
HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part13
Tibanya Abizar dan Adim menuju Rayna dan Erico di taman.
"RI... Apa-apaan ini?" Tanya Abizar kesal.
"Tadi Rayna dibully sebagai pembunuh di kelas makanya aku Bawak Rayna kesini!" Jawab Erico
"Oh....gitu, terus kenapa kau masih duduk disamping Rayna?" Tanya Abizar membuat Adim dan Erico saling pandang.
"Benar-benar aneh!" Jawab Erico berdiri disamping Adim.
"Yasudah Bi, aku dan Erico pergi ya!!" pinta Adim beranjak pergi.
Rayna hanya diam dengan pandangan kosong pada sebuah bunga.
"Ray, kau gak papa kan?" Tanya Abizar.
"Dari sini saja aku tidak percaya pada kau" jelas Rayna.
"Maaf Ray, tadi aku ada masalah sedikit?" Tanya Abizar.
"Kau berkata akan melindungi ku, tapi halnya... kau benar-benar menjijikkan!!" Jelas Rayna dingin.
"Ray,,, aku minta maaf sekali lagi, masalah tadi,,, maafin yah!!" Pinta Abizar memohon.
"Aku telah putuskan untuk pindah keluar negeri" jelas Rayna "aku akan melindungi diri untuk sementara waktu!"
"Ray, kau payah!! Bukan kah kau sendiri yang berkata, kau ingin menguak siapa pembunuh mama mu!" Jelas Abizar kecewa.
"Aku akan pergi!!" Jelas Rayna beranjak pergi.
"Tidak....aku tidak akan membiarkan kau pergi Ray, membiarkan kau sendiri menghadapi masalah yang rumit. Ray, aku mohon bukalah hati mu untukku agar aku bisa membantu dan melindungi mu" jelas Abizar menahan tangan Rayna.
Rayna berhenti sejenak lalu menoleh pada Abizar " jangan kan melindungiku, hal seperti tadi saja kau menghilang.... Lepaskan!!!" Pinta Rayna.
"Ray, aku minta maaf soal tadi. Aku mohon Ray, jangan pergi meninggalkan ku" pinta Abizar lagi.
"Masa depan mu masih panjang, jika kau mencintaiku maka lupakan aku" jawab Rayna lalu pergi dari taman itu,
Dia beranjak pergi keluar kampus.
"Ray....tunggu aku Ray!!!" Teriak Abizar mengejar Rayna.
Seketika Rayna keluar gerbang kampus. beratus-ratus wartawan yang ingin masuk kampus dengan membawa catatan-catatan nya, ketika melihat Rayna wartawan dan jurnalis itu menuju nya dan mewawancarai. Melihat keramaian orang serta kamera dan lensanya. Pikiran Rayna kembali pada mama nya, bahkan kejadian 10 tahun lalu yang tersimpan erat di kepalanya.
"Aaaaaaa......" Terima Rayna memegang kepalanya frustasi.
"Rayna!!!!" panggil Abizar berlari menuju Rayna yang tengah kebingungan.
Seisi kampus jadi risih melihat wartawan dan jurnalis ribut diluar gerbang.
"Nona Rayna, apa benar kau putri dari artis Elicya yang meninggal 10 tahun yang lalu?" Tanya seorang wartawan
"Lalu masalah pembunuhan itu, apakah kau sendiri yang membunuh nya??" Berbagai pertanyaan yang hadir pada Rayna, membuat batin Rayna tersiksa dan serasa hidup tapi mati.
"Awassss......" teriak Abizar mengusir wartawan yang ingin mewawancarai Rayna, sedangkan Rayna duduk berjongkok memegang kepala nya.
"Tuan, kenapa tuan melindungi nya? Jawab tuan!" Tanya jurnalis lagi.
"Ayo Ray!!" Pinta Abizar memapah Rayna pergi dari keramaian itu.
"Tuan... Kenapa tuan melindungi nya? Seharusnya dia jawab dulu?" Tanya wartawan lagi.
__ADS_1
"Dia bukan pembunuh dan jangan pernah usik kehidupan nya lagi" jawab Abizar membawa Rayna menuju mobilnya.
