Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Khawatir


__ADS_3

***HATI SEDINGIN ES ❤️


Rayna kembali ke kamarnya,


Ia bingung pada pikirannya. Kenapa semua ini terjadi. Padahal berulang kali, ia katakan pada Abizar bahwa ia tak menyukai nya.


"Menjijikkan" batin Rayna lalu memakan obat tidur


Tibanya Abizar dirumah, ia memasang raut muka yang masam,


Ia sangat kesal dengan sikap Rayna pada nya, padahal sudah 3 Minggu ia mendekati Rayna, tapi belum juga bisa membuat hati Rayna luluh. Abizar lihat papa nya menonton televisi seraya memegang koran.


"Malam pa!" Jelas Abizar ingin menuju kamar


"Kau dari mana Bi?" Tanya papa


"Dari rumah teman pa!" Jawab Abizar "yasudah pa, aku ke kamar capek"


"Duduk dulu, papa ingin bicara!" Pinta papa


Tanpa menjawab Abizar kembali duduk depan papa nya.


"Bicara apa pa?" Tanya Abizar


"Tadi Dady nya Jassy nelpon papa" jawab papa


"Dia bicara apa?" Tanya Abizar lagi


"Dia bilang Jassy ingin mempercepat resepsi pernikahan 6 bulan lagi" jawab papa


"Terus papa jawab apa?" Tanya Abizar


"itu kan terserah kau, yang menjalaninya kan kau dan Jassy" jawab papa


"Oh iya pa'" jelas Abizar lesuh


"Kau kenapa? Kau sakit?" Tanya papa melihat raut wajah Abizar yang tak seperti biasanya


"Tidak pa, kecapean saja. Yasudah aku ke kamar" jawab Abizar menuju kamar.


Keesokan harinya,


Pikiran Abizar berkecamuk tentang pernikahan yang akan dilaksanakan 6 bulan mendatang.


"Kenapa aku bingung, Jassy kan wanita yang aku cintai" benak Abizar keluar dari mobilnya.


Tak Seperti biasa Abizar langsung pergi ke kampus, tanpa menjemput Rayna. Pagi ini ia sendiri


Ia sengaja tak menganggu Rayna lagi, agar Rayna merasakan betapa pentingnya dia.


Dari kejauhan 2 pasang mata telah menunggu kehadiran Abizar, yah siapa lagi kalau bukan teman akrabnya yaitu Adim dan Erico..


"Tumbenan sendiri? Rayna mana?" Tanya Adim


"Ahh malas, berurusan Ama tu cewek lagi" jawab Abizar memasang raut wajah masam


"Kau kenapa? Gagal?" Tanya Adim


"Bukannya gitu..gak penting-penting amat." Jawab Abizar malas


"Apa kau ingin menghentikan taruhan itu?", Tanya Erico membuat Abizar dan Adim saling pandang.


"Kenapa?" Tanya Abizar


"Yah gak tega aja, liatnya" jawab Erico


"Bodoh amat" jawab Abizar


"Terus???" Tanya Adim


"Aku akan menikah 6 bulan lagi!" Jawab Abizar


"Whatttt???? Menikah?? Gak salah dengar" tanya Adim tak percaya


"Iya. Tapi sebelum aku menikah, aku akan membuat Rayna terluka heee..." Sinis Abizar


"Hentikan Abizar!!" Pinta Erico

__ADS_1


"Kau kenapa sih RI, kau suka sama Rayna?" Tanya Adim memandang Abizar lalu memandang Erico


"Aku kasihan melihat nya, dia itu anak broken home tambah lagi kau sakiti. Dia akan semakin frustasi Bi" jawab Erico


"Kau tahu dari mana?" Tanya Adim


"Gak usah sok tahu RI, kalau kau suka yah bilang ajah!!" Jawab Abizar menuju pergi


"Abizar!!!!!" Panggil Erico


"Kau sih? Membuat mood dia berantakan", jelas Adim mengejar Erico


Abizar pergi menuju kelas agar bertemu pada Rayna, ia tak akan menyerah akan ia buktikan pada semuanya bahwa Rayna akan menyukai nya.


Seketika ia berhenti "kenapa aku gak suka yah, dengar Erico membela Rayna?" Benak Abizar "aghhhhh...kenapa jadi seperti ini"


Ketika jam masuk, bangku Rayna kosong membuat hati Abizar tak tenang.


"Apa dia tidak masuk kelas?" Benak Abizar "atau kah tak ingin masuk jam informatika?"


"Kau kenapa? Kaya gak tenang gitu?" Tanya Adim melihat raut wajah Abizar


"Kau apaan sih" jawab Abizar kesal "kalian liat Rayna gak? Kok dia gak masuk yah?" Tanah Abizar


"Jangan-jangan kau suka benaran yah sama Rayna?" Tebak Adim


"Enak aja kau bilang..aku nanya karena aku ingin mengganggu nya" jawab Abizar terbata-bata


"Yakin?" Tanya Adim


"Kau bodoh amat sih!" Sengit Abizar


Erico memandang Abizar sengit


"Apaan kau lihat-lihat?" Tanya Abizar


"Huuu" jawab Erico kembali pada buku nya


Berulang kali bibi mengetok pintu kamar Rayna, namun tak ada jawaban dari Rayna seperti biasanya. Membuat hati bibi semakin gelisah, sedang kan papa Rayna dan Agera telah kembali ke America untuk mempersiapkan pernikahan mereka.


"Nona, telah pukul 12 loh? Nona kok belum bangun?" Tanya dan teriak bibi


"Nona, apa nona baik-baik saja?" Tanya bibi lagi


Tak ada responnya lagi.


