
***HATI SEDINGIN ES❤️
Abizar dan ke 2 temannya menghalangi jalan Rayna
"Hai cewek,Boleh kenalan?" tanya Adim menggulur kan tangan nya.
Raut wajah datar Rayna tak berubah, meskipun bertemu dengan 3 pria tampan di depannya,ia tak peduli dengan itu langsung saja melanjutkan jalan menuju kelas.
"Kau belagu banget sih!!! Kau pikir kau siapa?" Teriak Abizar membuat orang-orang disekeiling mengalih pandangan pada nya
Seketika Rayna berhenti mendengar itu, dan menoleh pada Abizar
"He...." Rayna senyum sinis dan pergi
"Ehhh buset itu cewek kayak mayat, sepertinya ia bukan manusia normal " jelas Adim
"Sudahlah mungkin dia emang seperti itu" tegas Erico
"Apa kau ingin di DO dari kampus?" teriak Abizar membuat langkah Rayna kembali berhenti
"Kau pikir aku peduli?" Jawab dan tanya Rayna dengan raut wajah datar
"Sudah lah Bi, kau kenapa sih masih aja kesal dengan ni cewek?" Jelas Erico
"Habis dia belagu ,dia pikir aku suka apa?" Jawab Abizar.
Rayna masuk kelas nya, Menuju bangku.
Ia tak peduli seberapa banyak wanita yang membicarakan tentang nya dari masalah tadi,
"Rayna Apa kau tak punya rasa malu?" Teriak Raisa menuju bangku Rayna
Namun Rayna tak menanggapi apa yang Raisa katakan ,ia mengeluarkan buku dari tas nya
"Rayna kau punya mulut kan? Apa kau bisu? Seharusnya kau sopan pada Abizar,kau tahu Abizar itu anak Pak Pramana pewaris kampus ini" teriak Raisa
"Parrrrrr... (Raisa menumpas buku nya di meja) kau pikir aku peduli? Kau pikir dengan dia punya segalanya aku harus hormat...tidak" jawab Rayna datar membuat teman-teman kelas hukum merasa geram
Tak berapa lama masuk lah Abizar dan ke 2 temannya
"Heee lancang sekali kau!! Apa kau ingin mencoba bermasalah dengan aku?" Tanya Raisa lagi
"Ayo Sa, beri dia pelajaran!" Pinta Crisa mengadu domba
"Apa yang terjadi?" Tanya Adim pada teman kampus nya dibelakang Raisa
"Itu tu Raisa ribut sama Rayna permasalahanya karena Abizar" jawab nya
Membuat Abizar dan ke 2 temannya berlari menuju keributan itu
Rayna berdiri memandang Raisa datar "he...kau begitu naif membuat kau lupa memakai otak"
"Kau...." Raisa ingin menampar Rayna namun tak jadi karena tangan Rayna lebih dulu memegang tangan Raisa
"jadi wanita jangan terlalu murahan. Sampai harga diri kau diinjak-injak" jelas Rayna melepas tangan Raisa dan pergi dari keributan itu
"Eeeee..... Dia keterlaluan baru kali ini aku sangat malu , masa aku dibilang gak pakai otak" teriak Raisa
"Apa yang terjadi?" Tanya Abizar membuat Raisa terkejut
"Eh kak Bizar, itu kak aku gak suka dia semena-mena pada kakak jadi aku samperin aja Rayna" jawab Raisa dengan enteng nya
"Tapi aku gak suka caramu seperti ini" tegas Abizar
"Yasudah ka, maaf" jawab Raisa terlihat lembut
Abizar langsung duduk di bangkunya "yasudah pergi kalian sebentar lagi masuk" pinta Abizar
"Iya ka" jawab Raisa "ayo guys kita pergi"
Rayna tak masuk di jam pertama, dia memilih membaca di perpustakaan dibandingkan harus kembali ke kelas membuat kepala ia sakit. Batin nya selalu ingat kejadian 10 tahun yang lalu , entah setiap ia melihat palu ia pasti terbayang akan kematian mama nya dan tak terasa air mata nya menetes.
"Aku akan mengungkap siapa yang membunuh mama! Aku harus kuat" jelas Rayna memotivasi diri nya sendiri
Di kelas kebetulan tak ada dosen, mahasiswa hanya mengerjakan tugas yang diberi kemarin melalui komputer lalu dikirim via Email pada dosen.
