Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
terbongkar


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#Part19


Keesokan harinya,


Rayna bangun dari tidur langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Selamat pagi...." Sapa Rayna pada baleter yang di kasih Abizar.


"Tidur ku nyenyak sekali sekarang, mungkin karena aku tak banyak pikiran!" Jelas Rayna bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Abizar dan ke dua orang tuanya pun telah sarapan di Meja makan,


"BI,, ingat jemput Jassy pukul 2!" Jelas papa.


"Iya pa!" jawab Abizar seraya minum.


"Mana mungkin Abizar lupa pa, Jassy kan orang yang spesial!" Sambung mama.


"Dan nanti malam papa mau Jassy makan malam bersama kita diluar!" Pinta papa lagi.


"Jassy pasti mau lah pa!" Jawab mama terlihat Senang.


"Iya pa!" Jawab Abizar mengkerut kan kening nya.


"Oh iya satu lagi, jika Jassy telah di Indonesia papa tidak ingin kau masih bersama wanita itu!" Jelas Papa tegas.


"Tapi dia temanku pa!!" Bantah Abizar.


"Tidak boleh!" Jawab papa.


"Yasudah aku ke kampus!" Jelas Abizar berdiri lalu mencium tangan mama nya serta papa.


"Tapi kan nasi kau belum habis Bi?" Tanya mama


"Biar aku makan di kampus aja!" Jawab Abizar dari jauh.


"Papa juga berangkat!!" Jelas papa beranjak pergi.


"Iya hati-hati!!" Jelas mama membereskan meja makan.


Rayna turun dari kamar dengan bersemangat, ia akan menunggu Abizar di teras.


"Rayna.... Ayo makan bersama!!" Pinta Agera sibuk menyiapkan makanan di meja makan.


Papa Rayna memandang Rayna senang "ayo sayang kita makan!!" Pinta papa.


"BI, tolong siapkan aku 2 bungkus ramen !"pinta Rayna memandang bibi.


"Baik nona!!" Jawab bibi mengambil stok ramen di lemari Es.


"Rayna,, tak baik untuk tubuh makan ramen terus. Ayo kita makan!!" Pinta Agera lagi.


Tanpa menanggapi permintaan Agera Rayna langsung pergi dengan membawa ramen itui.


"BI, apa Rayna hanya makan ramen saja?" Tanya papa terlihat sedih.


"Iya tuan, Semenjak non Rayna di Indonesia"


"Tapi makan ramen terus itu tidak baik bagi tubuh!" Bantah papa


"Mana mungkin aku bisa melarang nya tuan, non Rayna paling tidak mau di tantang!" Jawab bibi.


"BI, apa bibi tau Dimana Rayna kuliah?" Tanya papa.


"Emang tuan tidak tau kah?" Tanya bibi balik serta tak percaya.


"Iya makanya aku bertanya?" Jawab papa.


"Nona Rayna sangat tertutup tuan, dia tak pernah ingin membuka dirinya apa lagi tentang pribadi" jawab bibi "seharusnya tuan lah yang bicara baik-baik padanya!"


"Entahlah...." Jawab papa seperti mengeluh.


"Tuan, sejatinya uang tidak menjamin kebahagiaan!" Jelas bibi membuat papa Rayna terperanjat.


"Maksud bibi?"


"Nona Rayna butuh perhatian tuan, butuh kasih sayang, butuh dukungan, sehingga ia bisa lari dari keadaan seperti sekarang. Tidak mudah melupakan sesuatu yang tergenggam" jawab bibi.


"Yasudah tuan, bibi mau nyuci piring!" Jelas bibi membawa piring kotor ke dapur.


Tak berapa lama Rayna menunggu, Abizar pun tiba.


"Apa telah lama menunggu?" Tanya Abizar.


"Tidak, aku baru keluar!" Jawab Rayna langsung masuk mobil Abizar.


"Benarkah??? Rayna ku Seperti nya sangat bersemangat hari ini!" Jelas Abizar.


"Benarkah???" Tanya Rayna.


"Apa kau tak mengucapkan selamat pagi untukku?" Tanya Abizar.


"Menjijikkan!!!" Jawab Rayna tersenyum lirih.


Selang 30 menit tibalah di kampus,


Rayna turun dari mobil begitu pula dengan Abizar,,


"Heiiiiii Bizar, masih ingat jalan kau??" Teriak Adim dari jauh.


Rayna dan Abizar pun mendekat Adim dan Erico di tempat biasanya setiap pagi.


"Kalian siapa?" Gurau Abizar.


"Hei.... Apa kau benar-benar tak mengenali kami semenjak bercinta pada Rayna??" Teriak Adim kesal.


Erico hanya diam melihat Rayna,


"Dia manis!!" Benak Erico.


