
HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part23
Keesokan hari, Abizar bangun dari tidurnya ia lihat Jassy tidur di sofa tidak jauh dari tempat tidurnya.
"Kau telah bangun?" Tanya Jassy bangun lalu Menuju Abizar.
Abizar berusaha mengingat apa yang telah terjadi, tapi ia tidak bisa.
"Apa yang terjadi?" Tanya Abizar.
"Semalam kau mabuk!" Jawab Jassy.
"Apa aku bicara sesuatu?" Tanya Abizar kebingungan.
"Ehhhh kau meminta ku mempercepat pernikahan kita 2 hari setelah kau ulang tahun sayang!" Jawab Jassy terbata-bata.
Ia terpaksa berbohong, ia benar-benar tidak ingin harus kehilangan Abizar.
"Apa kau menyetujuinya?" Tanya Abizar.
"Kau memaksa ku, jadi aku menerima nya!" Jawab Jassy.
"Benarkah??" Tanya Abizar terlihat kecewa.
"Yasudah, cepat kau mandi kita akan ke kampus!" Pinta Jassy.
"Yasudah!" Jawab Abizar mencari handuk untuk mandi.
"Aku keluar!" Jelas Jassy lalu pergi dari kamar Abizar.
Abizar duduk kembali ditempat tidur, ia semakin bingung dengan apa yang terjadi.
"Kenapa semua semakin rumit!" Jelas Abizar membuka handphone nya mencoba menghubungi Rayna tapi tetap saja tak aktiv.
"Kenapa kau membuat ku seperti ini?" Teriak Abizar membanting handphone nya ketempat tidur.
Siangnya sekitar pukul 12 siang, Rayna keluar dari kamar ia lihat papa dan Agera baru tiba dari bandara mereka terlihat sangat bahagia.
"Selamat siang Rayna!!" Sapa Agera.
Tanpa menjawab Rayna langsung pergi, sedangkan papa kekamar nya.
"Rayna..... Apa kau tau 2 Minggu lagi kami akan menikah!" Jelas Agera memancing emosi Rayna.
"He.... menjijikkan!!" Jelas Rayna pergi.
Rayna pergi kesebuah Cafe, disana telah tiba seorang pria yang lebih tua dari nya mungkin setara pada papanya, dia adalah papa Abizar.
"Selamat datang!" Jelas Papa Abizar.
Tanpa menjawab Rayna langsung duduk.
"Ada perlu apa terhadap aku?" Tanya Rayna dingin.
Papa Abizar merasa tidak dihargai, tapi ia berusaha menahan diri.
"Apa Anda tauh siapa saya?" Tanya papa Abizar.
"Itu tidak penting! " Jawab Rayna dingin.
"Saya papa Abizar, sudah saya lihat dari caramu, anda benar-benar tidak punya sopan santun!" Jelas papa Abizar.
"Itu urusanku!! Untuk apa kau meminta ku kesini?" Jawab dan tanya Rayna lancang.
"ok kita ke the point saja, saya tidak suka Melihat anda berhubungan dengan anak saya Abizar. Lagian dia akan menikah pada Jassy wanita yang lebih dari anda, terutama segi harta seharusnya anda Sadar diri dan posisi!" Jelas Papa Abizar.
Rayna terdiam "apa kau menghinaku?" Tanya Rayna.
"Jelas, saya tau anda anak mantan artis Eli, tapi saya juga tauh semenjak Eli meninggal keluarga Eli bangkrut!" Jelas papa Abizar.
"Apa kau masih ingin bekerja di Pramana group?" Tanya Rayna menantang.
"Anda kau tau tempat saya Bekerja? Ohh anda tampak sekali wanita matrealistik, pasti Anda menyelidiki keluarga Pramana kan?" Tanya papa Abizar merendahkan Rayna.
"Apa aku bisa bayar mulut mu itu?" Tanya Rayna dingin.
"He... Saya tidak habis pikir ada manusia seperti anda, satu yang saya minta jauhi Abizar kalau bisa jangan ganggu Abizar!" Pinta papa Abizar.
Rayna terdiam "aku tidak pernah mengganggu dia, sejak awal dialah yang mengganggu ku!" Jawab Rayna.
"He....tidak mungkin, wanita miskin seperti anda pasti mengejar Abizar hanya karena harta!" Teriak papa.
