Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Dia bukan Pembunuh ma


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES❤️,


#Part10


Malam nya.


Abizar pulang sekitar pukul 20: 32, mama nya menunggu Abizar di ruang keluarga.


"Baru pulang Bi?" Tanya mama


"Iya ma, yasudah Abizar mau ke kamar" pinta Abizar.


"Mama telah lihat di TV tentang Rayna." Jelas mama


"Tv?" Tanya Abizar kebingungan.


"Iya,,, pantasan saja Mama rasa pernah melihatnya. Memang pernah mama lihat waktu dia masih kecil!" Jawab mama.


"Tapi dia bukan pembunuh ma!!!" Jelas Abizar seperti membela Rayna.


"Abizar jawab mama jujur. Apa kau mencintai Rayna?" Tanya mama.


"Ma, dia hanya teman Abizar. Aku tak mencintai nya!" Jawab Abizar.


"Apa dengan cara memperlakukan Rayna seperti kemarin malam pantas di bilang teman!!" Tanya mama lagi.


"Terserah mama aja deh!! Aku mau istirahat capek!!" Jawab Abizar menuju kamar.


Rayna duduk di pojok kamar. Sekarang keadaan nya sangat menegangkan, dimana semua orang telah menganggap ia pembunuh sehingga ia semakin frustasi, Rayna tak henti menangis menghadapi takdir yang begitu menyedihkan. Bahkan ia tak bisa hidup tenang setelah kematian mama nya, ia defresi dan frustasi ia telah mencoba bunuh diri 2 tahun yang lalu namun gagal, seperti nya allah masih sayang Pada nya.


Rayna telah mencoba memejamkan mata untuk tidur, tapi benar-benar tak bisa.


Ia berdiri lalu membuka lemari mencari obat tidur, namun tak ia temukan.


"Dimana obat ku?" Tanya Rayna.


Dan akhirnya ia temukan kotak obat tidur, namun kotak itu kosong.


"Habis!!!" Jelas Rayna seperti mengeluh.


Abizar membuka handphone nya, ia lihat 18 panggilan terlewatkan "Jassy❤️". Abizar tidak berniat untuk menelpon Jassy kembali ia begitu lelah, tanpa mandi langsung tidur.


Keesokan harinya, Abizar pergi kerumah Rayna. Ia ingin mengecek keadaan Rayna, apa dia baik-baik saja?.


"Bi, Rayna mana?" Tanya Abizar pada bibi sedang menyiram bunga di teras.


"Ada tuan, di kamar!" Jawab bibi


"Apa Rayna telah makan?" Tanya Abizar.


"Non Rayna jarang makan keluar tuan, kalau dia makan pasti ramen. Rame juga telah ia siap kan dikamar" jawab bibi.


"Oh....oh iya bi? Aku boleh tanya tidak?" Tanya Abizar.


"Ta..tanya masalah apa tuan?" Tanya bibi balik gugup.


"Bi.. kenapa Rayna dibilang pembunuh?" Tanya Abizar


"Maaf tuan, masalah itu bibi tak bisa jawab. Nona telah ber kata pada bibi agar tak memberi tahu siapapun masalah pribadinya" jawab bibi.


"Tapi Bi, aku pacar nya loh" jelas Abizar meyakinkan.


"Kenapa tuan tidak menanyakan langsung saja pada nona Rayna!" Jawab bibi "yasudah tuan, bibi mau lanjutkan kerja" jelas bibi kembali menyiram bunga.


Abizar masuk kerumah Rayna, ia lihat Rayna sedang di depan tv. Ia terlihat sedih tapi raut wajahnya masih tak berubah yang dingin.


"Hai Ray,,, apa kau telah makan?" Tanya Abizar.


Pikiran Rayna berkecamuk, tak karuan sehingga ia tak sadar bahwa Abizar didepannya. Abizar duduk disamping Rayna juga melihat televisi.


"Rayna?????!!!" Panggil Abizar.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar.


Air mata Rayna tak henti-henti mengalir ia tak percaya hidupnya harus serumit ini.


"Ray,,, kau yang sabar yah!!!" Jelas Abizar menenangkan Rayna.


"Tapi aku bukan pembunuh!!!" Jawab Rayna.


