
HATI SEDINGIN ES ❤️
#Part18
Hari-hari Rayna begitu berwana semenjak hadirnya Abizar. Yah meskipun awalnya ia sangat membenci Abizar.
Malam itu Rayna berdiri depan jendela kamar seraya melihat pemandangan jalan raya dan bulan purnama menambah kan keindahan malam.
"Aku baik-baik saja sekarang!!" Jelas Rayna seperti menggapai bulan "mama apa kau baik-baik saja disana? Mama aku sangat merindukanmu !" Jelas Rayna.
"Bulan, Andai kau bisa ku gapai, maka kau akan selalu bercahaya diredup nya malam!"
Malam yang sunyi membuat hati Rayna tentram dan aman.
"Dret...dret....." Getar handphone Rayna bertanda Pesan masuk
Pesan itu dari Abizar, isi nya adalah :
"Malam Ray, apa kau baik-baik saja?" Tanya Abizar.
"Iya, aku baik-baik saja!"
"Apa kau terlah makan? Minum?"
"Belum... Nanti aku bisa makan!"
"Jangan lupa makan yah Ray!"
"Iya!!"
"Oh iya Ray, besok kita kemana?"
"Kampus!"
"Yah...... Bagaimana kita ke suatu tempat saja?"
"Hei..... Kita udh 2 hari Absen, jika kita di DO dekan gimana?"
"Tenang aja Ray, aku bisa ngurus semuanya!"
"Omong kosong.... Kau pikir kau siapa?"
"apa kau meremehkan ku?"
"Dasar Abizar bodoh!"
Abizar tersenyum sendiri melihat chatingan nya dan Rayna.
"Dia lucu sekali!" Jelas Abizar.
"Dret.." bunyi getar handphone Abizar ia pikir itu Adalah pesan dari Rayna namun tak seperti yang ia bayangkan ternyata pesan dari Jassy.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Jassy mengirim foto yang di unggah Abizar kemarin.
"Oh my God...... Mati aku!!!" Teriak Abizar tak menentu, lalu ia menelpon Jassy.
"Jassy, semuanya tak seperti yang kau bayangkan!" Jelas Abizar.
"Apa lagi yang ingin kau jelas kan? Apa ini alasannya kau mengabaikan telpon ku?" Tanya Jassy sedih.
"Dear,,,, aku mengabaikan telponmu, bukan berarti aku dengan nya. Aku sibuk dengan kampus!"jawab Abizar.
"Apakah aku harus percaya dengan Semua ini? Jelas-jelas kau mengunggah foto bersama wanita lain!" Jelas Jassy.
"Dia hanya teman kampusku dear, aku kasihan pada nya dia anak broken home. Aku mohon kau ngerti!" Jelas Abizar.
"Apa yang kau maksud mencintai dua orang dalam satu hati?" Teriak Jassy menangis "kau tau, aku disini setia menunggu kehadiran mu, tapi kau..kenapa kau membuat ku seperti ini?"
"Jassy.... Kapan aku berbohong pada mu ha? Mikir??? Kapan?? Aku tahu kau merindukanku tapi setidaknya tidak seperti ini!" Jelas Abizar.
"Dengan mudahnya kau berkata!! Kau tak tahu apa yang aku rasakan, kau tau betapa kesepian nya aku tanpamu?" Jelas Jassy.
"Ok...ok.. aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, ok aku minta maaf aku sadar aku telah membuat kau Kecewa" jelas Abizar.
Jassy terdiam.
"Oh iya dear, kau kapan langsung ke Indonesia?" Tanya Abizar.
"Lusa aku akan tiba!" Jawab Jassy.
"What????? Apa tidak secepat itu?" Tanya Abizar kaget.
"Apa kau tak suka bertemu dengan ku?" Tanya Jassy balik.
"Bukan begitu sayang!!" Jawab Abizar masih Bingung.
[
Rayna masih menunggu balasan dari Abizar, namun lama ia menunggu tak kunjung juga.