"Kau bukan apa-apa dibandingkan aku, kau hanyalah debu yang ingin bersaing pada berlian!" Jelas Rayna dingin.
"Heeeeh.....anda akan saya keluar kan dari kampus universitas Gunadarma Pramana" jelas papa Abizar.
"Aku tidak takut, dan aku bisa juga memutuskan kerja sama kau dan pak Andreanata!" Tantang Rayna.
Papa Abizar terkejut bukan main,"bagaimana ia bisa tau?" Benak papa Abizar.
"Heee..... Orang yang menganggap ia kaya ternyata banyak hutang pada RayTv dan perusahaan RayGrub,,, menjijikkan...." Jelas Rayna bangun dari duduknya Lalu pergi.
"Apa dia menguntit saya?" Tanya papa Abizar kebingungan.
Hati yang hancur tambah hancur, apa lagi papa Abizar meminta untuk menjauhi Abizar, itu membuat batinnya tersiksa.
Ia menyetir mobil dengan kencang mewakili perasaan nya yang tak karuan.
"kenapa semuanya jahat padaku!" Jelas Rayna menepuk setir mobil.
"Kemana tempat ku mengaduh??? Semuanya seakan-akan telah berkhianat padaku!" Jelas Rayna lagi.
Ia melaju kesebuah pantai mencari udara segar, ia berdiri depan deru ombak yang kencang membuat suasana menjadi mencekam.
"Hari yang dulu berbunga, kini kembali suram layaknya hutan yang tak terlindungi, jujur aku tak sanggup dengan semuanya!!" Jelas Rayna menurunkan air mata nya.
Abizar dan Jassy pergi ke kampus bersama,
"Sayang, bagaimana kita ke percetakan undangan hari ini?" Tanya Jassy.
"Bukankah itu terlalu cepat?" Tanya Abizar balik.
"Lebih cepat lebih baik, yah sayang kita ke percetakan undangan!" Pinta Jassy memohon.
Abizar berpikir sejenak apa mungkin ia mempercepat pernikahan ini? Sungguh di pikirannya hanya Rayna dan Rayna,
"Ayolah sayang!!!" Pinta Jassy lagi.
"Iya!!" Jawab Abizar.
"Asikkk... Jadi kita hari ini tidak ke kampus!" Jelas Jassy.
"Kenapa tidak?" Tanya Abizar.
"Sayang, cetak undangan kan harus free wedding dulu,.jadi butuh waktu yang lama!" Jelas Jassy.
"Oh... Terserah kau saja!" Jelas Abizar.
"Syukurlah Abizar mau, jadi sekarang tidak ada penghalang lagi untuk kami menikah!" Benak Jassy tersenyum.
Tak sengaja Abizar lewat di pantai yang Rayna tempati sekarang, ia melihat Rayna di spion mobilnya berdiri di tepi pantai.
"Bukankah itu Rayna!" Benak Abizar melihat spion mobilnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Jassy.
Abizar meminggirkan mobilnya,lalu pergi dari mobil mencari Rayna, Namun sayang saat Abizar tiba dipantai Rayna telah pergi dengan mobilnya.
"Apa sesulit itu aku menemukan kau Ray!!" Benak Abizar terlihat sedih "apa mungkin kau benar-benar tidak mencintai ku?"benak Abizar lagi "jika iya, maka aku akan menikah pada Jassy"
__ADS_1
Hati Abizar semakin kacau.
"Sayang..... Apa kau mengajakku kesini?" Tanya Jassy.
"Ayo kita ke percetakan!!" Jawab Abizar seperti mengeluh mengejar Rayna.
"Inilah akhir dari semuanya, aku akan menikahi Jassy. Jika memang kau tak mencintai ku Ray!!" Benak Abizar.
Siang itu, Abizar dan Jassy melakukan free wedding untuk undangan pernikahan, Jassy terlihat sangat bahagia sedangkan Abizar masih bingung akan semuanya. Tapi sekarang semua telah jelas bahwa ia akan menikah 2 Minggu lagi, setelah proses free wedding Abizar dan Jassy makan di cafe tidak jauh dari percetakan undangan.
"Sayang, aku sangat senang kita bisa menjalani hubungan sejauh ini!" Jelas Jassy tersenyum.
