Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Apakah kau mencintai wanita itu?


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#Part21


Siang itu Jassy mengajak Abizar refreshing ke sebuah tempat untuk menenangkan jiwa, Abizar melihat sekeliling tempat itu rasanya ia pernah kesini sebelum bersama Jassy.


"Dear, bukankah ini indah?" Tanya Jassy.


Abizar masih sibuk dengan pikirannya, ia pernah kesini bersama Rayna ketika Rayna ulang tahun.


"Dear, apa kau mendengar ku?" Tanya Jassy


"Iya!!" Jawab Abizar.


"Apa kau menyukai nya?" Tanya Jassy.


"Iya, pemandangannya bagus!" Jawab Abizar terbayang akan kebersamaan nya dan Rayna pada hari itu "he...." Abizar tersenyum sendiri saat mengingat nya.


"Sayang, kita frewed nanti dimana?" Tanya Jassy.


"Frewed??" Tanya Abizar balik serta terkejut.


"Iya ingat sayang kita akan menikah 4 bulan lagi, kau tauh aku sudah tidak sabar akan pernikahan kita!" Jelas Jassy.


"Kenapa aku belum memikirkan nya yah?" Jawab Abizar


"Kenapa?" Tanya Jassy terlihat Kecewa.


"Tidak, aku hanya lelah saja!" Jawab Abizar mengalihkan pembicaraan nya.


"Apa kau mencintai wanita itu?" Tanya Jassy memandang Abizar membuat Abizar semakin terkejut.


"Dia hanya temanku!" Jawab Abizar.


"Lantas kemarin kenapa kalian seperti musuh? Saat aku ingin duduk bersamamu?" Tanya Jassy.


"Lupakan!" Pinta Abizar.


"Semakin hari, aku semakin tidak mengenali sifat mu!" Jelas Jassy terlihat kecewa.


"Bukankah telah aku katakan aku lelah,, seharusnya aku istirahat!" Jawab Abizar kesal.


"Apa kau tak suka bersama ku? Kau tau aku sangat menantikan kebersamaan kita!! Tapi kenapa kau merasa bersama ku adalah beban!!" Teriak Jassy menangis.


"Hapus air mata mu, aku tidak ingin kau menangis. Aku minta maaf telah membuat kau menangis!!" Pinta Abizar


[ "kenapa kau berubah? Kau bahkan tak mengharapkan ku di sini" jelas Jassy.


"Sudahlah..... Jangan menangis, aku tidak suka dengan wanita cengeng!" Jelas Abizar memeluk Jassy,


Ia bingung akan dirinya sendiri, harusnya ia bahagia Jassy di Indonesia tapi kenapa ia merasa biasa saja?.


Malamnya, Rayna duduk depan jendela kamar sehingga angin luar masuk membuat suasana malam semakin tentram, ia menghembuskan nafas dengan kasar untuk menikmati malam yang sunyi, seketika ia ingat kebersamaan pada Abizar air mata pun menetes. ia naik kan kaki nya diatas kursi yang ia duduk dan memeluk erat dirinya sendiri,Kadang kalah ia benci pada diri sendiri harus percaya dengan lelaki seperti Abizar, lelaki ****** yang tak punya hati itu,


"Bulan yang dulu bersinar kini meredup layaknya mati dan tak berdaya, yang dulu selalu ada tapi kini seakan-akan tak kenal satu sama lain!!! Apa ini namanya takdir? Apakah ini kenyataan ku hingga akhir? Ataukah semua akan indah tapi belum sekarang?" Tanya Rayna pada diri sendiri.


"Mama.... Aku tidak tauh harus hidup seperti apa? Semuanya mengecewakan!"


[


Abizar terus menelpon nomor Rayna meskipun tidak aktif lagi, tapi dia tak pernah menyerah untuk mencoba.


"Kenapa nomor nya tidak aktiv lagi. Apa dia mengganti nomor?" Tanya Abizar gelisah mondar mandir di depan tempat tidurnya.


"Apa dia pindah keluar negeri? Tidak-tidak itu tidak boleh terjadi!" Jelas Abizar mengambil jaket lalu turun kamar, ia lihat kedua orang tuanya mengobrol diruang keluarga disertai Jassy.


"Aku keluar sebentar, mencari angin!" Jelas Abizar beranjak pergi.


"Heiii Abizar, apa kau tak melihat Jassy disini?" Tanya papa membuat langkah Abizar terhenti.


"Hanya sebentar pa!" Jawab Abizar pergi.


Jassy terlihat kecewa melihat sikap Abizar seakan-akan tak mengganggap nya ada.


