini, apa kau tak penasaran??" Jelas dan Tanya Gavin.


"Tidak... Aku tidak menyukainya!!" Jawab Rayna.


"Ayolah Ray, setidaknya temani aku!!" Pinta Gavin memohon.


"Oke.... Aku akan pergi, demi sahabat terbaikku!!" Jelas Rayna tersenyum memandang Gavin.


"Terimakasih sahabat?!" Jawab Gavin tersenyum lalu menyetir mobilnya.


1000 tiket untuk bioskop "seratus hari mengejar cinta Rayna" habis dengan cepat.


Membuat tim penyelanggaraan semakin yakin bioskop itu akan terkenal.


Sekitar 7 malam paket mama Abizar tiba melalui J&T yang berisi novel Yang membuat ia penasaran itu.


"Terimakasih!!" Jelas mama Abizar mengambil paket itu.


"Sama-sama!!" Jawab petugas J&T menuju pergi.


Mama Abizar membuka novel itu dengan cover cinta segi tiga yang membuat mama Abizar terkejut di foot halaman tertera atas nama "Abizar Pramana".


"Apa mungkin, penulis pendatang baru itu Abizar??" Tanya mama terlihat sedih juga terharu membuka halaman, cerita didalamnya sama persis dengan kenyataan saat Abizar di Indonesia dan bertemu Rayna.


"Maafkan mama nak, yang tidak bisa mengerti apa yang kau rasakan!!" Jelas mama menangis mencium novel berbentuk buku itu.


"Bahkan kau sangat terluka karena mama!!"


"Hikssss .....hikksssss.." mama Abizar menangis tersedu-sedu.


Gavin telah tiba di rumah Rayna, menunggu Rayna sedang dandan bersama Agera.


"Gavin, Om minta jangan kecewakan Rayna yah!!" Pinta papa pada Gavin.


"Om jangan salah paham, aku dan Rayna hanya sahabat seperti dulu!!!" Jelas Gavin.


"Heeeee...... Apa tak berniat untuk lebih jauh? Sepertinya Rayna sangat bahagia bersama kau?" Tanya papa Rayna.


"Om, Rayna berhak memilih jalannya sendiri. Rayna pernah berkata padaku bahwa ia masih mencintai Abizar!!" Jawab Gavin.


"Abizar???" Tanya papa Rayna serentak.


"Iya!!!" Jawab Gavin.


papa Rayna mengangguk mengerti apa yang dimaksud Gavin


Rayna turun dari kamar dengan gaun sepaha berwarna kesukaan nya biru Dongker serta wajah dirias secantik mungkin oleh Agera membuat Gavin tambah terpesona.


"Wooooo..... Kau tak seperti Rayna, kau sangat cantik!!" Jelas Gavin tersenyum memandang Rayna yang turun tangga dan diikuti Agera.


"Benarkah???" Tanya Rayna tersenyum.


"Siapa dulu dong yang dandani!??" Goda Agera.


"Rayna sangat cantik Tante, sampai-sampai aku tidak mengenalinya lagi!" Puji Gavin.


"Sudahlah ah, ayo kita pergi!!" Pinta Rayna.


"Yasudah Om, Tante. Kami pergi yah!!" Jelas Gavin hormat.


"Iya, ingat pesan Om. Kaga Rayna baik-baik!!" Pinta papa.


"Siap Om!!!" Jawab Gavin beranjak pergi.


_________


Abizar dan Celena telah hadir di bangku paling depan, banyak yang mengenal Abizar berkat novel itu terkenal.


"Ini untukmu!!" Jelas seseorang anak kecil memberi sebuah coklat.


"Terimakasih!!!" Jelas Abizar mengambil coklat lalu mengacak-acak rambut anak kecil itu bertanda gemas.


"Aku menyukaimu!!" Jelasnya.


"Benarkah??? Kaka juga menyukai mu!!" Jawab Abizar senang.


Sekitar pukul 8 : 30 malam, Germany's bioskop telah diramaikan pengunjung, termasuk Gavin dan Rayna telah ada disana.


Rayna dan Gavin duduk di kursi baris ke 4 dari depan.


"Aku tidak menyangka bisa seramai ini!" Jelas Rayna.


"Bukankah telah aku katakan Ray??? Ini film diangkat dari novel terkenal saat ini!!" Jelas Gavin.


_____________


30 menit telah berlalu, film telah ditayangkan membuat seisi Ruangan redup itu bersorak senang.


