
HATI SEDINGIN ES❤️
#Part16
Tibanya Abizar dan Rayna di kampus.
Seisi kampus tak mengenali Rayna apa lagi Rayna memakai masker serta kacamata hitam.
"Siapa lagi wanita itu? Bukan kah tuan muda pewaris kampus pacaran dengan wanita tidak normal itu?" Bisik seseorang.
"Aku juga tidak tauh, tapi maklum sih anak sultan jadi bebas cari pasangan!!" Jawab temannya
Abizar meminta Rayna menggandeng tangannya.
"Mengambil kesempatan dari kesempitan... Dasar!!" Bisik Rayna pada Abizar.
"Ayolah Ray!" Pinta Abizar meminta Rayna menggandeng tangannya.
Terpaksa Rayna melakukan itu,
"Gitu dong, kan serasi" goda Abizar.
"Abizar.....!!" Teriak Adim
Lalu Abizar dan Rayna menuju Adim dan juga Erico.
"Ini siapa? Tunangan mu?" Tanya Adim.
Lalu Rayna membuka kacamata hitam dan maskernya.
"Woooo......apa kau Rayna?" Tanya Adim terkejut bukan main.
"Iya aku Rayna! Kenapa?" Tanya Rayna balik.
"Kau cantik Ray, sangat!!" Jelas Erico berbicara yang biasanya ia hanya diam.
"Heiiii..... Apa kalian ingin menusuk ku dari belakang!" Teriak Abizar
"Telah aku duga, ternyata kau wanita yang sangat cantik!" Jelas Adim.
"Terimakasih!" Jawab Rayna
"Ckreeeekk.." Erico memotret Rayna yang sedang berdiri.
"Heiiiiii.....apa yang kau lakukan ha?" Teriak Abizar mengejar Erico.
"Kau sangat cantik!!" Jelas Erico lalu berlari dari Abizar.
"Hei....... benar-benar menyebalkan!" Teriak Abizar.
Rayna tersenyum lirih, lalu tangan Rayna ditarik Abizar menuju kelas.
"Pokoknya besok kau tak boleh berpakaian seperti ini!" Jelas Abizar kesal.
"Kenapa? Bukankah kau sendiri yang meminta ku seperti ini?" Tanya Rayna.
"Apa kau tauh Erico sudah berani memotret kau tanpa sepengetahuan ku!" Jelas Abizar lagi.
"Itukan hak dia!" Jawab Rayna.
"Rayna,,, Apa kau tak berpikir jika dia menyimpan foto kau berarti dia menyukai kau!!" Jelas Abizar kesal.
"Di galeri ku ada foto kau, tapi aku tidak cinta pada kau!" Jawab Rayna.
"Aaaaa... Bukan itu maksudku. pokok nya besok kau tak boleh berpenampilan seperti ini!" Jelas Abizar lagi.
"Kau benar-benar aneh..." Jawab Rayna
Setelah masuk jam pertama Abizar dan Rayna ke perpustakaan untuk membaca dan menyusun misi untuk menyelidiki tentang kematian mama Rayna.
"Oh iya Ray, apa kau ingin makan?" Tanya Abizar.
"Aku belum lapar.." jawab Rayna mencari-cari buku.
"Aku cari minum dulu yah, kau tunggu disini jangan kemana-mana!" Pinta Abizar.
"Ok.." jawab Rayna.
Sepergian Abizar Rayna sendiri diruang itu, dan tak berapa lama tibalah Raisa dan ke 3 temannya. Mereka sengaja datang ketika Abizar tak disisi Rayna, bila Abizar ada pasti Rayna di lindungi.
"Ku rasa kau pandai dalam hal pelajaran saja, ternyata kau juga pandai dalam merebut milik orang lain !" Jelas Raisa.
Rayna masih diam membuka lembaran buku.
"Aku tidak habis pikir kenapa kak Bizar bisa mencintai manusia seperti kau?" Jelas Raisa lagi
"apa kau iri?" Tanya Rayna berdiri memandang Raisa.
"Ohhhh semenjak terus dilindungi kak Bizar jadi gini! Kau itu tetap pembunuh, orang yang sedang di incar media. Aku bisa saja memberi tahu tentang keberadaan mu!" Tantang Raisa.
"Kau tidak tau apa-apa" jawab Rayna dingin ketika mengingat tentang pembunuhan mama nya.
"What?? Aku tidak tau apa-apa? Kau itu seorang pembunuh yang membunuh mama mu sendiri dengan palu. Puas....." Jelas Raisa lancang.