"Ray,,, coba kau ceritakan apa yang terjadi sehingga kau dibilang pembunuh!!" Pinta Abizar.


"Sebaiknya menjauh lah dari hidupku, jika kau tak ingin terlibat terlalu jauh" jawab Rayna dingin lalu memandang Abizar.


"Aku tidak peduli. Biar apa pun yang terjadi, aku tidak mau melihat kau seperti ini Ray," jawab Abizar.


"Tapi kenapa? Papa ku saja tak peduli pada ku. Jangan Kan orang lain, semuanya tak ada yang bisa mengerti perasaanku.... Hiksss.....hikssss" teriak Rayna.


"Karena aku mencintaimu Ray... Ray cobalah kau buka hati mu, lihat lah dengan hati. lihat papa mu sayang pada mu" jawab Abizar.


"Jika papa sayang sama aku, dia tak mungkin tak bisa menguak tentang kematian mama" jawab Rayna


"Mama???" Tanya Abizar tak percaya "lalu wanita kemarin siapa?"


"bahkan sekarang aku harus mengubur semuanya, ini semua gara-gara kau. Bukan kah telah aku katakan, aku tak ingin ketaman kemarin" teriak Rayna lagi.


"Ray,, aku minta maaf yah. Coba sekarang kau cerita masalah nya, boleh aku bisa melindungi mu" jelas Abizar.


"Aku tidak butuh bantuan mu, aku minta kau pergi... Pergi!!!" Teriak Rayna lagi.


"Tidak!! Coba la Ray kau terbuka pada orang lain, jika kau terus-menerus begini masalah nya tak akan selesai" jawab Abizar.


"Aku benci keadaan, bahkan hidup ku tak berarti lagi..hikssss...hikssss" jelas Rayna memeluk dirinya sendiri.


"Ray bagiku kau orang yang sangat berarti, kau orang yang mengajarkan ku bagaimana mengejar. Pokoknya kau adalah orang yang penting dalam hidupku" jawab Abizar dan Rayna memandang Abizar.


"Aku mohon Ray, Jangan seperti ini terus. Kau berhak bahagia" sambung Abizar "sekarang kau ceritakan apa yang terjadi?" Tanya Abizar lagi.


Rayna berdiri lalu naik ke lantai atas dan juga diikuti Abizar.


Rayna menuju kamar mamanya, dimana kamar itu adalah tempat terjadi nya pembunuhan di malam itu.


Kamar itu masih tertata rapi layak nya 10 tahun yang lalu, bahkan baju mama nya tak satu pun di gerak.


"Ini kamar siapa Ray?" Tanya Abizar.


"Ini kamar mama!" Jawab Rayna kembali menangis.


"Ada apa dengan mama mu?" Tanya Abizar


Lalu Rayna menceritakan:


Flashback On 10 tahun lalu


"Apa pun yang terjadi, aku tak mungkin meninggalkan suami dan anak ku" jelas Elicya Dalam telepon nya.


"Aku tidak rela jika kau bahagia dengan dia, dia tak pantas untukmu Eli" jelas seorang dalam handphone Elicya.


"Lupakan aku, aku mencintai suamiku dan anak ku." Jawab Elicya.


"Maaf Elicya...... Aku tidak rela kau bahagia dengan orang lain, kau tau aku orang yang menemani mu dari nol dan kau sekarang menikah dengan orang yang lebih dari ku!" Jelas seorang itu lagi.


"Lupakan aku" jawab Elicya menutup telepon nya.


Tak usai menutup telepon.


"Plakkkkkk......" Palu meluncur ke kepala Elicya sehingga Elicya jatuh ke lantai.


"Siapa kau?" Tanya Elicya ketakutan dan lesuh.


"He...." Sinis orang tanpa pengenal itu lalu ia pukul kepala Elicya sehingga Elicya tewas.


"Aaaaaaa......" Teriak Elicya membuat Rayna bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Mama...." Panggil Rayna dari luar kamar lalu membuka pintu kamar mama nya.


"Mama....!" Panggil Rayna depan pintu melihat mama nya tergeletak di lantai. Lalu Rayna memegang mama nya dan palu yang ada disamping mama.