Tapi berbeda dengan Rayna, ia merasa sangat mengenali alur cerita itu, apa lagi dengan nama-nama tokoh sama persis pada kenyataan hidupnya.


"Ini tidak mungkin!!! Siapa yang telah melakukan ini??" Tanya Rayna terlihat sedih harus mengingat masa-masa itu.


"Kau baik-baik saja Ray??" Tanya Gavin melihat ekspresi Rayna tak seperti biasanya.


Abizar selalu melihat sekeliling sesekali ia juga melihat belakang berharap Rayna menonton juga.


"Apa kau telah melihatnya??" Benak Abizar.


Cuplikan film :


BI, apa Rayna ada dirumah?" Tanya Abizar.


"Maaf tuan, nona Rayna sedang keluar!" Jawab bibi.


"Kalau boleh tau, Rayna kemana Bi?" Tanya Abizar.


"Soal itu, bibi tidak tau tuan!" Jawab bibi seperti ketakutan.


"Bi, jujur padaku Apa Rayna baik-baik saja?" Tanya Abizar.


"Maaf tuan, aku tidak bisa menjawab nya karena ini perintah dari nona!" Jawab bibi. "Tapi aku merasa tuan telah mengecewakan nona Rayna sehingga ia sangat membenci tuan!"


Abizar terdiam, untuk sadar diri bahwa ia membuat Rayna terluka. Tak berapa lama mobil Rayna tiba di garasi membuat Abizar senang.


"Oh ini rumah Rayna!!" Jelas Jassy keluar mobil ia ingin tau apa yang mereka bicarakan.


"Rayna.....!" Panggil Abizar melihat wajah dingin Rayna.


Rayna tak menanggapi nya "perlu apa lagi kau kesini?" Tanya Rayna dingin.


"Ray, aku merindukan kau... Aku tidak tau kenapa aku selalu berpikir tentang kau!" Jelas Abizar.


"Aku tidak peduli....!" Jawab Rayna dingin.

__ADS_1


"Ray, aku tau kau sangat marah padaku tapi harus kau ketahui apa yang aku katakan itu benar!" Jelas Abizar menuju Rayna.


Rayna memandang Abizar dengan mata berkaca-kaca dan duka yang mendalam tak terasa air matanya jatuh.


"Kenapa kau ingkari semuanya? Kenapa kau tak pernah mengerti dengan apa yang ku rasa??? Kenapa?????" Teriak Rayna menangis, ia terbawa emosi sehingga ia mengeluarkan apa isi hatinya selama ini.


Jassy melihat semua ini semakin luka,


"Ray,, aku tidak bermaksud melukai kau... Awalnya benar aku ingin balas dendam dengan kau atas kau menolak kenalan padaku, tapi aku terbawa perasaan selama aku bersama kau aku menjadi lupa semuanya!!" Jelas Abizar.


"Kenapa kau lakukan ini ha?? Kau tau sebelum aku mengenali kau dunia ku telah hancur dan sekarang kau ingin menghancurkannya untuk ke dua kali!!!hikss....hiksss..." Teriak Rayna menangis


Abizar memeluk Rayna dengan sedih.


"Lepaskan aku.... Aku tidak ingin melihat kau lagi, aku tidak ingin jatuh ke jurang yang sama!!" Pinta Rayna berusaha melepaskan pelukan dari Abizar.


"Tidak.... Aku tidak bisa melepaskan mu!" Jawab Abizar


Rayna berhenti bernafas saat mendengar percakapan itu, itu adalah percakapan terakhir nya bertemu Abizar, ia berdiri beranjak pergi kebetulan saat itu Abizar melihat kebelakang namun Rayna tak melihatnya.


"Rayna...... Kau ingin kemana??" Tanya Gavin mengejar Rayna yang terlihat sedih.


"Rayna!!" Panggil Abizar.


"Rayna??" Ulang Celena.


"Aku harus kejar, Rayna ada disini!!" Jelas Abizar berdiri.


"Tapi sebentar lagi kan film selsai Abizar!!" Bantah Celena, tapi tidak Abizar hiraukan demi mengejar Rayna keluar.


"Ray kau kenapa???" Tanya Gavin menarik tangan Rayna.


Air mata Rayna turun bila mengingat masa-masa dimana saat ia diidonesia.


"Apa kau sengaja membuat aku terluka??" Tanya Rayna menangis memandang Gavin.