"Hiya........ Aku hampir lupa pada kau!" Jelas Abizar lalu melihat arah Erico "ngapain kau lihat-lihat???" Tanya Abizar melotot.


"Aku tidak melihat kau!" Jawab Erico.


Rayna diam tersenyum lirih.


"Oh iya Ray, kemarin kau dipanggil dekan!" Jelas Erico tersenyum.


"Kenapa denganku?" Tanya Rayna.


"Aku tidak tauh, apa perlu aku mengantar kau menuju dekan?" Tanya Erico.


"Heiiiii..... Kenapa kau tak suka aku bahagia ha??" Teriak Abizar.

__ADS_1


"Tidak usah, aku bisa sendiri!" Jawab Rayna.


"Biar aku saja yang antar Ray!!" Pinta Abizar.


"Tidak usah,,, kau disini saja. Aku bisa sendiri kok!" Jawab Rayna beranjak pergi.


[


Abizar ingin menyusul Rayna namun tak kunjung karena Adim menarik tangannya.


"Heiiiii bodoh, apa yang kau lakukan ha??" Tanya Adim.


"Apa yang kau maksud, yah aku ingin mengejar Rayna. Aku tidak ingin dia sendiri!" Jawab Abizar.


"Ingat yah Bi, kau mendekati Rayna hanya karena sebuah pertaruhan dan sekarang bukankah kau sudah berhasil? Seharusnya kau tinggalkan!" Jelas Adim.


Tak sengaja Crisa baru sampai dan mendengar ocehan Abizar dan ke 2 temannya serta ia rekam.


"Aku hanya minta satu pada kau dan Erico! jangan sampai Rayna tauh masalah ini" pinta Abizar memandang Adim.


"Lambat laun semuanya akan terbongkar bi! Jawab Erico.


"Hei... Apa kau ingin berkhianat pada ku?" Tanya Abizar emosi.


"Bukan seperti itu, sebentar lagi kau akan menikah kan?" Jawab Erico.


"Iya Bi, berhentilah kau menyakiti Rayna. Sebelum semuanya terlambat!!" Pinta Adim.


"Semuanya tak kan terbongkar kecuali kalian berdua yang buka mulut!" Jelas Abizar masih kukuh pada pendiriannya.


"BI, kenapa kau tak lepas saja dia, kau harus menjauh dari nya apa kau mencintai nya?!!" Pinta dan tanya Erico.


"Tidak,,, aku kasian padanya!" Jawab Abizar bingung.


"Apa hanya rasa kasihan?" Tanya Adim


"I....iya cuman itu!" Jawab Abizar terbata-bata.


"Syukurlah!!" Jawab Erico.


"Hei...... Apa kau suka aku dalam masalah?" Teriak Abizar pada Erico.


"Aku suka jika kau tidak mencintai Rayna!" Jelas Erico tersenyum


Tibanya Rayna di ruang dekan, wajah dekan terlihat marah padanya membuat Rayna semakin kesal.


"Kau tauh kenapa saya memanggil kau kesini?" Tanya dekan.


"Jika aku tauh aku takkan kesini!" Jawab Rayna santai.


"Dasar..... Kau memang mahasiswa tak punya karakter!!!" Teriaknya.


"Langsung saja ke pokok utama!" Pinta Rayna.


"Ini.." dekan melempar sebuah amplop "bawa orang tua kau besok ke sini!!" Pinta dekan.


"Aku tak punya siapa-siapa!" Jawab Rayna.


"Aku tak peduli itu, pokok nya besok kau harus bawa wali!" Pinta dekan


"Apa salah ku?" Tanya Rayna lancang.


"Heiiii apa kau tak mendengar ku!! Besok bawa wali kau kesini!" Pinta dekan lagi.


Dengan perasaan bimbang Rayna mengambil amplop itu.


"Dengar itu, jam 9 saya tunggu!!" Jelas dekan


Rayna keluar ruangan dekan dengan perasaan tak menentu.


Di kampus telah tersebar video yang di kirim Crisa ke grub kampus sehingga semua mahasiswa terhubung.


"What.......?????" Teriak Raisa melihat video percakapan Abizar, Adim dan Erico.


"Apa?" Tanya Riana dan Echa melihat handphone Raisa "oh my God,,, Crisa harus dapat gelar, ini berita heboh!!" Teriak Riana.


"Sudah aku duga kak Bizar mana mungkin menyukai wanita tidak normal itu!" Sinis Raisa.


"Heiii Sa...!" Panggil Crisa dari jauh lalu mendekat 3 temannya.


"Tumben kau pintar?" Tanya Raisa.


"He..... Demi kebahagiaan sahabat. Aku rela!" Jawab Crisa.


"Akhirnya dendam ku terbalas kan" sinis Raisa.


"Iya dong Sa!" Jawab Crisa "meskipun dia tidak di DO dari kampus tapi berita ini pasti membuat ia keluar sendiri!"