"Tuan,,,...." Panggil wartawan dan jurnalis dari kaca mobil Abizar.
"Kak Bizar ngapain sih bela-belain tu cewek?" Tanya Raisa kesal pada ke 3 temannya melihat kejadian di depan mata.
"Aku juga bingung sih!! Apa juga cantik nya tu cewek!" Jawab Echa.
"Tapi sebenarnya Rayna cantik sih, tapi dia malas dandan ajah, lihat lah dia punya mata yang indah!" Jelas Crisa.
"Bicara apa kau?" Tanya Raisa kesal.
"Tapi lebih cantik Raisa sih!" Jawab Crisa.
"Aku semakin tidak mengerti apa yang terjadi pada Abizar?" Tanya Adim aneh.
"Aku juga berfikir seperti itu!" Jawab Erico.
Abizar membawa Rayna pergi dari keramaian itu, dari wajah Rayna ia sangat tauh bahwa Rayna sedang ketakutan, mata birunya telah berubah merah karena menangis.
"Ray,,kau tak apa-apa kan?" Tanya Abizar menyetir mobilnya.
Rayna bersandar dan tak menanggapi apa yang Abizar katakan pikirannya telah kemana-mana.
"Ray, aku minta kau jangan pergi yah!" Pinta Abizar.
"Kau tau betapa menderitanya aku, betapa tersiksanya batinku menghadapi semua ini?" Tanya Rayna menurunkan air mata.
"Ray, aku mohon... Aku tak mampu melihat kau menangis, aku ingin kau bahagia Ray!!" Jelas Abizar menghentikan mobilnya.
"Jika kau tak mampu melihat ku begini, lantas mengapa kau ciptakan luka ?" Teriak Rayna memandang Abizar.
"Aku mencintaimu!! Iya aku tauh ini beban bagimu. Tapi aku , bagiku ini suatu keindahann Ray!!" Teriak Abizar sungguh.
Rayna terdiam sejenak memandang Abizar.
"Ray, cobalah sedikit buka hatimu, lihat dengan hatimu!!" Pinta Abizar.
"Sayangnya aku tak punya hati akan itu. Aku lelah terluka, aku lelah dengan semuanya. Kau bisa saja mencintai ku saat ini, tapi esok......kau juga akan pergi!!!" Teriak Rayna
Seketika Abizar terdiam mendengar apa yang di ungkapkan Rayna, ia sadar apa yang Rayna bilang benar, apa lagi ia harus menikah pada Jassy sebentar lagi.
"Yasudah aku minta maaf, atas semuanya. Tapi satu yang mesti kau ketahui aku mencintaimu!!" Jelas Abizar melanjutkan nyetir.
Sekitar pukul 14:00 tibalah Abizar dan Rayna dirumah Rayna.
Rayna langsung masuk rumah tanpa mengajak Abizar, tapi Abizar ikut Rayna masuk rumah.
"Pulanglah, masih banyak yang mesti kau urus!" Pinta Rayna masuk.
"Aku tidak peduli, aku akan menemani mu Ray, aku tak ingin kau kesepian!!" Jawab Abizar.
"Aku ingin istirahat!!" Jelas Rayna.
"Apa kau tak ingin makan?" Tanya Abizar.
"Dikamar ku ada ramen, jika aku lapar aku bisa langsung seduh!" Jawab Rayna.
"Yasudah aku ikut ke kamar mu!!" Jelas Abizar.
"Heiii....... Apa yang kau lakukan ha?? Kau pikir kamar ku Santa Claus bebas untuk di tempati!!" Teriak Rayna berhenti berjalan membuat Abizar
"Yasudah, kau boleh istirahat di luar kamar saja. Biar aku yang menemani kau!!" Pinta Abizar.
"Heee..... Kau benar-benar menjijikkan!!!!" Jelas Rayna menuju ruang tengah.
__ADS_1
Ia berhenti sejenak saat melihat papanya dan seorang wanita duduk diruang tamu, mereka layaknya orang yang paling bahagia di dunia ini.
"Siang om, Tante!!" Sapa Abizar hormat.