"Iya!!" Jawab Abizar makan.
"Meskipun banyak sekali penghalang nya, tapi sekarang aku senang!" Jelas Jassy.
"Tidak ada yang menghalanginya, hanya saja kita tidak saling percaya!" Jelas Abizar meyakinkan.
"Bagaimana dengan Rayna? Bukankah dia pernah jadi penghalang?" Tanya Jassy membuat senyum Abizar menjadi luka.
"Bukankah telah aku katakan, jangan sebut nama itu!" Pinta Abizar.
"Maaf sayang, boleh aku minta sesuatu!!" Pinta Jassy.
"Apa??" Tanya Abizar.
"Telah lama kau tak memanggil ku sayang!" Jelas Jassy.
"Lupakan, makanlah!" Pinta Abizar.
Jassy tersenyum Kecewa, tapi ia sudah bersyukur Abizar ingin free wedding berarti Abizar juga akan menikahi nya.
"Oh iya, nanti kau bisa pulang sendiri kan!" Pinta Abizar.
"Kenapa?" Tanya Jassy.
"Aku ada kepentingan, aku minta kau mengerti !" Pinta Abizar
"Iya, biar aku naik taksi saja!" Jelas Jassy menutup semua kesedihan nya.
Papa Abizar langsung kekantor nya setelah bertemu dengan Rayna, ia masih terpikir mengapa Rayna mengetahui semua tentang nya.
"Permisi pak!" Jelas seorang pria berbaju hitam mengetuk pintu ruang papa Abizar.
"Iya, masuk!!" Pinta papa Abizar.
Orang itu masuk,
"Ada apa?" Tanya papa Abizar.
"Saya dapat berita tentang Rayna pak!" Jelas nya memberi sebuah map.
Papa Abizar melihat map itu seraya membacanya "berita basi, jika masalah pembunuhan ini saya telah tau semuanya!" Jelas papa "tidak bisa diandalkan!"
"Maaf pak, Rayna sangat tertutup sehingga kami tidak bisa mengetahui nya!" Jawab orang itu.
"Saya tidak ingin mendengar alasan kau, silahkan pergi!" Pinta papa Abizar
Abizar pergi ke rumah Rayna, ia benar-benar ingin mengetahui keadaan Rayna serta ingin tauh kebenaran dari Rayna apakah Rayna mencintai nya atau tidak, jika Rayna mencintai nya ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersama, namun bila Rayna tidak mencintainya ia akan menikah pada Jassy. Tanpa ia sadari Jassy mengikutinya dari belakang.
"Tok.... tok...." Abizar mengetok rumah Rayna.
Tak berapa lama bibi membuka pintu.
"Rumah siapa ini?" Benak Jassy dari dalam taxi.
"BI, apa Rayna ada dirumah?" Tanya Abizar.
"Maaf tuan, nona Rayna sedang keluar!" Jawab bibi.
"Kalau boleh tau, Rayna kemana Bi?" Tanya Abizar.
"Soal itu, bibi tidak tau tuan!" Jawab bibi seperti ketakutan.
"Maaf tuan, aku tidak bisa menjawab nya karena ini perintah dari nona!" Jawab bibi. "Tapi aku merasa tuan telah mengecewakan nona Rayna sehingga ia sangat membenci tuan!"
Abizar terdiam, untuk sadar diri bahwa ia membuat Rayna terluka. Tak berapa lama mobil Rayna tiba di garasi membuat Abizar senang.
"Oh ini rumah Rayna!!" Jelas Jassy keluar mobil ia ingin tau apa yang mereka bicarakan.
"Rayna.....!" Panggil Abizar melihat wajah dingin Rayna.
Rayna tak menanggapi nya "perlu apa lagi kau kesini?" Tanya Rayna dingin.
"Ray, aku merindukan kau... Aku tidak tau kenapa aku selalu berpikir tentang kau!" Jelas Abizar.
"Aku tidak peduli....!" Jawab Rayna dingin.
"Ray, aku tau kau sangat marah padaku tapi harus kau ketahui apa yang aku katakan itu benar!" Jelas Abizar menuju Rayna.
Rayna memandang Abizar dengan mata berkaca-kaca dan duka yang mendalam tak terasa air matanya jatuh.