"Mama... Mama kenapa? Mama......" Teriak Rayna menangis.


"Mama..... Hiks....hikss...." Rayna menangis.


Mendengar suara Rayna menangis histeris bibi bangun, Lalu ia kamar Elicya.


"Nona,,, Nyonya besar kenapa?" Tanya bibi.


"Mama.... Mama" teriak Rayna menggeleng kan kepala tak percaya.


Melihat itu, bibi menelpon papa Rayna yang kebetulan papa Rayna ke luar negeri untuk kepentingan perusahaan.


Di keesokkan harinya, telah tersebar bahwa artis Elicya meninggal karena dibunuh. Hasil tes laboratorium dan sidik jari, tertera sidik jari dari palu dan tubuh Elicya bahwa yang membunuh Elicya adalah Rayna.


Sehingga Rayna dibawah ke kantor polisi, beribu kamera yang memotret dan mewawancarai Rayna, membuat Rayna benci dengan kamera dan juga lensa hingga saat ini.


"Sekarang kau jujur, apa kau yang membunuh mama mu?" Tanya pengacara Elicya.


Rayna tidak menjawab ia menangis frustasi,


"Kau dengar aku kan, jika kau membunuh nya kenapa? Dan jika tidak, siapa yang melakukan ini?" Tanya pengacara lagi.


Lagi-lagi Rayna tak menjawab dan terus menunduk,


"Dia tidak menjawab!!" Jelas pengacara kelelahan.


Lalu masuklah papa Rayna tergesa-gesa dan tak percaya apa yang terjadi.


"Rayna......" Panggil papa kalau memeluk Rayna.


"Hikssss....hikssss" Rayna menangis.


"Ray,,, apa yang terjadi Ray? Kenapa mama mu bisa seperti ini?" Tanya papa.


Lagi-lagi Rayna diam.


"Apa kau membunuh mama? Jawab papa Ray? Jawab???" Teriak papa memegang bahu Rayna.


"Aku bukan pembunuh!!!!" Teriak Rayna menangis lalu papa Rayna memeluk Rayna sedih.


2 bulan setelah kejadian itu, hari-hari Rayna tak berwarna lagi, bahkan ia selalu menangis serta defresi dan Frustasi. Melihat itu papa Rayna mengasingkan Rayna ke Jerman sampai Rayna bisa melupakan kejadian pembunuhan mamanya. Namun harapan tak sesuai dengan kenyataan dengan pengasingan itu tetap tak bisa membuat Rayna lupa akan masalalunya, selama 9 tahun di Jerman hingga Rayna tamat SMA dan kembali lagi ke Indonesia.


Flashback off.


Abizar mendengar cerita dari Rayna merasa sedih, ia tak percaya beban Rayna seberat ini. Hati kecilnya merasakan ia tidak tega melihat Rayna sendiri menghadapi masalah seperti ini.


"Ray, kau jangan khawatir aku akan membantumu" jelas Abizar memeluk Rayna sedih.


Selama 10 tahun ini, papa bergerak di usaha stasiun tv agar bisa menguak kematian mama, namun sampai saat ini tak ada jejak yang tertinggal sehingga papa menyerah!" Jawab Rayna menangis.


"Ray,, aku akan melindungi mu dan aku juga akan membantu mu menguak siapa pembunuh mama mu:" janji Abizar menenangkan Rayna.


"aku tidak percaya lagi pada cinta, semuanya akan pergi aku tauh itu" jelas Rayna lagi, membuat Abizar tersentak ketika ia ingat ia akan menikah pada Jassy 6 bulan lagi.


"Ray, kau harus ingat. Semua yang hidup akan mati setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan" jelas Abizar.


"Tapi, jika dia berkhianat. Apa ka pantas disebut cinta?" Tanya Rayna memandang Abizar.


"Aku benci penghianatan!!!" Sambung Rayna lagi menangis.


"Ray,,, ada aku disini yang tak akan berkhianat padamu dan selalu mencintaimu lebih dari yang lain" jelas Abizar,


Sebenarnya Abizar juga bingung pada pembicaraan nya.


"Aku tidak akan percaya akan itu" jawab Rayna dingin melepas pelukan dari Abizar.


Next?

__ADS_1


__ADS_2