Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Happy birthday Rayna ku


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#Part17


"Yasudah Ray, kau masuk aja lalu tidur yah!" Pinta Abizar.


"Tapi aku tidak tauh kode nya!" Jawab Rayna.


"Tanggal lahir kau kodenya." Jawab Abizar mengetik kode Apartement "aku pulang!!" Jelas Abizar menarik mama nya pergi dari apartemen.


Rayna merasa tak enak pada mama nya Abizar, ia masuk kamar lalu merebahkan tubuhnya.


"Sampai kapan aku disini?" Tanya Rayna pada dirinya sendiri.


"Terus aku kemana? Pulang kerumah pasti papa dan wanita itu ada!"


Rayna memejamkan matanya.


"Apa ini dinamakan sibuk dengan kampus?" Tanya mama berdiri depan mobil Abizar.


"Ma, aku sengaja meminta Rayna diam di apartemen aku kasihan padanya" jawab Abizar.


"Kau pikir mama percaya, rasa kasihan mu itu!" Teriak mama.


"Ma, mama tidak tau apa yang dirasakan Rayna. Tak ada yang menyangi nya, papa nya saja tak peduli!" Jelas Abizar lagi.


"Kau pikir mama peduli. Heiii Abizar, apa kau telah menodai nya sehingga kau gila seperti ini?" Teriak mama lagi.


"Bisa tidak ma, sedikit saja kau mengerti aku!" Pinta Abizar.


"Jelas-jelas kau telah tunangan pada Jassy dan Jassy sebentar lagi akan ke Indonesia. Coba kau bayang kan bagaimana perasaan nya jika tau bahwa calon suaminya berduaan dengan wanita lain!"jelas mama.


"Aku akan menikah pada Jassy, tapi aku mohon ma izinkan aku bersama Rayna. Dia temanku, aku lah satu-satunya teman yang ia miliki!" Jelas Abizar.


"Kau pikir berteman pada lawan jenis tidak melibatkan perasaan?" Tanya mama.


"Terserah mama... Aku ingin pulang!!" Jelas Abizar masuk mobil.


Mama Abizar masih berdiri melihat kepergian Abizar, ia terlihat sedih dengan sikap anaknya itu.


"Aku tidak ingin kau bermain pada wanita...." Jelas mama menurunkan air mata.


Keesokan harinya.


Rayna sengaja pergi dari apartemen Abizar untuk pulang, ia merasa terbebani apa lagi ketika ia lihat ekspresi mama Abizar semalam.


Telah 4 hari ia menginap di apartemen terasa rindu pada kamarnya.


"Pulang non, kemana aja nona 4 hari ini?" Tanya bibi berhenti menyiram bunga ketika melihat Rayna pulang.


"Rumah teman bi!" Jawab Rayna langsung masuk rumah.


"Tuan besar sangat khawatir nona tidak pulang non!" Jelas bibi membuat langkah Rayna terhenti.


"Papa sudah tidak sayang sama aku bi!" Jawab Rayna dingin.


Rayna langsung ingin ke kamar, namun satu hal membuat ia berhenti depan meja makan, ketika ia lihat Agera memakai baju mama nya dulu. Rayna terbayang akan mama dengan senyum nya, apa lagi ketika mama nya memakai baju itu, seketika ia sadar itu bukan mama nya.


"Pulang Ray!!" Sapa Agera.


"Lancang sekali kau!!" Teriak Rayna kesal.


"Ayo makan Ray!!" Pinta Agera


"aku pikir kau Hanya ingin mengambil posisi mama saja, ternyata tidak. kau juga ingin mengambil semua milik mama!" Jelas Rayna terlihat sedih.


"Oh baju ini yang kau maksud Ray? Tadi papa mu yang minta aku memakainya." Jawab Agera.


"Apa kau pikir aku menyukai mu?" Tanya Rayna


"aku tauh itu. Tapi apa kau tauh papa mu sangat mencintai ku?" Tanya Agera balik.


"Benarkah??" Jelas Rayna jijik."sejatinya tidak ada sahabat yang ingin mengambil suami sahabatnya sendiri!!".


"Apa kau tau, papa mu mencintai ku lebih dari mencintai mu?" Tanya Agera lagi dengan memancing emosi Rayna.


"Oh!! Kau pikir aku peduli?" Sinis Rayna.


"Rayna.... Apa kau tak tauh betapa tersiksanya batin papa mu?" Tanya Agera lagi.


"Bukankah engkau yang ia cintai? Kenapa harus aku tauh?" Tanya Rayna Dingin.


"Kami akan menikah sebentar lagi, aku harap kau dan ayahmu bisa baikan seperti dulu!" Jelas Agera menusuk jantung Rayna.


Rayna terdiam lalu naik ke kamar, ia berpikir papa benar-benar melupakan ia dan mama nya bahkan ia ingin mengganti posisi mama nya dirumah itu.


