
***HATI SEDINGIN ES ❤️
Di keesokan harinya, Rayna turun dari kamar ingin ke kampus.
Ia lihat papa nya dan wanita itu duduk dimeja makan seperti nya mereka sangat bahagia, membuat Rayna tak mood untuk apapun.
"Silahkan makan nona, bibi udah siapin kau makan!" Pinta bibi pada Rayna seraya meratakan piring
"Iya Ray, kau dari semalam belum makan, padahal papa menunggu mu" sambung papa
Tanpa menjawab ia pergi dari ruangan itu, sungguh ini pemandangan yang paling buruk baginya.
"Rayna ..bisa tidak kau hargai papa disini!!!" Panggil papa bernada emosi.
tak ia tanggapi sekatapun ucapan papa, yang menurutnya membuat luka.
"Selamat pagi Rayna!!!" Sapa Abizar tersenyum diatas mobilnya
"Apa kau tahu aku telah 2 jam menunggu ?" Tanya dan jelas Abizar
Tak ia pedulikan, langsung menuju garasi agar supir mengeluarkan mobil menuju jalan.
"tapi nona, kasian anak muda itu. Hampir 2 jam ia menunggu nona!" Tegas supir
Ia berhenti sejenak mendengar ucapan supir "Aku tidak peduli" jawabnya dingin
"Rayna, aku mencintaimu......" Teriak Abizar membuat tetangga bahkan papa Rayna mendengar suara Abizar.
"Heiiiiii ....." Teriak Rayna emosi menuju Abizar.
Abizar tersenyum lebar, karena Rayna pergi menuju nya.
"Berulang kali aku katakan padamu, jangan ganggu aku...paham" jelas Rayna dingin.
"Bukan kah telah aku katakan, itu tak mungkin!" Jawab Abizar "ayolah Ray, kita ke kampus" pinta Abizar meminta Rayna masuk mobilnya
"Heiiiiii,,,,," teriak Rayna Memberontak namun sayang ia tak berhasil, dan akhirnya ia berangkat bersama Abizar ke kampus.
"Suara apa itu Bi, seperti memanggil Rayna?" Tanya papa
"Aku rasa bukan tuan, nona tak ada teman! Mana mungkin ada orang kerumah" jawab bibi
Papa Rayna terdiam mendengar itu, hatinya hancur anak semata wayang yang ia banggakan dulu tak beda nya dengan orang yang mati.
Tibanya di kampus,
Mahasiswa-mahasiswi kampus berkerumunan melihat siapa yang datang dan lebih heboh nya ketika Abizar dan Rayna pergi kampus bersama.
"Wahhh,,,, apa mereka benar-benar pacaran?" Bisik wanita-wanita didepan Rayna.
"Dia beruntung sekali, tapi aku rasa ini tak mungkin Abizar menyukai wanita tak normal seperti dia"
"Tapi meskipun dia tak normal, wanita itu cantik kok. Sepertinya dia blasteran lihatlah matanya berwarna biru"
"Tapi, kenapa aku tak percaya saja gitu"
Itulah suara-suara yang didengar Rayna membicarakan tentang nya.
Dari kejauhan terdapat 4 pasangan mata yang melihat arah keramaian itu.
"Itu kenapa sih, apa ada pengumuman penting?" Tanya Raisa pada ke 3 temannya.
"Entah aku juga gak tauh, mungkin ada informasi ujian kali yah" jawab Crisa
"Yasudah kita kesana!" Pinta Echa.
Belum sempat mereka kesana, lewatlah Abizar memegang tangan Rayna. Namun raut wajah datar Rayna tak sedikit pun berubah.
"Oh my God,, guys aku gak salah lihatkan?" Tanya Raisa tak percaya
"Kok aneh yah, Kenapa selera kak Bizar wanita Tidak normal itu" jawab Riana
"Jangan sampai mereka pacaran, terus Aku bagaimana?" Tanya Raisa kesal
"Jangan-jangan mereka pacaran!" Tebak Echa
"Tidak boleh, itu tak boleh terjadi" jelas Raisa.
__ADS_1
"Lepaskan!" Pinta Rayna melepas tangannya dari Abizar menuju kelas.
"Ray...." Panggil Abizar
"Dia susah banget sih, apa kurang aku?" Batin Abizar kesal.
Kebetulan datanglah Adim dan Erico.
"Heiii Bi,kau hebat!" Jelas Adim
"He....bukan kah telah aku katakan, aku bisa segalanya" jawab Abizar tersenyum sinis "siap-siap kalian, jadi anak buah"jelas Abizar tertawa kemenangan.
