Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Mama jemput aku


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#Part22


Kini tinggallah Jassy sendiri di kelas, tak sengaja ia menemukan sebuah foto yang jatuh dari tas Rayna, ia melihat foto itu yaitu foto Rayna dan ke dua orang tuanya terlihat sangat bahagia ketika pentas balet di Paris 11 tahun yang lalu, ia masukkan foto itu dalam tasnya.


Jassy keluar kelas mencari Abizar,


Abizar dan kedua temannya


Duduk tidak jauh dari parkiran tempat biasa.


"Kau kenapa sih Bi? Semenjak tidak bersama Rayna lesuh sekali?" Tanya Adim.


"Iya, seperti tak semangat hidup saja!" Sambung Erico


"Aku tidak tau, apa yang terjadi padaku?" Tanya Abizar kebingungan.


"Bukankah seharusnya kau senang bisa lepas dari taruhan itu, kan kau sendiri yang berjanji ingin menyakiti Rayna!" Jelas Adim.


"Iya, masa kau termakan dengan kata-kata sendiri, jangan-jangan kau mencintai Rayna yah?" Tanya Erico.


"Aku tidak tauh!" Jawab Abizar.


"Ingat Bi, sebentar lagi kau akan menikah dengan Jassy!!" Ingan Adim.


Tak berapa lama tibalah Jassy, seolah-olah tidak tauh apa-apa.


"Ternyata kau disini?" Tanya Jassy.


"Iya" jawab Abizar lesuh


"Ayo kita makan diluar!" Pinta Jassy.


Abizar memandang kedua temannya.


"Yasudah, pergi aja bi kami tak apa-apa kok!" Pinta Erico.


"Iya bi!" Sambung Adim.


"Yasudah aku pergi yah!" Jelas Abizar menerima permintaan Jassy.


Sekitar pukul 2 siang, papa Rayna ke rumah sakit, kebetulan dokter utama adalah Rilham teman SMA nya dijerman dulu.


"Hei Andreanata,, lama tak jumpa, bagaimana kabar kau?!" Tanya dokter Ham menepuk bahu papa Rayna,


"Aku baik-baik saja Ham, !" Jawab papa dengan wajah yang bersahabat,


"Aku pikir kau masih di Jerman!" Jelasnya.


"Aku telah lama di Indonesia Ham, hampir 2 tahun, kau semakin sukses Sekarang!" Jelas papa.


"Ah bisa saja kau Rean, masih tak berubah ya terus merendahkan diri padahal kau lebih sukses dari ku!" Jelas dokter Ham.


"Ah kau bisa saja, oh iya aku disini ingin bertanya sesuatu pada kau?" Pinta Papa.


"Bertanya?" Tanya dokter Ham balik.


Papa mengeluarkan sebuah kotak putih yang ia ambil dari kamar Rayna kemarin "obat apa ini?"


Dokter Ham melihat kotak dan kapsul obat itu,


"Oh ini obat tidur Rean, biasanya diminum untuk orang yang sedang banyak masalah dan ingin lari dari kenyataan makanya dia memilih banyak tidur!" Jelas dokter Ham.


"Apa efek samping nya besar Ham?" Tanya papa terlihat kecewa.


"Jelas sangat besar, bisa merusak sistem imun dari otak dan pasti ia akan tercandu!" Jelas Dokter Ham.


Papa terdiam dan agak kecewa, "bagaimana cara mengatasi nya Ham?" Tanya papa


"Yah dengan cara, mengehentikan mengosumsi obat tidur , memang ada apa dengan obat tidur ini?" Jawab dan tanya Dokter Ham.


"Tidak Ham, yasudah ham aku pamit!" Jelas Papa "kapan-kapan aku traktir kau sebagai tanda terimakasih!" Jelas Papa.


"Aku tunggu Rean!" Jawab dokter Ham bahagia.


Rayna pulang dari kampus langsung kekamar, hatinya sangat hancur dengan kehidupan ini. Ia membanting pintu kamar lalu duduk di belakang pintu.


