Hati Sedingin Es

Hati Sedingin Es
Kau pikir aku begitu bodoh!


__ADS_3

HATI SEDINGIN ES❤️


#Part14


Abizar membawa Rayna ke suatu tempat, Tempat itu asing bagi Rayna sebuah kotak di lantai 7 yaitu apartment Abizar.


"Ini aman untuk kau Ray!" Jelas Abizar meletakkan jas nya di atas sofa.


Rayna memandang sekeliling rumah itu "dimana ini?" Tanya Rayna


."ini Apartement papa ku, yang akan diwariskan padaku" jawab Abizar.


"Oh!!!" Jelas Rayna dingin.


"Apa kau ingin makan?" Tanya Abizar


"Tidak.... Aku tidak lapar!!" Jawab Rayna.


"Tapi kan, kau belum makan dari tadi!" Tanya Abizar lagi.


"Aku tidak lapar, dimana tempat istirahat?" Jawab dan tanya Rayna.


"Kau tidur saja dikamar ku!" Jelas Abizar "biar aku tidur di sofa!".


"Pulang lah!!!! Mama mu pasti khawatir!" Jelas Rayna.


"Heiii.. ini rumahku!" Jawab Abizar.


"Terserah, aku akan tidur jangan ganggu !" Jelas Rayna masuk kamar Abizar.


"Semoga mimpi indah!!" Jelas Abizar.


"Konyol!!" Jawab Rayna menutup pintu kamar.


Abizar pulang kerumah untuk ganti baju lalu ia akan kembali ke apartemen menemani Rayna. Abizar tersenyum senang karena ia bisa membuat Rayna percaya serta membuat Rayna luluh akan sikapnya.


"Abizar???? Baru pulang nak?" Tanya mama yang sedang menjahit seal.


"Iya ma!" Jawab Abizar berhenti depan mamanya.


"Apa kau telah makan?" Tanya mama


"Udah ma!!" Jawab Abizar.


"Apa kau telah lihat di media?" Tanya mama terlihat sedih.


"Media??? ?" Tanya Abizar balik lalu membuka televisi.


"telah mama katakan Bi, menjauhlah dari Rayna?" Jelas mama "mama tidak ingin melihat kau seperti itu, kau tau di televisi kau diduga kekasih Rayna, ingat Abizar sebentar lagi kau akan menikah!!"


Abizar berpikir sejenak "aku tidak bisa ma!!" Jawab Abizar ingin pergi.


"Kenapa Bi, kenapa? Kau itu sudah punya kekasih dan sebentar lagi akan menikah!!" Teriak mama


"Aku tidak tahu, yaudah ma aku ingin ke kamar!!" Jelas Abizar kebingungan.


"He......kau benar-benar lelaki naif!" Teriak mama melihat kepergian Abizar menuju kamar.


Abizar melepas baju nya dengan kasar, ia semakin tak mengerti apa yang terjadi pada nya hingga ia seperti ini. Pikirannya selalu tertuju pada Rayna seakan-akan ia melupakan tentang Jassy.


"Ingat Abizar, kau akan menikah dan Kau mendekati Rayna hanya sebuah taruhan!!" Jelas Abizar menepuk kepalanya.


"Benar-benar membingungkan!!" Jelas Abizar menuju kamar mandi.


Sekitar pukul 7 malam,


Setelah mandi dan ganti baju Abizar keluar kamar untuk pergi ke apartemen nya.


"Aku pergi ma!!" Jelas Abizar.


"Kemana lagi bi?" Tanya mama.


"Cari angin!!" Jawab Abizar enteng.


"Bukannya AC di kamar Abizar baik-baik saja?" Tanya mama pada dirinya sendiri.


Rayna tidur dari jam 4 sore hingga sekarang belum bangun, ia sengaja lama tidur untuk melupakan masalah dan handphonenya juga sengaja ia nonaktifkan agar tak ada yang menganggu.


Di Amerika serikat.


Hari-hari Jassy penuh dengan air mata dan renungan, hampir 2 Minggu ini Abizar tak menghubungi nya bahkan ketika ia menelpon Abizar selalu tak diabaikan Abizar.


"Anak dady kenapa, kok dari kemarin kayak tidak semangat saja?" Tanya Dady duduk disamping Jassy di kamar.


"aku tidak apa-apa dad.." jawab Jassy lesuh.

__ADS_1


"Dady lihat kau tak kuliah dari Minggu lalu!" Tanya dadi lagi.


"Dad, pindahkan aku ke Indonesia!" Pinta Jassy.


