
***HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part8
Abizar bergegas membawa Rayna keluar kamar.
"Tuan, biar aku telpon dokter pribadi saja!" Pinta bibi
"Tidak bi, kita harus ke rumah sakit. Seperti nya Rayna bukan demam biasa, tubuhnya dingin" jawab Abizar berjalan tergesa-gesa menuju mobil.
"Bibi ikut!" Jelas bibi masuk mobil Abizar.
Selang beberapa menit Abizar dan bibi tiba dirumah sakit.
Yang emang rumah sakit dari rumah Rayna begitu dekat, Rayna dibawah perawat ke ruangan pasien, untuk di periksa oleh dokter. Sedangkan Abizar dan bibi duduk di kursi memang disediakan rumah sakit untuk pengunjung.
"apa bibi sudah hubungi papa Rayna?" Tanya Abizar pada pembantu.
Bibi terdiam mendengar itu, ia bingung harus jawab apa? Mana mungkin ia menjawab bahwa Rayna tak menyuruh mengatakan kepada siapa saja tentang keadaan nya, termasuk Papa nya.
"BI..kau dengar aku kan!?" Tanya Abizar lagi
"E....tuan besar lagi di luar negeri tuan," jawab bibi terbata-bata
"Oh.. tapi bibi sudah telpon kan papa Rayna. bagaimana keadaan Rayna?" Tanya Abizar lagi
"I...iya tuan"jawab bibi.
Selang 30 menit, dokter memeriksa Rayna keluar ruangan rawat .
"Dari keluarga pasien, silahkan ke ruangan saya untuk resep obatnya" pinta Dokter
Bibi dan Abizar saling pandang
"biar aku saja bi!" Pinta Abizar
"Tapi tuan!!!?"
"BI,, percayalah!" Jelas Abizar mengikuti dokter Menuju Ruangan nya.
Abizar duduk depan kursi dokter, yang hanya di kelangi meja.
"Rayna, sakit apa dok? Apa ada yang serius dari penyakitnya...em maksud aku parah dok?" Tanya Abizar
"Apa Pasian telah lama mengosumsi obat tidur?" Tanya dokter
"Obat tidur? Obat apa dok?" Tanya Abizar aneh.
"saya prediksi pasien, sudah hampir 4 tahun mengosumsi obat tidur sehingga efek samping nya sangat berbahaya" jawab Abizar
"apa bahayanya dok?" Tanya Abizar
"Yah salah satu melemah sarap imun di otaknya" jawab dokter
"dan jika terlalu lama mengosumsi akan terbiasa atau candu, dan bisa saja mengancam nyawa" sambung dokter lagi
"lalu bagaimana mengatasi nya dok?" Tanya Abizar terlihat khawatir
"Untuk tidak mengonsumsi obat tidur dan disini saya tuliskan resep obat dan kau bisa cari di apotek besar di luar, soalnya di rumah sakit sedang kehabisan obat tersebut" jelas dokter dengan menulis sesuatu di sebuah kertas
"Baik dok!" Jawab Abizar melihat resep obat itu lalu menuju keluar.
sorenya,
Rayna baru sadar dari pinsan. Ia buka matanya dan melihat sekeliling tempat ia berada. Seketika ia terbayang akan kejadian sebelum mama nya meninggal dan di otopsi di rumah sakit pastinya di ruang VIP,
Ia lihat di sofa tak jauh dari tempat ia berbaring ada sosok seorang yang ia kenal yah tak lain Abizar.
"BI,,, bibi!!" Panggil Rayna seperti ketakutan,
Mendengar itu Abizar terbangun dan bibi juga telah tiba disamping Rayna.
"Nona, nona telah sadar. Syukurlah apa nona masih sedikit pusing?" Tanya bibi khawatir
"BI, kenapa bibi bawa aku kerumah sakit? Kan telah aku katakan aku tak ingin kesini! Ayo pulang bi!" Tanya dan pinta Rayna
"Maaf nona, bukan bibi yang bawa kesini" jawab bibi
"aku yang membawamu kerumah sakit" jawab Abizar berdiri menuju Rayna.
"BI,, ayo pulang bi! Aku tak ingin disini!!!" Pinta Rayna memandang sekeliling ruang rawatnya dengan ketakutan
"Tidak, kau belum boleh pulang sebelum kau sembuh" jawab Abizar
"Tidakkkkkkk...... Mama.....hiks...hiks..." Teriak Rayna menangis ketakutan
__ADS_1
"Nona, tanang nona!!! Iya nanti kita pulang! Nona jangan takut yah!" Jelas bibi memeluk Rayna
Melihat Rayna ketakutan Abizar semakin tak mengerti, ada apa dengan Rayna. Apa benar yang ia Erico katakan bahwa Rayna anak broken home?
