
HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part26
Seminggu berlalu Rayna masih dirumah sakit, tapi kondisinya berangsur-angsur membaik membuat papa dan Agera terlihat senang.
"Selamat pagi sayang!!" Sapa papa dan Agera masuk ruang rawat Rayna.
"Selamat pagi Pa, Tante!" Jawab Rayna tersenyum.
"Waktunya makan!" Jelas Agera.
"Iya sayang, kita makan dulu yah!" Pinta Papa.
"Iya pa, Tan!" Jawab Rayna duduk dari terbaring nya.
"Apa kau tau masakan Tante sangat enak? Tante masak dengan perasaan!" Jelas Agera menyuapi Rayna.
"Benarkah????" Tanya Rayna makan.
"Bagaimana??" Tanya Agera.
"Wah.... Benar-benar enak!" Jawab Rayna tersenyum.
"Iya dong, siapa dulu yang masak!" Jelas Agera.
"Oh iya sayang, setelah ini kita tinggal dimana?" Tanya papa.
Rayna berhenti sejenak untuk makan "aku ingin kita menetap disini pa dan membuka lembaran baru tanpa melibatkan masalalu. Indonesia terlalu banyak kenangan!" Jelas Rayna tersenyum.
"Iya sayang, Tante dan papa pasti mengikuti apa yang Rayna inginkan!" Jelas Agera.
"Iya sayang, apa yang dibilang Tante Agera benar!" Sambung papa.
"Terimakasih pa, Tan!" Jawab Rayna.
"Yasudah papa keruang dokter dulu yah, ingin ngcek perubahan kondisi kau!" Jelas papa.
"Iya pa, hati-hati!" Jelas Rayna.
"Pasti sayang, aku titip Rayna yah!" Jelas papa meminta pada Agera.
"Iya sayang!" Jawab Agera.
Kini tinggallah Agera dan juga Rayna.
"Oh iya sayang, setelah ini kau ingin kuliah dimana?" Tanya Agera.
"Aku akan jadi baleter kembali Tan, kembali ke dunia kesenian yaitu nari balet. Aku harap Tante ingin menemaniku latihan!" Jelas Rayna.
"Wahhh keren, Tante sangat mendukung sayang dan Tante akan menemanimu!" Jawab Agera.
"Aku akan bercahaya dan mesti melupakan semuanya!" Jelas Rayna tersenyum membuat Agera semakin senang.
"Lalu bagaimana dengan Abizar?" Tanya Agera.
"Aku akan melupakan nya, dia terlahir bukan untukku seharusnya aku sadar akan itu dari dulu!" Jawab Rayna tersenyum dari sedih nya.
"Kau pasti bisa sayang, sejatinya orang yang mencintai mu takkan membuat kau luka!" Jelas Agera memegang tangan Rayna.
"Iya Tan, terimakasih yah telah merawat Rayna!" Jelas Rayna.
"Ini sudah kewajiban Tante!" Jawab Agera.
Abizar sibuk dengan karyanya, bahkan setiap malam ia bergadang demi menulis novel yang ingin ia publikasikan itu.
Ia berdiri melihat cermin, lingkaran hitam dimatanya bertanda bahwa ia lelah "aku belum tidur dari semalam!" Jelas Abizar menumpas dirinya ketempat tidur, ia mencoba menghubungi Rayna.
"Semoga saja!" Jelas Abizar.
Tapi kali ini tidak seperti biasanya,
"Aktif???" Girang Abizar.
Dengan terburu-buru bibi menuju ponsel Rayna.
"Diangkat tidak yah?" Tanya bibi pada dirinya sendiri.
"Rayna angkat Rayna!!" Jelas Abizar gelisah.
Akhirnya bibi yang mengangkat telepon itu,
"Rayna.... Kau dari mana saja? Kau dimana sekarang aku sangat mengkhawatirkan mu? Katakan padaku kau dimana Ray?" Tanya Abizar terlihat khawatir.
"Maaf tuan, ini bukan nona Rayna!" Jawab bibi.