"Tapi, aku dengar kak Bizar mau nikah. Apa itu benar?" Tanya Riana.


"Aku dengar sih seperti itu!" Jawab Crisa.


"Tapi pada siapa?" Tanya Raisa balik.


"Aku juga tidak tauh!" Jawab Crisa.


"Tapi, aku masih ada kesempatan untuk mendekati kak Bizar!" Jelas Raisa sinis.


Rayna berjalan menuju kelas dengan lesuh, pikirannya telah kemana-mana. Ia tak tahu harus membawa siapa besok,


"Tapi untuk apa sih?" Tanya Rayna pada diri sendiri.


Tanpa Rayna sadari orang-orang disekitar membicarakan tentang nya.


Ia masuk ke kelas, isi kelas pun sama seperti di luar yang membicarakan tentangnya. Ia duduk di bangku nya seraya membuka buku,


"Apa yang aku lakukan besok? Bagaimana aku mengatasi nya?" Tanya Rayna pada diri sendiri.


Tak berapa lama tibalah Raisa dan ke 3 temannya mengejutkan Rayna.


"Parrrrrr....." Raisa menumpas sebuah buku di meja Rayna.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Rayna dingin.


"Hahhahahah...... ternyata peran utama tidak beda dengan peran ke 3 hahahahhah hanya di pertaruhkan!!" Tawa Raisa kesenangan.


"Apa kau belum puas bermasalah pada ku?" Tanya Rayna Dingin.


"Hahahahha..... Hanya sebatas kasihan, kak Bizar tidak mencintai kau wanita pembunuh hahahah!" Tawa Raisa lagi.


"Heiiii... jaga mulut kau!!" Tunjuk Rayna pada Raisa.


Lalu Raisa memutar video Abizar dan ke 2 temannya tadi, Rayna terdiam akan video itu, hatinya benar-benar hancur dan remuk rasanya ingin ia banting semua yang ada di depannya, tetapi ia harus menahan amarah apalagi ini di kampus, ia tak ingin orang-orang kampus membicarakan ia tak normal lagi.


"Benarkah??? Kau pikir aku peduli?" Tanya Rayna dingin dan mengambil tas nya lalu pergi dari kelas itu.

__ADS_1


Dunia Rayna kembali hancur, dia benar-benar tidak menyangka Abizar sejahat ini. Padahal dia telah merasakan suatu kebahagiaan yang sangat mendalam akan Abizar, tapi apa? Sesuatu yang sering ia katakan pada Abizar dan sesuatu yang ia takutkan terjadi, tanpa ia sadari air matanya turun, kebetulan Abizar melihat Rayna keluar kelas dengan sedih.


"Aku makan bersama Rayna dulu yah!" Pinta Abizar meninggalkan ke dua temannya.


"Ray......!" Teriak Abizar.


Mendengar suara Abizar, Rayna berlari menuju toilet.


"Ray.... Kau dengar aku kan?" Tanya Abizar mengejar Rayna.


"Ray... Apa kau baik-baik saja?"


Rayna berhenti tepat depan toilet kebetulan tidak ada orang disana, ia sengaja mencari tempat Yang sunyi.


"Ray, kau kenapa menangis? Siapa yang melukai kau? Katakan padaku?" Tanya Abizar panik.


"Parkkk......" Rayna menampar Abizar "kau tak beda dengan iblis!! aku pikir selama ini kau tulus tapi tak ada beda nya dengan yang lain" teriak Rayna menangis.


"Apa salah ku Ray?" Tanya Abizar belum tahu apa-apa.


"Mulai detik ini, aku tidak ingin melihat wajah busuk kau itu!!! Aku membencimu sampai mati!!!" Jelas Rayna beranjak pergi.


"Ray,,,, aku salah apa?" Tanya Abizar menahan tangan Rayna.


"Lepaskan!!!" Teriak Rayna kasar melepaskan tangan Abizar.


"Ray......!" Teriak Abizar tampak kecewa.


"Ting....." Nada notifikasi media handphone Abizar, ia membuka handphone dengan gelisah.


Sekarang baru Abizar tauh kenapa Rayna marah pada nya, ia berlari menuju Adim dan Erico kebetulan mereka ada di kantin.


Rayna keluar kampus menutup kepalanya dengan tas agar tak ada yang mengenalinya,


Tibanya Abizar di kantin,


"Bughhhhh... bughhhhh...." Abizar meninju Adim seraya memegang kera bajunya.


"Kenapa kau lakukan ini ha? Kau tau sekarang Rayna telah tauh semuanya?" Teriak Abizar.


Adim tersungkur di lantai, hidungnya keluar darah.


"Sudah....sudah.... Abizar... Sudah!!!" Teriak Erico mecah kan keributan itu.


"Kau.... Ini rencana kau juga kan?? Kalian benar-benar munafik!!" Teriak Abizar lagi.