"Hikssss....hiksss....." Rayna menangis duduk dibelakang pintu "ma, apa kau melihatku betapa hancurnya masa depan ku, betapa hancurnya hatiku kenapa mereka tidak ada mengerti apa yang ku rasakan!" Jelas Rayna menarik rambutnya.


"Mama.... Jemput aku, aku merindukan mu, aku rindu saat kau mengantar ku lomba balet, aku rindu saat kau selalu menemani aku ketika aku libur sekolah...... Aku tidak bisa hidup tanpa kau mama. Ma bukankah kau telah berjanji kau takkan meninggalkan ku sendiri!!" Teriak Rayna "dan kini kenapa kau mengingkari apa yang kau katakan ma, kenapa kau tinggalkan aku sendiri!!!"


"Aku iri pada mereka, menikmati hidup dengan bahagia. Sedangkan aku, aku tidak bisa seperti itu!" Jelas Rayna.


Ia membuka lemari ingin mengambil obat Tidurnya, ia tak sanggup melihat kenyataan yang selalu memaksanya bertahan meskipun ia tak kuat, Ia lihat dalam lemarinya kosong ia beranjak keluar kamar ingin menanyakan pada bibi.


"BI, apa kau lihat obatku dalam lemari?" Tanya Rayna masih menangis.


"Nona, nona kenapa menangis? Apa nona baik-baik saja?" Tanya bibi khawatir.


"BI, aku bertanya dimana obatku?" Teriak Rayna


"Bibi, tidak melihat nya nona!" Jawab bibi terbata-bata.


Tak berapa lama datanglah papa.


"Apa kau mencari ini?" Tanya papa memperlihatkan Obat tidurnya.


"Kenapa papa lancang mengambil obat ku!" Teriak Rayna tidak terima.


"Apa kau tau, betapa bahayanya obat ini?" Tanya papa.


"peduli apa papa? Ini urusan ku, urus saja urusan papa!" Teriak Rayna menangis.


"Ray, kau tidak tau betapa sayangnya papa dengan kau, papa kerja mencari uang semuanya untuk kau Ray, coba sedikit saja kau mengerti perasaan papa!!" Teriak papa terlihat sedih.

__ADS_1


"Mengerti???? Aku harus mengerti? Apa papa pernah ngerti perasaan ku? Apa papa pernah mengerti aku? Mengerti perasaan ku? Aku ingin apa dan bagaimana? Tidak pa....... Papa hanya mengerti apa yang papa ingin kan..... Papa tau betapa tersiksanya batin ku melihat keadaan!!" Teriak Rayna.


"Ray,,, papa sangat mencintai kau nak. Papa mencoba ingin mengerti kau? Ingin mendekati kau Ray, tapi kau tak pernah ingin terbuka untuk papa. Papa sangat sedih akan itu!" Jelas papa sedih.


"Benarkah???? Tapi papa tak pernah mencoba kan. Papa hanya peduli dengan wanita itu hingga aku dan mama papa lupakan!" Teriak Rayna.


"Ray,,, papa sayang dengan kau dan juga mama, tapi kau tak boleh seperti ini terus nak. Mama kau tak kan kembali!" Jelas papa


"Diam.....aku tidak suka papa memintaku melupakan mama!! Mama akan kembali!!" Teriak Rayna berlari menuju kamar.


"Rayna,,,, dengar Papa nak. Papa sayang dengan kau!!" Teriak papa.


Betapa hancur hati Rayna, semua seakan-akan tidak ada yang mengerti dengan perasaannya.


"Aku benci dengan Semua nya..... Aku benci........." Teriak Rayna menangis.


Abizar dan Jassy makan disebuah restoran.


"Sayang aku telah lama sekali tidak makan Ini!" Jelas Jassy terlihat senang.


"Benarkah??" Tanya Abizar.


"Sayang kau senang kan? Kau tau ketika pertama kita bertemu kau mengajakku dinner dan memakan kimchi timun ini" jelas Jassy.


Abizar terbayang akan kebersamaan nya pada Rayna, ketika di gedung 63 saat makan kimchi timun dan Ramen.


"Sayang.... Kau dengar aku kan?" Tanya Jassy.