"Aaaaaaa......" Teriak Rayna menumpas barang-barang diatas meja.


"Kenapa aku terlahir ke dunia ini? Kenapa?" Teriak Rayna menangis "kenapa aku tidak mati saja, kenapa tidak aku saja yang dibunuh bukan mama!!"


Duka yang dulu kini kembali mengusik hidupnya membuat Rayna semakin Frustasi, Padahal dalam berapa hari ini ia bisa melupakan semua karena Abizar.


Abizar pergi ke apartemen, ia pergi pagi sekali sebelum mama dan papa nya bangun, ia sengaja seperti itu agar mama dan papa nya tidak banyak tanya.

__ADS_1


"Cklekk" Abizar membuka pintu kamar apartemen, ia melihat sekeliling kamar lalu membuka kamar mandi "Rayna... Kau dimana?" Tanya Abizar seraya memanggil.


Namun tak ada jawabannya "apa dia pulang?" Benak Abizar.


"Rayna???" Teriak Abizar.


Abizar tak melihat Rayna dalam apartemen itu, lalu ia membuka handphone nya untuk menelpon Rayna.


"Tidak aktiv....kemana dia?" Tanya Abizar keluar apartemen.


"mama....... Aku tidak mampu berjalan diatas semua ini ma!" Jelas Rayna melihat foto Mama dan papa nya "papa benar-benar jahat, dia lebih memilih perempuan itu dari pada aku ma!" Jelas Rayna ngeluh


"kenapa kau tak mengajak aku saja pergi ma?" Teriak Rayna menangis.


Selang 30 menit tibalah Abizar di depan rumah Rayna.


"Tok... tok....tok..." Abizar mengetok pintu dan bibi membuka nya.


"BI, apa Rayna ada didalam?" Tanya Abizar.


"Ada tuan, tadi pagi dia pulang!" Jawab bibi.


"Apa aku boleh masuk?" Tanya


"silahkan tuan. Tapi apakah udah janji pada nona?" Tanya bibi.


"Iya bi, dia tidak kan marah jika aku masuk!" Jawab Abizar masuk rumah Rayna.


Abizar melihat Agera di meja makan mereka saling beradu pandangan.


"Pagi Tan!" Sapa Abizar.


"Iya pagi!" Jawab Agera tersenyum Dingin.


"Yasudah Tan, aku ke atas!" Jelas Abizar berlari


Menuju kamar Rayna.


Rayna mengunci kamar nya, ia sedang tak ingin di ganggu.


"Ray....ini aku Abizar..." Panggil Abizar mengetok pintu kamar.


Rayna hanya diam seraya menghapus air matanya.


"Ray, buka pintunya Ray!! Aku sangat khawatir dengan kau!" Jelas Abizar lagi.


Agera melihat Abizar dari meja makan, ia sangat tauh bahwa Abizar pasti mencintai Rayna.


"Kau kenapa Ray?" Tanya Abizar memegang mata Rayna sembab ia terlihat panik.


"Aku tidak apa-apa. Ada apa?" Tanya Rayna Dingin.


"Kita udah janji Ray, tidak ada rahasia antara kita!" Jelas Abizar memeluk Rayna.


"Aku tidak apa-apa!" Jawab Rayna menurunkan air matanya.


"Jangan nangis Ray, aku tidak bisa melihat mu seperti ini! Katakan padaku apa yang membuat kau seperti ini?" Jelas dan tanya Abizar.


"Biarkan ku sendiri untuk saat ini!" Pinta Rayna melepas pelukan dari Abizar.


"Ray... Aku ada sesuatu untukmu!" Abizar menarik tangan Rayna.


"Apa?" Tanya Rayna.


"Bagaimana kita absen kuliah hari ini, aku akan mengajak mu ke Suatu tempat!" Pinta Abizar.


"Tidak, aku sedang tak ingin diganggu!" Jelas Rayna dingin.


"Ayolah Ray!!!" Jelas Abizar menarik tangan Rayna turun dari kamar.


"Heiiiii..... Mau kemana kau mengajak ku?" Teriak Rayna.


"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukan pada mu!" Jelas Abizar.


"Apa itu penting?" Tanya Rayna.


"Nanti kau tauh!" Jelas Abizar memasukan Rayna dalam mobilnya.


"aku senang melihat non Rayna bisa tertawa lepas kembali!" Jelas bibi melihat Rayna pada Abizar.


Mama dan papa Abizar telah duduk di meja makan pagi itu,


"Apa Abizar tak pulang?" Tanya papa.


"Dia pulang pa. Mungkin belum bangun!" Jawab mama.


"Katakan pada nya, lusa Jassy ke Indonesia jadi suruh Abizar menjemput d Bandara!" Pinta papa


"Iya pa, Abizar pasti mau. kan Abizar mencintai Jassy!" Jawab mama seperti menyembunyikan sesuatu.