"Apa yang kau maksud Ray???" Tanya Gavin tidak mengerti.


"Kau tau?? Film itu kisah hidup dan cinta ku!! Aku telah bersusah payah untuk melupakannya. Tapi kenapa??? Kenapa kau mengajak ku menonton ini semua??" Teriak Rayna.


"Rayna,, aku tidak tau!!!" Jawab Gavin.


"Akhirnya kita dipertemukan Kembali!!!! Meskipun harus menunggu terlalu lama!!" Teriak Abizar dari belakang Rayna.


Rayna sangat tahu suara itu dan ia menoleh.


"Rayna...... Apa kau mengingatkan ku?" Tanya Abizar tersenyum senang dan juga haru mendekati Rayna.


Mata Rayna berbinar-binar melihat mata Abizar, orang yang ia rindukan selama ini ada didepan matanya.


"Berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan aku mencari dan mencari serta menunggu kapan aku bisa bertemu pada mu??? Aku sengaja membuat cerita tentang kita, agar aku bisa menemui mu lagi. Rayna....apa kau tak merindukan ku??" Tanya Abizar memandang Rayna dengan sedih.


"Aku telah melupakan mu, jadi jangan hiraukan perasaan ku. Bukankah kau telah menikah pada Jassy??" Jawab dan tanya Rayna menurunkan air matanya.


"Rayna...... Jika aku menikahi Jassy, aku tidak mungkin sejauh ini mencari mu, sampai-sampai menulis cerita tentang kita dan diketahui banyak orang berharap kau membacanya!!" Jawab Abizar kritis.


Celena keluar melihat Abizar dari jauh beserta Rayna.


"Ray!!!" Benak Celena dari jauh.


"Kenapa kau tidak bilang dari dulu jika kau seperti ini? Kenapa kau tak ada disaat aku benar-benar terpuruk..... Hingga aku tak sanggup menjalankan hidup semuanya karena kau!!" Teriak Rayna menangis memandang Abizar.


"Aku mencintaimu!!!!" Jawab Abizar memeluk Rayna dengan tangis haru serta bahagia.


Rayna terdiam berusaha mengendalikan dirinya.


Celena mendekat Abizar dan juga Rayna disertai Gavin.


"Ray????? Aku tidak menyangka ternyata kau adalah Rayna yang dicari Abizar??" Tanya Celena tersenyum menutup lukanya.


"Celena!!" Panggil Rayna.


"Kalian sudah saling mengenal??" Tanya Abizar.


"Iya, dia wanita yang aku ceritakan ketika aku main tenis!!" Jawab Celena.


"Berarti,,, saat aku menjemput kau. Rayna ada disana??" Tanya Abizar.


"Benar!!!" Jawab Celena.


"Dia siapa Ray???" Tanya Abizar melihat Gavin di belakang Rayna.


"Haiii Abizar, aku Gavin sahabat Rayna!!" Jelas Gavin menggulurkan tangan pada Abizar.


"Benarkah?? Senang bertemu pada mu!!" Jawab Abizar menyambut tangan Gavin.


"Rayna sering menceritakan tentangmu, bahagiakan Rayna yah!!!" Pinta Gavin lalu beranjak pergi.


"Gavin......!!" Panggil Rayna membuat Gavin berhenti sejenak.


"Jadilah sahabat terbaikku!!!!! Kau adalah kakak lelaki yang terindah untukku!!" Jelas Rayna.


"Iya, aku akan selalu ada disaat kau membutuhkan.... Bahagia selalu Ray, aku menyayangimu!!" Jawab Gavin pergi.


Kini tinggallah Rayna, Abizar dan juga Celena.


"Abizar bagaimana dengan bioskop??" Tanya Celena.


"Tidak ..... Aku tidak peduli, sekarang aku telah menemukan tujuan ku!!!!" Jawab Abizar memegang tangan Rayna "ayo kita pergi!!" Pinta Abizar.


"Tapikan??" Bantah Rayna.


"Ayo Ray, kita sudah lama tak bertemu. Apa kau tak merindukan ku??" Jawab dan tanya Abizar menarik Rayna ke mobilnya tanpa memperdulikan Celena.


"Hati tolong kuatlah, dia hanya temanmu!! Kau tak boleh memaksakan semua!!" Benak Celena memegang dadanya.


__________


Tidak ada sedikitpun sedih diraut wajah Rayna


Maupun Abizar, layaknya dunia milik mereka berdua ditepi pantai malam itu.