"Jassy, cepat susul!!" Pinta mama.


"Baik Tan!" Jawab Jassy menyusul Abizar.


Tapi sayang saat Jassy keluar Abizar telah melaju pergi.


"Apa ada sesuatu yang ia sembunyikan?" Tanya Jassy pada diri sendiri. "Aku tidak boleh negatif thinking, aku yakin Abizar mencintai ku!" Benak Jassy masuk rumah kembali.


"Abizar mana?" Tanya papa.


"Tidak tau Om, dia telah pergi" jawab Jassy "yaudah Tan, aku ke kamar!" Jassy menuju kamarnya.


Raut wajah papa Abizar sangatl marah, akan sikap Abizar terhadap Jassy.


"Benar-benar anak tidak tauh diuntung!" Jelas Papa.


"Jangan seperti itu pa, mungkin Abizar ada urusan lain!" Jelas mama menenangkan Papa.


"Tidak mungkin, pasti dia bersama wanita itu!!" Teriak papa sehingga Jassy dari kamar mendengar.


"Siapa wanita itu? Apa Rayna?" Benak Jassy terlihat kecewa.


Abizar tiba di teras Rayna, ia mengetok pintu dengan membawa sebuah buket.


"BI, dimana Rayna?" Tanya Abizar.


"Maaf tuan, nona Rayna tidak ingin bertemu tuan!" Jelas bibi.


"Aku hanya ingin tauh apa dia ada dirumah? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Abizar.


"Maaf tuan, nona Rayna tidak mengizinkan memberitahu siapapun tentangnya termasuk tuan!" Jelas bibi.

__ADS_1


Abizar terdiam, ia terlihat sangat kecewa mendengar itu melihat Rayna kembali seperti dulu.


"BI, tolong kasihkan bunga ini untuk Rayna...please BI!!" Pinta Abizar.


"Maaf tuan aku tidak bisa!" Jelas bibi.


"Aku mohon bi!!" Pinta Abizar.


"Tidak tuan!" Jawab bibi.


"BI, kali ini aja!!" Pinta Abizar lagi.


"Yasudah tuan!!" Jawab bibi mengambil buket itu,


Abizar pergi menuju mobil seraya melihat arah kamar Rayna.


"Rayna..... Aku tau kau marah padaku, tapi harus kau ketahui aku tidak sejahat yang kau pikirkan!!!" Teriak Abizar melihat arah jendela kamar Rayna.


Kebetulan saat itu Rayna ada depan jendela, ia sangat tau suara itu, membuat air matanya kembali Turun.


"Rayna.... mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya!!" Teriak Abizar lagi.


Namun apa yang Abizar katakan tak membuat nya luluh bahkan tambah membuat ia luka.


"Aku mohon Ray, beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya!!" Teriak Abizar.


Rayna berdiri lalu melihat keluar jendela memandang arah Abizar.


"Rayna.... Aku senang bisa melihat kau!" Jelas Abizar tersenyum seraya melambaikan tangannya.


"Pergi!!!!" Pinta Rayna dingin.


"Ray,,, aku minta maaf atas apa yang terjadi!" Jelas Abizar.


"Parrrrrr!" Rayna menutup jendela lalu menangis.


"Apa semudah itu dia berkata?" Benak Rayna menumpas dirinya ketempat tidur.


Abizar pun terdiam melihat sikap Rayna sekarang, jujur saja ia sangat terpukul dan semakin bingung pada diri sendiri yang selalu memikirkan Rayna dan mengabaikan Jassy yang sangat mencintai nya.


"Ray...... Please dengar aku!!" Pinta Abizar seraya berteriak.


Rayna mencoba memejamkan mata nya, namun tetap saja tak bisa lalu ia membuka lemari mencari obat tidur, tapi tidak ada.


"Kemana obat ku?" Tanya Rayna pada diri sendiri "apa bibi membuang nya?"


Rayna semakin gelisah, lalu kembali berdiri depan jendela dan Abizar masih di teras nya.


"Ray aku akan tetap disini sampai kau keluar!" Teriak Abizar melihat Rayna.


Rayna menutup hordeng kamar, membuat Abizar tak bisa melihat nya.


"Biarkan semuanya berlalu" jelas Rayna bersandar di belakang jendela.


"Ray,,, aku mohon Ray!!!! Kali ini saja beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya!!" Teriak Abizar lagi.


pikiran Abizar selalu tentang Rayna sampai-sampai ia sering memanggil Jassy dengan Rayna.


