
HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part20
Abizar masih depan rumah Rayna, ia melihat arah kamar Rayna yang biasanya ia berdiri depan jendela.
"Ray..... Aku akan selalu disini sampai kau membukakan pintu!!" Teriak Abizar berharap Rayna keluar.
Rayna telah tidur pulas mana mungkin ia bisa mendengar Abizar, padahal semenjak kejadian dirumah sakit itu Rayna tidak mengonsumsi obat tidur lagi, tapi untuk saat ini keadaan nya begitu menyakitkan untuk tidak tidur.
"Rayna..... Aku mohon dengar penjelasan aku Ray!!!!" Teriak Abizar.
Tanpa Abizar sadari waktu telah lewat jam 2 Jassy terus menelpon agar Abizar menjemput di bandara, tapi handphone nya Tinggal di mobil.
"Rayna............!" Teriak Abizar lagi "aku minta maaf, tapi kau harus percaya aku tidak jahat Ray!!"
Melihat tak ada respon dari Rayna, Abizar terlihat kecewa dan kesal.
"Aaaaaaa....." Abizar menendang ban mobilnya "siapa yang telah melakukan ini?"
Sorenya, Jassy tiba dirumah Abizar dengan diiringi 2 pengawal nya.
"Selamat sore Tante!!" Sapa Jassy dari belakang mama Abizar.
Mama Abizar menoleh dan terkejut bukan main "oh my God!!! Jassy kau telah tiba?" Tanya mama melihat 2 pengawal Jassy "Abizar mana?"
"Iya Tan, aku juga tidak tauh Tan. Hampir 2 jam aku menunggu di bandara dia tidak tiba, aku juga telpon, dia tak mengangkat nya!" Jelas Jassy terlihat kecewa.
"Jangan sedih yah sayang, nanti Tante tanya pada Abizar kenapa dia tidak menjemput!" Pinta mama
"iya Tan, I'm fine!" Jawab Jassy.
"Yasudah, ayo kita duduk! Ceritakan pada Tante apa kalian ribut dalam bulan ini?" Pinta dan tanya mama.
"Tidak Tan, kami baik-baik saja kok. Abizar sayang pada ku!" Jawab Jassy menutup semuanya.
"Syukurlah, Tante sangat takut kalian ribut!" Jelas mama "oh iya koper Jassy masukan ke kamar tamu sebelah kiri dari sini yah!"
Pinta mama pada kedua pengawal Jassy
"Apa Abizar pulang malam terus Tan?" Tanya Jassy melihat arah pintu depan.
"Bentar yah, Tante telpon dulu!" Pinta mama
"Jangan Tan, nanti Abizar terganggu!" Bantah Jassy.
"Tidak sayang!!" Jawab mama menuju kamar untuk menelpon Abizar.
Hampir 3 jam Abizar menunggu depan rumah Rayna, tapi dengan hasil yang sama Rayna tak keluar.
Ia masuk mobil dengan kesal,
"Dret.....dret...." Handphone Abizar berdering.
"Oh my God, aku lupa menjemput Jassy!!" Teriak Abizar menepuk keningnya.
Tak berapa lama mama nya menelpon.
"Dimana kau???" Tanya mama "Jassy telah dirumah. Cepat pulang!!" Pinta mama
"Iya ma!!" Jawab Abizar lesuh.
Abizar melaju mobil menuju pulang.
"Sebentar lagi Abizar akan tiba!" Jelas mama duduk disamping Jassy.
"Tapi dia tidak sedang sibuk kan Tan?" Tanya Jassy.
"Tidak, dia pasti akan pulang. Apa lagi kau orang yang spesial baginya!" Jawab mama.
"Iya Tan!!' jawab Jassy terlihat bahagia.
"Yasudah kau tunggu disini yah, Tante keluar sebentar!!" Pinta mama.
"Iya Tan,!" Jawab Jassy
Jassy melihat foto-foto didinding rumah Abizar, la tersenyum sendiri ketika melihat foto Abizar waktu kecil.
"Dia manis sekali!"Jelas Jassy.
Dan tak berapa lama tibalah Abizar dari belakang pintu membuat senyum Jassy semakin lebar.
