Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Kekasih ku


__ADS_3

***HATI SEDINGIN ES ❤️


"Drtttt...drtttt" dering handphone Rayna bunyi bertanda pesan masuk, tak Rayna pedulikan ia beranggapan itu tak penting itu pasti operator disk.


Hingga 4 kali handphone nya berdering, hingga ia buka pesan itu, ternyata pesan nya dari papa.


"Rayna, apa kamu tak ingin menjemput papa di bandara, kebetulan papa ada sesuatu untuk mu. Sepertinya papa tak sampai 2 bulan di Luar negeri karena disini baik-baik saja. Kau ingin kan jemput papa?" Isi pesan itu.


Rayna hanya nge read pesan tanpa membalasnya, karena ia tak menyukai papa nya yang selalu mengatakan dia tak normal.


"Drtttttt.....drtttt...." Dering handphone Rayna lagi bertanda telpon. ia menghembuskan nafasnya kasar lalu di reject.


Rayna berdiri untuk pulang, meskipun belum waktunya ia tak peduli. Mood nya benar-benar hancur.


Sebelum tiba di mobil handphone Rayna kembali bergetar, ia lihat itu bibinya sehingga Rayna menjawab.


"Iya Bi, Ada apa?" Tanya Rayna


"Nona, tuan besar meminta nona menjemput nya di bandara , apa nona bisa?" Jawab dan tanya Bibi


"Tidak, aku tak bisa" jawab Rayna menutup telponnya lalu masuk mobil.


Dan betapa terkejutnya Rayna saat masuk mobil, ada Abizar ditempat biasanya nyetir.


"Hai Rayna, aku minta maaf yah masalah tadi!" Sapa Abizar tersenyum " kau bisa duduk disana, aku yang menyetir"


"Awas aku ingin pulang" pinta Rayna " bagaimana bisa kau masuk mobil orang lain, tanpa izin?" Tanya nya


Abizar keluar dengan tersenyum lalu ia menarik tangan Rayna agar duduk di samping nya menyetir " kau duduk tenang disana, biar aku yang menyetir"jelas Abizar lalu ia masuk mobil Rayna diposisi menyetir.


Tak ada sekata pun suara yang keluar dari Rayna dan Abizar,


"Kau ingin kemana? Ini bukan arah rumah ku?" Tanya Rayna dingin


"Kau akan mengantar ku pulang ke rumahku, apa kau tahu rumah ku sangat besar, kau pasti menyukai nya" jawab Abizar angkuh


Rayna hanya diam, ia malas menanggapi orang sombong seperti Abizar.


"Oh iya Ray, rumah kau dimana?" Tanya Abizar


Lagi-lagi Rayna tak menjawab, Rayna fokus pada bacaannya buku setebal 700 halaman itu dengan cover kill.


Tibanya dirumah Abizar, Abizar turun dengan mengambil kontak mobil Rayna agar Rayna masuk kerumahnya.


"Oh iya Ray, ayo turun ini rumahku" pinta Abizar


Rayna turun dengan malas.


"Ayo masuk" pinta Abizar


"Tidak, aku ingin pulang" jawab Rayna


"Ayolah Ray, mamaku ada kok" jawab Abizar menarik Rayna kedalam rumah.


"Lepaskan aku,heiii!!!" Teriak Rayna


Namun tak Abizar pedulikan, langsung keruangan dimana tempat mama nya berada.


"Mama....." Panggil Abizar lalu mencium tangan mama nya


"Abizar, sudah pulang"jawab mama nya tersenyum "ini siapa?" Tanya mama


Rayna pun ikut menyalami mama nya Abizar, tapi raut wajahnya tetap tak berubah dingin layaknya mayat.


"Oh dia Rayna ma, teman Abizar" jawab Abizar meminta Rayna duduk "yasudah mama, ajak Rayna bicara ya ma. Aku mau ganti baju dulu" jelas Abizar menuju kamar dilantai atas


"Iya dong sayang" jawab Mama tersenyum


"Rayna satu kelas sama Abizar yah?" Tanya Mama Abizar


"Iya Tan" jawab nya singkat


"Emmmmm,,, seperti Tante pernah lihat kamu, tapi dimana yah???" Tanya mama Abizar bertanya-tanya


"Aku tidak tahu Tan" jawab nya


"Kau sudah makan, Rayna? Bagaimana kita makan siang bersama? Bentar lagi Abizar keluar kamar"


"Tidak usah Tan, Rayna pulang saja!" Jawab Rayna dingin


"Jangan lah Ray, kan Tante udah siapin makanan, ayo makan!" Pinta mama Abizar lagi


"Hai Rayna" panggil Abizar dengan memperlihatkan kontak mobil Rayna


"Cihhhh......"jelas Rayna dingin


"Ayo ma, kita makan!" Pinta Abizar.


"Ayo Ray," ajak mama kepada Rayna dan diikuti Rayna ke meja makan.


