Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Dirujuk Ke Jerman


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES ❤️


#PART24


Secepat kilat, ambulans tiba dirumah Rayna, Papa membawa Rayna dengan berlumuran darah ke teras Agar cepat diselamatkan.


"Rayna... Bertahan nak, papa tidak ingin kau seperti ini? Papa tidak ingin harus kehilangan orang yang papa sayangi untuk ke dua kalinya!" Jelas papa memegang tangan Rayna dalam ambulans.


"Kau pasti sembuh nak, papa tidak ingin kau selalu terpuruk sayang. Papa minta maaf belum bisa jadi orang tua yang kau harapkan....." Jelas papa lagi.


"Tolong percepat....!" Teriak papa pada supir ambulance.


"Iya pak" jawab supir itu.


Abizar tiba di rumah Rayna, saat Rayna telah pergi ke rumah sakit dan kini rumahnya kosong, berkali-kali Abizar mengetok pintu namun tak ada jawaban nya.


"Kemana Rayna?" Benak Abizar "rumahnya tak seperti biasanya, apa mungkin dia pergi ke luar negeri!" Jelas Abizar terlihat kecewa.


"Aaaaaaa.........!" Teriak Abizar "semakin hari, aku tidak bisa mengenali diriku sendiri? Rayna....... Kenapa kau pergi!!!!? Padahal aku ingin memperjuangkan kebersamaan kita" Teriak Abizar.


Jassy keluar dari kamar Abizar menuju papa dan mama Abizar, ia sudah tak sanggup melihat semua ini, melihat Abizar seolah-olah tak menginginkan pernikahan ini.


"Jassy kau kenapa menangis sayang?" Tanya mama.


Jassy langsung memeluk mama Abizar "Abizar Tan!!" Jelas Jassy.


"Abizar kenapa?" Tanya papa.


"Abizar marah karena aku memberi undangan pada Rayna!" Jelas Jassy "aku sudah tak sanggup Om,Tan, menyembunyikan semuanya!" Jelas Jassy.


"Jassy, kau tenang saja yah Om akan katakan pada Abizar!!" Pinta papa.


Mama Abizar mengelus rambut Jassy "jangan sedih lagi yah sayang!" Pinta mama.


Saat papa tiada mama dan Jassy masih diruang keluarga.


"Sayang, Tante minta jangan cerita semuanya tentang Abizar didepan Om yah!" Pinta mama Abizar.


"Kenapa Tan?" Tanya Jassy.


"Tante tidak mau Abizar selalu kena marah dan Rayna akan jadi imbasnya!" Jelas mama.


"Tapi Tan, ini sudah kelewatan Abizar seakan-akan tidak memperdulikan aku lagi!" Jelas Jassy.


"Sayang,,,,semua butuh waktu, percayalah Rayna dan Abizar tidak ada hubungan apa-apa!" Jelas mama.


"Seminggu yang lalu ketika free wedding, Abizar berkata dia ada urusan penting dan memintahku pulang dengan taksi ternyata dia kerumah Rayna!!! Apa tidak penting kah aku Tan?" Tanya Jassy.


"Percayalah Sayang, Abizar hanya kasihan pada Rayna!!" Tegas mama lagi.


"Tidak Tan, Abizar cinta pada Rayna aku telah banyak mempergoki Abizar dan Rayna..... Salah aku apa Tan? Sehingga Abizar seperti ini padaku!!" Jelas Jassy menangis.


"Kau yang sabar yah sayang, nanti Tante katakan pada Abizar!!" Pinta mama Abizar mengelus rambut Jassy.


Tiba dirumah sakit, perawat langsung mengeluarkan Rayna dari ambulans dengan terburu-buru mereka mengantar kan ke ruang UGD, disertai papa.


"Kau pasti sembuh sayang!! Kau bertahan yah!!" Jelas papa memegang tangan Rayna erat.


Tibanya diruang UGD


"Maaf, keluarga pasien tidak boleh masuk!" Jelas suster masuk ruangan.