"Iya aku dengar" jawab Abizar tersenyum.


"Yasudah aku ke toilet sebentar yah!!" Pinta Abizar beranjak pergi ke toilet.


"Iya sayang, jangan lama-lama yah!!" Pinta Jassy.


"Iya!!"


Jassy terlihat sedih, Sekarang Abizar tak beda dengan


Orang asing yang tak ia kenali dan mencoba menghindar darinya.


"Drttt....drttt..." Getar handphone Abizar bertanda pesan masuk, kebetulan handphone Abizar tinggal diatas meja.


Jassy membuka handphone Abizar, hatinya semakin luka saat melihat wallpaper handphone Abizar foto Abizar dan Rayna ketika di Pantai saat Rayna ulang tahun.


Air matanya seakan-akan turun tak terbendung, apa yang ia takutkan ternyata telah terjadi hati Abizar telah tidak ia miliki lagi, buktinya ia memasang wallpaper fotonya dan Rayna


[


Saat Abizar kembali, Jassy mencoba menghapus air matanya agar Abizar tidak mengetahuinya.


"Ayo kita pulang!" Pinta Abizar.


"Apa kau mencintai Rayna?" Tanya Jassy memandang Abizar.


"Aku bahkan tak mengenali kau lagi, serasa aku bukan yang kau harapkan!" Jelas Jassy.


"Lupakan!!" Pinta Abizar.


"Tidak.... Aku tidak bisa melupakannya, telah berapa kali aku memergoki kau dan Rayna!" Jelas Jassy menangis.


Abizar memandang Jassy serius,


"Sudahlah!!" Jawab Abizar..


"Seakan-akan hati kau bukan milikku lagi, semenjak aku di Indonesia kau tak pernah melihat ku ada, apa lagi peduli itu tak ada!!" Teriak Jassy menangis.


"Jangan bahas itu lagi, dia Hanya temanku!" Jawab Abizar.


"jika teman, kenapa kau selalu memikirkannya? Kenapa kau seakan-akan melupakan aku? Lihat aku disini Abizar kita akan menikah dan menua bersama!..... Aku mohon lihat aku disini, aku tidak ingin apa yang kita rencanakan gagal hanya karena Rayna!" Jelas Jassy.


"Aku tidak ingin mendengar nya, berhenti menyebutkan nama Rayna!" Jelas Abizar bernada kesal.


"Dari sini saja aku telah tau, bahwa kau mencintainya..... Kenapa kau seperti ini Abizar? Salah ku apa? Apa karena kita lama berpisah?. Abizar...... Bukankah dulu kau yang berjanji pada ku kau takkan mencintai wanita lain selain aku!!" Teriak Jassy lagi.


"Jangan membuat ku semakin pusing, aku tidak ingin mendengar itu!!" Teriak Abizar balik.


"Bahkan kau menganggap kata-kata ku beban, kau benar-benar jahat Abizar..!" Jelas Jassy berdiri lalu pergi.


Abizar mengepal tangannya bertanda kesal,


"Kenapa aku seperti ini? Seharusnya aku telah bahagia dengan Jassy. Tapi kenapa aku semakin tak bisa mencintai nya?" Tanya Abizar pada diri sendiri lalu pergi menuju mobil.


Papa Rayna kembali ke kantor untuk rapat, karena bawahannya pak Pramana dan pak Reko mengalami Krisis keuangan untuk perusahaan, sehingga perusahaan mereka masuk dalam black list.


"Dari segi administrasi keuangan, saya lihat perusahaan kalian menurun drastis, bagaimana kalian harus membayar gaji karyawan , saham untuk gaji manager saja tidak cukup" jelas pak Andreanata.


"Saya sangat bingung pak, saya telah berhutang pada perusahaan luar negeri sebanyak 200 U$ belum lagi ke perusahaan stasiun bapak sebanyak 900 U$... Sepertinya perusahaan saya benar-benar terancam hanya satu aset yang saya miliki yaitu Kampus!" Jelas pak Pramana.