"Apa dia tertidur?" Tanya Rayna dalam hati.
"Mungkin ia tertidur!!" Jelas Rayna menutup tubuhnya dengan selimut, sebelum tidur ia melihat baleter yang dikasih Abizar kemarin.
"Aku pernah seperti mu yang lincah!" Jelas Rayna lalu memejam kan matanya.
Mentari telah menyambut Rayna dengan tenang, yang selalu hadir dalam setiap pagi membawa embun sebagai pelita, orang-orang sibuk dengan aktivitas tersendiri dijalan raya, ada yang olahraga, ada yang ingin sekolah dan ada juga yang ingin kerja.
Rayna bangun dari tidur langsung melihat baleter yang diberi Abizar.
"Aku tidur nyenyak semalam! Apa kau tauh itu?" Tanya Rayna pada benda mati itu.
Ia bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Begitu pula dengan pagi Abizar, hari ini ia merasa bersemangat sekali untuk beraktivitas.
Sekitar pukul 07:00 pagi ia dan kedua orang tuanya sarapan di meja makan.
"BI, besok jemput Jassy yah di Bandara!" Pinta papa.
"Iya pa, semalam dia nelpon aku membicarakan tentang itu !" Jawab Abizar makan dengan lahap.
"Apa kalian baikan?" Tanya mama
"Kami tidak pernah ribut ma!!" Jawab Abizar.
"Mama senang mendengar nya!" Jawab mama.
Abizar tersenyum lirih, entah ia merasa tak enak akan semua nya. Dimana sekarang ia berada diposisi membingungkan.
Rayna keluar kamar ingin ke kampus, ia lihat di ruang tamu ada papa dan wanita itu.
"Ray, kau pulang?" Sapa papa "papa sangat khawatir pada mu!"
"Benarkah????" Jawab Rayna sinis.
__ADS_1
"Papa minta maaf Ray, kejadian 4 hari yang lalu!" Pinta papa.
Rayna hanya diam ingin melanjutkan jalan menuju keluar.
"Rayna?? Apa kau masih marah pada papa?" Tanya papa membuat langkah Rayna terhenti.
"aku tidak penting, jadi tak perlulah minta maaf!" Jawab Rayna dingin.
"Apa maksud kau? Kau tak penting?" Tanya papa.
"Menikahlah dan lupakan aku!" Pinta Rayna dingin lalu pergi.
"Rayna.........!" Teriak papa "papa sangat mencintai mu, mana mungkin kau bicara seperti itu?"
"Tidak. Papa tidak mencintai ku!" Jelas Rayna tanpa menoleh.
Rayna masuk mobil, sebenernya hati ia sangat hancur tapi tak ia tampakkan karena wajah datarnya, tak terasa air matanya jatuh ketika ingat dengan masalah pada papa.
"Aku lelah dengan semuanya!" Jelas Rayna ingin menghidupkan mesin mobil, namun ia hentikan saat melihat mobil Abizar tiba di perkarangan rumah.
"Ray,,, aku datang!" Teriak Abizar dari dalam mobilnya.
Rayna menghapus air mata dan keluar mobil.
"Heiii... Kenapa kau tidak menunggu ku?" Tanya Abizar keluar mobilnya.
"Oh iya, aku lupa?!" Jawab Rayna terbata-bata.
"Kau tak apa-apakan Ray?" Tanya Abizar terlihat panik.
"aku tidak apa-apa ayo pergi!" Pinta Rayna ingin masuk mobil Abizar.
"Go.... Aku akan mengajak mu ketempat yang lebih indah dari sebelumnya!!" Jelas Abizar juga masuk mobil.
Papa Rayna melihat kebersamaan Abizar dan Rayna, ia lihat di wajah Rayna begitu bahagia tak seperti didepannya.
"Aku rasa Abizar bukan yang terbaik!" Jelas Agera melihat kepergian Rayna dan Abizar.
"Kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya papa..
"Kemarin aku dengar percakapan mereka, Abizar mengajak Rayna absen kuliah!" Jawab Agera.
"Aku tidak ingin melarang kebahagiaannya untuk saat ini, biarpun dia bukan orang baik bagi kita, tapi Abizar pasti terbaik bagi Rayna!" Jawab papa.
"Iya aku tauh dear, tapi aku takut saja Rayna terluka. Meskipun Rayna mencintai Abizar jika Abizar tidak. Bagaimana?" Tanya Agera.
"Kita tidak tauh apa yang terjadi ke depannya?" Jawab papa.
"Iya dear kau benar, tapi mesti hati-hati!" Jelas Agera
Di mobil, Rayna hanya diam seperti tak ada selera, ia terbayang akan kata-kata papa nya.
"Kenapa semuanya tak ada yang mengerti?" Benak Rayna.
"Ray......Apa kau kembali ribut pada papa?" Tanya Abizar.
"Tidak... Aku baik-baik saja!"j jawab Rayna.
"Jangan bohong yah Ray, kita kan udah janji!" Jelas Abizar.
"Iya..... Oh iya kita ingin kemana?" Tanya Rayna.
"Pokoknya ketempat yang indah!" Jawab Abizar.
"Benarkah???" Jelas Rayna.
Adim dan Erico menunggu Abizar, Adim melihat-lihat arloji tangannya memastikan jam masuk.
"Apa dia tak masuk kampus?" Tanya Adim.
"Entahlah.. padahal aku ingin bertemu pada Rayna!" Jawab Erico.
"Apa kau gila? Kenapa sih kau dan Abizar sama-sama tak tau diri??" Teriak Adim.
"Hei.... Tak ada larangan untuk jatuh cinta!" Jawab Erico kesal.
"Tapi dia benar-benar cantik, andai tak ada si anjing dan sapi maka aku lah yang mencintai Rayna!" Jelas Adim.
"Hei.... Siapa yang kau maksud anjing dan sapi ha???" Teriak Erico.
"Kau lah sapi dan Abizar bodoh itu anjing... Kalian itu benar-benar membuat ku gila!" Teriak Adim lalu pergi dari Erico.
"Heiiiiii....!!!" Teriak Erico.
Tibanya Abizar dan Rayna di suatu tempat yang Abizar katakan.
"Dimana ini?" Tanya Rayna melihat sekeliling tempat itu.
"Ini adalah Aston. Yah danau yang dibangun karena perpisahan!" Jawab Abizar.
"Ini indah!" Jelas Rayna menarik nafas dan menikmati keindahan alam.
"Banyak tetua berkata jika berpisah disini, akan bertemu di lain waktu!" Jelas Abizar.
"Benarkah??? Apa kau sedang berbohong?" Tanya Rayna.
"Tidak, aku serius...." Jawab Abizar.
"Kadang aku benci dengan pertemuan apa lagi harus berpisah... Aku benci itu!" Jelas Rayna.
Abizar memandang Rayna kecut.
"Ray,,, jika suatu saat kita terpisah apa kau membenciku?" Tanya Abizar.
"Apa kau ingin pergi?" Tanya Rayna memandang Abizar.
"Itukan misal!" Jawab Abizar.
"Maka aku akan kembali seperti sedia kala, membenci semuanya termasuk hidupku!" Jelas Rayna.
"Ray, bisakah kau berubah seperti wanita di luar sana yang menikmati hidupnya?" Tanya Abizar.
"Tidak.... Aku tidak bisa, fisikku emang normal, tapi batinku..... Batinku tidak normal apa lagi harus kehilangan untuk ke sekian kalinya" jelas Rayna sedih.
"Maafkan aku Ray, bukan bermaksud aku membuat kau sedih!" Jelas Abizar memeluk Rayna.
"Kau tidak salah!" Jawab Rayna melepas pelukan Abizar.