"Bibi? Rayna mana Bi?" Tanya Abizar.
"Maaf tuan, tuan besar telah minta merahasiakan semuanya jadi bibi tidak bisa menjawab!" Jelas bibi.
"BI... Aku mohon bi, katakan padaku dimana Rayna!!! Aku telah diluar negeri berharap Rayna juga disini!" Pinta Abizar.
"Maaf tuan, bibi tidak bisa!" Jelas bibi.
"BI, kau tau aku bagaimana? Aku bukan orang jahat Bi! Bi tolong kasih handphone pada Rayna aku ingin bicara padanya" pinta Abizar.
"Iya bibi tau, tapi masalah nya nona Rayna tidak diidonesia lagi tuan!" Jawab bibi.
"Dimana Rayna bi?" Tanya Abizar lagi.
"Bibi terpaksa menjawab nya karena bibi kasihan pada tuan!" Jelas bibi "nona Rayna di Jerman, dia sedang sakit. Mungkin tak berapa lama lagi dia akan kembali ke Indonesia!" Jelas bibi.
"Sakit??? Rayna sakit apa bi?" Tanya Abizar khawatir.
"Setelah tunangan tuan memberi undangan kerumah, nona Rayna jadi frustasi dan dia melakukan bunuh diri!" Jelas bibi membuat hati Abizar ter tusuk-tusuk layaknya bara api.
"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang bi?" Tanya Abizar berdiri dengan khawatir.
"Rumah sakit Indonesia telah menolak akan penyakit nona, sehingga dia dirujuk kerumah sakit internasional!" Jawab bibi.
Abizar terduduk dilantai mendengar berita tentang orang yang ia sayangi itu "apa sekarang dia baik-baik saja bi?" Tanya Abizar.
"Bibi belum menelponnya tuan, tapi mendengar berita Dua Minggu yang lalu nona masih koma!" Jelas bibi.
"Beri tahu aku Bi, dirumah sakit mana Rayna dirawat?" Tanya Abizar lesuh.
"Maaf tuan, soal itu bibi tidak tau!" Jawab bibi. "Yasudah tuan, bibi mau istirahat dulu!" Jelas bibi mematikan telepon.
Abizar terdiam di pojok kamar apartemen "kenapa kau lakukan ini? Aku pikir kau pergi meninggalkan ku untuk sementara saja! Tapi kau berniat pergi untuk selamanya dari ku!" Jelas Abizar terlihat sedih
"Bila memang kau dijerman aku akan mencari mu!" Jelas Abizar berdiri untuk kekamar mandi membersihkan diri.
Papa Rayna terlihat senang keluar dari ruangan dokter dan menuju ruang rawat Rayna.
"Sayang, kau sudah dibolehkan pulang!" Jelas papa girang.
"Benarkah?????" Tanya Rayna juga tersenyum.
"Tante sangat senang kau sudah bisa pulang sayang, kita akan masak bersama, makan bersama, dan jalan-jalan bersama!" Jelas Agera memeluk Rayna.
Rayna sangat terharu akan itu, ternyata Agera yang ia bayangkan selama ini tak seburuk yang ia pikirkan, tak terasa air matanya jatuh.
"Kau kenapa menangis sayang?" Tanya Agera.
"Terimakasih yah Tante, telah mau jadikan aku seperti anak Tante!" Jawab Rayna.
Air mata Agera pun juga turun, ia teringat akan masalalu nya membuat ia tak bisa mempunyai anak "mama kau pernah bilang dahulu, bahwa anak nya juga anak Tante. Kau jangan khawatir anggap saja Tante seperti mama mu!" Jelas Agera.
"Harusnya aku tak berlarut dalam kesedihan terlalu lama hingga aku lupa bahwa masih banyak orang yang menyangi ku!" Jelas Rayna.
"Iya sayang, percaya lah itu!!! ada papa, ada Tante dan masih banyak sekali!" Jelas Agera.
"Yasudah papa siap-siap untuk pulang yah, mau bayar administrasi!" Jelas papa.
"Iya pa!" Jawab Rayna.
"Hati-hati yah sayang!!" Pinta Agera.
"Iya" jawab papa.
Jassy kembali ke rutinitasnya, kuliah di bidang manajemen bisnis. Ia sengaja mengambil jurusan itu ingin mengikuti jejak Dady nya di Perusahaan.
"Haruskah membuka lembaran baru!!" Benak Jassy "kau pikir itu mudah, butuh waktu 2 tahun untuk melupakan semuanya, aku tidak tau apa yang terjadi pada kau saat ini? Dan dimana kau berada? Tapi yang pasti, kau masih ada dalam benakku!" Benak Jassy sebelum pergi ke kampus nya.
"Sayang, ratu Dady belum berangkat?" Tanya dady menuju Jassy.
"Iya Dady aku akan segera berangkat!" Jawab Jassy terlihat sedih.
"Ratu Dady tak boleh cemberut ah,,, kau tau Dady punya sesuatu untuk sang ratu!" Jelas Dady menghibur Jassy.
"Apa??" Tanya Jassy penasaran.
"Taraaaaa..... Dady membeli kalung untuk ratu Dady tercantik di dunia! Apa kau suka?" Jelas Dady mengeluarkan kalung berwarna putih dengan liontin burung merpati.
"Ini cantik, aku sangat menyukainya!" Jelas Jassy.
"Dady akan memasang nya!" Pinta Dady memasang kalung itu ke leher Jassy.
"Thank you dad, I love you so much!" Jelas Jassy memeluk Dady nya.
"Apa pun yang ratu Dady minta, pasti Dady penuhin tapi jangan sedih lagi yah sayang!" Pinta Dady.
"Aku tidak sedih, aku baik-baik saja!" Jawab Jassy tersenyum.
"Yasudah, sekarang ratu Dady boleh berangkat!!" Jelas Dady.
"Iya Dady, aku berangkat....see you!" Jelas Jassy beranjak pergi.
"See you letter!!" Jawab Dady melihat kepergian anak Nya
"Mana mungkin saya membiarkan kau terluka Jassy, cukup saja kau terluka karena tak punya ibu!!" Benak Dady lalu membuka handphone nya dan menghubungi papa Abizar.
"Apa yang kalian lakukan sehingga kalian tidak bisa mengendalikan Abizar?" Tanya Dady
__ADS_1
"Maaf pak Eger atas batalnya pernikahan anak kita, kami akui ini salah Abizar!" Jelas papa Abizar.
"Kalian tau bukan, saya paling tidak suka melihat anak saya terluka?" Tanya Dady.
"Iya kami tau pak, sekali lagi kami minta maaf sekali!" Jelas papa Abizar memohon.
"Sebenarnya saya ingin memutuskan kerja sama dan menarik hutang perusahaan Permana Grub!!" Jelas Dady membuat papa Abizar terkejut setengah mati.
"Pak, saya mohon pak jangan lakukan itu, saya janji akan menikah kan Abizar dan Jassy!!" Jelas papa Abizar.
"Tapi saya gagal memutuskannya demi anak semata wayang saya!" Jelas Dady membuat hati papa Abizar kembali tenang.
"Terimakasih pak Eger!!" Jelas papa Abizar.
"Tapi jangan senang dulu, saya lakukan itu demi Jassy!" Jelas Dady.
"Iya pak saya mengerti!" Jelas papa Abizar.
Sore nya Abizar pergi ke pantai seperti biasa untuk melihat senja, matanya cukup sayu seperti sangat kelelahan, layaknya pekerja kerasa yang handal.
"Apa ini rasanya menunggu tanpa kepastian??" Tanya Abizar pada diri sendiri.
"Bahkan aku tidak tau kapan kau akan datang, Apa kau tau yang kurasakan saat ini? rasa terbunuh tapi tak mati?? Bukankah itu sakit?" Benak Abizar melihat deruh ombak yang bergelombang.
"Kau tau betapa lelahnya aku memikirkan tentang kau, Rayna.... Bisakah engkau memberi ku petunjuk bahwa kau ada disini!" Jelas Abizar.
"Abizar......!" Panggil seseorang dari jauh lalu menuju Abizar.
Abizar cukup kenal dengan suara itu.
"Sudah aku duga, kau disini makanya aku kesini!" Jelas Celena.
"Dari mana kau tau?" Tanya Abizar.
"Kan kau sendiri yang berkata bahwa setiap sore dan pagi kau melihat senja dan fajar!"Jawab Celena.
"Oh iya aku lupa!" Jawab Abizar.
"Aku lihat raut wajahmu terlihat cukup sedih! Apa ada masalah?" Tanya Celena.
'tidak, aku baik-baik saja!" Jawab Abizar menutup semuanya.
"Kau tak perlu sungkan padaku, aku tau kau sedang ada masalah!" Jelas Celena.
"Aku tidak tauh sampai kapan penantian ini berakhir?" Tanya Abizar kembali melihat arah ombak.
"Kenapa kau memulainya jika kau tak ingin menunggu akhir?" Tanya Celena.
"Maksud kau??" Tanya Abizar balik.
"Iya,, kenapa kau menantinya jika kau tak mampu untuk menuggu hingga akhir?" Tanya Celena.
"Tapi, akankah semua yang aku ingin sesuai dengan kenyataan?" Tanya Abizar.
"Selagi kau yakin, semuanya akan terjadi setidaknya sebatas bayangan!" Jawab Celena.
"Sekarang dia juga berada di Jerman, tapi aku tidak tau dimana dia tinggal!" Jelas Abizar.
"Nah, bukankah itu petunjuk?" Tanya Celena.
"Sekarang, aku layak nya bunga yang telah layu tinggal dua pilihan antara bersemangat untuk hidup menyerah untuk mati!" Jelas Abizar.
"Abizar..... Percayalah kau dan Rayna pasti dipertemukan kembali....!" Jelas Celena meyakinkan.
"Aku takut jika dia harus frustasi kembali, pasti dia akan sedih!" Jelas Abizar lagi.
"Positif thinking Abizar!!" Teriak Celena.
Dua hari telah berlalu, hari itu Rayna dan Agera pergi ke butik membeli baju pengantin untuk pernikahan papa Rayna dan Agera. Hari-hari Rayna terisi dengan hal positip semenjak selalu bersama Agera layaknya ana dan ibu.
"Tante suka warna apa?" Tanya Rayna melihat-lihat baju.
"Warna putih lah sayang, kan untuk pernikahan!" Jelas Agera.
"Oh iya Tan, aku lupa!!" Jelas Rayna mengambil sebuah baju "yang ini menurut aku bagus Tan?" Tanya Rayna.
"Seperti nya kekecilan deh pada Tante, ini ukuran kau!" Jelas Agera melihat baju yang ditunjukkan Rayna.
"Tapi iya juga sih Tan, ini kan agak small" jelas Rayna seolah-olah mengukur pada tubuhnya.
"Ini dia, ini pasti cocok dengan Tante!" Jelas Agera menemukan gaun berwarna putih ke sliveran.
"Iya Tan, ini pasti cocok pada Tante!" Jelas Rayna tersenyum senang.
"Iya, Tante coba dulu yah!" Pinta Agera masuk ke ruang ganti.
Rayna melihat baju-baju disekitarnya, matanya tertuju pada sebuah baju membuat ia tersenyum.
"Ini mirip sekali pada baju Abizar!" Benak Rayna tersenyum tapi bila ia ingat Abizar dan Jassy telah menikah senyumnya menjadi sebuah kesedihan.
"Lupakan Rayna, kau pasti mendapatkan kebahagiaan!" Benak Rayna.
"Rayna,, bagaimana??" Tanya Agera berkeliling memperlihatkan baju yang dipakainya.