Papa Rayna terduduk depan pintu ruang UGD.


"Hiksss.....hikssss..... Tuhan, kenapa setiap orang yang aku sayangi harus meninggalkan aku?" Jelas papa menurunkan air mata "aku tidak ingin Rayna juga pergi seperti istriku! Dialah mahkota terindah ku didunia ini!!" Jelas papa


Tak berapa lama tibalah Agera berlari terburu-buru dan khawatir.


"Sayang,,,, Rayna baik-baik saja kan?" Tanya Agera berjongkok depan papa Rayna.


"Aku tidak tau hidupku seperti apa? Jika harus kehilangan untuk ke dua kalinya?" Jawab dan tanya papa seperti hilang gairah hidup.


"Sayang, kau tak boleh bicara seperti itu. Seharusnya kita berdoa kepada Tuhan bahwa Rayna akan sembuh!" Jelas Agera memeluk papa Rayna.


"Aku tidak ingin itu terjadi... Sudah cukup Eli yang meninggal sia-sia aku tidak ingin juga terjadi pada putriku!" Jelas papa Rayna.


"Percayalah Rayna akan sembuh dan kita akan bahagia bersama!" Jelas Agera.


Papa Rayna bersandar di dinding pikirannya benar-benar kacau,


Dan datanglah bibi membawa 2 botol minuman.


"Tuan, Nyonya apa nona baik-baik saja?" Tanya Bibi khawatir.


"Masih belum diketahui bi!" Jawab Agera duduk disamping papa Rayna.


"BI, apa yang terjadi sebelum Rayna seperti ini?" Tanya papa.


"Emmmm.... Tadi siang ada seorang wanita datang mengantar undangan. Yah undangan itu undangan tuan Abizar dan kekasihnya, dihari sebelum-sebelumnya tuan Abizar selalu datang meskipun Nona tak ingin melihat tuan Abizar, tuan Abizar tak pernah menyerah mengatakan bahwa ia mencintai nona Rayna. Tapi, seperti nya tuan Abizar menikah dengan wanita lain membuat nona Rayna frustasi belum lagi Maslah nyonya besar!" Jelas bibi.


Papa terdiam mendengar apa yang diungkapkan bibi.


"Oh iya tuan, tadi aku menemukan ini di kamar nona untuk tuan!" Jelas bibi memberi surat yang Rayna tulis tadi.


Papa Rayna membaca kertas yang diberikan bibi, air matanya menjadi-jadi "kau pasti sembuh Rayna, papa berjanji jika kau sembuh papa akan jadi papa yang baik untuk kau dan selalu mengutamakan kau, papa tau kau sangat menyayangi papa!" Jelas Papa sedih.


Abizar kembali pulang, hatinya benar-benar hancur saat ini, ia merasa Rayna pinda keluar negeri, jadi sudah jelas bahwa Rayna tak mencintainya.


Tiba Abizar di depan rumah papa ada di teras ingin ke kantor.


"Dari mana saja kau?" Tanya papa.


Abizar tidak menjawab papa nya, ia langsung masuk rumah.


"Ikut papa kekamar!!!" Pinta papa.


Abizar mengikuti apa yang papa pinta, ia lihat Jassy duduk dipelukan mamanya ia telah menduga pasti Jassy memberi tau kepada orangtuanya.


Tibanya Abizar dikamar papa.


"Bughhhhh..." Papa meninju Abizar sehingga Abizar jatuh ke lantai.


Suara itu membuat mama semakin khawatir terhadap putranya.


"Dasar anak tidak tau diuntung!!" Teriak papa.


"Kau tau, Jassy menangis karena kau masih memikirkan wanita tidak jelas itu?" Tanya papa sedikit mengecilkan suaranya.,


"Pa, kau tak pernah mengerti apa yang aku rasa?" Tanya Abizar menghapus darah yang keluar dari hidungnya.