"What??? Indonesia.... Why??" Tanya dadi terkejut.


"Dad, aku akan menikah 5 bulan lagi, tapi Abizar.... Dia tak ada kabar hampir 2 Minggu dad!!" Jelas Jassy menangis.


"Jassy, dadi akan lakukan apapun demi kebahagiaan mu, kau tenang saja yah dear!" Jelas Dady memeluk Jassy.


"Thankyou so much dad!!" Jelas Jassy.


"dady mencintai mu!!" Jelas Dady lagi.


"Aku juga sangat mencintai Dady" jawab Jassy.


"Cklekkkk..." Abizar membuka pintu kamar apartemen yang di tempati Rayna.


"Dia belum bangun? Apa dari tadi siang dia tidur?" Tanya Abizar tak percaya lalu menuju Rayna yang sedang tidur.


"Banyak sekali duka dalam hidupnya!" Jelas Abizar iba melihat Rayna yang terlihat pulas.


"Jangan melihat ku!!" Jelas Rayna membuka mata membuat Abizar terkejut bukan main.


"Apa kau memancing ku?" Tanya Abizar gugup.


"Tidak!!" Jawab Rayna dingin.


"Apa kau belum makan? Ayo kita makan malam!!" Pinta Abizar.


"Kemana?" Tanya Rayna.


"Ke suatu tempat!" Jawab Abizar "ayolah Ray,!!"


"Heiiiiiiii.... Seperti nya kau senang sekali aku dalam masalah!!" Teriak Rayna.


"Bukan begitu Ray, aku telah siap kan semua peralatan untuk kau ! Ayo kita pergi ke suatu tempat, kau pasti suka!!" Jawab Abizar.


Rayna berdiri dari terbaring nya "karena aku lapar, ayo kita pergi!!" Jawab Rayna.


"Yesss..... Akhirnya kau ingin pergi!" Jelas Abizar kegirangan "bentar, aku ambil sesuatu untuk mu!!" Pinta Abizar lalu mengambil sebuah kantong yang ia beli tadi.


"Ini kau pakai!!" Pinta Abizar


"Cepat kau pakai Ray, kita akan pergi!!" Pinta nya senang.


Rayna membuka kantong itu "apa-apaan ini, kau ingin membunuh ku ha??" Tanya Rayna kaget.


"Ayolah Ray, kau harus memakainya. Yasudah aku akan memasangkan nya untuk kau!!" Jelas Abizar memasang masker, kacamata lalu topi pada Rayna agar tak di ketahui orang.


"Kau sungguh cantik sayang ku!!" Jelas Abizar.


"Aghhhhhhh kau sungguh Menjijikkan" teriak Rayna mendengar kata sayang.


"Ayolah sayang!!" Goda Abizar.


Papa Rayna dan Agera menunggu Rayna di meja tamu, berulang kali papa menghubungi Rayna namun nomornya tidak aktiv.


"Kemana Rayna? Apa dia baik-baik saja?" Tanya papa cemas.


"Tenang dear, percaya lah Rayna baik-baik saja. Apa lagi dia bersama Abizar Sekarang?!" Jelas Agera menenangkan.


"Jika Abizar bukan orang baik bagaimana?" Tanya papa.


"Tenang tuan besar. Tuan Abizar orang baik kok, bahkan saat nona Rayna dirumah sakit tuan Abizar lah yang standby menunggu!" Jelas bibi seraya membersihkan kaca.


"Rumah sakit? Oh iya bi, Rayna ke rumah sakit yang tersebar di media itu, kenapa bisa ia kerumah sakit?" Tanya papa.


"Aduuhh.... Kenapa bisa seperti ini?" Benak bibi yang kecoplosan menceritakan tentang Rayna.


"BI, jujur padaku kenapa Rayna kerumah sakit?" Tanya papa.


"Maaf tuan, aku tidak bisa memberi tauh tuan tentang nona Rayna. Karena aku telah janji pada nona Rayna untuk tidak memberi tauh tentangnya termasuk tuan besar!" Jawab bibi terbata-bata.


"BI, aku ini papa nya.. apa bibi tau betapa tersiksa batinku melihat Rayna seperti ini!!" Jelas papa.


"Maaf tuan, sekali lagi maaf!!" Jelas bibi.


"Aaaaaaa...." Teriak papa memegang dahi nya.


"Dear, bagaimana jika kita periksa kamar Rayna, barang kali ada petunjuk!!" Jelas Agera.


"Sudahlah kepala aku sakit!!" Jelas papa duduk di sofa.