"Ayo kita kerumah mu!!!" Pinta Abizar.


"Untuk apa?" Tanya Rayna.


"Apa papa kau dirumah??" Tanya Abizar.


"Iya, papa dirumah! Ada apa??" Tanya Rayna.


"Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya!!" Jawab Abizar tersenyum.


"Maksud kau??" Tanya Rayna kembali.


"Mari kita menikah!!!!" Pinta Abizar serius memegang kedua bahu Rayna.


"Apa kau serius?? Apa kau tak taruhan lagi?" Goda Rayna.


"Rayna aku mencintaimu!!!!!!!!" Teriak Abizar.


"Heiiiii sudahlah, nanti kau dibilang orang gila!!" Pinta Rayna.


"Apa kau masih tidak percaya??" Tanya Abizar serius.


"Tidak!!!" Jawab Rayna berlari menuju mobil Abizar.


"Heiiii.....!!!!" Teriak Abizar mengejar Rayna menuju mobil.


_____________


Abizar tiba dirumah Rayna, yang kebetulan papa dan Agera duduk di ruang keluarga.


Kedatangan Rayna dan Abizar membuat papa maupun Agera terkejut.


"Rayna???? Gavin dimana??" Tanya papa.


"Selamat malam Om Tante!!" Sapa Abizar.


"Gavin pulang pa!!" Jawab Rayna duduk depan papa dan juga Agera.


Papa melihat raut wajah Abizar lalu ia juga lihat raut wajah Rayna yang terlihat bahagia.


"Ada perlu apa kau kesini Abizar??" Tanya papa.


"Aku ingin menikahi Rayna om!!" Jawab Abizar tegas.


Papa Rayna terdiam melihat ekspresi Abizar yang sangat serius.


"Apa kau tak akan melukai Rayna lagi??" Tanya papa sedang memegang novel Abizar ditangan nya.


"Aku telah lama menanti Rayna, disetiap pagi melihat fajar seolah-olah aku bisa bertemu nya dan setiap sore melihat senja seolah-olah aku bisa mengobrol padanya, bahkan aku relah menulis cerita tentang aku padanya mencari petunjuk dimana dia berada, semua kulakukan demi Rayna!!" Jawab Abizar terlihat sedih.


"Aku telah mengetahui semuanya. Menikahlah bahagiakan Rayna,,,, ingat jangan pernah kau lukai hati Rayna!!" Pinta papa.


"Terimakasih om, aku janji akan membuat Rayna bahagia!!" Jawab Abizar memeluk Rayna.


"Ternyata, Rayna benar-benar akan menikah pa!!" Jelas Agera.


"Mama......!" Panggil Rayna bahagia.


"Mama????" Ulang Abizar.


"mereka orang tuaku! Sekarang aku telah bahagia seperti orang diluar sana!!" Jawab Rayna.


"Benarkah??? Aku sangat bahagia mendengar nya!" Jelas Abizar.


____________________


Setelah luka begitu lama akhirnya Rayna temukan dimana titik kebahagiaan nya, yah yaitu bersama Abizar Pramana.


Sekitar pukul 11 pagi Rayna dan Abizar kembali ke Indonesia untuk bertemu serta meminta restu pada papa dan mama Abizar.


Abizar sengaja masuk rumah tanpa mengetuk pintu sebagai surprise untuk mama nya,


Hari itu hari Minggu kebetulan kantor papa Abizar libur dana hari ini Hanya diisi dengan menonton televisi.


"Selamat pagi menjelang siang!!" Sapa Abizar memegang tangan Rayna.


Papa dan mama terkejut melihat sepasang kekasih yang terlihat bahagia itu.


"Abizar!!!" Panggil mama berdiri menuju Abizar.


"Aku pulang ma, pa!!" Jawab Abizar duduk depan papa nya.


Papa Abizar merasa malu , karena dulu pernah menghina Rayna dan ia seolah-olah menutup wajahnya.


"Kau pulang!!?" Tanya papa dengan wajah memerah.


"Kau tak perlu tak enak padaku, aku tidak dendam!!" Jelas Rayna memandang papa Abizar.


"Oh iya, terimakasih!!" Jawab papa Abizar tersenyum malu.


"Kau tau nak, mama sangat khawatir pada kau!!" Jelas mama memeluk Abizar.


"Benarkah??? Aku juga sangat merindukanmu!!" Jawab Abizar.


"Mama, papa kami akan menikah.... Aku harap kalian merestuinya!!" Jelas Abizar membuat papanya serentak.


"Benarkah?????? Kami menyetujuinya!!!" Jawab papa dengan senang karena satu besan pada atasannya.


"Iya, mama juga sangat merestuinya. Mama tau kau mencintai Rayna!! Jelas mama


"Aku tidak percaya bahagia itu ada untukku, ketika aku terpuruk dalam kesdihan dulu. Tapi sekarang, aku benar-benar percaya bahwa setelah hujan ada pelangi....." Benak Rayna tersenyum.


Sesuai janjinya dulu, jika ia bahagia bersama Abizar. Rayna akan membawa Abizar ke makam mamanya.


Tibanya di makam, Rayna dan Abizar memberi hormat serta meletakan bunga mawar diatas kepala makam


.


"Mama, aku datang melihat mu!!! Sekarang aku sangat bahagia, aku telah menemukan orang yang mencintai ku dengan tulus!!" Jelas Rayna hormat pada makam mamanya.


"Mama, jujur aku sangat berharap mama bisa datang saat hari pernikahan ku. Tapi, aku harus sadar mama telah bahagia bersama Yesus...... Mama aku mencintaimu!!" Jelas Rayna lagi.


"Tante, aku memang tidak pernah melihat kau apa lagi mengenal kau? Tapi aku percaya kau pasti secantik penyemangat ku, putrimu. Aku berjanji akan menjaga permata kau ini..... Semoga bahagia Tante!!" Jelas Abizar hormat meletakan bunga mawar beserta win.


Kematian, tak bisa ditolak karena itu adalah takdir dari Tuhan. Maka dari itu kita harus menerima kenyataan, meskipun sulit. Karena apa? Semuanya takkan kembali, hanya bisa mengenang dan mengenang, seperti itulah Rayna.


Setelah ke pemakaman, Rayna dan Abizar pergi ke danau dimana tempat mereka berjanji akan bertemu lagi ketika ulang tahun Abizar dulu.


"Tidak berubah!!!" Jelas Rayna melihat sekeliling danau itu.


"Semuanya takkan berubah, selagi hatiku milikmu!!" Jawab Abizar.


"Benarkah????" Tanya Rayna.


"Iya, karena alam akan marah bila semuanya dirubah termasuk hatiku padamu!" Jelas Abizar.


"Ternyata Abizar ku bisa merangkai kata semenjak jadi penulis!!" Goda Rayna menuju bawa pohon tempat mereka menanam permintaan.


"Kau ingat dibawah ini?" Tanya Abizar.


"Ayo kita menggalihnya!!" Pinta Rayna.


"Ayo!!!" Jawab Abizar menggalih kan tanah itu dengan tangannya dan tak berapa lama terlihat lah botol Aqua yang berisi dua kertas itu.


"Aku akan membaca permintaan mu!" Pinta Abizar.


"Ok, ayo kita tukaran!!" Jawab Rayna menukarkan kertas permintaan.


"Ayo kita baca bersama-sama!!" Pinta Abizar.


"1.....2....3" Abizar menghitung.


"Aku mencintai Abizar, hari ini esok dan selamanya!! Teriak Abizar membaca kertas permintaan Rayna. "Wah, kau mencintai ku juga saat itu!!" Goda Abizar.


"Dasar...." Jelas Rayna membuka kertas permintaan Abizar. "Aku mencintaimu Rayna, maaf aku telah berbohong padamu. Tapi, asalkan kau tau? Aku Hanya mencintaimu saat ini, esok dan selamanya!!" Jelas Rayna membaca kertas permintaan Abizar.


"Sekarang, apa yang kita inginkan telah tercapai, ayo kita bahagia bersama!!" Pinta Abizar memeluk Rayna.


"Jadilah ayah dan suamiku, yang selalu mengingatkan ku ketika salah dan selalu jadi orang terbaik yang pernah kukenal!!" Jawab Rayna tersenyum senang.


"Demi Yesus, aku mencintaimu Rayna Nicholewesy.." jelas Abizar lagi.


Ending ❤️


Jika percaya setelah hujan ada pelangi, maka kau harus percaya setelah luka ada bahagia 😊❤️


_____RenaAndesta


Rekomendasi Naskah selanjutnya ka??


Jangan lupa tinggalkan jejak yah❤️


Semoga menyenangkan 😊

__ADS_1


Assalamu'alaikum ❤️


❤️


__ADS_2