"Papa tidak peduli apa yang kau rasakan, kau tau jika papa bangkrut kita makan apa ha??? Perusaahan kita telah berhutang banyak ke perusahaan lain..... Mikir.......!!" Jelas papa mengecil kan suara agar Jassy tidak mendengar apa yang ia katakan.


"Apa Perusahaan lebih penting dari aku?" Tanya Abizar.


"Jelas.......... Kau tau jika perusahaan kita bangkrut, mau makan apa??? Mikir Abizar......... Sudah jelas-jelas Jassy wanita yang ingin menerima kau apa adanya!" Jelas Papa membuat hati Abizar terluka.


"Ternyata papa tidak pernah berubah, yang papa pikirkan uang dan uang!" Jelas Abizar berusaha berdiri "jika perusahaan lebih penting, aku akan pergi dari rumah! Urus saja perusahaan papa!!" Jelas Abizar beranjak pergi.


"Abizar........ Kau harus menikah pada Jassy!!" Teriak papa.


Abizar keluar kamar dengan lesuh serta darah di hidungnya.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya mama terlihat sedih menuju Abizar.


"Sudahlah ma, aku baik-baik saja!" Jawab Abizar menuju kamar tanpa memandang Jassy.


"Abizar... Mama minta maaf tidak bisa membela mu nak!" Jelas mama mengejar Abizar.


"Mama tidak salah apa-apa Abizar yang salah!" Jelas Abizar masuk kamar juga diikuti mama.


Abizar mengeluarkan bajunya dari lemari.


"Sayang, kau kemana nak? Jangan pergi!" Tanya mama menurunkan air mara.


"Aku akan pergi, jaga diri mama baik-baik yah!" Pinta Abizar.


"Abizar.... Mama tidak mau kau pergi, nak.... Kaulah harta satu-satunya yang mama miliki. Mama mohon sayang, jangan pergi dari rumah!" Pinta mama berusaha memasukkan baju Abizar ke lemari lagi.


"Ma.... Aku baik-baik saja jangan khawatir..." Jelas Abizar.


"Tidak sayang, jika kau pergi mama juga akan pergi... Mama tidak mau harus jauh dari kau!" Jelas mama.


"Tidak ma, mama harus mengurus papa... Biarkan aku pergi, percaya lah aku baik-baik saja!" Jelas Abizar.


"Tidak... Kau tau mama sangat menyayangi mu lebih dari mama mencintai diri mama sendiri, jangan tinggalkan mama nak!" Teriak mama menangis.


"Mama...... Aku telah dewasa, aku berhak memilih apa yang aku harapkan!" Jelas Abizar membawa kopernya meninggalkan mama "aku minta maaf!"


Abizar keluar kamar dengan sedih.


"Abizar...... Jangan tinggalkan mama nak!" Teriak mama.


Abizar melihat Jassy masih di ruang keluarga, ia berhenti sejenak lalu pergi.


"Abizar..... kau ingin kemana?" Tanya Jassy sedih.


Abizar tak menjawab Jassy Ian beranjak pergi.


"Apa tak ada hatimu lagi untukku, sehingga kau tka bisa melihat ku Disini?" Tanya Jassy.


Abizar berhenti sejenak "ayo kita saling lupakan satu sama lain, kita sudah tak sejalan lagi" jelas Abizar.

__ADS_1


"Abizar.......semudah itu kau berkata setelah 5 tahun kita menjalankan hubungan!!" Teriak Jassy.


"Banyak yang ditakdirkan bersama tapi bukan menetap!" Jelas Abizar langsung pergi.


"Abizar.......!!" Teriak Jassy terduduk dilantai "kenapa kau lakukan ini padaku? Salah aku apa? Sebentar lagi kita akan menikah!!! Abizar......!" Jelas Jassy menangis.


Waktu,......


secepatnya kau berjalan tapi tidak mengubah semua yang telah terjadi,


Waktu.....


Andai kau bisa di atur, sehingga kapan saja bisa kembali ke masa yang di ingin kan sesuka hati.