"Anda terlalu mudah menyerah, bukankah ada jalan lain. Ok saya akan pinjam kan kembali 1 juta U$ untuk perusaahan anda!" Pinta dan jelas pak Andreanata dengan bahasa formal.


"Tapi, saya terlalu banyak hutang pada bapak, apakah bapak tidak keberatan?" Jawab dan tanya pak Pramana.


"Tidak, oh iya tadi anda berkata punya kampus? Apa


Nama kampus yang kau maksud??" Tanya Andreanata.


"Iya pak, kampus yang saya miliki adalah Universitas Gunadarma Pramana" jawab pak Pramana.


Pak Andreanata atau papa Rayna seperti mengenal nama kampus itu, namun ia benar-benar lupa kapan ia melihat nama kampus itu.


"Iya, saya juga punya anak wanita. Kebetulan dia sekolah di kampus bapak!" Jelas pak Andreanata.


"Wah... Kebetulan sekali pak, siapa namanya?" Tanya pak Pramana.


"Hmmm dia wanita yang dingin, anda tidak kan mengenalinya!" Jelas pak Andreanata.

__ADS_1


"Oh iya pak, kalau begitu terimakasih atas kerjasama nya!" Jelas pak Pramana.


Abizar pergi ke pantai untuk menenangkan pikirannya, Batin ia benar-benar hancur tak bisa menentukan apa yang diinginkan dan apa kenyataan nya. Ia melihat deru ombak pantai yang panjang hingga ia selalu ingat akan kebersamaan nya pada Rayna.


"Kenapa aku terjebak dengan rencana aku sendiri? Padahal aku tak ingin ini terjadi?" Tanya Abizar pada diri sendiri mencoba menghubungi Rayna.


Namun sama seperti biasanya nomor Rayna tidak aktiv.


Jassy pulang kerumah Abizar sekita pukul 7 malam dengan sedih, ia lihat kedua orang tua Abizar sedang duduk di meja makan.


"Pulang sayang, ayo makan! Abizar mana?"sapa mama Abizar.


"Aku tidak tauh Tan, yasudah Om, Tan, aku kekamar yah!' pinta Jassy lalu pergi ke kamarnya.


"Ada apa yang terjadi?" Tanya papa pada mama.


"Aku tidak tau pa!" Jawab mama


"Anak kau itu, benar-benar tak bisa diandalkan!" Jelas papa.


"Sudahlah pa, namanya mau beranjak dewasa!" Jelas mama.


"Dewasa apanya?? Jika belum bisa mencintai satu Wanita.... Lihatlah putra kau terus kau bela-bela, lihat apa yang terjadi dia malah bersama wanita lain, sedangkan ia telah punya tunangan!" Teriak papa sehingga Jassy mendengar apa yang mereka katakan.


"Ternyata mereka telah mengetahui semuanya" benak Jassy.


"Sudahlah pa, kita tidak tau kebenaran nya. Tapi setidaknya Abizar tidak meninggalkan Jassy demi wanita lain!" Jelas mama menyinggung papa.


"Urus saja sendiri itu anak kau!!" Jelas papa merasa tersinggung lalu pergi menuju kamar.


"Sejatinya buah tidak jauh dari pohonnya!" Benak mama Abizar terlihat sedih dan menuju kamar Jassy.


"Tok....tok....tok..."mama mengetok pintu kamar Jassy "Tante boleh masuk sayang?" Tanya mama Abizar.


"Iya Tan, masuk ajah!" Jelas Jassy menghapus air matanya.


"Kau baik-baik saja sayang?" Tanya mama mengelus rambutnya Jassy.


"Aku baik-baik saja Tan!" Jawab Jassy tersenyum.


"Apa kau dan Abizar sedang ribut?" Tanya mama.


"Tidak Tan, kami baik-baik saja!" Jawab Jassy menutup semuanya.


"Tante tau, kalian pasti lagi ributkan. Apa karena Rayna?" Tanya mam


"Tante udah tau siapa Rayna?" Tanya Jassy.


"Iya sayang, dia hanya teman Abizar. Kau jangan sedih ya Abizar tak mungkin mencintai Rayna dia Hanya mencintai kau sayang!" Jelas mama menenangkan hati Jassy.