"Semalam kau kemana sayang?" Tanya Jassy.


"Kerumah teman!!" Jawab Abizar.


"Apa dia penting?" Tanya Abizar.


"Dia hanya teman biasa!" Jawab Abizar singkat.


"Oh..... , bagaimana pulang nanti kita ke suatu tempat!" Pinta Jassy.


"Kemana?" Tanya Abizar.


"Temani aku belanja!" Jelas Jassy.


"Iya jika aku tidak sibuk!" Jawab Abizar membuat Jassy kecewa.


"Sayang,,,temani aku yah, aku juga mau lihat-lihat baju untuk kita nikah nanti!" Jelas Jassy.


"Tapi itu masih lama!" Jawab Abizar.


"Tidak sayang, 4 bulan lagi!" Jelas Jassy tersenyum senang.


Tak tega rasanya Abizar melukai hati Jassy, Jassy terlihat sangat bahagia bersama nya. Tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat Rayna,


Rayna masih dikamar nya menyisir rambut, tak berapa lama masuklah bibi ke kamar Rayna.


"Non, ada bunga dari tuan Abizar semalam!" Jelas bibi.


"BI, bukankah telah aku katakan jangan katakan sesuatu yang berkaitan dengan Abizar!" Jelas Rayna.


"Tuan Abizar sangat memaksa nona, aku kasihan jadi aku ambil non!" Jelas bibi.


"Buang bunga itu, aku tidak menyukainya!" Pinta Rayna.


"Tapi non, ini kan bagus!" Bantah bibi.


"Buang!" Jelas Rayna dingin.


Rayna mengepal tangannya "he....he....." Rayna bernafas dengan kasar "kenapa kau Seolah-olah ingin menetap jika kau akan pergi!!" Jelas Rayna.


Dikampus


Saat jam masuk, Rayna belum juga tiba di kelas membuat hati Abizar semakin kacau.


"Apa Rayna tidak masuk lagi?" Benak Abizar melihat


Bangku Rayna, Jassy semakin terasa bahwa Abizar dan Rayna tidak hanya teman biasa

__ADS_1


'apa kau baik-baik saja?" Tanya Jassy


"Iya!" Jawab Abizar kembali ke modul nya


Selang 15 menit masuklah Rayna dengan wajah dingin nya yang kebetulan saat itu dosen sedang tak masuk kelas, membuat hati Abizar tenang.


Rayna membuka buku nya, ia membaca dengan saksama tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperlihatkannya yaitu Jassy, Jassy semakin tidak mengerti melihat sifat Abizar terhadap Rayna.


"Rayna, dipanggil keruang dekan!" Jelas seorang dosen ekonomi masuk ke kelas hukum.


Rayna terperanjat, ia baru ingat seharusnya 3 hari yang lalu membawa wali. ia keluar kelas tanpa membawa tas nya.


"Aku keluar sebentar yah!" Pinta Abizar pada Jassy.


"Kau ingin kemana?" Tanya Jassy


"Ke toilet!" Jawab Abizar terburu-buru.


Abizar mengejar Rayna dari belakang tanpa Rayna sadari Abizar menarik tangan nya menuju toilet.


"Hei....lepaskan aku!!" Teriak Rayna berusaha meronta.


Tanpa Abizar ketauhi Jassy mengikuti nya,


Abizar menarik Rayna kedalam toilet lalu ia mengunci toilet itu, sedangkan Jassy berada di toilet sebelah.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!" Teriak Rayna.


"Mungkin dengan cara ini, agar kau bisa mendengar penjelasan ku!" Jelas Abizar mendekati wajahnya pada Rayna.


"Aku telah menutup telinga ku tentang kau, jadi jangan pernah muncul ke depan ku!" Jelas Rayna.


"Kau tau, betapa terpukul nya aku melihat kau bersifat seperti ini padaku?" Teriak Abizar.


"Kau pikir aku peduli?" Tantang Rayna seolah-olah tidak mencintai Abizar "tak perlulah kau mengganggu ku lagi, kau sudah punya tunangan jadi jangan buat dia sakit hati!" Jelas Rayna.


"Aku tidak peduli!!!! Apa tak sedikit pun kau mencintaiku???" Teriak Abizar membuat air mata Jassy di sebelah toilet menetes, ia benar-benar tidak percaya Abizar yang ia pikir selalu mencintainya berkata seperti itu.


"Tidak....kenapa? Apa kau ingin membuat pertaruhan lagi?" Teriak Rayna terlihat sedih.


