Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Bukankah ini indah?


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❀️


#Part15


Setelah makan seafood Abizar mengajak Rayna ke puncak gedung untuk melihat pemandangan yang indah.


"Bukankah ini indah?" Tanya Abizar senang melihat kerlap kerlip lampu rumah se kota itu yang terlihat kecil seperti lampion.


"Kota terlihat sangat kecil!!" Jelas Rayna.


"Kau tau Ray, bangunan ini dibangun di zaman Jepang dahulu!" Jelas Abizar.


"Aku sudah tahu!!" Jawab Rayna.


"Di zaman dahulu, gedung ini digunakan untuk memantau musuh....cussssss.... Suara pesawat sebagai tanda ada musuh. lalu prajurit Jepang menyiapkan senjata dan akan bertempur!!" Jelas Abizar "Disini juga sebagai memantau perkembangan kota di saat itu, keren bukan??"


"Sudah basi aku telah mengetahui semuanya!! Semua itu terdapat dalam buku kekaisaran Jepang Sejarah dunia tahunn1942! " Jelas Rayna


"Wooooow ternyata Rayna ku sangat pintar...... Tapi aku rasa kau masih bodoh dari ku!" Goda Abizar.


"Menjijikkan.....kau lah yang bertingkah bodoh!!" Jelas Rayna.


"Tapi kau percaya bukan? L berarti kau juga bodoh!" Jelas Abizar tertawa kecil.


"Oh iya Ray, apa kau tauh aku pernah baca di buku zaman dahulu. Barang siapa berkata sesuatu disini pasti akan tercapai" jelas Abizar lagi.


"He....... Kau pikir aku begitu bodoh. Mulai detik ini aku tidak akan percaya lagi pada kau!!" Jelas Rayna.


"Yasudah jika kau tak percaya, aku saja!!" Jelas Abizar.


"Bodoh amat!!" Jelas Rayna dingin.


"Rayna....... Aku mencintaimu!!! Aku akan mencintaimu setiap waktu. Kau lah orang pertama yang ku kejar!!" Teriak Abizar diatas gedung itu.


"Konyol!!" Jelas Rayna tersenyum lirih.


"Rayna kekasih ku!!!!!! Aku mencintaimu!" Teriak Abizar lagi.


"Apa kau tak ingin berteriak sesuatu?" Tanya Abizar.


"Mama...... Aku mencintaimu!!" Teriak Rayna mengikuti rencana konyol Abizar.


"Rayna...........kau harus bercahaya kembali!! Aku mencintaimu. Aku akan selalu bersama mu!" Teriak Abizar lagi.


"Abizar..... Aku membenci mu!!" Teriak Rayna lagi.


"Hei.... Seharusnya kau berteriak mencintai ku??" Jelas Abizar kesal.


"Aku tidak ingin mencintai mu!" Jawab Rayna lirih.


"Sudahlah kau pasti cinta kan pada ku!" Goda Abizar.


"Aku pernah kesini sebelum nya!" Jelas Rayna


"Kapan? Dengan siapa? Apa dengan pria yang kau anggap teman itu?" Tanya Abizar kritis.


"Tidak.... Aku bersama mama sebelum aku les piano" jelas Rayna.


"Kau suka piano?" Tanya Abizar.


"Aku sekolah piano dari umur 4 tahun di Deutsch sampai mama meninggal, lalu masuk SD Santa Maria Deutsch, Germany's." Jawab Rayna terlihat sedih.


"Oh berarti hanya kuliah saja, kau di Indonesia" jelas Abizar.


"Iya kau benar!!" Jelas Rayna.


"Rayna...!" Panggil Abizar.


Rayna memandang Abizar dingin.


"Apa kau mencintai ku?" Tanya Abizar.


"Sekali lagi aku katakan, aku tak percaya cinta sejati itu ada untukku!" Jawab Rayna.


"Kenapa kau tak percaya?" Tanya Abizar.


"Aku benci dengan perpisahan maka dari itu, aku tak ingin ada cinta!" Jawab Rayna.


Abizar memandang Rayna bingung. "Coba kau hapus prinsip itu!"


"Lupakan!!" Pinta Rayna.


Malam itu Abizar nginap di apartemen nya. Ia tidur di sofa di luar kamar sedangkan Rayna dalam kamar nya.


Mama Abizar menunggu hingga pukul 12 dini hari akan Abizar namun sepertinya Abizar tidak pulang.


Keesokan harinya, Rayna bangun melihat Abizar tidur di sofa.


"Apa kau tak pulang?" Tanya Rayna

__ADS_1


Namun Abizar tak menjawab seperti nya ia belum bangun, Rayna melihat Jam tangannya waktu telah menunjuk pukul 8 pagi.


"Heiiii ..... Apa kau tak ke kampus??" Teriak Rayna agar Abizar bangun.


Namun hasilnya sama seperti tadi, Abizar belum juga bangun.


"Heee....." Sinis Rayna ke kamar mandi lalu membawa se centong air.


"Rasakan ini...... Bangun....bangun...." Teriak Rayna.


"Hei...apa yang kau lakukan" teriak Abizar merasa tidurnya terganggu.