Waktu....


Kenapa kau tak bisa mengulangi apa yang di inginkan di masa itu,


Sekarang kau seakan-akan tak mengenali masa dimana kita bersama.


Rayna masih dalam keadaan koma, telah 8 hari ia dirawat di UGD tapi bukan malah membaik tapi semakin memburuk, membuat papa semakin gelisah.


"Hidupku sudah tak ada gunanya!!" Jelas papa memegang tangan Rayna seraya menangis.


"Ray,,,, bangun sayang. Disini papa menunggu mu nak, papa ingin bercerita bahwa papa dapat info tentang kematian mama!", Jelas papa.


"Nak, dengar papa, papa tidak ingin kehilanganmu nak.... Papa sangat tidak ingin itu terjadi!"


"Lihatlah Tante Agera sangat sayang pada mu nak, hampir 3 hari dia tidak pulang demi menunggu mu..... Kami disini sangat kahawatir padamu sayang!" Jelas papa nunjuk Agera sedang istirahat di sofa.


Papa mencium tangan Rayna yang koma.


Abizar berpikir Rayna pergi keluar negeri, sehingga ia pun pergi keluar negeri. Ia pergi ke Jerman untuk menenangkan diri,


Malam itu ia berdiri di apartemen melihat arah jalan di luar sana.


"Kota Deutsch sangat tentram!!" Jelas Abizar.


"2 tujuanku pergi,


1 untuk mencari kau


2 untuk melupakan engkau. Jika memang kau teruntukku kita akan di pertemukan kembali dan jika emang kau bukan untukku maka aku akan melupakan kau dalam waktu yang singkat!" Jelas Abizar terbayang akan Rayna.


Lalu ia membuka laptop nya, untuk menulis sesuatu ia menulis tentang Rayna dari pertama ia bertemu hingga akhir pertemuan.


"Aku akan jadikan sebuah cerita kisah cinta kita!" Jelas Abizar menulis sesuatu.


"Aku sangat berharap apa yang aku tulis ini, bisa sampai ke telinga kau Ray dan harapan ku sangat besar bila kau kembali!" Jelas Abizar.


Jassy menyiapkan koper nya untuk kembali ke USA (Amerika serikat) besok,


"Mungkin butuh waktu 2 tahun agar aku bisa melupakan mu!" Jelas Jassy terlihat sedih."harus melupakan seribu kenangan, awalnya aku tak percaya semudah ini kau melupakan ku!"


Tak berapa lama masuklah mama Abizar.


"Sayang, kau ingin kemana?" Tanya mama Abizar.


"Aku akan kembali ke America Tan, tadi Dady nelpon!" Jawab Jassy.


Raut wajah mama Abizar terlihat sangat sedih.


"Maafkan Abizar yah sayang, membuat kau terluka!" Pinta mama Abizar.


"Aku tidak tau Tan, bisa atau tidak memaafkan nya yang pasti untuk saat ini hatiku terluka tiada taranya" jawab Jassy menurunkan air mata.


"Tante telah berusaha meminta dia agar dia tak pergi, tapi Abizar paling tidak mau dilarang!" Jelas Tante.


"Ini bukan salah Tante, ini salahku yang terlalu mencintai nya!" Jawab Jassy


"Tante, terimakasih yah telah baik padaku selama aku diidonesia!" Jelas Jassy memeluk mama Abizar.


"Iya sayang, Tante tidak pernah membedakan kau dan Abizar... Sama seperti anak Tante sendiri!" Jawab mama mengelus rambut Jassy.


"I love you so much Tan!" Jelas Jassy.


"Tante juga cinta sama Jassy!" Jelas mama Abizar.


[Mama keluar kamar Jassy menuju kamarnya, disana duduklah papa di meja kerja tidak jauh dari tempat tidur.


"Sekarang, papa puaskan?" Tanya mama "Abizar telah pergi dan Jassy juga akan pergi!".