"Ray, tunggu disini sebentar yah! Aku ada sesuatu untuk mu!" Jelas Abizar berlari kecil.
" Jangan lama-lama!!" Teriak Rayna.
Rayna berdiri sendiri depan danau itu, ia senyum-senyum sendiri ketika ingat tentang Abizar.
Selang 15 menit tibalah Abizar dengan membawa 2 buah es krim
__ADS_1
"Ini untukmu!!" Jelas Abizar memberi satu es krim untuk Rayna.
"Tapi tunggu deh... Kau tak boleh memakannya!" Jelas Abizar.
"Kenapa???" Tanya Rayna kaget.
"Kau kan sudah dingin, aku tak mau setelah kau makan es ini, sikapmu semakin dingin dan wajah mu semanis es" goda Abizar.
"Menjijikkan!!" Jelas Rayna memakan es itu.
"Oh iya Ray, apa pun yang terjadi pada kita. Kutunggu kau Di sini disaat ulang tahun ku nanti!" Pinta Abizar.
"Kapan?" Tanya Rayna.
"Aku ulang tahun 25 Desember tepat dengan hari natal, bukankah itu keberuntungan?" Jawab dan tanya Abizar.
"Oh. Kenapa harus menunggu ku?" Tanya Rayna.
"Tapi janji yah Ray, meskipun suatu saat kita terpisah kau harus datang kesini!" Pinta Abizar lagi.
"Alasannya?" Tanya Rayna.
"Aku tunggu kau!!" Jelas Abizar tanpa menjawab pertanyaan Rayna.
"apa kau benar-benar akan meninggalkan ku?" Tanya Rayna.
"Hei.. aku tak bicara itu!" Jelas Abizar meletakan es krim di muka Rayna lalu ia berlari.
"Hei.....apa yang kau lakukan???" Teriak Rayna menghapus es di mukanya.
"Tunggu balasanku!!!" Teriak Rayna berlari mengejar Abizar.
"Waktu andai kau tak berjalan layaknya saat ini, maka aku akan bersama Rayna tanpa harus berbohong,
Sekarang aku semakin tak mengerti apa yang terjadi pada ku? Apa aku mencintai wanita dingin yang ku benci dulu atau kah Jassy orang yang ku cintai 5 tahun terakhir ini" benak Abizar tersenyum di kejar Rayna.
Rayna merebahkan tubuhnya di rumput ia kelelahan kejar-kejaran pada Abizar dan Abizar juga merebahkan tubuhnya disamping Rayna.
"Aku lelah!!" Jelas Rayna.
"Kau begitu lemah!!!" Jelas Abizar.
"Aku kuat kok, kau saja yang tak bisa menilai ku" jelas Rayna tersenyum lirih.
"Benarkah????" Goda Abizar
"Ray,.... Sekarang kau jawab aku jujur!!" Pinta Abizar.
"Apa?" Tanya Rayna.
"Apa kau menyukai ku? Mencintai ku?" Tanya Abizar
"Kenapa...?" Tanya Rayna balik.
"Aku hanya ingin tahu!" Jawab Abizar memandang Rayna.
"Aku tidak akan menjawabnya!" Jelas Rayna lirih.
"Ayolah Ray!!" Pinta Abizar.
"Tidak!!!" Jawab Rayna.
"Oh iya Ray, bagaimana jika kita menanam sebuah permintaan dibawah pohon itu!!" Pinta Abizar.
"Sebuah permintaan??? Caranya??" Tanya Rayna.
Abizar bangun dari terbaring nya lalu duduk dan ia mengeluarkan 2 buah kertas dalam tas Rayna disertakan pulpen.
"Kau tulis apa yang kau ingin kan!" Pinta Abizar."Nanti aku juga tulis apa yang ku inginkan!"
"Untuk apa?" Tanya Rayna.
"Ketika ulang tahun ku nanti, aku akan menunggu kau disini. Maka kita akan buka permintaan kita!" