Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Sungguh menjijikkan


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES❤️


#Part11


"Kenapa tidak, akan aku buktikan, bahwa cinta sejati itu ada" jelas Abizar meyakinkan Rayna.


"Terserah kau saja" jawab Rayna ingin menuju kamarnya dan diikuti Abizar.


"Kau ingin kemana?" Tanya Rayna menghadang Abizar yang ingin masuk kamar.


"Masuk lah" jawab Abizar lancang.


"Tidak, aku tidak ingin pulang" jelas Abizar.


"Serah kau saja!" Jawab Rayna menutup pintu kamarnya, lalu ia menumpas tubuhnya ketempat tidur.


"Ray,,, kau tega melihat ku sendiri disini.izinkan aku masuk yah!" Teriak Abizar.


'bodoh amaat!" Jawab Rayna dari dalam kamar.


"Yasudah, aku ingin ke stasiun televisi saja!" Jawab Abizar menentang"akan aku katakan bahwa Rayna masih tinggal dirumah ini"


Rayna mendengar nya terkejut dan tak percaya.


"Heiiiiii....." Teriak Rayna bangun ingin membuka pintu.


"Hehehhehehhe" tawa kecil Abizar


"Apa kau menantang ku?" Tanya Rayna membuka pintu kamar.


"Iya!!" Jawab Abizar lalu masuk ke kamar Rayna.


"Sungguh menjijikan!" Jelas Rayna dingin.


"Ternyata kamar mu sangat strategis" jelas Abizar melihat se isi kamar Rayna "kau bisa melihat matahari terbit dan tenggelam dari sini"sambung Abizar melihat langit dari jendela kamar.


"Benarkah!" Jawab Rayna senyum sinis "aku benci dengan itu, apa lagi ketika matahari tenggelam."


"Alasannya?" Tanya Abizar.


"Ketika kita sedang bercahaya kenapa harus berakhir. Kenapa?" Jawab dan tanya Rayna.


"bukankah Allah telah Atur semuanya berpasang-pasangan" jawab Abizar.


"Jawaban apa itu. Aku benci tuhan!" Jelas Rayna membuat Abizar terkejut.


"Heiiiiii..... Mana mungkin kau ingin menyelesaikan masalah tanpa campur tangan Tuhan." Teriak Abizar.


"Emang tuhan punya tangan? Emang tuhan peduli padaku!" Tanya Rayna dingin.


"Ayo kita pergi!!?" Pinta Abizar menemukan sebuah ide.


"Heiii... Apa kau ingin aku dalam masalah lagi?" Teriak Rayna.


"Aha...." Jelas Abizar tersenyum lalu membuka lemari pakaian Rayna.


"Heii apa yang kau lakukan?" Tanya Rayna tak percaya.


"Oh ternyata di lemari mu lengkap" jawab Abizar mengambil seal, topi, dan juga masker.


"Kau harus memakainya" jelas Abizar memasang topi, seal dan masker "oh ada yang tinggal!!" Abizar kembali membuka lemari "kau juga harus pakai kacamata".


"heiiii Apa yang kau lakukan...sungguh kau menjijikkan" teriak Rayna turun kamar dengan tergesa-gesa karena ditarik Abizar.


"Ayo Ray, kita tak punya waktu!" Jelas Abizar.


Siang itu,


Mama Abizar merasa ada yang tak beres pada Abizar, karena tak seperti biasanya ia pergi dari rumah pagi-pagi sekali. Ia pergi ke kampus memastikan apa Abizar masuk kuliah atau tidak.


"Bukan kah itu mama Abizar?" Tanya orang-orang disekitar mama Abizar, mereka tahu bahwa mama Abizar adalah istri Permana pemilik kampus yang akan diwariskan pada Abizar nanti.


Mama Abizar langsung menuju kelas hukum,


"Bukannya itu mama nya Abizar?" Tanya Erico mengucek-ngucek matanya tak percaya.


"Iya, aku tidak salah lihat RI?" Tanya Adim tak percaya.


"Itu benar mama Abizar" jawab Erico.

__ADS_1


"Mama Abizar kenapa kekampus?" Tanya Erico lagi.


"Mungkin ada masalah lain yah" jawab Adim berusaha tenang.


" sepengetahuan aku, Abizar baik-baik saja sama sama mamanya!" Jelas Adim juga.