"Aku benci semuanya, semuanya jahat!!!! Semuanya jahat!!!!!" Teriak Rayna lagi
"Ray,,, apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar merasa khawatir
"Nona harus sembuh nona, jika Nona tak pergi kerumah sakit, nona tak bisa sembuh dan nyonya besar pasti sedih kalau melihat nona sakit" jelas bibi menenang kan Rayna.
"Tapi bi,,, kenapa mama meninggalkan ku? Kenapa Bi? Kenapa tidak aku saja yang pergi?.
"Nona, nona harus terima dengan kenyataan. Nona harus bersahabat pada keadaan bahwa nyonya besar tak kan kembali" jelas bibi mengelus rambut Rayna.
"Hiksss....hiksss..." Rayna menangis di pelukan bibi
"Ray,,, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Abizar
Rayna melihat Abizar dingin "kenapa kau membawa ku kesini?" Tanya Rayna
"BI... Boleh tinggal kan kami berdua!" Pinta Abizar
"Iya tuan" jawab bibi melepas pelukannya lalu menuju keluar.
Kini tinggallah Abizar dan Rayna diruangan itu, Abizar masih tak percaya apa yang ia lihat Rayna menangis layaknya orang defresi ketakutan.
"Apa kau telah lama mengosumsi obat tidur?" Tanya Abizar
"Bukan urusan mu" jawab Rayna Dingin
"Kau tahu, jika tidak cepat dirawat, nyawamu bisa melayang" jelas Abizar
"Jangan campuri urusan ku" jawab Rayna
"Ray,,,,,. Aku heran sama kau kenapa kau hidup seperti ini?" Tanya Abizar bernada emosi
"Aku tak pernah meminta kau, untuk hadir di hidup ku, jadi jangan lah kau mengherani apa yang aku lakukan" jawab Rayna dingin
"Ray, kau tau jika papa mu tau atau mama mu tau kau seperti ini,,, mereka pasti sedih" jelas Abizar
"Diammmmmmm........" Teriak Rayna ketika mendengar mamanya. Batin ia sangat tersiksa apa lagi terbayang akan mamanya yang di pukuli palu. Teriakan Rayna membuat bibi diluar ruangan khawatir.
"Ray...... Kau kenapa? Apa aku salah?" Tanya Abizar terlihat khawatir menuju tempat tidur rawat Rayna. Dan tak berapa lama masuklah bibi,
"Tuan, jangan bahas masalah tuan besar dan nyonya besar pada nona Rayna" pinta bibi
"Itu akan membuat nona Rayna frustasi" jelas bibi memeluk Rayna kembali'
Pada malamnya Abizar pulang kerumah, wajahnya terlihat lesuh tak menentu. Pikiran nya selalu tertuju pada Rayna, ia semakin yakin bahwa Rayna punya masalah pada mama dan papanya, Abizar beranggapan wanita yang dirumah Rayna dulu adalah mama Rayna.
"Kenapa Rayna bilang mama nya pergi meninggalkan nya? Bukan kah mama nya kemarin ada?" Tanya Abizar pada diri sendiri
"Kok aku mikirin Rayna? Untuk apa coba? Sadar Abizar, sadar!!! Kau sebentar lagi akan menikah" jelas Abizar bangun dari tempat tidurnya menuju handphone diatas meja cermin.
Handphone nya bergetar, ternyata yang menelpon adalah Jassy kekasih nya.
"Kau dimana dear?" Tanya Jassy
"Dirumah.. kenapa?" Tanya Abizar
"Apa kau setuju dengan usulan ku itu?" Tanya Jassy
"Hmmmm terserah kau saja" jawab Abizar singkat
"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Jassy lagi karena tak seperti biasa nya Abizar dingin pada nya.
"Iya, aku kecapean jadi ingin istirahat dulu" jawab Abizar
"Kau kenapa sih seperti menghindar dari ku?" Tanya Jassy menangis.ia merasa Abizar berubah 100%.
"Aku tidak menghindar, aku hanya kecapean saja" jawab Abizar
"Tapi setidaknya kau punya waktu untukku" jelas Jassy
"Terserah kau saja la. Yang penting aku telah jujur pada mu" jelas Abizar
"Apa karena jarak?" Tanya Jassy
"Sayang.... Kau jangan seperti anak kecil lah. Kita itu kan punya kesibukan tersendiri!" Jawab Abizar
"Mungkin aku terlalu takut kehilanganmu" jawab Jassy
"Yasudah aku istirahat dulu yah" jelas Abizar
"Yah" jawab Jassy sedih
__ADS_1
Abizar kembali menumpas diri nya ke tempat tidur, ia kembali berpikir tentang Rayna.