"Kau saja yang salah mendidik anak, jika Abizar di didik dengan baik dia tidak akan melawan orang tuanya!" Jawab papa.


"Pa, untuk mendidik anak bukan hanya tugas mama Abizar juga anak papa!" Jelas mama.


"Aku tidak peduli itu, yang penting perusahaan kita tidak bangkrut. Kau tau jika perusahaan kita bangkrut kita makan dari mana... Seharusnya kau dan Abizar mikir....!" Jelas papa.


"Pa, rezeki telah diatur tuhan... Jika perusahaan kita bangkrut setidaknya kita masih punya kampus!" Teriak mama.


"Tapi pa, anak lebih penting!" Jelas mama.


"Abizar akan pulang, ketika ia kehabisan uang percaya lah itu!" Jelas papa.


"Nanti malam tolong siap-siap kita akan kerumah sakit melihat anak atasan papa!" Pinta papa.


"Iya pa!" Jawab mama terlihat kecewa.


"Jangan lupa masak kan ramen, aku dengar anak atasan papa suka pada Ramen!" Jelas papa.


"Ramen?" Ulang mama teingat pada Rayna "he...." Mama tersenyum sinis.


"Iya, kita punya hutang lebih besar kepadanya dari pada Dady Jassy. Jadi mama harus bisa-bisa mengambil hatinya" pinta papa.


"Iya pa!!" Jawab mama pergi dari kamar.


Papa dan Agera masih menunggu Rayna di ruang UGD PIV sehingga ruangannya besar layaknya ruangan tamu.


"Sayang apa kau ingin makan?" Tanya Jassy.


"Tidak... Aku tidak mampu makan melihat putriku terbaring disini!" Jelas papa Rayna.


"Tapi sayang, kau hampir 2 hari tidak makan. Percaya saja Rayna akan sembuh!" Jelas Jassy.


"Bagaimana aku ingin percaya, telah delapan hari koma, dia belum ada perubahan!!! Kau tau Rayna satu-satunya hartaku didunia ini!" Jelas papa menurunkan air mata.


"Maaf kan aku sayang, tapi kau harus menjaga kesehatan juga. Terlalu banyak ruginya jika kau juga sakit, bagaimana kita merawat Rayna?" Jelas Jassy


"Aku tidak tau mesti berjalan seperti apa sekarang, aku benar-benar takut kehilangan nya!" Jelas papa Abizar.


"Sayang, tuhan adil kok!" Jelas Agera memeluk papa Rayna.


Selama Rayna koma, otaknya selalu berjalan layaknya terus bermimpi dalam mimpi nya itu, dia kembali ke masa 10 tahun yang lalu dimana dihari kematian mamanya, ia bisa melihat siapa yang membunuh mama nya.


"Siapa kau?" Tanya Rayna.


Pria itu membuka topi serta masker hitamnya.


"Rayna kau tidak tau apa-apa! Kau masih kecil!" Jawab seorang pria itu.


"Om Rivhat, kenapa kau lakukan ini pada mama ku? Mama salah apa?" Tanya Rayna berteriak.


"Mama kau tidak salah, tapi papa kau yang salah yang hadir kehidup Eli sehingga Eli melupakan Om!" Jawab Rivhat.


"Mama....mama......mama..... Bangun mama lihat aku disini mama!" Teriak Rayna memegang mamanya yang terbaring di lantai berselimuran darah.


"Om jahat, om itu telah Rayna anggap sebagai ayah Rayna... Padahal papa sangat baik pada om dan mama jadikan om sebagai asisten pribadinya!' teriak Rayna.


"Kau.......!!" Rivhat menarik Rayna kelantai atas.


"Om...lepaskan aku om,,, lepaskan om!!" Teriak Rayna berusaha ingin lepas dari Rivhat.


"Rasakan ini!!!!" Rivhat mendorong Rayna dari lantai 3 ke lantai dasar sehingga kepala Rayna pecah dan berlumuran darah.