Abizar dan ke 2 temannya berdiskusi
"Aku semakin penasaran kenapa tu cewek?" Jelas Abizar pada ke 2 teman nya
"Loh ngapain lagi sih ngingetin tu cewek? Buat masalah ajah" tegas Adim
"Tapi jangan terlalu penasaran nanti kau jatuh cinta" sambung Erico
"Cihhhhhh....mana mungkin aku bisa tertarik pada wanita seperti dia, aku juga punya tunangan diluar negeri" jawab Abizar
"Barang kali sih, kalau dilihat-lihat dia cantik pintar pula" tegas Erico
__ADS_1
"Kok kau tahu" tanya Adim dan Abizar bersamaan
"Yah feeling aku" jawab Erico canggung
"Bagaimana kalau kita taruhan? Siapa yang dapat itu menang" tanya Abizar
"Apa taruhannya?" Tanya Adim
"Siapa yang menang jadi bos diantara kita" jelas Abizar
"Haaaa.... Kini saja kau yang bos, tapi aku setuju barang kali aku menang" jawab Adim mengangkat alis setengah becanda
"Aku mensupport kalian ber 2 saja, aku malas taruhan kalau dia tahu kan gak enak" jelas Erico
"Tunggu-tunggu deh,kau kenapa? Kau sakit?" Tanya Adim sedikit kesal
"Yasudah jika kau tak mau, siap-siap jadi anak buah" senyum Abizar kemenangan
"Tapi iya juga sih,yasudah kalau itu keputusan nya"tegas Adim
"Ok...mulai hari ini aku akan mendekati nya" jawab Abizar
Jam istirahat tiba
Abizar berkeliling mencari Rayna namun belum juga ia temukan sosok Rayna ber muka dingin itu.
Hingga akhirnya ia lihat dari jauh Rayna membaca di perpustakaan yang kebetulan tembus bening nya kaca, ia berlari menuju perpustakaan dan duduk disampingnya Rayna.
"Boleh aku duduk di samping mu?" Tanya Abizar tapi ia sudah duduk disamping Rayna
Rayna tak menyahut ia meringkas di buku hukum masalah pasal pembunuhan
"Apa kita ada tugas? Kau sibuk sekali seperti nya?" Tanya Abizar lagi
Lagi-lagi Rayna tak menjawab , ia merasa aneh tadi pagi Abizar marah-marah pada nya dan sekarang ia bicara bernada lembut,
"Apa dia ingin sesuatu?" Batin Rayna berhenti meringkas sejenak
" Rayna aku mintak maaf yah masalah tadi pagi!" Jelas Abizar senyum
"Apa aku boleh mintak nomor handphone mu?" Tanya Abizar lagi
Wajah Rayna tetap dingin dan menutup buku ringkasannya Serta berdiri"pergi!!!" Pintar Rayna mengemas buku-buku dalam tas
"Aku takkan pergi, Sebelum kau memberiku nomor handphone!" Jawab Abizar
Tak sengaja Abizar melihat handphone Rayna di atas meja namun Rayna tak menyadari itu,ia ambil handphone Rayna lalu mengetik nomor nya "kan ok,, liat ajah kau akan jatuh cinta pada ku" benak Abizar
Masuk di materi ke 2 Rayna juga tak masuk kelas, hari ini begitu membosankan bagi nya. Ia memilih makan diluar kampus untuk menenangkan jiwa.
Sepasang mata Melihat Rayna menuju parkiran ya tidak lain kecuali Abizar
"Yasudah kalian masuk ajah dulu,aku ada urusan" pinta Abizar pad Adim dan Erico temannya
"Emang kau mau kemana sih?" Tanya Adim
"Gak usah banyak tanya,masuk aja sana nanti aku nyusul" pinta Abizar lagi
"Ok" jawab Adim dan Erico,
Namun Erico tau maksud Abizar adalah untuk mendekati Rayna.
Abizar berlari kecil agar cepat menuju rayna
"Hai Rayna, kau ingin kemana?" Tanya Abizar
Rayna langsung masuk mobil
"Apa kau tak mencari ini?" Tanyah Abizar memperlihatkan handphone Rayna
Rayna keluar mobil lagi "Kembalikan ponsel ku?"
"Ok aku akan mengembalikan handphone mu ehhh salah maksud aku ponsel mu" jelas Abizar masuk dalam mobil Rayna "asalkan engkau mentraktirku" pinta Abizar telah dalam mobil Rayna
Rayna menghembus nafas nya kesal lalu kembali masuk mobil
"Emmmmm mobil mu bagus yah,keluaran terbaru" Jelas Abizar.
Rayna tak menyahut bahkan ia tak menganggap Abizar ada dalam mobil nya.
Abizar menyetel musik namun tak satu pun ada musik ataupun sejenis menyenangkan di mobil Rayna
"Apa mobilmu tak ada musik? Sungguh membosankan " tanya dan jelas Abizar
Lagi-lagi tak ada respon Rayna membuat Abizar kesal
"Apa kau tahu? Aku suka sekali keliling Benua Eropa dan Amerika , apakah kau tak ingin tahu tentang dunia sana?" Abizar mencoba kembali memecah keheningan
__ADS_1
Tiba-tiba mobil Rayna berhenti
"Turun,sudah sampai" jelas nya turun dari mobil tanpa menunggu Abizar
"Benar-benar ni cewek,buat naik emosi" batin Abizar mengikuti jejak Rayna
Rayna makan di sebuah warteg kecil ditempat biasa ia makan.