"Dear,, kau sudah pulang?" Tanya Jassy berlari menuju Abizar lalu memeluk Abizar sedangkan Abizar hanya tersenyum kecut.
"Do you know, I'm so Miss you dear!! (Apa kau tau, aku sangat merindukanmu sayang)" jelas Jassy.
"It's really???" Jawab dan tanya Abizar.
"Iya sayang, bahkan aku sampai bermimpi pada kau!" Jawab Jassy melepas pelukannya lalu merangkul tangan Abizar.
"Mimpi apa?" Tanya Abizar.
"Aku bermimpi, kau akan meninggalkan ku demi seorang wanita!" Jawab Jassy senang.
"Benarkah? Siapa wanita itu?" Tanya Abizar memasang wajah ceria.
"Aku tidak tau sayang dia siapa? Dan aku sangat tidak ingin itu terjadi!"
"Benarkah? Maaf tadi aku tidak bisa menjemput kau!" Jelas Abizar
"Iya tidak apa-apa. Aku Maklumi kau pasti sibuk!" Jelas Jassy.
"Iya.." jawab Abizar terbata-bata.
"Kau tau, aku akan kuliah di kampus kau sayang!" Jelas Jassy mengajak Abizar duduk di sofa.
"Di kampus ku?" Tanya Abizar terkejut.
"Iya, bukankah kau senang?" Tanya Jassy.
"Ii...iiya..... Tapi apa kau tauh kampus ku tidak bagus. Kenapa kau tidak cari kampus yang lebih bagus lagi!!" Pinta Abizar.
"Aku ingin selalu bersama mu!" Jawab Jassy dan mencium wajah Abizar.
Abizar hanya terdiam kecut, ia tak habis pikir ia se ceroboh ini harus mencintai 2 orang wanita dalam satu hati.
"Sayang.... Kau tak apa-apa kan?" Tanya Jassy melihat ekspresi Abizar yang layu.
"Aku tidak apa-apa? Apa kau telah makan?" Tanya Abizar.
"Belum... Ayo kita makan bersama!!" Pinta Jassy.
__ADS_1
Pada malamnya, Rayna belum juga bangun dari tidur obat yang ia minum sangat ampuh hingga 24 jam,
Papa Rayna pulang dari kerja pukul 7 malam, ia langsung menuju meja makan.
"Apa Rayna sudah makan BI?" Tanya Papa.
"Nona Rayna belum keluar kamar tuan, tapi ia punya stok ramen biasanya dikamar tuan!" Jawab bibi menyiapkan makanan untuk papa.
"Agera kemana?" Tanya papa.
"Nyonya keluar sebentar tuan, membeli makanan!" Jawab bibi lagi.
"Iya Bi!" Jawab papa minum segelas air putih. Ia naik kelantai atas menuju kamar Rayna, ada rasa khawatir begitu mendalam di hati papa.
"Ray.......apa kau sudah makan?" Tanya papa mengetok pintu kamar Rayna. "Ray, papa bawa ramen enak! Apa kau mau?" Tanya papa lagi.
Tapi tak ada respon dari Rayna.
"Ray, papa masuk yah!??" Tanya papa.
"Cklekkkk" pintu kamar Rayna dibuka oleh papa nya.
Papa Rayna terkejut dan terlihat sedih melihat kondisi kamar Rayna sekarang, semua berantakan di berbagai pojok, lalu papa menuju Rayna yang sedang tidur dan duduk di atas tempat tidur. papa tak kuasa menahan air matanya, melihat putri yang ia banggakan dulu, yang selalu naik di pundaknya ketika ia pulang dari kerja, yang selalu mengajak jalan-jalan tapi sekarang tak beda nya dengan orang mati, papa memegang tangan Rayna penuh dengan luka karena meninju cermin tadi, pecahan cermin pun berserakan dimana-mana.
"Kenapa kau seperti ini sayang?" Tanya papa mencium tangan Rayna "papa tak kuasa melihat kau seperti ini? Papa tak mampu!! Maafkan papa nak!!" Jelas papa sedih.
Rayna masih tidur pulas karena pengaruh obat tidur.