"Aku tidak yakin Tan, dari sifat Abizar saja dia telah berubah!" Jelas Jassy.


"Sayang, kau jangan negatif thinking ah, Abizar tidak seperti itu. Lihatlah Tante, dulu Om kau itu selingkuh demi wanita lain, lihat sekarang dia telah mencintai Tante sepenuhnya!" Jelas mama


"Iya Tan, aku mengerti!!" Jelas Jassy mencoba memahami.


"Jadi jangan sedih lagi yah sayang!!" Pinta mama memeluk Jassy.


"Iya Tan!!" Jawab Jassy tersenyum "jadi seperti ini, rasanya punya mama" benak Jassy


Rayna benar-benar tidak bisa tidur tanpa obat Tidurnya, ia keluar kamar untuk mencari angin dan menenangkan pikiran.


Ia duduk diatas ayunan depan rumahnya, handphone telah rusak dan telah dibuang oleh bibi. Ia benar-benar tidak ingin melihat Abizar lagi apa lagi harus menyimpan semua kenangan bersama Abizar.


Ia melihat arah langit seakan-akan menghitung bintang,


"Mama aku akan berhenti kuliah, aku akan mencari tau siapa pembunuh kau!" Jelas Rayna terlihat sedih.


"Apa kau tau, aku ingin cerita pada kau!!" Rayna menangis ketika ingat akan mamanya "hiks.... hiksss... Mama, kenapa kau pergi begitu cepat? Aku benar-benar tak bisa menjalani semuanya sendiri!" Jelas Rayna.


Sekitar pukul 10 malam, Abizar pulang dalam keadaan mabuk, berkat saja Adim yang mengantar ia pulang jika tidak ia akan tidur di club' bersama wanita malam. Pikirannya benar-benar kacau sehingga ia melakukan ini, mendengar suara kaki Abizar yang kencang mama dan papa bangun melihat arah sumber suara.


"Abizar, apa yang kau lakukan??" Teriak papa sangat marah ketika melihat Abizar dalam keadaan mabuk.


"Oh semenjak kau mengenali wanita tidak normal itu, kau telah berani minum alkohol, anak macam apa kau?" Teriak papa memegang kera bahu Abizar.


Mendengar nama Abizar, Jassy keluar kamar Karena ia sangat khawatir.


"Aku begini, karena kalian yang tak pernah mengerti perasaan ku. Aku mencintai Rayna, kenapa semuanya tak ada yang mengerti!!" Jawab Abizar dalam keadaan mabuk.


'parrrrrrrr......"papa menampar Abizar hingga Abizar terjatuh dilantai "beraninya kau mempermainkan hati perempuan!!! Jika sampai kau dan Jassy gagal menikah kau akan aku buang!!!" Teriak papa.


"Kau tak akan mengerti soal rasa, kau saja meninggalkan ku dan ibu saat ku masih kecil janganlah sok menasehati!" Jawab Abizar tak sadar.


"Kau......" Papa ingin menampar Abizar lagi tapi mama menahannya.


"Sudah pa, dia sedang tidak sadar!!" Pinta mama.


"Dasar anak tidak tau diri!!" Jelas papa pergi dengan langkah kaki kasar.


"Jassy, Jangan kau masuk dalam hati yah apa yang Abizar katakan barusan!" Pinta mama.


"Iya Tan!" Jawab Jassy mencoba tersenyum.


"Ayo sayang, bantu Tante membawa Abizar ke kamar!" Pinta mama lalu memapah Abizar untuk kekamar


Jassy merawat Abizar dengan baik memberi air susu panas sehingga rasa mabuk nya pulih dan Abizar bisa tidur.


Papa Abizar kekamar meminta pengawal nya mengatur waktu agar bisa bertemu pada Rayna, sungguh ia tak ingin Dady Jassy harus memutuskan kerja sama padanya apa lagi, hutang ia dan Dady Jassy cukup besar.


Next?


Maaf yah kemarin saya sibuk jadi belum sempat menulis 😊


Semoga menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2