"Apa kau tak kuliah?" Tanya Rayna sinis


"Pukul berapa?" Tanya Abizar balik.


"pukul 08;13!" Jawab Rayna.


"Apa???? Heiiii kenapa kau tak membangun ku dari tadi??" Teriak Abizar bangun lalu terburu memperbaiki pakaian nya.


"Nanti aku jemput kau, aku pulang ganti baju!" Jelas Abizar terburu-buru.


"Tapi aku tidak ada baju untuk kekampus" jawab Rayna.


"Semuanya telah aku siapkan, baju mu ada di lemari lantai 3 di kamar!" Jelas Abizar menutup pintu apartemen.


"Aneh...!" Jelas Rayna melihat kepergian Abizar.


"Aku tidak tahu, bagaimana jika kau pergi dari hidupku?...." Benak Rayna.


Tibanya Abizar dirumah.


Ia lihat papa dan mama nya telah sarapan di meja makan, mama Abizar melihat Abizar aneh karena kancing baju nya tak sejajar.


"Dari mana Bi, jam sekarang baru pulang?" Tanya Papa.


"Semalam aku tidur di apartment Pa, oh iya pa aku ke kamar dulu mau ganti baju!!" Jelas Abizar terburu-buru.


"Yasudah, jangan lama-lama yah. Ada yang ingin Papa bicarakan mengenai Jassy!" Pinta papa.


"Oh iya pa!!" Jawab Abizar terlihat lesuh ketika mendengar nama Jassy.


Abizar berlari ke kamarnya, ia berpikir apa yang ingin papa nya katakan mengenai Jassy.


"Apa Jassy memberi tahu papa tentang aku mengabaikan telponnya?" Benak Abizar "oh my God apa yang harus aku lakukan. Jika Rayna tahu bagaimana? Dia pasti membenci ku!!" Jelas Abizar mondar-mandir depan tempat tidur nya.


Setelah mandi Rayna membuka lemari lantai 3 di kamar apartemen Abizar, ia lihat ada 2 pasang gaun berwarna biru Dongker dan dusty pink dan ada juga peralatan make up.


"Ini tidak terlalu buruk, tapi terlalu terbuka!!" Jelas Rayna mengukur baju dengan tubuhnya depan cermin. Rayna terbayang akan 10 tahun yang lalu, mama nya selalu membeli baju branded bila pulang dari luar negeri.


"Mama, kenapa semuanya begitu cepat berlalu? Jika saja waktu bisa terulang lagi, maka aku tak kan menyia-nyiakan waktu bersama mu!" Jelas Rayna terlihat sedih.


"Mama, sekarang aku baik-baik saja, ada Abizar yang terus melindungi ku. Meskipun aku tidak mencintai nya!"


"Gaun ini indah. Tapi, dari mana dia tahu warna kesukaan ku!!" Jelas Rayna.


Papa Rayna pergi ke kantor hari ini, sedangkan Agera sengaja tinggal di rumah.


"BI, apa Rayna tak pulang?" Tanya Agera pada bibi yang sedang mengepel rumah.


"Tidak Nya, Biasanya jika ia pulang pasti ia melaporkan pada bibi!!" Jelas bibi.


"BI, Rayna pasti sangat kesepian dia juga pasti sangat frustasi akan kematian Eli." Jelas Agera.


"Iya nya, nona Rayna frustasi hingga akhirnya ia menutup diri pada siapapun!!" Jelas bibi.


"Kenapa nyonya peduli pada nona Rayna?" Tanya bibi.


"Aku sahabat Eli dari kecil" jawab Agera.


"Terus kenapa Nyonya ingin bersama tuan besar, jika nyonya Sahabat nyonya besar?" Tanya Bibi lagi.


Agera terdiam mendengar pertanyaan bibi yang menusuk jantung baginya "semuanya telah di atur oleh tuhan!" Jawab Agera tersenyum lirih.


Setelah Abizar ganti baju ia turun untuk sarapan pagi, sedangkan papa dan mama nya telah menunggu di ruang keluarga.


Setelah sarapan Abizar langsung menuju ruang keluarga.


"Ada apa pa?" Tanya Abizar berdiri depan papa nya.


"Duduk!!" Pinta papa.


Abizar mengikuti permintaan papa nya untuk duduk.


"Apa hubungan kau dan Jassy baik-baik saja?" Tanya papa.


"Iya pa baik!!!" Jawab Abizar


"Kemarin malam Dady nya Jassy menelpon papa i!!" Jelas papa.

__ADS_1


"Dia berkata apa?" Tanya Abizar


"Seminggu lagi Jassy akan ke Indonesia, ia akan pindah kampus ke kampus mu!!" Jelas papa.


"Papa.......!!!" Teriak Abizar bertanda menolak akan Jassy pindah ke Indonesia.


"apa kau tak suka? Dia tunangan mu. Dady Jassy juga berkata kenapa kau mengabaikan telpon dari Jassy?" Tanya papa lagi.


"Papa... Aku sibuk, tugas ku banyak jadi aku tidak ada waktu untuk itu!" Jawab Abizar.