"Parkkkkkkk......." Rayna menampar Raisa "berani-beraninya kau? Aku bukan pembunuh... He..he...he" teriak Rayna mengembus nafasnya dengan kasar.
"Kau ......" Jelas Raisa ingin menampar Rayna namun sayang tangan Rayna menahan tangan Raisa.
"Apa kau tidak puas melawan peran utama yang di cintai. kau itu hanyalah wanita ****** sebagai orang ketiga!" Jelas Rayna Dingin.
"Lepaskan!!!" Pinta Raisa melepas tangannya dari tangan Rayna.
"Heeeee.......awas kau, tunggu pembalasan ku!" Tantang Raisa beranjak pergi.
"Tunggu itu!!" Tantang ke 3 teman Raisa juga.
Raisa sangat kesal dengan perkataan Rayna yang menusuk jantung nya,
"Kenapa aku selalu kalah dengan wanita itu?" Tanya Raisa kesal.
"Sa, aku ada cara jika kau ingin kak Bizar juga mencintai kau seperti ia mencintai Rayna!" Usul Crisa.
"Caranya?" Tanya Raisa.
"Coba kau berhenti mengejar Abizar, kau itu terlalu murahan Sa!" Jelas Crisa.
"Apa kau bilang? Kau menantang ku ha?" Tanya Raisa menunjuk mulut Crisa.
"Bukannya gitu Sa, coba kau lihat Rayna, mana pernah mengejar Abizar. Abizar kan yang ngejar Rayna" jelas Crisa.
"Kau tak usah sok paten deh, kau itu tak tahu apa-apa!" Jelas Raisa kesal.
"Itu sih pendapat aku!" Jelas Crisa.
__ADS_1
"Diam.." teriak Raisa.
"Maaf deh Sa!".
Kini tinggallah Rayna sendiri di perpustakaan itu,ia merenungi kata-kata yang ia keluarkan pada Raisa tadi.
"Ini minum untuk mu!" Jelas Abizar memberi sebotol minuman.
"Ok.." jawab Rayna.
"Kau kenapa seperti ketakutan gitu?" Tanya Abizar melihat raut wajah Rayna.
"Aku baik-baik saja!" Jawab Rayna meminum minuman itu.
"Apa kau telah bertemu prosedur yang kau inginkan?" Tanya Abizar seraya membuka lembar demi lembar buku di depan Rayna.
"Aku tak tauh harus mulai dari mana?" Tanya Rayna seperti putus asa.
"Seharusnya kita menyelidiki orang-orang terdekat mama mu terlebih dahulu sebelum kasus itu terjadi!" Ide Abizar.
"Maksudmu?" Tanya Rayna.
"Iya, biasanya manager lah orang terdekat mama mu dalam hal pekerjaan. Barang kali, ini ada masalahnya dengan pekerjaan!" Jelas Abizar.
"Manager?" Tanya Rayna
"Iya Ray, setiap orang masuk dunia entertainment pasti punya manager. Karena apa? Manager itu mengurus semuanya dari Jadwal meeting, seminar, talk show, dan lain-lain" jelas Abizar.
"Sepengetahuan aku mama tak punya itu, tapi ia punya asisten pribadi dia bernama om Rivhat!" Jelas Rayna.
"Nah kenapa kita tidak selidiki dia saja? Barang kali ada bukti?" Tanya Abizar.
"Tidak semudah itu, semenjak kejadian, aku tak pernah melihat om Rivhat lagi dan ada juga yang bilang dia pindah keluar negeri!" Jelas Rayna.
"Tapi kau tau rumah nya?" Tanya Abizar
Rayna menggeleng kepala "untuk apa menyelidiki dia, Om Rivhat baik kok!" Jelas Rayna.
"Ray, coba kau pikir tidak mungkin orang membunuh mama mu tanpa alasan!" Jelas Abizar.
"Aku selalu berpikir tentang itu, tapi semakin aku berpikir semakin aku tidak bisa melupakan kejadian itu!" Jelas Rayna terlihat sedih.
"Apa kau tau? dimana produser biasanya mama kau kerja?" Tanya Abizar lagi.
"Iya aku tahu. Sekarang produser biasanya mama kerja dulu telah menjadi produser serta stasiun televisi RayTv dia milik papa!" jawab Rayna lesuh.
"Wow keren.....lalu kenapa kau tidak bekerja sama pada papa mu saja Ray?" Tanya Abizar lagi.
"Papa sudah tak peduli padaku, sama mama!! Sudahlah lupakan!" Jelas Rayna meletak kepalanya diatas meja.