"Kau memang tidak salah, tapi aku tidak suka kau ada karena papa kau!" Jelas Rivhat terlihat sedih.


Nyata:


Keringat Rayna bercucuran membuat papa Rayna tenang karena itu sebagai tanda Rayna akan sadar,


Pada malamnya, sebelum papa dan mama Abizar pergi kerumah sakit, Adim dan Erico datang.


" Selamat malam Om, Tante!" Sapa Adim.


"Iya, siapa yah?" Tanya Papa.


"Kenalkan om, aku Adim dan ini temanku Erico teman Abizar.!" Jelas Adim


"Oh temannya Abizar, Silahkan masuk!" Pinta papa.


" Oh Iya om, Tante, Abizar ada?" Tanya Adim.


"Ohh... Abizar sedang keluar negeri!" Jawab mama.


"Keluar negeri?" Tanya Erico.


"Iya, dia sengaja tidak pamit. Ada urusan disana!!" Jawab mama terbata-bata.


"Yaudah masuk saja!" Pinta mama.


"Tidak usah Tan, kita balik aja lagian ada urusan sedikit!" Jawab Erico.

__ADS_1


"Oh Yasudah kalau begitu, kami juga ingin pergi!" Jelas papa.


"Oh iya om,Tante kami pamit!" Jelas Adim dan Erico tersenyum mengormati.


"Iya, hati-hati yah!" Pinta mama.


"Iya Tan,!" Jawab Adim.


"Abizar kok tidak bilang-bilang yah dia keluar negeri!" Jelas Adim dalam mobil.


"Iya, aku juga tidak yakin dengan ekspresi mama nya Abizar, apa ada sesuatu yang terjadi?" Jelas Erico.


"Iya, Rayna telah lama tidak masuk kampus begitu pula dengan Abizar serta Jassy! Apa ini ada hubungannya yah?" Tanya Adim kebingungan.


"Aku berpikir nya begitu! Coba kau telpon!!", Pinta Erico.


"Nomor Abizar tidak aktiv!" Jelas Adim "sudah berkali-kali aku menelpon nya!"


"Dia aneh deh," jelas Erico.


"Ini ni akibat termakan dengan kata-kata sendiri!" Jelas Adim kesal.


Jassy berdiri depan jendela kamarnya dirumah Abizar, besok dia akan kembali dia telah menelpon Dady nya mengenai Abizar.


Ia merenungi semua yang telah terjadi, dari awal ia bertemu Abizar hingga kemarin Abizar meminta melupakan nya, tak terasa air mata seakan-akan mengalir.


"Aku tidak tau, apa yang terjadi di hari esok? Tapi untuk saat ini aku berada di titik rapuh yang luar biasa!" Jelas Jassy terbayang akan senyuman Abizar.


"Abizar.... Kau dimana? Apa tak sedikitpun ada rasa mu untukku lagi? Apa aku terlalu buruk untuk kau cintai? Sehingga kau berpaling pada Rayna!" Jelas Jassy.


Jassy membuka handphone nya, ia ragu antara menelpon Abizar atau tidak, selang 15 menit telah ia putuskan untuk menghubungi Abizar.


Abizar yang sedang menulis di laptopnya merasa terganggu akan telepon itu, dengan rasa kasihan dia menjawab telepon Jassy.


Abizar hanya diam tidak memulai pembicaraan nya.


"Besok aku akan kembali ke america!" Jelas Jassy.


"Benarkah?" Tanya Abizar Dingin.


"Kau tak perlu berkata padaku kau dimana sekarang, aku yakin kau takkan memberi tauh ku! Tapi satu yang aku pinta pada kau!!" Pinta Jassy.


"Apa?" Tanya Abizar.


"Apa tak sedikit pun ada rasamu lagi untuk ku?" Tanya Jassy.


"Jassy,,,, lupakan aku!!!! Aku bukan pria yang pantas untuk kau, aku tidak ingin air mata kau sia-sia hanya karena aku!" Jawab Abizar.