"Yasudah aku ngaku kalah, tapi perjanjian kita belum selesai Bi.
Pokok nya kau harus membuat Rayna jatuh cinta lalu kau tinggalkan" pinta Adim
"Kecilll,,," jawab Abizar enteng.
Erico terdiam mendengar ucapan Abizar dan Adim. Entah dia merasa kasihan pada Rayna yang menjadi barang taruhan.
"Yasudah, kita ke kantin" pinta Abizar
"Ok...let's go" jawab Adim.
Dikelas banyak sekali orang membicarakan Rayna dan juga Abizar, membuat Rayna tak nyaman. Kebetulan Abizar dan ke 2 temannya tak dikelas membuat Raisa berani menganggu Rayna.
"Apa kau ingin bermasalah pada ku lagi?" Tanya Raisa menantang
Lagi-lagi Rayna tak peduli akan itu, dan pada dasarnya ia tak mencintai apa lagi menyukai Abizar.
"Heee... Mana mungkin Kak Bizar menyukai wanita tidak normal seperti mu" jelas Raisa membuat hati Rayna kesal.
"Kau itu seharusnya ngaca, kau itu tak beda nya dengan orang mati." Jelas Raisa lagi
"Coba kau pikir mana mungkin, Abizar menyukai kau? Abizar punya segalanya dia tampan, kaya, pintar bahkan dia keluaran SD SMP dan SMA di luar negeri. Dan menyukai wanita gila seperti mu itu tidak mungkin!" Jelas Raisa emosi
(Parrrrr......) Rayna menampar wajah Raisa "aku bukan manusia tidak normal, dan aku tidak menyukai Abizar" jawab Rayna tegas sehingga se isi kelas mengalih pandangan
"Kau.......berani nya kau, kau pikir aku siapa? Apa kau tahu aku bisa saja mengeluarkan mu dari kampus ini" tantang Raisa mengambil tas nya lalu pergi.
"He...." Rayna tersenyum sinis lalu duduk kembali di bangku nya.
"Entahlah, mungkin dia tidak tahu Raisa seperti apa?"
Selang 30 menit masuklah Abizar dan ke 2 temannya ke kelas.
Dan tak lama masuk juga dosen padahal itu belum waktunya masuk membuat seisi kelas kesal.
"Mahasiswa bernama Rayna, dipanggil Dekan keruangan nya" panggil dosen itu sehingga Rayna berdiri lalu mengikuti dosen itu ke ruang dekan.
"Kau kenapa Ray?" Tanya Abizar
Rayna tak menjawab, tatapan ia semakin benci pada Abizar hanya membuat masalah di hidupnya.
"Dia kenapa Bi, bukan belum bayar semester an?" Tanya Adim
"Aku juga tidak tahu!" Jawab Abizar juga menyusul keruangan dekan.
Tibanya di Ruang dekan, disana ada Raisa dan juga papa nya
Yah seperti yang ia duga papa Raisa juga orang kaya.
"Duduk!" Pinta Dekan pada Rayna sehingga Rayna duduk
"Telpon orang tua mu, suruh dia datang ke kampus!" Pinta Dekan lagi.
"Tidak!" Jawab Rayna dingin
"Heiii kau ini yah, saya baru tahu ada mahasiswa seperti kau. Sudah bersalah melawan lagi" teriak dekan
Rayna melihat Raisa seperti menangis di kursi sebelah papa nya.
"Saya tidak suka ada orang yang menyakiti anak saya, apa lagi sampai menamparnya. Saya saja tidak pernah mengasari dia" jelas papa Raisa ikut bicara
"Telpon orang tua mu sekarang juga!" Pinta Dekan itu seraya membentak.
"Tidak, aku tidak salah" jawab Rayna lagi
__ADS_1
"Heiii kau ini yah, apa kau tahu aku bisa mengeluarkan kau saat ini juga. Kau jelas-jelas salah" jelas dekan lagi
"Apa kau pernah dengar tentang orang yang bermasalah dengan anak ku, bagaimana hidup mereka sekarang?" Tanya papa Raisa." Apa kau tahu siapa aku?"
"Aku tidak peduli siapa kau? Dan bagaimana kau? Aku tidak salah...dia ( menunjuk Raisa) yang selalu menganggu ku" jawab Rayna dingin
"Mana mungkin... Anak saya itu anak baik-baik, karena dia punya moral yang tinggi." teriak papa Raisa merasa terhina kan.