"Sepertinya dia orang miskin" benak Abizar
"Seperti biasanya Bi 2 porsi" pinta Rayna
Abizar duduk berhadapan pada Rayna sungguh ia kebingungan dia tak pernah makanan di tempat kecil, kumuh seperti warteg ini.
Tiba orang membawa 2 porsi bakso membuat Abizar tak percaya,ia benar-benar tak tahu makanan apa itu?.
"Whattt???????? Are you okay? Makanan apa ini?" Teriak Abizar membuat orang di warteg terkejut
"Ssttttt" Rayna meletakan jari telunjuk nya di bibir Abizar isyarat agar diam
"Of you on Indonesian, please to eaten From Indonesian. This ia Indonesian don't America (jika kamu di indonesia, silakan makan makanan Indonesia. Ini Indonesia bukan Amerika)" jelas Rayna dengan bahasa Inggris nya
"But....setidaknya bernilai ,makanan asongan gini dimakan bisa bakteri semua" jelas Abizar
"Aku tak mengajak mu kesini, kau yang meminta" jawab Rayna dingin
"Aghhhhhhh......." Abizar terlihat kesal dan mencoba memakan bakso namun tak disangka Ternyata bakso tak seburuk yang ia pikirkan
"Enak....." Jelas Abizar makan bakso dengan lahap
Rayna tak peduli akan itu,hingga ia selsai makan.
Setelah makan mereka kembali ke kampus.
Tak terasa waktu telah lama berjalan hampir seminggu Abizar selalu mengejar Rayna namun sampai saat ini belum berhasil membuat Rayna peduli apa lagi cinta terhadap nya.
Malam itu Abizar menatap langit dari jendela kamar nya
Ia terus cari cara agar Rayna bisa mencintai nya, lalu dia akan buat Rayna sakit hati karena ia tak habis kesal karena Rayna menolak ia kenalan di seminggu yang lalu.
"Anak mama kenapa melamun gitu sih, memikirkan tentang jassy yah Wanita Amerika itu" jelas mama Abizar memecah keheningan
"Ah mama buat jantungan saja, tidak lah ma. Aku mikir saja apa aku kurang ganteng? Kurang kaya?" Tanya Abizar
"Emangnya kenapa sih Bi, kau bicara gitu?"
"Aneh saja ma, di kampus ada cewek yang nolak Abizar kenalan mentah-mentah, kurang apa coba?"
"Mungkin dia wanita yang tak memandang apa yang kau miliki, Bi. Karena apa tak semua wanita menyukai uang dan paras ,ingat Bi uang tak seberapa dibandingkan kasih sayang" jelas mama
"Aku rasa dia tidak normal ma, dia tak pernah bicara apa lagi tersenyum aku tak pernah lihat."
"Emang kenapa sih kau kepo tentang dia? Kau suka yah? Ingat loh kau sudah punya tunangan"
"Ihhhhhh mana mungkin aku suka wanita seperti dia,lagian aku juga milih kali ma"
"Baguslah jika seperti itu, Yasudah mama kedapur ya sebentar lagi papa pulang"
"Ok ma"
Malam itu Rayna duduk di pojok kamar dan melihat arah langit ia lihat bintang yang cerah dan seperti nya mereka bahagia di langit sana namun tak sama dengan hati nya tak henti-henti terluka.
Tring....(bunyi notifikasi masuk dari ponselnya) ia membuka ponselnya ternyata notifikasi itu dari Gavin "Gavin memperbarui foto nya".
Hati Rayna senang tak sabar melihat Gavin di sana namun kebahagiannya berubah ketika melihat foto itu yah foto Gavin dengan seorang wanita di sebuah cafe di LA.
"Parkkkkkkkkk" Rayna melempar ponsel nya di tempat tidur lalu meringkus diri nya sendiri dan menangis
"Aaaaaaa....." Teriak nya "bahkan orang yang ku percayai pun berkhianat"
Mendengar teriakan Rayna bibi datang takut terjadi apa-apa
(Mengetok pintu) "nona , apa nona baik-baik saja?" Tanya bibi
Hati Rayna sangat sakit , luka yang selama ini ia sembuhkan terhadap mamanya kini kembali datang ketika penghianatan Gavin..
"Nona, Apa kau baik-baik saja,bibi khawatir"
"Aku tak apa-apa"
"Yasudah bibi kembali kedapur yah" jelas bibi menuju dapur
Hampir semalaman ia menangisi Gavin, membuat Rayna tak semangat hidup.
Next?
Add Autho*r yah!
__ADS_1