"Abizar......buka mata kau lebar-lebar akulah yang menemani kau dari nol, buka mata kau lagi aku kurang apa? Sehingga kau berpaling pada Rayna!" Jelas Jassy.


"Jassy kau tidak pernah salah, kau adalah wanita yang baik pernah ku temui. Tapi Rayna, dia wanita membuatku tak bisa melihat wanita lain selain dia,... Aku mohon kembali ke Amerika hiduplah dengan tenang dan raih cita-cita kau!!" Pinta Abizar.


"Abizar....... Apa aku tidak bisa membuat ku seperti Rayna, aku tidak bisa Abizar aku telah terlanjur mencintai mu!" Jelas Jassy.


"Jassy, kita tidak bisa memaksa apa yang kita inginkan. Aku juga tidak ingin di posisi ini tapi takdir, takdir lah yang menentukan!" Jelas Abizar "Kembali lah aku bukan yang terbaik untuk kau, semoga bahagia Jassy Engersy!" Jelas Abizar menutup telepon.


"Abizar........hiks .....hiks...... Abizar......." Teriak Jassy terduduk dilantai. "Aku tidak bisa, aku tidak bisa...!"


"Maafkan aku!" Jelas Abizar tersandar di tempat tidur apartemen nya.


Tibanya papa dan mama Abizar di rumah sakit. Ia mencari ruangan tempat anak atasannya itu, yaitu ruang UGD lantai 3.


"Ingat ma, kau harus sopan yah!" Pinta papa.


"Iya!!" Jawab mama lesuh.


Rayna kembali bermimpi, Selama ia koma otaknya sellau berjalan membuat dokter tidak bisa mengimbangi antara kesehatan tubuh dan mental.


Dalam mimpinya Rayna malam itu, ia pergi ke sebuah rumah tepatnya rumah Abizar, disana telah rame dengan tamu undangan.


"Ini ada apa Erico?" Tanya Rayna pada Erico tidak jauh dari parkiran.


"Emmmm....kau tidak usah masuk Ray, aku mohon!!" Pinta Erico.


"Kenapa Erico, aku salah apa? Apa Abizar ada didalam?" Tanya Rayna.


"Ray, didalam bahaya! Aku minta kau jangan masuk yah!" Pinta Erico lagii.


"Iya Ray, kau tak kan sanggup melawan semuanya!" Jelas Adim.


"Aku tidak peduli, jika bahaya aku harus menyelamatkan Abizar.... Kenapa kalian berdiri disini saja!" Jelas Rayna pergi kedalam rumah Abizar.


Rayna lihat dalam rumah Abizar penuh dengan riasan bunga seperti pernikahan, ia semakin penasaran siapa yang menikah sepengetahuan nya di rumah itu hanya Abizar yang belum menikah, lama sudah Rayna menyusuri rumah itu hingga ia temukan Abizar dan Jassy sedang bersanding, mereka terlihat sangat bahagia dengan canda dan tawa.


"Abizar....!!" Panggil Rayna.


Abizar, Jassy serta tamu undangan melihat arah Rayna.


"Hai Ray,, kau datang,!" Sapa Abizar tersenyum menghina.


"Apa ini Abizar? Apa ini serius?" Tanya Rayna.


"Iya Ray,.lihatlah kami menikah dengan bahagia!" Jawab Abizar membuat hati Rayna hancur, air matanya seakan-akan turun dan tubuhnya tak berdaya.


Nyata:


Air mata Rayna jatuh seakan-akan ia menangis dalam kesadaran.


"Sayang, kau kenapa menangis?" Tanya Papa menghapus air mata Rayna.


"Sepeti itu lah, otaknya selalu berjalan seperti dalam kesadaran bahkan kami pihak rumah sakit merasa tak sanggup lagi merawat nya karena ia bukan sakit biasa, bukan Hanya sakit fisik melainkan mental?" Jelas dokter merawat Rayna.