"Apa aku harus telpon tuan besar yah?" Tanya bibi pada dirinya sendiri "tapi nona kan pernah bilang, bahwa apapun yang terjadi jangan kasih tahu siapapun termasuk tuan besar?"


"Nona?" Panggil bibi lagi.


"Mungkin nona tidur, dia kan suka tidur" benak bibi kembali tenang menuju dapur kembali


Istirahat jam pertama, Abizar mencari keberadaan Rayna


Hampir sekeliling kampus telah ia cari, namun sepertinya tak ada batang hidung Rayna.


Lalu ia menuju Ruang dekan. barang kali ulah Raisa dibalik semua ini atas kejadian kemarin.


"Ada apa tuan muda?" Tanya dekan


Abizar duduk di kursi depan dekan.


"Apa ada masalah atas keributan antara Raisa sama Rayna kemarin?" Tanya Abizar dingin


"Begini tuan, Rayna mahasiswa aneh itu cepat atau lambat akan di keluarkan dari kampus ini. Atas perintah rektorat yaitu papa nya Raisa!" Jawab Abizar


"Apa kau ingin masih kerja disini?" Tanya Abizar menantang


"Maksud tuan?" Tanya dekan tak mengerti


"kau tau Rayna itu kekasih ku?" Jelas Abizar "aku bisa saja memecat rektorat yang kau maksud"


"Tapi tuan?" Tanya Dekan lagi


"Ingatlah itu. Jika kau ingin tidak bekerja disini, silahkan kau lakukan perintah rektorat" jelas Abizar langsung beranjak pergi.


"kenapa semuanya bertentangan?" Tanya dekan kebingungan.

__ADS_1


Abizar berlari menuju mobil ingin kerumah Rayna, Tapi sebelum nya ia menelpon Rayna tapi kali ini handphone nya tak aktif.


"Rayna kemana yah?" Tanya Abizar pada diri sendiri "kok aku gelisah begini sih?"


Abizar memutar mobil melaju ke arah rumah Rayna.


Adim dan Erico melihat kepergian Abizar.


"Aku rasa Abizar, benaran menyukai Rayna!" Tebak Adim


"Aku juga berpikir seperti itu. Tapi aku takut bila Abizar hanya menyakiti Rayna" jelas Erico


"Kenapa kau takut? Bukan kah kau biasa melukai hati wanita?" Tanya Adim kesal


"Sudahlah lupakan saja" jelas Erico beranjak pergi, ia tak ingin Adim semakin ingin tahu betapa ia tak ingin melihat Rayna sedih.


Tibanya depan rumah Rayna.


Abizar bimbang antara masuk atau tidak, jika ia masuk pasti Rayna tak menyukai nya,


Jika tidak masuk entahlah hatinya semakin gelisah.


Akhirnya Abizar putuskan untuk pulang saja, dia tak ingin mengganggu Rayna, tapi batin kecilnya berkata ingin. Ia pun Memencet bel rumah Rayna, dengan tergesa-gesa bibi membuka pintu.


"Cari siapa yah tuan?" Tanya bibi


"Rayna nya ada bi?" Tanya Abizar


"Oh temannya non Rayna yah? Silahkan masuk tuan!" Pinta bibi


"Iya bi" jawab Abizar masuk mengikuti bibi


"Nona Rayna belum keluar kamar tuan dari semalam. Udah bibi ketok-ketok pintu kamarnya, tapi tak menyahut" jelas bibi


"Kok bisa bi? Maksud aku kenapa bibi gak masuk aja?" Tanya Abizar khawatir


"Gak bisa tuan, nona Rayna paling tidak suka diganggu. Makanya bibi biarkan saja" jawab bibi


"Tapi bi, ini udah Jam 2 siang loh. Apa dia tidak makan?" tanya Abizar lagi


"Biasa tuan, nona Rayna juga punya ramen di kamarnya" jawab bibi "tapi biasanya dia keluar kamar untuk ke kampus"


"Yasudah kamar Rayna dimana?" Tanya Abizar


"Jangan tuan, nanti nona Rayna marah" jawab bibi takut


"Aku kekasihnya" jawab Abizar meyakinkan kan Bibi


"Disana tuan, diatas" tunjuk bibi


Abizar berlari menaiki tangga dengan khawatir,


(Mengetok pintu kamar)"Rayna, aku Abizar... Aku datang ingin minta maaf pada mu" panggil Abizar


Namun tak ada jawaban dari Rayna


"Ray, kau gak papa kan?" Tanya Abizar masih mengetok pintu.


"Ray.....apa kau baik-baik saja?" Teriak Abizar lagi


Karena tak mendengar jawaban dari Rayna , Abizar mencoba membuka pintu kamar Rayna, tapi kamar Rayna dikunci dari dalam.


"BI... Apa ada kunci serap?" Teriak Abizar


"Tidak ada tuan" jawab bibi berlari menuju kamar Rayna juga.


"Brak...brak....brak....brak...." Abizar mendobrak pintu kamar Rayna.


"Tuan apa yang tuan lakukan, nona tidak suka diganggu" teriak bibi


Hampir 15 menit Abizar mendobrak pintu kamar Rayna, hingga akhirnya pintu itu terbuka.


Ia melihat Rayna tergeletak seperti mayat ditempat tidur


"Rayna apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar memegang dahi Rayna memastikan apa Rayna baik-baik saja, dahi Rayna dingin layaknya mayat. Namun Rayna tak menjawab.


"Ray..... Kau dengar aku? Rayna!!" Teriak Abizar khawatir.

__ADS_1


Next***???


__ADS_2