"Papa ingin kau seperti dulu nak, yang cerdas dalam hal apapun! Papa ingin kau jadi Rayna yang dulu sayang!!"
Papa Rayna merasa sangat sedih, kotak obat berserakan diatas meja lampu, sehingga papa Rayna melihatnya dan ia masukan dalam sakunya. Ia juga membuka isi tas kuliah Rayna yang berisi sebuah buku dengan cover "Killer" (pembunuh) dan dibawa buku itu ada sebuah amplop, dengan cepat papa membuka amplop itu,
"Oh Rayna kuliah di universitas ini!" Jelas papa seperti tau universitas itu.
"Tapi kenapa Rayna harus diminta membawa wali? Apa dia bermasalah?"
"Tidur yang nyenyak yah sayang!!!" Jelas papa mencium Rayna.
Keesokan harinya, Abizar dan kedua orang tua serta Jassy sarapan.
"Bagaimana Jassy, senang kan di Indonesia?" Tanya papa Abizar.
"So pasti om, apa lagi bersama Abizar!" Jawab Jassy makan.
"Om bersyukur sekali kau ada disini, kan Abizar tidak kesepian lagi!" Jelas papa.
"Iya om, aku juga senang!" Jawab Jassy.
Abizar tak mengeluarkan sekatapun, ia tauh papa nya bicara seperti itu karena kepentingan bisnis apa lagi hutang papa nya pada Dady Jassy sebesar 200 juta U$.
"Ayo, kita berangkat!'" pinta Abizar berdiri.
"Yasudah Tante, Om kita berangkat yah!" Jelas Jassy memberi penghormatan.
"Ingat Abizar, jaga Jassy Dengan baik!" Jelas papa.
"Iya pa!" Jawab Abizar malas.
Rayna bangun dari tidurnya dengan tak semangat, ia terus ingat pada Abizar, selalu terbayang akan kebersamaan nya tapi ketika ia ingat tentang kemarin rasa cinta menjadi sebuah benci dengan seribu kepedihan.
"Hiks.....hikss ......." Rayna duduk menangis memeluk dirinya sendiri diatas tempat tidur.
"Aku tidak sanggup lagi melangkah! Aku tidak sanggup lagi menjalani kenyataan!".jelas Rayna.
Hampir setengah jam Rayna menangis, ia menghapuskan air matanya lalu berdiri menuju kamar mandi, entah pengaruh apa meskipun ia terluka ia masih ingin masuk kuliah?.
Di kampus, tibanya Abizar dan Jassy, orang diparkiran jadi kaget bukan main,
"Wah...... Ganti lagi!" Jelas seseorang.
"Dia benar-benar keren! Seperti nya cewek itu bukan orang indo asli!" Jelas seseorang.
"Iya, berarti itu tunangannya yang dimaksud dalam video itu!"
" Iya ya, tapi aku kasihan sama Rayna dia pasti sedih kena PHP"
"Iya Rayna pasti sedih!"
Itulah bisik orang-orang di sekitar Abizar.
"BI...." Teriak Adim namun tak Abizar tanggapi ia masih kecewa Masalah kemarin.
"Abizar..." Teriak Adim lagi lalu mendekat Abizar dan Jassy.
"Apaan lagi sih?" Tanya Abizar jutek.
"BI, jangan marah gitu a.. kami benar-benar tidak melakukan nya!" Jelas Adim.
Lalu Abizar menarik Adim jauh dari Jassy
"Jangan bicarakan tentang Rayna depan Jassy!" Bisik Abizar.
"Iya Bi, tapi kau tidak marah kan sama aku dan Erico?"
"Awas kau, jika Jassy tauh masalah Rayna!" Tantang Abizar lalu menuju Jassy
Rayna turun dari kamar dengan penampilan beda hari ini, dia memakai baju gaun biru Dongker selengan sehingga tubuh putih nya nampak cantik serta .
Papa, Agera dan bibi pun terkejut melihat perubahan Rayna, ia sengaja melakukan itu agar tak dikira tidak normal, tapi wajah dingin nya masih seperti dulu.
"Wah... Nona Rayna sangat cantik hari ini!" Jelas bibi.