"Iya, papa ada meeting hari ini. Soalnya atasan akan datang ke kantor!" Jelas papa


"Apa pemilik stasiun tv itu?" Tanya mama

__ADS_1


"Iya !!"jawab papa bersiap-siap pergi.


Tibanya di suatu tempat yang Abizar katakan, ia adalah sebuah pantai yang indah dengan pepohonan Cemara Rindang.


Abizar membentang tikar untuk duduk dan membawa makanan.


"ayo duduk!!" Pinta Abizar.


"Apa ini?" Tanya Rayna duduk di atas tikar itu.


"Pokoknya ini surprise dari aku!" Jelas Abizar.


"Apa?" Tanya Rayna bingung.


"Pejamkan mata mu!!" Pinta Abizar.


"Kau tak macam-macam kan?" Tanya Rayna


"Ayolah Ray!!" Pinta Abizar lagi.


Rayna memejamkan matanya dan Abizar mengeluarkan Kue ulang tahun.


"Happy birthday Rayna ku!!" Teriak Abizar dan Rayna membuka mata.


"He...... Apa kau menyiapkan semuanya?" Tanya Rayna tersenyum haru.


"Apa pun akan ku lakukan untuk Rayna ku!" Jelas Abizar.


Rayna tak mampu berbicara lagi, ia terharu sekali semenjak mama nya tiada ia tak pernah merayakan ulang tahun jangan kan merayakan mengingat nya saja ia tak mau.


"Doa dulu!!" Pinta Abizar tersenyum.


Rayna mengerat ke dua tangan nya berdoa menurut Yesus Kristus.


"Tuhan..... Diumurku ini aku hanya minta mama bahagia di alam sana dan Abizar Selalu ada untukku dan takkan pergi seperti Gavin" Rayna berdoa dalam hati.


"Tiup lilinnya!" Pinta Abizar.


"Huuuuuu" Rayna meniup lilin tersenyum.


"Kado nya mana?" Tanya Abizar.


"Kenapa aku yang memberikan kado?" Tanya Rayna bingung.


"Tada...." Abizar mengeluarkan sebuah kotak dan sebuah buket.


"Apa ini?" Tanya Rayna.


"Buka!!" Pinta Abizar.


Rayna membuka kotak itu, dengan sampul hampir 5 kertas.


"Apa ini" tanya Rayna melihat benda itu.


"Itu adalah baleter, kau dulu bercita-cita jadi balet terkenal kan!" Jelas Abizar.


"Ini indah, dia bisa bergerak sendiri. Aku menyukai nya!" Jawab Rayna senang.


"Ray, bagaimana kita Selvi kau mau kan? Jadi kenangan!" Tanya dan jelas Abizar mengeluarkan handphone nya lalu memotret ia dan Rayna.


"Kau cantik!" Jelas Abizar.


"He..." Sinis Rayna tersenyum lirih.


"Oh ya Ray, jika suatu saat takdir kita berbeda jangan pernah kau membuang benda ini yah!" Pinta Abizar.


"Takdir berbeda??" Tanya Rayna tak mengerti.


"Kau tauh kan, Tuhan telah mengatur semuanya!" Jawab Abizar.


"Apa kau akan pergi juga, seperti mama ku, papa, dan Gavin?" Tanya Rayna sedih.


"Bukan begitu sayang. Itukan misalnya!" Jelas Abizar menenangkan Rayna.


Disatu sisi Abizar merasa sangat bersalah pada Rayna, ia takut bila Rayna tauh ia mendekatinya karena sebuah taruhan, apa lagi sebentar lagi ia akan nikah.


Namun disisi lain ia tak mengerti kenapa ia bisa mengabaikan Jassy, tanpa mengingat perasaan Jassy Abizar meng-upload foto kebersamaan nya pada Rayna dengan caption


"Ich habe Angst zu verletzen, aber ich bin machtlos vor Selbstsucht, die zwei Menschen im Herzen lieben kann"


Itu adalah bahasa Jerman dengan arti "Aku takut menyakiti namun aku tak kuasa dengan egois yang bisa mencintai dua orang dalam saru hati".


"Aku ingin kau bercahaya lagi Ray, berbahagia seperti orang di luar sana" jelas Abizar.


"benarkah??" Tanya Rayna.


"Iya, aku akan selalu bersama mu meskipun banyak jurang pemisah antara kita" jelas Abizar mencium buket yang ia beri tadi "aku sengaja membeli bunga ini, bunga mawar yang terus berkembang k dalam keadaan apapun dan bulan yang selalu bercahaya ketika gelap gulita, aku sangat ingin kau menjadi Rayna yang dulu".


"Terimakasih untuk semuanya!" Jelas Rayna tersenyum lirih.


"Semangat Rayna ku!!!!" Teriak Abizar Mengacungkan tangannya.


Next?

__ADS_1


__ADS_2