Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Rayna Frustasi


__ADS_3

***HATI SEDINGIN ES❤️


Esok nya, Rayna bangun dengan tak bersemangat lagi-lagi ia ingat tentang Gavin apalagi tentang mamanya, sungguh ia setress


Ia duduk memeluk dirinya sendiri dengan untaian air mata.


"Mama,,hiksss...hiksss" Rayna menangis "Andai kau masih hidup, aku tak mungkin seperti ini hidup di kesendirian"


"Nona,Sudah pukul 8 , apa nona tidak ke kampus?" Teriak Bibi mengetok pintu kamar Rayna


Rayna tidak peduli dengan apa yang dikatakan bibi nya. Ia menangis termenung hatinya benar-benar hancur.


Karena tak mendengar jawaban dari Rayna bibi masuk kamar Rayna, takut terjadi apa-apa


"Nona,kenapa nona belum segera siap?" Tanya bibi duduk disamping Rayna "nona kenapa? Nona nangis lagi, apa karena nyonya besar?"


"Aku tak apa-apa bi" jawab Rayna


"Nona, kau harus ikhlas akan kehilangan Nyonya besar ini semua takdir"


Rayna memandang bibi nya "tapi bi,"


"Sudahlah nona, nona harus terbiasa tanpa semuanya. Bibi yakin nyonya besar pasti telah tenang dialam sana dan ia pasti sedih melihat nona terus menerus seperti ini" jelas bibi memeluk Rayna.


"Yasudah sekarang nona siap-siap ke kampus yah, bibi udah siapin makanan nyonya" pinta bibi


"Ok"


Rayna ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu siap-siap ke kampus.


Abizar tiba di kampus ,ia sangat keren keluar dari mobil dengan kaca mata hitam serta postur badan ideal,membuat wanita terkagum-kagum


"Wah...kak Bizar udah nyampe, aku harus bisa dapetin hati dia" jelas Raisa pada teman-teman nya


"Yasudah semangat yah Sa, kami sebagai teman kau selalu mensupport" tegas Crisa


"Iya Sa" sambung Echa


"Pasti dong, apa sih yang tak bisa Raisa lakukan" jelas Raisa menuju kelas Abizar dan berharap Abizar langsung ke kelas.


Mata Abizar mencari seseorang namun sepertinya belum sampai, yah siapa lagi seseorang itu kalau bukan Rayna.


"Bizar....." Panggil Adim dan diikuti Erico


"Kalian udah nyampe, tak seperti biasanya" tanya Bizar


"Biasa anak teladan" jawab Adim ke PD an


"Halah teladan apanya?" Sinis Abizar


"Oh yah Bi, bagaimana misi kita?" Tanya Adim


"Aku sudah mulai dekat, aku rasa kau takkan menang" jawab Abizar sinis


"Hati-hati nanti jatuh cinta beneran" sambung Erico


"Cihhhhhh....dia bukan selera ku" tegas Abizar pergi


"Heiii kau ingin kemana?" Tanya Adim seraya berteriak.


"Pergi" jawabnya santai


"Tungguin kali" Jelas Adim ingin menyusul Abizar namun tak sempat karena tangan Erico menahan nya


"Rayna" jelas Erico menahan Tangan Adim


"Dia cantik juga" jawab Adim langsung pergi menuju Rayna yang berjalan menuju kelas


"Rayna.....kau baru nyampai yah?" Tanya Adim


Tak Rayna tanggapi ia langsung saja nyerocos menuju kelas.


"Oh iya Ray, bagaimana kita kerja kelompok saja nanti, habis aku banyak ketinggalan materi" jelas Adim mengejar Rayna


"Tidak, aku sibuk" jawabnya dingin "dan jangan ganggu aku".


Jawaban dari Rayna sungguh melukai hati Adim hingga ia geram.

__ADS_1


"Dia benar-benar aneh" jelas Adim


"Biarkan saja Di, buat apa kalian taruhan? Kalau dia tahu bagaimana? Gak enak Di" jelas Erico


"Bodoh amat" tegas Adim pergi.


Rayna duduk di bangku , ia masih saja sibuk dengan buku-buku nya. Agar ia bisa melupakan segala masalah meskipun sangat sulit , melupakan kejadian pembunuhan mama saja telah 10 tahun belum bisa ia lupakan, apalagi untuk melupakan Gavin orang yang ia anggap teman baik serta orang yang lebih dari segalanya.