"Terus solusinya bagaimana dok?" Tanya papa terus memegang tangan Rayna.


"Jalan satu-satunya adalah harus rujuk kerumah sakit luar negeri, bisanya di Amerika atau di Jerman rumah sakit yang dilengkapi dengan psikiater!" Jawab dokter.


Papa Rayna berpikir sejenak "dok, tolong rujuk anak saya ke Jerman, besok kami akan berangkat!" Pinta papa


"Baik! Yasudah saya keluar untuk mencari donor darah!" Jelas dokter menuju pergi.


Kini tinggallah papa dan Agera


"Apapun pasti aku lakukan demi Putriku!" Jelas papa memegang tangan Rayna.


"Iya sayang, pastikan Rayna akan sembuh!" Jelas Agera.


Tak berapa lama tibalah bawahan papa Rayna,


"Selamat malam!" Sapa pria itu dengan istrinya memberi penghormatan.


"Pak Pramana? Pak Pramana kok bisa tauh saya disini!?" Tanya papa bingung.


"Maaf pak saya lancang, saya tau dari karyawan tetap bapak di RayTv!" Jawab pak Pramana.


"Oh silahkan masuk!" Pinta papa meminta pak Pramana dan istri duduk di sofa PIV rumah sakit.


"Ini pak, kami bawa oleh-oleh untuk anak bapak!" Jelas pak Pramana memberi buah-buahan.


"Silahkan duduk!" Pinta Agera pada istri pak Pramana.


"Iya terimakasih!" Jawab istri pak Pramana.


"Bagaimana keadaan anak bapak? Apa dia baik-baik saja?" Tanya pak Pramana.


"Lihatlah telah delapan hari dia koma, saya sangat takut dia terjadi apa-apa?" Jelas papa memperlihatkan wajah Rayna.


"Rayna.......!" Jelas istri pak Pramana.


"Kau mengenalinya?" Tanya papa Rayna.


"Ha......." Papa Abizar atau pak Pramana terkejut "wanita ini, ini tidak mungkin! wanita ini putri pak Andreanata?" Benak papa Abizar tak Percaya karena pernah menghina Rayna.


"Iya saya mengenalinya dia teman anak saya!" Jelas mama Abizar.


"Apa Abizar?" Tanya Agera terlihat kecewa.


Mama dan papa Abizar saling pandang,


"Iya, Rayna sering kerumah dulu! Dia sering makan bersama saya!" Jawab mama Abizar.


Papa Rayna terlihat kecewa "apa Abizar akan menikah?" Tanya papa Rayna.


Papa Abizar kebingungan


"Masalahnya Abizar pergi dari rumah, padahal lusa tepatnya hari pernikahan!" Jawab mama Abizar terlihat sedih.


"Kalian tau, sesudah kalian memberi undangan pada Rayna..... Aku hampir kehilangan Rayna!!" Teriak papa Rayna.


"Pak, anak kami tidak bermaksud melukai hati Rayna,,,, mereka saling mencintai namun Hanya terhalang pada waktu" jelas mama Abizar.


"Saya tidak tau harus bicara apa? Yang pastinya sekarang aku tidak bisa melihat putri ku terluka!" Jelas papa Rayna.


"Pak, kami mohon maafkan kesalahan anak kami, tapi bapak harus percaya Abizar pergi dari rumah karena ia tidak bisa menikah pada wanita yang ia harus nikahi karena Rayna!" Jelas papa Abizar meyakinkan.


"Sudahlah lupakan,,, sekarang kita perbanyak berdoa agar Rayna bisa sembuh.... Dengan kekerasan semu atak kan selsai!" Teriak Agera.


"Kau tidak pernah tau, bagaimana yang aku rasakan harus melihat Putri semata wayang ku seperti ini" jelas papa Rayna mencium Rayna.


Next??????


Tinggalkan jejak yah semuanya.

__ADS_1


Selamat sore menjelang malam, semoga menyenangkan.


Rena Andesta ❤️


__ADS_2