Papa Rayna tersenyum ia seakan-akan melihat Eli, wajah Rayna sangat mirip pada mamanya.
"Rayna......" Panggil papa
"BI, tolong bereskan kamar ku. Buang semua apa yang ada!" Pinta Rayna Menuju pergi.
"Rayna,,,,kau cantik!!" Jelas papa.
Tanpa peduli Rayna pergi, hatinya masih hancur tak karuan.
"BI, apa yang terjadi?" Tanya papa.
"Aku juga tidak tauh tuan" jawab bibi.
"Apa perlu kita ke psikiater?" Tanya Agera terlihat kecewa.
"Rayna bukan orang gangguan jiwa!" Jawab papa.
"Dia bukan gangguan jiwa? Apa kau tidak lihat bagaimana dia? Dia itu defresi!" Jelas Agera.
__ADS_1
"Aku juga tidak tauh, apa yang mesti dilakukan!" Jelas papa seperti mengeluh.
"Dear,,,, aku ingin kita mempercepat nikah, biar aku bisa membantu kau untuk Rayna!" Pinta Agera.
"Aku tidak akan menikah sebelum Rayna bisa menerima semuanya" jawab Papa.
"Dear,, apa kau tak menghargai aku disini?" Teriak Agera.
"Aku mohon kau mengerti!! Aku akan menikahi mu tapi setelah Rayna menerima semuanya!" Jawab papa.
"Tapi sampai kapan?" Teriak Agera.
"Aku mohon kau bersabar!!" Pinta papa.
"Okay,," jawab Agera terlihat kecewa.
Di kampus, Abizar masih berdiri tidak jauh dari parkiran.
"Apa kita belum masuk?" Tanya Jassy.
"Yasudah kau masuk dulu yah!" Pinta Abizar.
"Tidak dear, aku akan masuk bersama mu! Oh iya kau jurusan apa?" Tanya Jassy.
"Oh iya, hukum! Kau boleh tanya kelas menagment pada orang disana!" Tunjuk Abizar.
"Tidak, aku akan sekelas pada kau sayang!" Jawab Jassy.
"Tapi aku kan hukum dan kau menagment?" Tanya Abizar.
"Tidak apa kok!" Jawab Jassy tersenyum senang.
Tak berapa lama tibalah Rayna dengan mobil, wajah datarnya kembali muncul seakan-akan tak punya hati, Abizar terkejut melihat perubahan Rayna hingga ia menelan ludah,, Jassy melihat itu pun sedikit kecewa.
"Bukankah wanita itu, bersama Abizar yang di media?" Benak Jassy.
"Oh my God,,,, wanitaku sangat cantik!" Jelas Erico tak mengerjipkan mata.
Rayna melihat Abizar dari kejauhan ia lihat ada seorang wanita menggandeng tangan Abizar membuat hati Rayna semakin hancur, ingin rasanya ia tampar Abizar dan wanita itu membuat hati semakin rapuh.
Tanpa senyum ia menuju kelas.
"Apa dia teman kau?" Tanya Jassy.
Abizar tak mendengar Jassy, ingin rasanya ia mengejar Rayna tapi ia takut masalah nya semakin besar.
"Abizar???" Panggil Jassy
"Yaudah ayo kita ke kelas!" Pinta Abizar beranjak pergi.
"Aku tidak sabar.. bertemu akan teman-teman kau sayang!" Jelas Jassy.
"Jangan panggil aku sayang, ini kampus!" Pinta Abizar berusaha melepas tangan Jassy yang menggandeng tangan nya.
Jassy terlihat kecewa, baru kali ini Abizar seolah-olah menghindarinya.
Masuk jam pertama, bangku Abizar masih disamping Rayna tapi tak sedikitpun Rayna mengubris ada Abizar disana.
"Ray,,, beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya!" Pinta Abizar memohon
Seperti pertama bertemu, Rayna seakan-akan tak mendengar Abizar.
"Ray,,,,.... Aku mohon pada kau!!" Pinta Abizar lagi.
Tak berapa lama masuklah dosen dan Jassy.
"Baik semuanya, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru dari Amerika serikat, dia bernama Jassy, silahkan Jassy perkenalkan diri!" Pinta dosen.
"Baik pak!" Jawab Jassy
"Baik teman-teman perkenalkan aku Jassy engersy aku pindahan dari universitas of America the winter. Kalian jangan kaku untuk berbahasa karena aku bisa bahasa Indonesia, aku di Indonesia mengikuti jejak tunangan ku, Abizar!" Jelas Jassy menunjuk Abizar.
"Oh... Dia tunangan yang dimaksud di video itu" bisik-bisik mahasiswa di kelas.
Rayna Hanya diam seolah-olah ia tak mendengar apa yang di ucapkan Jassy, tapi dihati yang mendalam ini ada sebuah duka baginya. Wajah Abizar memerah karena semua rahasia nya terbongkar, bahkan didepan Rayna sendiri.
"Oh iya Jassy, kau bisa memilih tempat duduk yang kau inginkan!" Pinta dosen menghormati Jassy karena kekasih Abizar.
"Aku ingin duduk disamping Abizar!" Tunjuk Jassy
"Ok....tidak masalah..... Rayna tolong pindah!" Pinta Dosen membuat hati Rayna semakin hancur, seolah-olah ia tak ada harganya di kelas ini. Abizar sangat tau apa yang dirasakan Rayna saat ini tapi ia tak bisa apa-apa.
Rayna berdiri "setiap manusia punya hak, aku duduk disini sebelum lelaki ****** ini masuk kampus!" Jelas Rayna menunjuk Abizar dengan wajah datarnya.
Seisi kelas terkejut bukan main mendengar Rayna menyebut Abizar lelaki ******.
"Heiiiii Rayna,,,, ternyata benar kau ini bukan hanya tidak normal tapi juga tak punya akhlak!" Jelas Dosen
"Mungkin Rayna sedih pak, Karena Abizar!" Jelas seseorang di pojok kanan membuat Abizar terperanjat.
"He....pikiran kau terlalu sempit untuk berpikir tentang aku!!" Sinis Rayna dingin.
Abizar menemukan sebuah ide, ini adalah salah satu cara agar ia bisa berbicara pada Rayna, Abizar pun berdiri memandang Rayna.
"Kau mengatakan aku lelaki ******, tapi kau tak tauh kenyataan bagaimana?" Tanya Abizar.
"Kau pikir aku peduli? Kau tak beda dengan iblis yang menggoda agar tersesat kejalan yang buruk" jawab Rayna dingin.
"Benarkah??? Bagaimana jika kau mencintai iblis itu?" Tanya Abizar membuat isi kelas mengalihkan pandang termasuk Jassy terlihat bingung.
"Pergi dari sini!!" Pinta Rayna seolah tak sakit.
"Apa kau tauh aku bisa melakukan apa pun untuk kau, bahkan mengeluarkan kau dari kampus ini?" Tantang Abizar.
"Kau pikir aku takut?" Tantang Rayna balik.
"Heiiii.... Rayna, apa kau tak ada sopan santun sedikit!?" Teriak dosen
"Diam kau,..." Jelas Rayna Dingin.
"Hei....... Apa kau tak bisa menghormati orang lain?" Teriak dosen lagi.
"Biarkan aku pindah dari bangku ini pak!" Jawab Abizar mengalah ke depan Rayna.
Hati Rayna begitu hancur layaknya kaca yang telah luluh yang tak mungkin kembali seperti semula, sebenarnya tak sanggup ia tahan air mata yang ingin turun. Tapi semuanya tertutup dengan ekspresi dingin nya.
[
Waktu selalu berjalan layaknya air yang mengalir tanpa kita sadari semua berlalu begitu saja, tapi hari-hari Rayna masih sangat suram semenjak tiadanya Abizar, ia hanya dalam kamar dengan melamun, kadang tak terasa air mata jatuh membasahi pelupuk wajah, tapi sepertinya itu percuma semua tak akan mengerti apalagi harus merasakan seperti nya😪
Mentari yang dulu bersinar sebentar kini meredup layaknya mendung dengan petir.
__ADS_1
"Mama...... Apa tak ada kebahagiaan lagi untukku?" Tanya Rayna melihat awan yang mendung dari jendela kamar.
Lanjut