"Apa yang dilihat tidaklah sama dengan apa yang didengar. Sepertinya kau salah mendidik anak, Sehingga kau tidak tauh busuk nya anak mu" jawab Rayna sinis lalu berdiri ingin keluar
"Heiiiii" teriak papa Raisa" aneh ada mahasiswa seperti itu, DO kan dia, kalau bisa buatkan agar kampus lain tak bisa menerima nya" pinta papa Raisa
"Tapi rektorat, kita punya undang-undang dan aturan untuk pengeluaran mahasiswa" tanya dekan
"Hal sepele seperti itu kalian tak bisa mengatasinya, bisa apa kalian?" Bentak Papa Raisa
"Baik pak" jawab Dekan
Raisa tersenyum kemenangan"dia pikir aku siapa?" Batin Raisa
Hati Rayna semakin remuk, kenapa semenjak ada Abizar di hidupnya, hidup ia selalu dalam masalah.
Tidak jauh dari ruang Dekan, Rayna melihat Abizar yang telah menunggunya di loter sebelum kelas, membuat Rayna berhenti berjalan dan mencari jalan lain agar tak bertemu Abizar, namun sayang nya Abizar melihat Rayna.
"Rayna...." Panggil Abizar
Rayna berjalan seolah-olah tak mendengar nya, ia tak ingin berurusan lagi pada Abizar yang selalu membuat masalah dihidupnya.
"Rayna...." Panggil Abizar berlari mengejar Rayna
Membuat Rayna berhenti di sebuah lobi.
"Kau kenapa dipanggil Dekan? Apa kau ada masalah administrasi?" Tanya Abizar
"Bisa tidak jangan ganggu hidup aku!" Teriak Rayna bernada emosi
"Kau kenapa Ray, kenapa kau selalu menganggap aku pengganggu? Aku salah apa?" Tanya Abizar
"Jangan pernah hadir dihidupku lagi!" Pinta Rayna
"Tidak....bukan kah telah aku katakan, aku mencintaimu mana mungkin aku bisa"
"Tapi aku tidak mencintaimu...paham" jelas Rayna ingin pergi.
Entah kenapa mendengar itu, membuat hati Abizar semakin tak sabar ingin melukai hati Rayna, baru kali ini ia ditolak dan sehina ini, dia yang tak pernah mengejar wanita apa lagi memperhatikan wanita seperti ia lakukan pada Rayna.
Tapi ia tak putus asa, ia pastikan Rayna akan mencintai nya.
Rayna pulang awal dari semuanya, minggu-minggu ini mood nya benar hancur setelah hadirnya Abizar, ia pulang dengan taksi online.
Setibanya di rumah, tidak seperti biasanya papa nya selalu sibuk dengan pekerjaan hari ini ia lihat papa ada dirumah dan ditemani wanita itu,ia beranjak tangga menuju kamar.
"Rayna kau telah pulang, ini baru jam 11 loh" tanya papa
Ia tak menyahut papa nya,
"Rayna... Papa lelah melihat mu seperti ini. Bahkan kau tidak ada bedanya dengan orang yang mati, kau bahkan tak pernah melihat bahwa papa ada disini selalu didamping mu." Teriak papa
"Sudahlah Dear, dia butuh waktu" jelas Agera menenangkan Papa Rayna
"Papa akan menikah, dan besok papa akan keluar negeri. Papa harap kau datang kesana" jelas papa Rayna
Tak terasa air mata Rayna turun dan hatinya semakin hancur, lalu ia menoleh dan melihat papa nya.
"Oh yah" jawab Rayna dingin
"Papa tahu, kalau mama lihat papa seperti ini, dia pasti sakit hati pa. Kenapa papa jahat" jelas Rayna
"Apa papa tidak menyayangi mama lagi?"
"Rayna....sadar. papa sayang sama kamu dan juga mamamu ,papa tidak ingin kau seperti ini terus. mama mu telah tiada, biarkan dia tenang disana. Papa mohon ngerti lah pada keadaan, dia takkan kembali" pinta papa
"Tidak,, papa tidak sayang sama aku dan mama. Bahkan kasus pembunuhan mama, papa tak peduli. Papa tak peduli dengan siapa yang mebunuh mama...papa jahatttttt..." Teriak Rayna berlari menuju kamar, ia selalu terbayang akan pembunuhan mamanya di 10 tahun yang lalu.
"Rayna dengarkan papa,,, Rayna..!" Panggil papa merasa menyesal akan perkataan nya.
Next?
__ADS_1
Add Author ok
رن انضيست ❤️***