"So beautiful!!" Jelas Rayna tersenyum.
___________
Setelah Rayna dan Agera ke butik, mereka ke Market untuk berbelanja serta nyetok makanan dalam Minggu ini.
Rayna memegang troli belanja sedangkan Agera memilih bahan belanjaan.
"Itu apa Tan?" Tanya Rayna pada suatu benda.
"Ini tapioka, untuk menggoreng udang, lobster serta daging ayam, ****!" Jawab Agera memasukkan dalam troli belanja.
"Ohhh..... Kalau yang itu?" Tanya Rayna lagi.
"Kalau ini namanya sayur sebagai pelengkap sop! Apa kau tau mama mu dulu suka sekali makan sop buatan Tante!" Jelas Agera.
"Benarkah??? Aku jadi tidak sabar untuk makan sob buatan Tante!" Jelas Rayna.
"Ah kau bisa saja!" Jelas Agera.
Rayna tersenyum melihat Agera seakan-akan menjadi mama nya itu "mama, aku akan menikmati dunia ini dengan sebaik-baiknya!"" Benak Rayna.
"Apa kau tak ingin makan ramen?" Tanya Agera menegang 1 pack Ramen.
"Aku menyukainya Tan!" Jawab Rayna merebut ramen dan memasukan dalam troli.
Tanpa Rayna dan Abizar sadari, mereka berada di atap yang sama, sama-sama belanja di Market tapi lain arah sehingga mereka tak bisa bertemu, Rayna dan Agera membayar di kasir sedangkan Abizar masuk diarah belanjaan Rayna dan Agera tadi, tak sengaja ia melihat arah Rayna tapi seakan-akan ia tak percaya dan ia memejamkan matanya selama 5 menit memastikan itu bukan mimpi. Tapi ketika ia melihat lagi arah Rayna yang ia lihat tadi, sayangnya Rayna dan Agera telah pergi.
"Sadar Abizar..... Itu tidak mungkin Rayna!!" Jelas Abizar membeli stok makan.
Dikampus universitas Gunadarma Pramana,
Adim dan Erico benar-benar kehilangan jejak Abizar, bahkan setiap mereka nelpon nomor Abizar tak pernah aktiv.
"Jujur,, aku rindu pada Abizar!" Jelas Adim.
"Aku juga begitu, ada yang paling aku sedih?" Jawab dan tanya Erico.
"Apa?" Tanya Adim
"Aku tidak bisa melihat bidadari ku, dia dikabarkan sakit parah... Sungguh aku sangat sedih!!" Jelas Erico.
"Dasar....... Tapi aku juga bingung yah, kok Abizar dan Rayna menghilang dalam waktu bersamaan yah?" Tanya Adim.
"Aku juga berpikir seperti itu? Tapi aku pernah lihat di media YouTube ada video Rayna dibawah kerumah sakit luar negeri!" Jelas Erico.
"Udah dua kali juga kau bilang bahwa Rayna sakit!" Teriak Adim kesal.
"Iya sih, aku terlalu bingung memikirkan semua nya!" Jelas Erico.
Tak berapa lama tibalah Raisa dan ke tiga temannya.
"He.... Kalian berdua ajah, kak Bizar kemana?" Tanya Raisa.
"Kenapa?" Tanya Adim.
"Eh ditanya malah nanya balik, yah aku ingin tauh lah!" Jelas Raisa.
"Aku juga tidak pernah lihat wanita tidak normal itu dan tunangan kak Bizar?" Tanya Crisa bingung.
"Kami juga tidak tau Abizar kemana? mereka menghilang dalam waktu yang sama!" Jawab Erico.
"Kalian tidak berbohong kan?" Tanya Raisa.
"Yaudah kalau kau tak percaya, cari aja informasi sendiri!!" jawab Erico.
"Dasar..... Teman tak ada gunanya!" Jelas Raisa kesal.
"Terus, untuk apa kau mencari Abizar?" Tanya Erico
"Yah sera-sera aku lah, aku yang jalani!" Ketus Raisa.