"BI, ini bukan rencana kita berdua, kita saja kaget melihat video itu!" Jelas Adim lemah.


"Iya Bi, mana mungkin aku dan Adim seperti itu. Kita udah lama sahabatan!!" Jelas Erico.


"Bukankah telah aku peringatkan dari dulu, bicara jangan di tempat terbuka!" Jelas Erico.


"Aaaa....!!" Teriak Abizar berlari menuju mobil di parkiran.


Sepanjang jalan, Rayna menangis dalam taksi.


Sekarang ia tak tauh harus percaya pada siapa dan bagaimana bisa bahagia? Kebahagiaan pun telah tidak ingin bersamanya,


Tibanya dirumah Rayna berlari menuju kamar,


"Kok pulang cepat non?" Tanya bibi


Tak Rayna pedulikan ia langsung masuk kamar.


"BI, jika Abizar datang jangan suruh ia masuk, suruh dia pergi aku tidak ingin melihat nya.!" Jelas Rayna dari depan pintu kamar.


"Baik nona!" Jawab bibi.


Rayna membanting pintu kamar, ia menangis dibelakang pintu.,


"Kenapa kau jahat padaku? Apa kau Tak tau aku mencintaimu? Kenapa kau lakukan ini? Kenapa????" Teriak Rayna menangis defresi seraya menarik rambutnya.


"Tuhan..... Kenapa kau tak pernah beri aku kebahagiaan? Apa aku salah terlahir ke dunia ini? Aku benci semuanya aku benci...hikssss.....hikssss...!!!"


"Kenapa kau hadir bila kau akan pergi? Kenapa kau beri aku harapan tapi semuanya palsu? Kau jahat Abizar!!! Kau jahat!!!!" Teriak Rayna histeris.


"Dret.....dret..." Handphone Rayna berdering Abizar menelpon nya.


"Angkat Ray!!!" Jelas Abizar khawatir seraya menyetir.


Rayna membuka handphone nya lalu ia membanting handphone ke arah kamar mandi hingga handphone nya hancur.


"Aku benci......!!" Teriak Rayna melihat handphone nya yang telah hancur


Abizar mencoba menelpon Rayna lagi,


"Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan"


"Kemana Rayna? Aku harus kerumah nya!" Jelas Abizar menuju arah rumah Rayna.


"aaaaa.......!!!" Teriak Rayna menumpas barang-barangnya yang ada di atas meja termasuk baleter yang diberi Abizar,


"Aku membenci diriku sendiri, aku benci semuanya, aku benci kau Abizar....hikss....hikssss" Rayna terduduk dilantai dan mengingat apa yang terjadi, ia terus terbayang akan Abizar, akan kebaikan nya membuat Rayna percaya, Matanya telah memerah karena menangis, rambutnya pun telah acak-acakan tak karuan.


Dunia Rayna sangat hancur , Rayna bangun ke depan cermin melihat wajahnya.


"Kenapa kau jahat pada ku? Bukan kah kau telah janji akan selalu bersama ku? Kenapa kau lakukan ini!!!!!" Teriak Rayna meninju cermin....


"Parrrr......" suara cermin jatuh ke lantai membuat bibi di lantai bawah khawatir lalu ke kamar Rayna.


Kamar Rayna berantakan baju telah dimana-mana, buku berserakan di pojok kamar pecahan kaca juga berserakan di lantai.


"Nona... Apa nona baik-baik saja?" Tanya bibi mengetok pintu.


Rayna Hanya diam "aku sedang ingin sendiri! Pergilah!!!" Pinta Rayna lesuh.


Rayna membuka lemarinya, kepala ia sakit karena terlalu lama menangis, ia lihat kotak obat tidur ia ambil 3 buah lalu ia minum bersamaan.Ia tidur di lantai, kepalanya pusing bila ingat tentang Abizar.


Abizar tiba di rumah Rayna, ia gelisah tak menentu serta rasa bersalah yang besar.


"Tok....tok...tok..." Abizar mengetok pintu rumah Rayna.


Bibi membuka pintu.


"Apa Rayna telah pulang Bi?" Tanya Abizar.


"Maaf tuan, nona Rayna tidak ingin bertemu dengan tuan!!" Jawab bibi.


"BI. Izinkan aku masuk BI, aku ingin bicara pada Rayna!!" Pinta Abizar.


"Tidak tuan, nona Rayna tak bisa ditantang!" Jawab bibi langsung menutup pintu rumah.


"BI.....buka pintu nya bi!!! Aku ingin bicara pada Rayna!!" Teriak Abizar.


Namun tak bibi pedulikan demi permintaan Rayna.

__ADS_1


"Aaaaa.......!! Kenapa bisa jadi seperti ini sih?" Tanya Abizar kesal.


Next???😪


__ADS_2