"Ray, aku tidak bermaksud berbuat seperti itu. Aku mohon kau percaya padaku!" Jelas Abizar.


"Percaya???? Kau meminta ku percaya? Jelas-jelas bukti telah depan mata kau masih saja mencari alasan! Kau pria macam apa? Kau pikir hatiku terbuat dari emas yang bertahan disaat rapuh!" Teriak Rayna emosi ia benar-benar tak bisa mengendalikan nya saat ini.


"Jujur pada ku? Apa kau mencintai ku? Jawab Ray!! Aku butuh kepastian??" Teriak Abizar.


Jassy keluar toilet itu dengan menangis, ia tak sanggup lagi mendengar kata-kata Abizar pada Rayna,Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping.


"Tidak.....!" Jawab Rayna mencoba membuka pintu toilet.


"Ray???? Kau cinta kan pada ku?" Tanya Abizar.


Tanpa menjawab Rayna keluar toilet, sebenarnya mulut dan hati berkata lain hatinya lebih sakit dari pada yang Jassy rasakan.


Abizar telah mengirim pesan pada dekan mengenai Rayna, sehingga dekan tidak jadi men DO Rayna.


Tibanya Rayna di ruang dekan, ruangan itu pun kosong dan Rayna kembali ke kelas.


Tibanya istirahat, Rayna masih duduk di bangku seraya membaca. Jassy emang sengaja tidak ikut dengan Abizar dengan alasan ia ingin menyelesaikan tugas sehingga ia bisa mengobrol dengan Rayna.


Saat semuanya keluar, Jassy mendekati Rayna.


"Hai!!!" Sapa Jassy duduk depan bangku Rayna seraya menghadap Rayna.


Rayna tertegun sejenak, namun ia tak memandang Jassy


"Kau Rayna kan?" Tanya Jassy


"Yah!" Jawab Rayna Dingin.


"Aku senang bertemu dengan kau,!" Jelas Jassy.


"Yah!" Jawab nya singkat.


"Oh iya aku Jassy, tunangan nya Abizar kau Taukan Abizar? Kami akan menikah 4 bulan lagi!" Jelas Jassy seolah-olah menyaingi Rayna.


Detak jantung Rayna berhenti sejenak mendengar kata menikah, ternyata selama ini kebohongan Abizar lebih besar dari yang ia bayangkan, namun sakit hatinya ia tutupi dengan raut wajah Dingin sehingga ia seperti tak mencintai Abizar.


"Urusan dengan aku apa? Apa kau ingin pamer? Percuma aku tak kan iri!" Jelas Rayna dingin.


"Bukan begitu Rayna, aku melihat aku dan kekasih ku sangat dekat, aku takut Abizar berubah karena kau!" Jelas Jassy.


Tak sempat Rayna menjawab Raisa tiba dan teman-teman nya.


"Oh my God, sih kekasih asli dan kekasih taruhan ternyata akrab yah!" Teriak Raisa menuju Rayna dan Jassy.


"Mana tidak akrab, sama-sama tak punya otak hehehhehe" teriak Echa.


"Eh kak, apa kau tauh wanita ini tidak normal dia juga membunuh mamanya!" Jelas Riana berkata pada Jassy dan menunjuk Rayna.


"Iya ka, hati-hati!" Sambung Crisa.


Rayna tak ingin memperbesar masalah ia beranjak pergi dari hadapan Raisa dan teman-teman, namun tasnya diambil Raisa lalu di kasih ke Crisa dan Crisa memberi ke Riana sampai giliran ke Raisa kembali.


"Kembalikan tasku!!!" Teriak Rayna merebut tas nya, satu hal barang berharga di tas itu adalah fotonya dan ke dua orang tua.


Hampir 5 menit ia mengejar tas, hingga akhirnya ia berhenti lalu menuju Raisa.


"Kau pikir aku ingin di posisi hidupku?" Teriak Rayna dingin "kau tidak merasakan apa yang aku rasakan, harus menanggung semuanya sendiri, berjalan sendiri, bangkit sendiri.... Tidak.... Aku juga ingin seperti kau yang bahagia punya teman yang mengerti, tapi aku??? coba kau lihat apa aku sebahagia kau? Lantas kenapa kau selalu menggangguku? Apa aku pernah salah pada kau?" Teriak Rayna menangis lalu merebut tas nya pada Crisa lalu keluar kelas.


Mereka diam tak berkedip.


"Kenapa kalian jahat padanya?" Tanya Jassy terlihat sedih.


"Aku tidak menyukainya!" Jawab Raisa juga pergi.

__ADS_1


Next?


__ADS_2