"semangat Rayna" jelas Abizar meletak kepalanya diatas meja tepat depan Rayna.
"Mata mu cantik!" Jelas Abizar.
"Kau bodoh!" Jelas Rayna.
"Oh iya Ray, kau kapan ulang tahun?" Tanya Abizar
"Aku tidak peduli itu, sudah lama sekali aku tak merayakan nya!" Jawab Rayna
"Mana mungkin kau melupakan itu!" Teriak Abizar mengangkat kepalanya.
Pada malam nya,
"Detektif AbiRay!!" Teriak Abizar "kita pasti berhasil!!!"
"Berhasil!!" Teriak Rayna juga.
Abizar dan Rayna keluar apartemen menuju stasiun RayTv.
Stasiun RayTv pukul 7 malam telah tutup, maka dari itu Abizar dan Rayna dengan mudah menyelinap masuk dalam gedung 4 tingkat itu.
"Kita bagi tugas!" Jelas Rayna.
"Heiiii mana mungkin ku membiarkan kau sendiri!" Jelas Abizar.
"Ini bukan lelucon. Cepat kau keluar gedung, kau alih kan semua Cctv dan telpon seluler ke laptop agar siapa yang menelpon akan terhubung pada kau" jelas Rayna.
"Tapi aku tidak bawa laptop" jelas Abizar.
"Tenang, di mobil telah aku siapkan!" Jelas Rayna.
"Kau tau, aku bukan hacker mana bisa aku melakukan itu!" Sambung Abizar.
"Kau benar-benar payah!" Jelas Rayna.
"Siapa itu???" Teriak scurity stasiun RayTv.
Rayna dan Abizar terpaksa berhenti lalu menoleh pada scurity itu.
"Siapa kalian?"
"kami disuruh mengambil sebuah berkas di ruang utama!" Jawab Rayna
"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya nya lagi.
"
"apa kau tau, aku adalah sepupu Elicya. Dan Elicya adalah istri dari pemilik stasiun RayTv ini!" Jelas Rayna.
"Oh, yasudah kau boleh masuk!" Jelas scurity itu.
"Ok." Jawab Rayna menarik tangan Abizar ke lantai atas.
"Cepat, kita harus cepat disini bahaya!!" Jelas Rayna.
"Iya Ray, kita kemana dulu?" Tanya Abizar.
"Aku kelantai utama dan kau ke lantai 3 sebelum lantai utama, dulu disana banyak sekali berkas tentang mama" jelas Rayna.
"Ok" jawab Abizar.
"Ingat, jangan ceroboh. Disini banyak sekali pengaman jangan sampai kau menyentuh barang yang tidak penting nanti bisa ketahuan!" Pinta Rayna.
"Ok Ray" jawab Abizar lalu berlari berpisah dari Rayna.
Rayna naik ke lantai utama, dimana itu ruangan mama nya dahulu.
Foto-foto mama nya di 10 tahun yang lalu masih utuh, Rayna berdiri memandang satu persatu foto itu, sehingga memori nya 10 tahun yang lalu kembali terulang.
"Mama..... Apa kau lihat aku disini?" Tanya Rayna sedih.
"Mama aku akan mencari tau siapa yang membunuh mu? Mama ada seorang pria yang selalu ada untukku dia selalu menyemangati ku!" Jelas Rayna lagi.
__ADS_1
"Mama.... Jika aku telah menemukan siapa membunuh mu. Maka aku akan pergi ke Pemakaman mu bersama dia, pria yang selalu menemani ku saat ini" jelas Rayna tersenyum sedih.
"Mama.... Apa kau tau? Aku sangat kesepian tanpa mu?"
"Dret......dret....dret....." Suara bertanda bahaya dalam gedung.
Suara itu dikarenakan Abizar tak sengaja menyenggol sesuatu.
"Gawat!!" Jelas Abizar membongkar isi lemari berisi berkas-berkas.
Rayna sadar dari keluhannya.
"Dia benar-benar ceroboh!" Jelas Rayna berlari menuju lantai 3 tempat dimana Abizar berada.
Scurity dan pengaman gedung RayTv berlari ke arah sumber suara yang berbunyi membuat Rayna tambah panik.
"Abizar..... Abizar cepat keluar!!!" Teriak Rayna
"Bentar Ray, belum selsai!" Jawab Abizar.
"Abizar,,,,, scurity akan kesini.... Cepat keluar!!!" Teriak Rayna lagi.
"Sebentar Ray!!" Jawab Abizar masih membongkar berkas-berkas itu.