"Ma, Abizar mau lauk yang banyak, nasi sedikit saja. Nanti aku gemuk kan gak ganteng lagi" jelas Abizar


"Ahhh anak mama, bagaimana pun Abizar Pramana paling ganteng didunia ini" jawab mama


"Ah mama bisa saja, terus papa tidak ganteng" jelas Abizar becanda


"Pokoknya anak mama paling ganteng sedunia ini" jawab mama lagi "ayo Ray, kau mau makan apa? Biar Tante yang ambil?" Tanya mama Abizar membuat Rayna sedih, karena ia terbayang akan kasih sayang mama nya, yang selalu ditanya makan apa dari mamanya.


"Rayna, apa kau baik-baik saja nak?" Tanya mama Abizar


"Ohhh iya Tan, aku baik-baik saja" jawab Rayna ingin mengambil makanan.

__ADS_1


"Biar Tante saja" tegas mama Abizar tersenyum mengambil nasi Rayna "Rayna mau lauk apa? Tante yang ambil?"


"Nasi sama ramen saja Tan" jawab Rayna


"Loh gak mau lauk Indonesia? Enak loh" gurau mama Abizar


"Tidak Tan, aku suka ramen" jawab Rayna makan dengan lahab nya.


"Dimatanya begitu banyak duka" batin mama Abizar tersenyum


Di kampus Adim dan Erico mencari Abizar, namun hampir satu jam keliling kampus tidak ia temukan


"Abizar kemana sih?" Tanya Adim kesal


"Entah, dia pergi tak pamit kayak hantu saja" jelas Erico


"Tapi, Rayna juga tak terlihat! Apa mereka bersama?" Tanya Adim


"Entahlah!" Jawab Erico.


Setelah makan Rayna, ingin pamit untuk pulang karena ia tak betah dirumah orang lain apa lagi duduk tanpa faedah menurut nya.


"Yasudah Tan, aku pulang yah!" Jelas Rayna dingin


",Yasudah hati-hati yah Ray, sering-sering lah kesini boleh Tante ada teman!" Jelas dan pinta Mama Abizar


"Iya Tan" jawab Rayna beranjak pergi.


Seketika ia ingat kontak mobil nya dengan Abizar, sedang kan Abizar pergi ke kamar untuk mandi.


"Oh iya Tan, Abizar mana?" Tanya Rayna berbalik arah


"Abizar sedang mandi Ray, oh iya kontak mobil mu dengan Bizar ka. Yasudah kau tunggu sebentar!"


"Iya Tan" jawab Rayna duduk kembali disamping mama nya Abizar.


"Oh iya Ray, apa kau kekasih Abizar?" Tanya mama


"Tid....." Belum sempat Rayna menjawab Abizar tiba


"Hai Rayna... Ayo kita pergi!" Pinta Abizar


"Tidak, aku ingin pulang" jawab Rayna


"Ayolah Ray, temani aku ke suatu tempat" pinta Abizar


Rayna melihat mama Abizar, entah kenapa ia merasa tak enak pada mama Abizar.


"Mau yah!" Pinta Abizar


"Ok" jawab Rayna dingin "yasudah Tan , kami pergi" jelas Rayna


"Iya sayang, kalian hati-hati yah!" Jawab mama


"Oh iya Ray, alamat mu dimana?" Tanya Abizar memecah keheningan


"Untuk apa?" Tanya Rayna balik


"Yah, barang kali aku ingin kesana?" Jawab Abizar tersenyum


"Tidak melayani tamu" jawab Rayna dingin


"Bagaimana jika aku ingin?" Tanya Abizar menantang


"Cihhhh...." jawab Rayna "kita ingin kemana?"


" Aku akan kerumah mu besok malam."jelas Abizar


"Bukan kah telah aku katakan, tidak melayani tamu!!" Jawab Rayna tegas


"Benarkah?" Tegas Abizar bernada becanda "kau tau kita akan kemana?"


"Putar balik aku ingin pulang" pinta Rayna


"Aku tak mau" jelas Abizar menyetir dengan santainya


Tibanya di sebuah villa agak jauh dari kota,tapi banyak yang menghuni villa tersebut. Abizar turun dari mobil masuk ke villa


Ternyata villa itu tak seperti villa biasanya, disana sangatlah indah dan juga strategis dengan pegunungan menjulang serta pohon yang menghijau.


"Ini Villa papa ku, yah pasti nya ini juga villa aku. Keren bukan papa ku" jelas Abizar angkuh


"Oh" jawab Rayna singkat


"Ayo kita kesana" tunjuk Abizar pada taman bunga dengan menarik Rayna


"Ini sangat indah! Apa kau menyukai nya?" Tanya Abizar


"Tidak.." jawab nya dingin


Abizar memetik sebuah bunga dan meletakan bunga itu diatas telinga Rayna,"kau cantik." Jelas Abizar tersenyum


Rayna memandang Abizar dingin bahkan tak merubah raut wajahnya.