"Siang Abizar, kalian dari mana?" Tanya papa Rayna.
"Ehhhh dari kampus om,..!" Jawab Abizar gugup.
"Rayna!!!!" Panggil papa
Tanpa menghiraukan papa nya, Rayna ingin menuju kamar.
"Ray???" Panggil Abizar menarik tangan Rayna kepangkuan nya.
"Om, ini semua salah Abizar. Jangan marahi Rayna yah om!!" Pinta Abizar.
"Ray...... Apa bisa kau hargai papa sedikit saja, setidaknya didepan Abizar?" Tanya papa berdiri memandang Rayna.
"Aku akan pindah ke luar negeri!!" Jelas Rayna.
"Kenapa? Apa kau tak ingin bertemu papa ataukah bersama papa?" Tanya papa terlihat sedih.
"Bersama???? Kapan papa peduli pada ku? Bahkan sama mama ajah papa tak peduli lagi!" Jawab Rayna dingin.
"Ray stop jangan sebut mama mu lagi dalam masalah ini. Ingat Ray, sadar.... Mama mu tak kan kembali! Papa mohon jangan tambah mama mu sedih!" Teriak papa membuat Abizar terkejut.
"Apa aku yang membuat mama sedih? Apa aku?" Tanya Rayna dingin "jika aku tauh takdir ku begini, maka aku takkan ingin dilahirkan kedunia ini!!" Jelas Rayna dingin.
"Parkkkkkkkkk........" Papa Rayna menampar Rayna.
"Cukup dear.... Cukup!!!! Rayna butuh waktu!!" Teriak Agera menenangkan papa Rayna.
"Ray....... Kau baik-baik saja kan?" Tanya Abizar memeluk Rayna dengan panik.
"Cukup om, maaf ikut campur urusan ini. Tapi, dengan menampar Rayna Masalah tak akan selesai!!!" Jelas Abizar menempelkan kepala Rayna di dadanya.
"Terkadang, orang yang ku punyai saja bisa berubah dengan mudah karena orang baru!!" Jelas Rayna dingin lalu menarik Abizar keluar rumah.
"Rayna..... Papa minta maaf nak!!! Rayna!!!!!" Teriak papa menyesal.
"Rayna... Tunggu papa nak!!!"
"Aaaaaaa......" Teriak papa kesal "kenapa takdirku begitu buruk? Kenapa ini semua terjadi pada anak ku??" Teriak papa.
"Dear,,,, aku mohon percaya, Rayna butuh waktu!!" Jelas Agera.
"Tapi kapan waktunya.. kapan??" Teriak papa kesal.
Rayna menarik Abizar keluar rumah, ia menangis tak henti ketika ingat pada takdir.
"Abizar bawa aku pergi dari dunia ini..... Bawa aku pergi!!!" Teriak Rayna.
"Ray,,,, aku mohon kau dengar aku!! Kau cerita padaku apa pun masalah mu, aku tak ingin melihat kau terus menerus seperti ini Ray!!" Pinta Abizar.
"Dunia ku begitu hancur, sehingga aku tak mampu membuka diri pada orang lain.. aku benci diriku sendiri!!!" Teriak Rayna.
"Aku tau apa yang kau rasakan saat ini!! Kau dengar aku Ray, aku ingin Tidak ada yang disembunyikan diantara kita!!" Jelas Abizar memeluk Rayna.
"Hikssss....hikssss.....aku benci pada semuanya.... Mengapa orang yang ku sayangi pergi... Kenapa???? Kenapa tidak aku saja yang pergi!" Jelas Rayna lagi.
"Aku akan selalu ada untukmu, akan selalu menjadi penghibur dan akan selalu jadi pohon bagi setiap ranting yang rapuh untukmu!" Jelas Abizar menenangkan Rayna.
"Aku tauh di posisi mu tidak mudah Ray, harus menjalani semuanya sendiri!" Jelas Abizar lagi.
Next??
__ADS_1
Note : Abizar jangan kasih harapan yah jika kau tak berniat menetap, kan kasihan Rayna sudah broken home broken heart lagi😔😪