"Kalian teman Abizar kan?" Tanya mama Abizar menuju Adim dan Erico.


"I...iya Tan,ada apa tan?" Tanya Adim.


"Abizar nya mana?" Tanya mama lagi.


"Oh....itu.....emmmm" Adim gugup ingin menjawab apa.


"Dia udah 3 hari gak masuk Tan, kenapa Tan?" Jawab dan tanya Erico santai.


"3 hari?" Ulang mama tak percaya.


Mama nya agak kesal dan tersenyum " apa kalian tauh dia kemana?"


"Kami juga gak tahu Tan, di telpon dia gak jawab. Mungkin dia bersama Rayna soalnya Rayna juga tidak masuk" jelas Adim berani bicara.


"Oh iya, terimakasih yah atas informasinya!!" Jelas mama " yaudah Tante pamit yah!!" Jelas mama Abizar menuju pergi.


"Aduuhh harus bagaimana kita?" Tanya Adim kesal "emang Abizar kemana sih?"


"Aku juga gak tauh!!" Jawab Erico.


Mama Abizar masuk mobil dan di awal oleh supir nya.


Mama Abizar tersenyum sinis dan bersedih. Ia tak percaya apa yang ia takutkan selama terjadi.


"Kemana kita nyonya?" Tanya supir.


"Pulang!" Jawab mama dingin.


Abizar menghentikan mobilnya tepat depan Gereja Santa Claus.


"Ayo turun, kita telah tiba!!" Pinta Abizar membuka pintu mobil.


Rayna berdiri depan Gereja itu, ia terbayang kembali kejadian 10 tahun yang lalu bersama namanya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar.


"Ayo kita bersama-sama membangun masa depan dengan dekat pada tuhan!!" Jelas Abizar menyemangati Rayna lalu menarik Rayna agar masuk Gereja.


"Mana bisa mama kau tenang,kau saja tak pernah menjenguk nya" jelas Abizar lagi.


"Jangan katakan itu, mama pasti menangis melihat ku, melihat papa yang tak peduli padanya, melihat papa lebih peduli pada wanita lain" jelas Rayna berhenti sejenak.


"Dia akan bahagia jika kau kembali bercahaya, kembali bisa menerima kenyataan kembali bahagia seperti dulu!!" Jawab Abizar tersenyum.


"Benarkah?" Tanya Rayna.


"Iya, sejatinya orang tua menyukai anaknya tersenyum, coba kau tersenyum!!" Jawab dan pinta Abizar.


"Konyol!!!" Jelas Rayna lalu kembali berjalan menuju masuk.


Rayna berdiri depan Menara suci, ia lihat foto Yesus tersenyum yang di pajang di tempat suci itu.


"Kau seakan bahagia melihat aku menderita" jelas Rayna memberi penghormatan pada Yesus.


"Mama aku mencintaimu, apa kau baik-baik saja disana? Apa kau tahu aku tak bisa hidup tanpamu. Kau adalah mentari dalam hidupku yang selalu menerangi dalam setiap kegelapan. Tapi sekarang mentari itu hilang dan duniaku pun terasa mati! Mama jika aku bisa dihidupkan kembali suatu saat bersamamu maka aku akan memeluk mu erat dan tak akan membiarkan mu pergi" jelas Rayna dalam hati "semoga Yesus memberkatimu selalu mama".


Sepulang dari Gereja Rayna terlihat sedih kembali, pandangan kosong dan seperti orang yang tak semangat untuk hidup.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar.


Rayna tak menjawab, Rayna sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia benar-benar belum percaya takdirnya serumit ini. Harus menghadapi semuanya sendiri.


"Drtttt.....drtttt...." Handphone Rayna berdering membuat Rayna sadar dari lamunannya.


Rayna melihat yang menelponnya adalah papa, ia mereject telpon itu.


"Kenapa kau tak mengangkat nya?" Tanya Abizar.


"Bukan urusanmu!" Jawab Rayna Dingin.


"Apa kau tahu Ray,orang yang telah mati tak suka dengan manusia dingin seperti kau?" Jelas Abizar mengada-ada.

__ADS_1


"Apa kau menganggap mama ku telah mati?" Tanya Rayna memandang Abizar benci.


"Ray, kau harus terima keadaan. Semuanya tak kan terulang. Kau tahu apa yang tak bisa diulang didunia ini?" Tanya Abizar memandang Rayna lalu menghentikan mobil.