"Kenapa kau ingkari semuanya? Kenapa kau tak pernah mengerti dengan apa yang ku rasa??? Kenapa?????" Teriak Rayna menangis, ia terbawa emosi sehingga ia mengeluarkan apa isi hatinya selama ini.
Jassy melihat semua ini semakin luka,
"Ray,, aku tidak bermaksud melukai kau... Awalnya benar aku ingin balas dendam dengan kau atas kau menolak kenalan padaku, tapi aku terbawa perasaan selama aku bersama kau aku menjadi lupa semuanya!!" Jelas Abizar.
"Kenapa kau lakukan ini ha?? Kau tau sebelum aku mengenali kau dunia ku telah hancur dan sekarang kau ingin menghancurkannya untuk ke dua kali!!!hikss....hiksss..." Teriak Rayna menangis
Abizar memeluk Rayna dengan sedih.
"Lepaskan aku.... Aku tidak ingin melihat kau lagi, aku tidak ingin jatuh ke jurang yang sama!!" Pinta Rayna berusaha melepaskan pelukan dari Abizar.
"Tidak.... Aku tidak bisa melepaskan kau Ray, aku mencintaimu aku tidak ingin melihat kau menangis seperti ini!" Jawab Abizar memeluk Rayna erat.
Jassy berlari dari bawah pohon tempat ia melihat Rayna dan Abizar, hatinya luka berkeping-keping layak terbunuh tapi tidak mati.
"Kenapa semuanya terjadi? Aku tidak percaya Abizar berpindah hati dalam waktu dekat.... Ini tidak mungkin!!" Jelas Jassy menangis di kursi bawah pohon pinggir jalan.
"Dady..... Kemana aku melangkah, aku telah kehilangan kasih sayang untuk kedua kalinya oleh orang yang ku sayangi!" Jelas Jassy terisak-isak.
Rayna berusaha melepaskan pelukan dari Abizar "lepaskan, aku tidak ingin melihat kau lagi... Pergi!!" Teriak Rayna mendorong Abizar lalu ia masuk ke rumahnya.
"Nona.... Nona tidak apa-apakan?" Tanya bibi.
Tanpa menjawab Rayna langsung masuk ke kamar nya.
"Ray, dengar aku Ray.... Aku mencintaimu!!!" Teriak Abizar.
"Aaaaaaaaaa....." Teriak Abizar masuk mobil dengan kesal.
Seminggu setelah kejadian itu, hari-hari Rayna semakin terpuruk bahkan ia selalu berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Sekarang papa tak peduli lagi, ia sibuk dengan pekerjaan dan wanita itu dan Abizar pun tak mungkin mengerti apa yang ia rasakan, siang itu ia berdiri depan jendelanya ia tak tau harus mengahadapi kenyataan bagaimana lagi, semuanya tak ada yang mengerti.
"Nona... Ada seorang wanita diluar, dia ingin bertemu nona!" Jelas bibi mengetok pintu kamar Rayna.
"Siapa bi?" Tanya Rayna dari dalam kamar.
"Bibi tidak tau nona, tapi dia berkata dia mengenali nona!" Jawab bibi.
Rayna keluar kamar dengan baju tidurnya, ia berwajah pucat pasih karena 2 hari ini ia tidak makan sama sekali.
Ia lihat dari jauh wanita itu, ia seperti mengenalinya ia adalah Jassy, ia tidak tau apa yang ingin Jassy lakukan padanya?.
"BI, siapkan minuman!" Pinta Rayna.
"Baik nona!" Jawab bibi kedapur.
Jassy melihat sekeliling ruang tamu Rayna yang sangat luas, bahkan ia tak percaya Rayna anak orang kaya.
"Selamat siang Rayna!!" Sapa Jassy dengan nada kecewa.
__ADS_1
Rayna hanya diam tak menanggapi Jassy.
Tak berapa lama datang lah bibi membawakan segelas jus alpukat.
"Ini non!" Jelas bibi mengasih minuman itu pada Jassy.
"Iya, terimakasih bi!" Jawab Jassy tersenyum.
Kini tinggallah Rayna dan Jassy diruang tamu itu.
"Ada perlu apa kau kesini?" Tanya Rayna.