"Coba kau tersenyum 😊" pinta Abizar


"Ayo pulang!" Pinta Rayna


"Emmmmmm....." Abizar memperaktik kan tersenyum


"Tidak penting" jawab Rayna pergi

__ADS_1


"Ray... Tunggu aku" teriak Abizar mengejar Rayna.


"Kenapa sih kau dingin sekali? Apa kau tidak suka pada ku?" Tanya Abizar


"Tidak, aku tidak menyukai mu!" Jawabnya


"Kenapa? Bukan kah engkau tahu semua wanita kampus sangat ingin menjadi dirimu yang dekat dengan aku" tanya Abizar


"Tapi tidak dengan aku" jawab Rayna "sudahlah aku ingin pulang"


"Ok.. tapi aku yang mengantar mu" pinta Abizar


Rayna tak peduli apa yang dikata kan Abizar, ia langsung pergi ke mobil.


Papa Rayna telah tiba dirumah,bersama seorang wanita dia bernama Agera, yang berasal dari Amerika serikat.


"BI, apa Rayna telah pulang?" Tanya papa


"Belum tuan, dia belum pulang" jawab bibi membawa koper papa Rayna dan wanita itu.


"Oh iya Bi, bibi bersih kan kamar tamu. Ini Agera calon mama Rayna" pinta Papa Rayna


"Baik tuan" jawab bibi


"Okay Ger, ini rumahku semoga kau nyaman yah" jelas Papa Rayna pada wanita itu.


"Pasti aku nyaman dear" jawab Agera bernada Amerika karena ia belum fasih bahasa Indonesia.


Selang 30 menit tibalah Rayna depan rumahnya dengan ditemani Abizar.


"Ini rumah kau?" Tanya Abizar tak percaya "ternyata dia juga orang kaya, salah nilai aku" batin Abizar


"Iya" jawab Rayna lalu merebut kontak mobil dari tangan Abizar dan pergi.


"Heiii...kau tak mengajak ku masuk!" Panggil Abizar


"Pulang lah.. Aku ingin istirahat" jawab Rayna


"Tapi aku pulang pakai apa?" Tanya Abizar berteriak.


Tanpa menjawab Rayna memberi kunci mobilnya pada Supir agar dimasukkan dalam garasi lalu ia masuk rumah.


Raut wajah dingin nya tak pernah berubah meskipun ia bahagia, tetapi kebahagiaan itu telah tiada baginya bahkan semua nya seakan hilang.


"Oh ini cantik sekali..so beautiful I like" jelas Wanita bersama papa Rayna melihat sebuah Foto


"Sure,,," jawab papa Tersenyum


Langka Rayna terhenti melihat papa nya bersama wanita.


"Rayna, kau telah pulang" tanya Papa


Tanpa menjawab Rayna melewati papa dan wanita itu menuju kamar, sungguh ia membenci papa nya yang tak menghargai perasaan mama nya dengan membawa wanita lain.


"Rayna.....papa ingin bicara nak!!!" Panggil papa


Rayna mengunci pintu kamarnya dan menangis dibelakang pintu.


"Biarkan saja dear, mungkin Rayna butuh waktu untuk menerima ku" jelas Agera menenangkan Papa Rayna


"Tapi kapan..dia terlalu lama seperti ini, bahkan dia sudah tak normal lagi Ger." Jawab papa seperti mengeluh


"Semua butuh waktu Dear, percaya lah" sambung Agera lagi


"Terimakasih yah Ger, kau telah ingin mengerti"


"Ini sudah sewajarnya dear, lagi pula Rayna kan anaknya Elicya, dan Elicya adalah sahabat ku. Aku tahu dia pasti sangat butuh seseorang" jelas Agera


"Aku telah kemana-mana bahkan semua pengobatan telah ku coba, agar Rayna normal seperti anak muda diluar sana yang menikmati hidup dengan baik"


Hingga malam Rayna menangis, ia tak makan kecuali makan dirumah Abizar tadi. Berulang kali bibi ke kamar mengantar makanan namun tak Rayna respon dan pintu ia kunci sehingga tak ada yang mengganggunya.


"Drtttttt...drtttt..." Nada dering WhatsApp Rayna bergetar


Dengan malas Rayna membuka handphone nya diatas kasur.


Pesan itu dari "Kekasih ku❤️" kontak itu dibuat oleh Abizar waktu itu.


"Malam Rayna" isi pesan itu


Rayna hanya read pesan itu, ia anggap tak penting.


"Apa kau telah makan?"


"Apa kau sudah belajar?"


"Jangan lupa makan yah Ray, nanti kau sakit!"


"Besok aku jemput kau yah, ke kampus"


"Kau tunggu aku!"


"Kenapa tak dibalas Ray"


"Aku cinta kamu"


"Kau juga cinta aku kan?"


Hampir 20 pesan yang masuk menurut Rayna itu tak penting, sehingga ia mengabaikan Abizar.


"Tidak penting" jelas Rayna.

__ADS_1


Next?


Add Author***


__ADS_2