"Waktu.... Iya waktu tak bisa diulang dan bisa di perbaiki dengan cara niat diri kita sendiri!" Jelas Abizar.


Rayna hanya diam mendengar apa yang dikatakan Abizar, ia tahu mungkin yang dikatakan Abizar benar.


"Kenapa takdirku seburuk ini?" Tanya Rayna tanpa menyadari air matanya turun.


"Ray, aku paling tidak ingin melihat kau menangis, melihat kau sedih. Kau tahu kau berhak bahagia Ray!!!" Jelas Abizar mengambil tisu lalu menghapus air mata Rayna.


"Kenapa aku dilahirkan di rahim mama, kenapa tidak kau saja. Kau tak pernah merasakan apa yang ku rasa" jawab Rayna.


"Ray, kita hidup di dunia yang sama. Tapi ingat dengan takdir yang berbeda!" Jelas Abizar lagi.


"Kau harus semangat Ray, bukankah engkau akan menguak kematian mama mu?" Jelas Abizar menyemangati Rayna.


"tapi aku tak yakin, kau bisa membantu ku!" Jelas Rayna.


"Kenapa tidak?" Tanya Abizar.


"Aku yakin, lambat laun kau akan pergi" jawab Rayna dingin.


Serentak Abizar terkejut melihat Rayna, ia tak habis pikir Rayna bisa berpikir tentang nya.


"Dulu aku juga pernah berteman pada seorang lelaki yang baik, tapi akhirnya dia pergi!" Jelas Rayna lagi.


"Apa kalian pacaran?" Tanya Abizar.


"He.... Omong kosong, dia hanya teman ku" jawab Rayna.


"Lalu kenapa kau sedih jika ia pergi?" Tanya Abizar lagi.


"Aku tidak bilang sedih?" Jawab dan tanya Rayna.


"Hai Ray, kau bilang seperti itu karena kau sedih. Aku yakin itu" jelas Abizar.


"Tidak, aku bilang tidak yah tidak!!!" Jelas Rayna tak ingin menampakkan perasaan nya.


"Apa dia tampan? Apa lebih tampan dari aku?" Tanya Abizar lagi.


"Aku bilang tidak, ya tidak" jawab Rayna kesal.


"Ohhh ternyata Rayna jatuh cinta.." jelas Abizar lagi.


"Ternyata wanita sedingin kau pernah jatuh cinta!!" Jelas Abizar lagi.


"Oh!!" Jawab Rayna dingin.


Sekitar pukul 19;00 malam, Abizar pulang dengan lesuh. Tapi ia merasa bahagia hari ini, ia bisa membuat Rayna ingin cerita tentang nya.


"Abizar, apa kau dari rumah Rayna?" Tanya mama berdiri dibelakang Abizar yang ingin menuju kamar.


Abizar berhenti sejenak lalu menoleh mama nya.


"Iya ma, aku kasihan pada nya" jawab Abizar.


"Sehingga kau tidak masuk kuliah gitu?" Tanya mama.


"Aku capek ma!! Pengen istirahat dulu!" Jawab Abizar melanjutkan jalannya.


"Capek? Abizar mama tanya apa kau mencintai Rayna?" Tanya mama lagi membuat langkah Abizar terhenti kembali lalu menoleh mama.


"Aku hanya kasihan pada nya ma, Aku gak mungkin mencintai nya!" Jawab Abizar gugup.


"Mama bukan nya tidak suka sama Rayna. Tapi mama khawatir pernikahan mu pada Jassy berantakan!" Jelas mama.


Abizar menghembus nafasnya tak karuan.


"Kau tauh. Papa Jassy adalah sahabat papa mu? Jika Jassy mengetahui apa yang kau lakukan ini, ia pasti terluka dan jika kau dan Jassy tidak jadi menikah. Dimana meletak muka papa mu ha???" Tanya mama.


"Ma.... Ini urusan ku, jadi aku bisa mengatasi nya!" Jawab Abizar bernada emosi.


"Abizar....cukup,, mama minta kau berhenti peduli pada Rayna!!" Teriak mama.


"Aku tak bisa ma, aku terlalu jauh masuk dalam masalah nya!" Jawab Abizar berlari menuju kamar.


"Abizar.............!" Panggil dan teriak mama.

__ADS_1


Next?


__ADS_2