"Apa dia telah makan? Apa dia telah minum obat?" Tanya Abizar pada diri sendiri
Lalu membuka handphone untuk menghubungi Rayna.
"Tapi tak mungkin ia menjawab teleponku" jelas Abizar lagi "apa aku kesana aja yah?"
Dengan terburu-buru Abizar memakai sweater nya ingin menuju rumah sakit.
"Mau kemana Bi?" Tanya mama
"Kerumah teman ma!" Jawab Abizar berhenti sejenak "oh iya ma, apa mama ada stok ramen?" Tanya Abizar
" Ke rumah Rayna yah?" Tebak mama
"Iya ma, Rayna dirumah sakit!" Jawab Abizar
"Di rumah sakit? Dia sakit apa? Apa dia baik-baik saja? Yasudah mama ikut kerumah sakit yah!" Tanya mama
"Dia baik-baik saja ma!" Jawab Abizar
Mama menyiapkan ramen untuk dibawa ke rumah sakit. Disatu sisi mama Abizar takut Abizar akan jatuh cinta pada Rayna sebab Abizar telah tunangan pada Jassy anak teman papa nya, namun untuk saat ini tidak harus ia berpikir masalah itu karena Rayna sakit.
Tibanya dirumah sakit, Rayna memejam kan matanya ia sangat sulit untuk tidur. Maka dari itu ia sering minum obat tidur, pikirannya telah dimana-mana apa lagi ketika mengingat mama, ia merasa hidupnya tak berarti lagi.
"Cklekkkk" pintu ruang rawat dibuka membuat Rayna membuka matanya. Rayna melihat Abizar lalu di ikuti Mama nya
"Rayna apa kau baik-baik saja?" Tanya mama
"Aku baik-baik saja Tan" jawab Rayna tersenyum dingin.
"Syukurlah, Tante khawatir mendengar kau sakit!" Jelas mama Abizar.
"Apa kau telah makan?" Tanya Abizar lalu melihat makanan di meja samping Rayna yang belum dimakan sedikit pun "kau belum makan? Kau juga belum minum obat?" .
Rayna terdiam melihat raut wajah Abizar terlihat serius.
"Aku tidak suka makanan itu!" Jawab Rayna dingin, ia tidak enak pada mama Abizar sehingga ia menjawab pertanyaan Abizar
"Apa kau tauh? Jika kau tak makan kau akan tambah parah" jelas Abizar
"Aku baik-baik saja" jawab Rayna dingin
"Oh iya Ray, Tante bawa makanan kesukaan mu, Ramen" jelas Tante membawa semangkok ramen beserta Kimchi Timun "Tante suapin yah! Kamu pasti lapar?" Tanya mama
"Biar aku saja Tan!", Jawab Rayna
"Biar aku saja ma!!!" Pinta Abizar merebut semangkuk ramen dan Kimchi timun itu
"Tidak, aku tidak ingin makan!!!" Jawab Rayna dingin ketika melihat Abizar duduk disampingnya.
"Ohhhh yah? seperti nya ini enak sekali ma! Apa aku saja yang makan? Ohhh ramen nya gurih" jelas Abizar mengaduk-aduk ramen seolah ia ingin memakan nya.
"Uhhhhhhh kuah nya menggoda" jelas Abizar lagi "yasudah aku saja yang makan!" .
Rayna dingin tak peduli,ia tauh Abizar menyuruh nya makan. Rayna merebut mangkok ramen lalu ia memakannya.
"seperti nya kau tidak makan se abad?" Tanya Abizar bercanda
Rayna tak menanggapi apa yang dikatakan Abizar, ia fokus ke makanan nya.
Abizar melihat obat yang ia beli tadi, ia memilih obat untuk diminum setelah makan. Tak sengaja Abizar melihat obat asing baginya, ia rasa tadi ia tak membeli obat itu.
"Obat apa ini?" Tanya Abizar
Lalu mama mendekat Abizar, dan melihat obat itu.
"Ini obat tidur, soalnya mama pernah beli dulu" jawab mama
"Kau mengosumsi obat tidur lagi?" Tanya Abizar menuju Rayna dengan membawa obat tidur.
"Aku tidak bisa tanpa obat itu!" Jawab Rayna
"Kenapa kau tak mendengar ha???? Kau tau karena obat tidurlah kau terbaring disini!!!!!!" Teriak Abizar kesal
Mama pun kaget melihat Abizar, raut wajah nya benar-benar menandakan ia marah.
"Bukankah telah aku katakan, itu tidak penting. Aku tak bisa tanpa obat itu" jawab Rayna dingin
"Terserah!!!!!!" Jelas Abizar meng hancur obat tidur itu lalu ia masukan ke kotak sampah.
next?
jangan lupa Like share dan vote yah
__ADS_1
Author
Rena Andesta***