"Baik semuanya, sekarang kita kembali mengulas materi sebelumnya, tentang hukum tata negara" jelas Seorang dosen dengan tegas, membuat se isi kelas Hukum hening dan fokus ke depan, tapi tidak dengan Rayna ia sama sekali Tak memperhatikan dosen didepan, ia sibuk dengan pikirannya yang telah dimana-mana. Namun apa pun yang dosen jelas kan ia paham karena apa, dia telah belajar semuanya tentang hukum bahkan hapal diluar kepala.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar


Ia tak menggubris Abizar, baginya yang tak penting.


"Oh iya Rayna, kemarin kan kita ada tugas dari dosen bahasa Mandarin. Bagiamana kita kerjakan bersama?" Tanya Abizar mencari akal bisa bersama Rayna.


Lagi-lagi tak ada respon dari Rayna, membuat Abizar terabaikan. Abizar mencari cara agar Rayna bicara pada nya


"Rayna, ada kecoak!!" Teriak Abizar membuat isi kelas termasuk dosen mengalih pandangan pada nya.


"Parkkkkkkkkk...(Rayna menumpas buku nya diatas meja) bisa tidak, jangan ganggu aku" jelas Rayna dingin lalu beranjak pergi


"Rayna..." Panggil dosen ketika melihat Rayna keluar


Namun tak membuat Rayna peduli akan Dosen yang memanggil nya.


Mahasiswa dikelas itu jadi ribut membicarakan Rayna dan Abizar.


"Diam!!!" Teriak Abizar kesal


"Sudah-sudah, kalian ini bagaimana sih?.kalian semua teman!" Jelas dosen yang tak berani memarahi Abizar.


"Dia benar-benar membuat aku malu, lihat saja kau" batin Abizar.


"Sabar bro, ini ujian" jelas Adim tertawa kemenangan.


"Diam kau" ketus Abizar kesal.


Jam istirahat tiba,


Rayna pergi ke taman tempat terakhir nya bertemu Gavin, ia merasa dunia nya tak ada arti lagi. Tak ada orang satupun yang menyayanginya, termasuk ayah nya yang selalu meminta ia melupakan mama. Ia benci dengan Abizar dan kedua teman nya ia merasa mereka bertiga hanya mengganggu hidup nya dan selalu membuat ia kesal.


Raisa telah menunggu Abizar di kantin dengan ke 3 temannya.


"Kak Bizar mana sih?" Tanya nya pada teman-teman nya


"Sabar dong Sa, mungkin dia masih dikelas" jawab Crisa tenang


"Iya Sa, sabaran dikit ngapa?" Sambung Echa dan Riana.


Abizar sengaja tak bersama teman-temannya, ia berniat mencari Rayna dan mencoba lagi agar Rayna bisa mencintai nya.


"Nah itu Kak Adim sama Erico" tunjuk Riana


"Iya Sa, tapi kok gak ada kak Bizar yah" sambung Echa


"Kak Adim!!!!" Panggil Raisa sehingga Adim dan Erico menuju Raisa "Kak Bizar mana ka?"


"Ini kami juga nyariin Abizar, kirain ada disini" balik tanya Adim


"Kak Bizar mana sih" gerutu Raisa.


Abizar mencari Rayna, ia telah ke perpustakaan dan kemana-mana tak ia temukan, dan akhirnya ia lihat Rayna di taman. Abizar duduk disampingnl Rayna dengan senyum


"Rayna, apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar lembut


Rayna menghembus nafas nya dengan kasar bertanda kesal pada Abizar


"Maaf yah Rayna, masalah tadi!!" Pinta Abizar


Rayna memandang Abizar dingin "apa kau tauh siapa orang yang paling aku benci di dunia ini?" Tanya Rayna dingin


"Siapa?"


"Kau" jawab Rayna


"Alasannya?" Tanya Abizar

__ADS_1


"Kau adalah masalah dan kau juga adalah beban. Dan aku , benci dengan itu" jelas Rayna beranjak pergi namun tangan Rayna ditahan Abizar.


"Apa kau tahu? Kau adalah seseorang bulan yang selalu bersinar di hatiku. Yah meskipun aku seperti pungguk yang tak mungkin kau lihat" jawab Abizar seolah-olah sedih.