"Dasar penguntit....!" Jelas Erico beranjak pergi dan diikuti Adim.
"Iiiiiii...... Dia songong sekali sih!!" Teriak Raisa.
"Tapi kak Rico ganteng sih!" Jelas Riana.
"Bodoh amat!!!!" Jelas Raisa juga pergi dan ikuti temannya.
Rayna dan Agera masak sop ayam racik serta usus ****,
"Kau cincang bawang, dan ini yah!" Pinta Agera menunjuk Sesuatu.
"Iya Tan, seperti nya enak....mmmm!!" Rayna mencium bawang yang ia pegang.
"Ini hanya bawang sayang, mana mungkin enak!!" Jelas Agera.
"Aku percaya, papa pasti senang makan masakan kita Tan!" Jelas Rayna.
__ADS_1
"Pasti dong sayang, siapa dulu yang masak!" Jelas Agera.
Rayna memotong bawang dengan ukuran besar, membuat Agera tersenyum sendiri.
"Begini, Tante ajarin cara mengupas dan mencincang bawang dengan benar!" Pinta Agera mempraktekkan mencincang bawang.
"Terimakasih Tante!!" Jelas Rayna mencoba mencincang bawang seperti Agera.
"Iya sayang, wanita harus bisa masak... Karena itu kewajiban!" Jelas Agera.
"Iya Tan!" Jawab Rayna terlihat sedih.
"Tante.....apa Tante pernah mencintai seseorang begitu dalam?" Tanya Rayna.
Agera berhenti mencincang usus **** 🐷 (maklum yah ka, Di karya aku satu ini ber agama Cristian) "pernah kok, bahkan sangat!" Jawab Agera.
"Bagaimana cara Tante melupakan nya?" Tanya Rayna membuat raut wajah Agera terlihat sedih.
"Butuh waktu 12 tahun untuk melupakan semuanya, dari caranya, senyumnya, bahkan dari kebaikan nya!" Jawab Agera.
Rayna terdiam sejenak "apa mungkin aku bisa melupakan semuanya tentang kau Abizar, sedangkan kau yang tak pernah memikirkan tentang aku!" Benak Rayna.
"Emangnya kau ingin melupakan siapa?" Tanya Agera membuat Rayna terkejut.
"Ti....tidak Tante, aku hanya bertanya?" Jawab Rayna terbata-bata.
"Pasti Abizar kan?" Tanya Agera.
"Aku berusaha melupakannya! Aku berharap Tante tidak menyebut namanya lagi!"Pinta Rayna.
"Iya sayang, Tante mengerti!!" Jelas Agera.
_________________
Sorenya, Abizar kembali ke pantai, seperti biasa untuk melihat senja yang akan menghilang.
"Kau begitu indah, tak seperti hatiku yang begitu Gundah terjebak pada perasaan sendiri!" Jelas Abizar melihat senja yang mulai memerah.
"Rayna....... Kau dimana???? Apa kau tak melihatku disini?" Teriak Abizar "Rayna, aku selalu menunggu mu, meskipun aku tidak tau kapan aku bisa menemui mu?" Jelas Abizar menelusuri pantai.
"Jika dibalik ombak itu kau berada, maka aku akan menyebrang nya meskipun bahaya. Jika kau ada diujung dunia maka aku akan mendatangimu... Tapi aku mohon beri petunjuk, dimana kau berada??" Tanya Abizar.
Seketika Abizar sadar "kenapa aku terlalu berharap padanya, kenapa aku sebodoh ini!!...he....he...!!" Abizar terduduk menyesali semuanya.
"Kenapa aku tidak mencintai Jassy saja? Dia mencintai ku! Dia tak mungkin membuat aku menderita selama ini!! Aku benci dengan perasaan ku!!!" Tegas Abizar menunduk sedih, "tapi aku benar-benar mencintainya"
Malamnya, Rayna duduk di gazebo depan jendela kamarnya. Melihat langit yang dipenuhi bintang yang bercahaya terang seakan-akan tak mungkin redup.