Abizar mengajak Rayna ke suatu tempat, tentu saja itu asing bagi Rayna sebuah gedung tinggi menjulang indah.

__ADS_1


"Dimana ini?" Tanya Rayna melihat keindahan gedung itu.


"Kau suka bukan?" Tanya Abizar.


"Ini buruk!" Jawab Rayna.


"Benarkah??? Ayo kita masuk!" Pinta Abizar menarik tangan Rayna, Rayna melihat itu tersenyum.


"Kita akan kepuncak, disana sangat indah. Kita bisa lihat pemandangan yang langkah dari biasanya!" Jelas Abizar menuju lift.


"Benarkah??" Tanya Rayna.


Abizar dan Rayna masuk lift lantai 9.


"Ray, apa kau tauh gedung ini dibangun di zaman dahulu. Barang siapa menahan nafas selama 15 menit. maka dia akan mendapat jodoh yang baik" jelas Abizar.


"Kau pikir aku begitu bodoh!!" Jelas Rayna tak percaya.


"Yasudah jika kau tak percaya!!! Aku saja yang menahan nafas agar aku bisa mendapatkan jodoh yang baik!" Jelas Abizar pura menahan nafas seraya memejamkan mata.


Melihat itu Rayna menahan nafas nya sampai tiba di lantai 9, tanpa Rayna ketahui Abizar tertawa geli melihat Rayna menahan nafas padahal ia hanya berbohong.


"Apa kau menahan nafas?" Tanya Abizar tertawa kecil.


"Ti...tidak!!!" Jelas Rayna gugup serta malu.


"Hahahahhaha kau tak bisa berbohong padaku, lihatlah wajahmu memerah!" Jelas Abizar tertawa.


"Apa kau mengerjai ku?" Tanya Rayna kesal.


"Ternyata Rayna yang dingin and so smart bodoh juga!!" Jelas Abizar tertawa kecil.


"Menjijikkan!!!" Jelas Rayna meninggalkan Abizar.


"Kau benar-benar bodoh sayang!!" Goda Abizar.


" ayo kita makan dulu!!" Pinta Abizar menuju sebuah cafe dalam sana.


"Makanan apa ini?" Tanya Rayna melihat daftar makanan.


"Ini makanan sea food khas Jeju!! Bukan kah kau suka ramen, jadi kau harus Suka juga sea food karena mereka satu negara!!" Jelas Abizar


"Aku belum mencoba nya!" Jelas Rayna.


"Ayo kita coba!" Jelas Abizar menarik kursi agar Rayna duduk.


Abizar dan Rayna makan sea food segar khas Jeju dengan memanggang sendiri.


"Apa kau tauh, disini terkenal cabe nya manis?" Tanya dan jelas Abizar sela makannya.


"Hee.... Kau pikir aku percaya lagi omong kosong mu itu!" Jelas Rayna makan.


"Aku tidak suka berbohong, kau tau leluhur kita tak menyukai orang berbohong!" Jelas Abizar sungguhan.


"Benarkah?" Tanya dan ejek Rayna.


Abizar memakan cabe hijau layaknya tidak pedas "wawww manis sekali,, kau tau tiap aku kesini aku pasti memakan cabe manis ini!" Jelas Abizar menahan pedas nya dengan tersenyum.


Rayna melihat Abizar makan cabe seperti sangat manis, ia mempercayai apa yang dikatakan Abizar saat ini.


"Apa kau tak ingin mencoba, kau pasti menyesal tidak mencoba!!"jelas Abizar.


"Crekkk.." Rayna mengunyah cabe hijau sebesar jari telunjuk itu.


"Pedasss......" Teriak Rayna "minum....minum...!!!" Teriak Rayna.


"Sebenarnya aku juga pedas....." Jelas Abizar merengek lalu meminum jus didepannya.


"Minummm....." Teriak Rayna lagi


Tak sengaja Abizar memberi Rayna saus pada dasarnya saus sangat mirip pada jus wortel.


"Guk....guk....." Rayna meminum saus itu.


"Hei.... Apa kau ingin membunuh ku!!" Teriak Rayna.


"Hahahahhah......" Tawa Abizar "Hahahahahaha...... Kau benar-benar bodoh"


"Kau juga sangat bodoh....hahahahhah" tawa Rayna terbawa suasana.


"Aku senang melihat mu tersenyum!!" Jelas Abizar "kau cantik!!"


"Kau adalah pengalaman terburuk ku" jelas Rayna Seraya minum jus.


Next???

__ADS_1


__ADS_2