"Dan aku tidak peduli...lepaskan!!" Jawab dan pinta Rayna " satu lagi, jangan pernah hadir dihadapan ku"


"Aku tidak akan melepaskan mu apa lagi tak hadir di hidupmu. Itu tak mungkin, Karena apa aku mencintaimu!!" Jelas Abizar


Rayna terdiam sejenak , sungguh ia sangat benci dengan kata itu dan ia tak ingin kembali terluka untuk ke 3 kalinya serta ia juga menganggap itu angin lalu.


"Cinta......he omong kosong" jawab Rayna senyum sinis dan dingin.


Tak sengaja Raisa melihat Abizar dan Rayna di taman,


"Guys itu kak Bizar kan?" Tanya Raisa pada teman-teman nya


"Mana?" Tanya Echa


"Itu, di taman" tunjuk Raisa


"Oh my God, dia bersama wanita gila itu" teriak Riana


"Ayo kita kesana" pinta Raisa menuju taman.


"Aku tau Ray, mungkin kau tak percaya dengan ucapan ku. Tapi kau harus tahu hati tak bisa berbohong" jelas Abizar lagi


"Lepaskan!!!" Pinta Rayna seraya berteriak tanpa memandang Abizar


"Kak Bizar, Kaka kenapa disini?" Tanya Raisa tak percaya melihat Bizar memegang tangan Rayna.


"Oh iya Raisa, aku dan Rayna baru jadian. Yasudah kami pergi dulu yah!" Jawab Abizar tersenyum "Iya kan sayang" tanya Abizar menarik Rayna ke samping nya. Rayna semakin tak mengerti apa yang dimaksud Abizar, sungguh lelaki ini membuat ia kesal.


Abizar menarik Rayna menuju kantin kampus membuat orang disekitarnya tak percaya, bahwa Abizar berpacaran pada Rayna wanita aneh serta tidak normal dianggap orang-orang kampus itu.


"Aku tidak salah dengarkan guys?" Tanya Raisa penuh ke amarah.


"Gila....selera kak Bizar kok bisa yah seperti tu cewek, dia kan gak normal" sambung Echa


"Masa aku kalah sama dia, cantik apa coba?" Jelas Raisa


"Aku juga bingung" sambung Riana


"Aku harus cari cara agar dekat dengan kak Bizar" tegas Raisa kesal.


"Raisa pasti bisa!" Tegas Crisa menyemangati


"Kau ingin makan apa?" Tanya Abizar pada Rayna.


"Aku ingin pergi!!' jawab Rayna dingin.


"Ayolah Ray, kita makan" pinta Abizar.


"Aku tidak lapar" jawab Rayna beranjak pergi


"Rayna,...Aku mencintaimu...." Teriak Abizar sehingga orang-orang di kantin mendengar nya.


"Wahhhhhh,,,, dia beruntung sekali" jelas Wanita berbisik-bisik disekitar Rayna


Langkah Rayna terhenti, dan menoleh pada Abizar.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku" teriak Abizar lagi.


"Diam............" Teriak Rayna, mendengar kata cinta ia sangat muak dan bayangan mama nya selalu muncul membuat ia sangat terpuruk. Ia berlari dari kantin menuju kesunyian ia benar-benar tak bisa berada di keramaian rasa hidup tapi jiwanya mati.


"Rayna!!!!" Panggil Abizar mengejar namun Rayna telah pergi jauh


Rayna menangis di toilet, dia duduk di pojok sebelah cermin, dunianya telah hancur dan hidupnya tak ber arah lagi.


"Mama...hiksss....hiksss" Rayna menangis memeluk dirinya sendiri."tidak ada yang menyangi ku kecuali kau, kenapa kau pergi mama, kenapa kau tak melihat ada orang yang memukulmu dibelakang, mama..."


Tak sengaja Erico mendengar suara tangisan dan ia seperti mengenali Suara itu.


"Mama.....semua orang jahat padaku, kenapa kau pergi seharusnya kau masih didunia, kau masih mengasihi ku, kau masih memelukku" jelas Rayna lagi.


"Rayna" benak Erico "ini semua pasti karena Abizar" batinnya.


Abizar masih mencari keberadaan Rayna meskipun belum ia temukan, kampus sebesar itu telah ia kelilingi namun hasilnya tetap sama.

__ADS_1


Next


Jan lupa add Author***


__ADS_2