"Sibuk...... Apa sibuk karena wanita itu?" Teriak papa.


"Kau tauh, tidak ada yang lebih pantas pada mu kecuali Jassy!!" Teriak papa lagi "kau pikir papa Tidak tauh, wanita yang kau bela itu wanita tidak normal dan seorang pembunuh!!"


"Papa....... cukup.. aku tidak suka papa bilang Rayna tidak normal. Dia temanku pa dan dia juga bukan pembunuh!" Teriak Abizar.


"Kau bilang teman tapi kau layaknya kekasih... Coba kau lihat di media Abizar,.. namamu juga tercoreng!!" Jelas papa.


"papa tidak tauh apa-apa sehingga papa begitu!!" Jawab Abizar "dan aku terlalu jauh hadir dalam masalah nya pa!" Tangkas Abizar pergi dari hadapan papa dan mama nya.


"Abizar.... Dengarkan papa, heiii!!!" Teriak papa.


"Sudahlah pa.. kita bisa bicarakan ini baik-baik" jelas mama menenangkan papa.


"Ini ni ma, anak terlalu di manja pasti melawan akhirnya!!" Jelas papa berdiri ingin ke kantor.


"Aaaaaaa....." Teriak Abizar menepuk setir mobilnya "kenapa semuanya terjadi? Kenapa aku begitu peduli pada Rayna? Rayna itu bukan orang yang kucintai!!!!"


"Ada apa dengan ku? Seharusnya aku senang jika Jassy ke Indonesia tapi kenapa? Kenapa aku tidak menyukai ini??" Teriak Abizar kebingungan.


Abizar melaju mobil dengan kasar menuju apartemen.


Selang 15 menit Abizar tiba di apartemen nya,


"Cklekkkk.." Abizar membuka kamar apartemen


"Kenapa kau belum ganti baju?" Tanya Abizar.


"Baju itu terlalu terbuka, aku tidak menyukai nya!" Jawab Rayna.


"Baju itu sangat cantik, Jika kau memakainya kau pasti seperti bidadari!" Jelas Abizar membujuk Rayna agar memakai baju itu.


"Aku tidak ingin jadi bidadari" jawab Rayna.


"Bukan itu maksud ku Ray!!" Jelas Abizar kebingungan "cepat kau ganti, lalu kau Dandan kita buktikan bahwa kau bukan wanita tidak normal yang dianggap orang kampus" rencana Abizar.


Rayna terdiam sejenak "apa dengan itu, orang percaya bahwa aku wanita normal?" Tanya Rayna


"iya,, percaya lah itu!!" Jawab Abizar.


"Apa kau ingin mengerjai ku lagi?" Tanya Rayna.


"Rayna sayang, Coba kau pikir semenjak kau masuk kampus kau tak pernah dandan bahkan bicara pada orang lain. Coba kau rubah sikap dan fisik mu dan kau akan dianggap orang normal!!" Jelas Abizar.


"Itu tidak mudah!" Jawab Rayna Dingin.


"Cepatlah kau ganti baju, lalu kau Dandan!!" Pinta Abizar mendorong Rayna depan cermin lalu ia keluar kamar.


Rayna memakai Gaun selutut tanpa lengan itu, lalu ia meriasi wajahnya sebaik mungkin dan semaksimal mungkin.


Abizar menunggu Rayna seraya membuka handphone nya. Seperti yang ia duga, banyak pesan dari Jassy membu


"Abizar,, kenapa kau tak mengangkat telepon dariku? Apa kau sibuk? Tapi setidaknya kau luangkan waktu untukku mengobrol sebentar!"


"Abizar.. aku ingin cerita bahwa Minggu depan aku akan ke Indonesia. Kau pasti senang bukan? Kita akan bertemu kembali. Kau harus tahu Abizar, aku sangat merindukanmu!"


"Abizar.... Luangkanlah waktu mu untuk membaca pesan dari ku, aku selalu mencintaimu!"


"Abizar...... Apa kau telah makan? Abizar aku mohon baca pesan ku!"


Itulah pesan dari Jassy yang Abizar baca, entah lain dihatinya ada rasa bersalah mengabaikan Jassy yang sangat mencintai nya.


Rayna keluar kamar dengan tas nya, membuat Abizar lupa akan masalah nya pada Jassy. Ia lihat penampilan Rayna dari ujung kaki hingga ujung rambut,


"Apa aku terlalu buruk?" Tanya Rayna.


"Tidak, ini sangat cantik.... Aku baru tahu Rayna ku cantik!!" Jelas Abizar kagum.


"Omong kosong....." Jelas Rayna.


"Ayo Ray, kita berubah bersama-sama. Kau buktikan bahwa kau orang yang normal seperti orang-orang diluar sana!" Jelas Abizar.


"Ok.... Aku akan bersinar lagi😊" jawab Rayna merasa semangat hidup berkat Abizar.


"Semangat Rayna.... Dunia mendukung mu!" Jelas Abizar semangat.


Next???


note: Abizar, kenapa kau berjanji untuk selalu bersama Rayna bila akhirnya kau akan pergi meninggalkannya πŸ˜ŠπŸ˜”

__ADS_1


__ADS_2