"Lama tak melihat kalian!!" Jelas Rayna seolah-olah menggapai bintang itu "aku pikir kalian takkan bercahaya lagi, tapi apa yang ku duga tak lah sama. Kalian seakan-akan mendukung ku untuk bahagia dengan memancarkan sinar terang, seterang cahaya hatiku" jelas Rayna lagi.
"Mama....semoga kau tenang disana!, Aku mencintaimu!" Jelas Rayna tersenyum.
Lalu ia menuju tempat tidur, untuk istirahat. Tak sengaja ia melihat sebuah kotak.
"Apa ini?" Tanya Rayna membuka kotak itu "ada suratnya juga!"
Rayna membaca surat itu,
Yang berisi:
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Dear Rayna❤️
Sayang, Tante kekantor papa yah,
untuk mengantarkan makan malam. Tante sengaja tidak mengajak kau, karena Tante tau kau pasti lelah kan, oh iya..... Tante ada kado untuk kau, semoga kau senang yah!
I love you❤️
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Tante Agera✍️
Rayna tersenyum lalu membuka kotak itu, ternyata isi kotak itu adalah handphone, ia baru ingat bahwa handphone nya rusak telah ia banting saat frustasi dulu.
"Ini bagus,!" Jelas Rayna mengotak-atik handphone itu.
Ia kembali menuju gazebo untuk melihat bulan purnama baru muncul,
"Sepertinya, diluar indah!!" Jelas Rayna tersenyum senang ingin keluar rumah.
Rayna keluar rumah mencari angin , ia menghirup udara malam.
"Purnama, kau mengingatkanku pada nya...hmmmmm" Rayna tersenyum mengembuskan nafas panjang.
"Andai aku bisa menjaga hatiku untuk tidak mencintai mu! Mungkin aku tak kan sesakit ini!" Jelas Rayna masih memandang purnama.
"Purnama, sampaikan padanya. Bahwa aku akan melupakannya meskipun itu sulit!!" Jelas Rayna.
Keesokan harinya, Abizar dan Celena pergi ke sebuah pantai yang sunyi agar tenang sehingga otak bisa berpikir dengan baik.
"Hari ini, aku akan mengedit baik dari naskah maupun cover!" Jelas Abizar.
"Heii.... Mengedit naskah Tidaklah mudah butuh waktu paling sebentar 4 hari, apa lagi karya seperti yang kau buat itu butuh tenaga, karena apa? Banyak konfliknya!!" Jelas Celena.
"Benarkah??? Berarti aku harus minta bantuan kau agar lebih cepat!" Jelas Abizar menuang kan ide.
"Huuuu, tapi kau tak membayar ku?" Goda Celena.
"Tenang saja, jika buku ku ini rame di pasaran.. aku akan memberi kau sebagiannya!" Jelas Abizar.
"Masih lama ka?" Tanya Celena.
"Ahhh kau wanita matrealistik!!" Jelas Abizar.
"Hahahahhaha..... Aku tidak seperti itu!!" Jelas Celena.
"Hanya bercanda!!" Jelas Abizar.
Rayna diantar Agera ke pentas Balet, ia sangat senang bisa kembali jadi baleter.
"Oh iya Tan, Tante tidak usah menjemput ku nanti, soalnya setelah latihan balet aku akan bermain tenis!" Pinta Rayna.
"Tapi, kau amankan sayang??? Tante tidak mau kau terjadi apa-apa!" Tanya Agera.
"Tenang saja Tan, aku baik-baik saja kok!" Jawab Rayna beranjak pergi menuju ruang latihan "da da Tante!!" Teriak Rayna melambaikan tangan.
"Fighting!!!!" Teriak Agera tersenyum senang.
"Adjah.....adjah.....!" Teriak Rayna pergi.
Rayna melihat ruang balet itu, ia terbayang 10 tahun yang lalu, tepat disini ia melakukan latihan yang selalu diantar mama nya.