"Ayo kita pergi!" Tarik Rayna menarik Abizar keluar ruangan itu.
"Kau tauh, tim Pengaman akan datang, jika kita telat pergi!" Jelas Rayna berlari menarik Abizar.
"Kita kejalan pintas agar mereka tidak menemui kita!" Jelas Rayna masuk lift tersembunyi.
Rayna dan Abizar telah tiba di mobil dengan nafas ngos-ngosan karena berlari tadi.
"Kau benar-benar bodoh!" Jelas Rayna.
"Aku tidak sengaja!" Jawab Abizar "kau dapat apa?"
"Aku tidak sempat mencari!" Jawab Rayna lesuh.
"Kok bisa?" Tanya Abizar
"Aku tidak mampu ketika aku melihat foto mama!" Jawab Rayna sedih.
"Ray ada aku disini.... Yang akan selalu menemani kau, Yang akan membuat kau bahagia!!! Jelas Abizar memegang tangan Rayna
"andai waktu tak bisa berjalan, cukup seperti sekarang saja. Maka aku akan selalu ada untukmu!" Sambung Abizar.
"Ada apa dengan hari esok?" Tanya Rayna paham dengan perkataan Abizar.
"Tidak.... Aku hanya ingin bersama mu Hari ini, esok dan selamanya" jawab Rayna.
"Apa kata-kata mu bisa ku pegang?" Tanya Rayna.
"Apapun yang terjadi aku mencintaimu!" Jawab Abizar.
"Bodoh......." Jelas Rayna "ayo kita pulang!"
"Apa kita tidak makan dulu?" Tanya Abizar.
"Aku belum lapar! Ayo kita pulang ingin istirahat!" Jelas Rayna.
"Ok... Ayo kita pulang!" Jelas Abizar melaju menuju apartemen.
Mama Abizar ada depan pintu apartemen, ia khawatir karena telah pukul 10 malam Abizar belum pulang.
"Kemana Abizar?" Tanya mama mengotak-atik tombol kode apartemen "dia telah mengganti kode nya! Kemana sih anak itu?"
Tibanya Abizar dan Rayna depan gerbang apartment lantai dasar.
"Akhirnya tiba!" Jelas Rayna lesuh "sungguh aku lelah sekali,sudah tak lama aku tak berlari!"
"Kau lemah sekali" jelas Abizar.
"Hei....... Fisik aku dan kau tidak sama. Aku lemah di bagian ini tapi kau lemah di otak!" Teriak Rayna.
"Benarkah???" Tanya Abizar berjongkok depan Rayna.
"Apa yang kau lakukan ha?" Tanya Rayna.
"Ayo naiklah..." Pinta Abizar
"Konyol.... Aku tidak mau, aku bukan anak kecil!" Jawab Rayna.
"Ayolah Ray.....kau pasti lelah. Anggap saja ini permintaan maaf ku atas kecerobohan tadi!" Jelas Abizar.
"Ok... Berhubungan aku lelah!" Jawab Rayna naik diatas punggung Abizar.
"Kau berat sekali!" Goda Abizar.
"Heiiiiii apa kau tak lihat, tubuhku kecil mana mungkin aku berat" jelas Rayna kesal.
"Berat badan mu seberat cinta ku padamu, meskipun dunia menolak untuk kita bahagia" jelas Abizar.
"Maksud kau?" Tanya Rayna.
"Lupakan!" Pinta Abizar.
"Apa kau tak pulang?" Tanah Rayna.
Abizar masuk lift ke lantai 7.
"Tidak... Aku tidak suka dirumah!" Jawab Abizar.
"Mama kau pasti khawatir, jadi pulang lah!" Jelas Rayna.
"Aku akan menemani kau!" Jelas Abizar.
"Hei..... Aku bisa sendiri, jadi aku minta kau pulang. Aku tidak ingin orang yang Menyayangi mu bersedih" jelas Rayna.
"Ok karena mu aku akan pulang!" Jelas Abizar.
"Benarkah???" Tanah Rayna.
"Iya, karena aku mencintaimu!" Jelas Abizar.
Dari jauh mama Abizar telah memperhatikan Abizar yang menggendong Rayna, ia lihat di raut wajah Abizar terlihat bahagia membuat mama Abizar semakin marah.
Ia tidak ingin Abizar seperti papa nya sudah punya istri tapi masih bermain wanita di luar sana.
"Abizar.....!" Panggil mama.
"Mama..!" Jawab Abizar lalu menurunkan Rayna serta panik.
Next???
__ADS_1