"Aku kesini mau ngasih ini!" Jelas Jassy mengeluarkan sebuah undangan "oh iya, tadi Abizar tidak ingin ikut karena ia tidak enak dengan kau. Maafkan Abizar yah Rayna, bagaimana pun dia hanya mencintai ku jadi aku tidak bisa memarahi nya!" Jelas Jassy.
Hati Rena seakan-akan rasa ditembak pistol yang mematikan dan tak mungkin terselamatkan kembali.
"Benarkah???" Tanya Rayna dingin.
"Iya Rayna, aku bukan bermaksud melukai hatimu, tapi ini faktanya. Aku sangat mengharapkan kau datang yah Rayna!!" Jelas Jassy lagi.
Rayna kembali tak ada respon
"Kami telah lama tunangan Rayna, yah hampir 5 tahun. Aku sangat senang Abizar bisa bertahan padaku selama itu. Dia juga berkata kemarin dia sangat beruntung bisa menikah dengan ku!" Jelas Jassy semakin membuat hati Rayna terluka.
"Tanpa kau meminta, aku tak akan mengganggu Abizar!" Jelas Rayna memahami apa yang Jassy maksud.
"Syukurlah kau mengerti apa yang aku maksud!" Jawab Jassy.
"Apa telah selsai? Aku banyak urusan jadi belum bisa mendengar cerita kau?" Tanya Rayna dingin.
"Oh yasudah... Aku juga ada janji pada Abizar untuk makan siang bersama!!" Jelas Jassy.
"Yah...!" Jawab Rayna terdiam melihat langkah kaki Jassy semakin lama semakin tak terlihat.
Tanpa melihat undangan yang Jassy beri, Rayna ke kamarnya.
Jassy kembali kerumah Abizar, ia terpaksa berbohong pada Rayna agar Rayna tidak mengganggu Abizar lagi.
"Aku tidak ingin, Abizar jatuh ke tangan kau!" Jelas Jassy.
Rayna membanting pintu kamar dengan keras, hatinya benar-benar hancur Sekarang harapan itu telah sirna ternyata Abizar lebih jahat dari iblis, padahal seminggu yang lalu ia berkata pada nya bahwa ia mencintainya dan sekarang bahkan ia lebih kejam dari setan yang menggoda manusia lalu meninggalkan bekas jahanam.
"Aku tidak sanggup hidup lagi, mungkin kematian adalah jalan satu-satunya untuk ku bahagia!" Jelas Rayna menulis sesuatu di sebuah kertas.
Isi kertas putih itu adalah:
Dear Papa ❤️
"Papa tak sering aku mengatakan bahwa aku mencintaimu dan menyayangimu! Aku juga tak sering mengatakan bahwa aku memperdulikan mu. Papa aku sudah tak sanggup lagi menjalani takdir ku, aku ingin kau bahagia bersama orang yang kau cintai meskipun itu bukan aku, papa apa kau tau? Aku sangat merindukanmu yang dulu merindukanmu yang selalu menggendong ku dan bermain bersama ku dan mama, papa tolong ikhlas kan aku seperti papa mengikhlaskan mama. Satu yang aku pinta Pa, tolong cari siapa yang membunuh mama dan berikan orang itu hukuman setimpal nya, maaf Pa aku tidak bisa membantu kau untuk mencari kebenaran itu,Aku akan pergi untuk selamanya menyusul mama, aku telah memikirkannya matang-matang bahwa ini adalah jalan terbaik untukku"
Rayna❤️
Ttd
Jassy pergi kekamar Abizar, ia terlihat sangat bahagia ia lihat Abizar berdiri depan jendela kamar melihat arah luar.
"Sayang..... Apa kau telah makan?" Tanya Jassy lembut.
"Belum!" Jawab Abizar masih melihat pemandangan luar.
"Sayang, tadi aku memberikan undangan pada Rayna. Apa kau tau dia terlihat sangat bahagia!" Jelas Jassy membuat Abizar terperanjat.
"Kenapa kau memberikannya tanpa memberi tauh ku?" Bentak Abizar.
"Abizar.....aku juga punya hak untuk itu!" Teriak Jassy tak suka Abizar membentak nya.
"Iya aku tau, tapi ini sudah kelewatan!" Jelas Abizar.