"Banyak berubah!!" Jelas Rayna melihat-lihat ruangan itu.
"Kann ich irgendetwas helfen?" (Ada yang bisa saya bantu?) Tanya seorang pria paruh baya menghampiri Rayna.
"Guten Morgen Sir!!!, erinnern Sie sich noch an mich? Es stellt sich heraus, dass Sie immer noch Ballett Oara trainieren!" (Selamat pagi pak!!! Apa kau masih ingat padaku? Ternyata kau masih melatih baleter disini!" Tanya Rayna seperti mengenal pria itu.
"erkennst du mich Wer bist du? es scheint, als ob du mir sehr nahe bist!" (Kau mengenaliku? Kau siapa? Sepertinya kau sangat dekat padaku?" Tanya pria itu.
"erkennst du mich Wer bist du? es scheint, als ob du mir sehr nahe bist!" (sepertinya bapak benar-benar tidak ingat padaku, aku Rayna putri Elicya yang selalu dijadikan penari utama!!) Jelas Rayna tersenyum senang.
"Oh Gott, du Rayna ... Ich habe dich total vergessen, du bist so schön. Bitte komm herein!!!" (oh tuhan, kau Rayna... saya benar-benar lupa pada kau, kau begitu cantik. silahkan masuk!!! ) Pintanya.
Rayna masuk keruang utama latihan balet, ia lihat dari anak kecil ,remaja bahkan dewasa banyak sekali latihan disana.
"Ternyata, rame sekali tempat ini sekarang!" Jelas Rayna pada pelatih dengan bahasa Jerman.
"Iya Rayna, tapi semenjak grub angkatan kau bubar, klub kita tidak pernah diundang untuk acara besar lagi!" Jelas pelatih.
"Bubar???? Kenapa pak? Bukannya baik-baik saja?" Tanya Rayna balik.
"Rayna, tidak ada yang bisa jadi penari utama. Semua hanya bisa jadi penari figuran sehingga selalu gagal!" Jelas pelatih.
"Maafkan aku pak!" Jawab Rayna merasa bersalah.
"Oh tidak apa-apa, oh iya kau kesini ada perlu apa?" Tanya pelatih.
"Aku ingin kembali jadi baleter pak!" Jawab Rayna.
"Benarkah?????" Tanya pelatih tak percaya.
"Iya, aku sangat merindukan keadaan ini!" Jelas Rayna melihat baleter dewasa latihan.
"Park....park.." pelatih menepuk tangannya "baik semua, disini saya kenalkan dia Rayna Nicholewesy senior kalian, angkatan 2010. Dia sangat pandai menari dan 5 kali jadi penari utama di berbagai negara!!" Jelas pelatih sehingga semua mendengar nya.
"Salam senior!!" Sapa baleter yang lain bertanda hormat.
"Salam!!" Jawab Rayna menundukkan kepala bertanda hormat.
"Apa kau ingin mulai dari sekarang latihannya?" Tanya pelatih.
"Bisa pak!!" Jawab Rayna melepas cardigannya sehingga memakai seragam balet.
Rayna memperagakan gerakan baletnya di 10 tahun yang lalu, yang masih ia ingat.
Ia terbayang akan semuanya, ketika ia selalu disambut dengan hangat oleh orang lain bahkan diberbagai negara ia diundang jadi baleter terbaik, seisi ruangan terkagum-kagum melihat gerakan Rayna.
"Pak....!!" Panggil seseorang membuat seisi ruangan beralih pandang pada wanita itu.
"Gerakan dia terlalu kuno, ini zaman modern pak. Gerakan itu tidak dipakai lagi!" Jelas wanita itu.
"Gavina..... Kau masih junior, hargai senior mu!!" Pinta pelatih.
Next??????
Selamat malam, semoga menyenangkan yah ka!!
Belum ending kok☺️
2 part lagi baru ending❤️
Jangan lupa tinggalkan jejak yah ka❤️
__ADS_1
Salam kenal Rena Andesta ❤️
.