"Kelewatan??? Kau yang sudah kelewatan. Kita sebentar lagi akan menikah Abizar dan kau masih sibuk dengan wanita tidak jelas itu!" Teriak Jassy.
"Harus kau ketahui Jassy, Rayna anak broken home yang tak punya mama dan papa nya tak mempedulikankannya jika bukan aku siapa lagi yang peduli padanya!!!" Bentak Abizar.
"Aku juga tidak punya mama, bahkan momi ku meninggal saat melahirkan ku, dan aku juga tidak punya siapa-siapa jika kau meninggalkanku!" Teriak Jassy menangis "apa lagi alasan yang kau jelas kan Abizar? Apa lagi? Kenapa kau berubah? Salahku apa?" Teriak Jassy.
"Mungkin kita tidak sejalan lagi, ayo kita akhiri semuanya!!" Pinta Abizar beranjak pergi.
"Abizar... aku tidak ingin ini terjadi,, aku tidak pernah ingin ini terjadi!!!" Teriak Jassy.
Abizar berlari menuju mobilnya.
"Abizar ingin kemana kau?" Tanya mama menyusul Abizar.
Tanpa menjawab Abizar melaju mobil nya.
Sekitar pukul 5 sore, Rayna keluar kamar menuju papa dan Agera,
papa sedang melihat undangan diatas meja yang diberi Jassy tadi.
"Jadi ini alasan Rayna kembali murung!" Jelas papa.
"Sudah aku katakan sayang, Abizar bukan pria yang baik untuk Rayna!" Jelas Agera.
"Rayna pasti terpuruk!!" Jelas papa terlihat sedih.
"Malam papa, Tante!" Sapa Rayna duduk diantara papa dan Agera.
"Rayna.." jelas papa tersenyum senang lalu memandang Agera.
"Papa aku sayang padamu dan juga kau Tante!"jelas Rayna.
"Ray,,, Tante tidak salah dengarkan?" Tanya Agera.
"Tidak... Aku ingin kalian menikah secepatnya!" Pinta Rayna tersenyum.
"Kau telah menyetujui nya sayang?" Tanya papa.
"Iya pa, aku tak mungkin menghalangi kebahagiaan kalian. Kalian butuh bahagia pa!" Jelas Rayna.
"Papa juga sangat sayang padamu nak!" Jelas papa memeluk Rayna lalu diikuti Agera juga.
"Kuharap kalian baik-baik saja yah!" Pinta Rayna tersenyum berdiri lalu menuju kamarnya kembali.
"Apa kau telah makan nak?" Tanya papa terlihat senang melihat Rayna telah mencintai nya.
"Papa tenang saja, aku baik-baik saja. Jaga diri baik-baik!!" Pinta Rayna lalu kekamar.
Rayna mengunci pintu, ia menangis terisak-isak "maafkan aku pa!" Jelas Rayna.
"Dorrrrr....." Suara tembakan pistol dari kamar Rayna membuat papa terperanjat.
"Suara apa itu?" Tanya papa.
"Dear, itu dari kamar Rayna... Jangan-jangan Rayna??????" Tidak selsai Agera bicara papa dan Agera berlari menuju kamar Rayna.
"Ray..... Kau baik-baik saja kan....Ray.... Kau dengar Papa???!" Teriak papa mengetok kamar Rayna.
"Terkunci, cepat dobrak Rean....cepat!!!" Teriak Agera panik.
"Brak......brak.....!" Papa mendobrak pintu kamar Rayna,
Selang 3 menit pintu kamar Rayna terbuka betapa terkejutnya papa Rayna melihat putri tunggal serta seseorang yang sangat ia cintai itu berlumuran darah dan terkapar dilantai.
"Rayna... Apa yang kau lakukan nak..... Rayna bangun, Rayna!!" Teriak papa menangis "cepat telpon ambulan, cepat!!!"
Dengan cepat Agera menelpon ambulan untuk menjemput Rayna "rumah sakit mericury Ada pasien di alamat no X jalan melatih!" Jelas Agera.
Next?
Note: Abizar seharusnya kau tau betapa hancurnya hidup Rayna swbaga anak broken home dan frustasi tapi Kenapa kau membuat ia semakin terpuruk 😪
Happy ending yah bukan sad ending ❤️
__ADS_1
Semoga menyenangkan ❤️
Rena Andesta ❤️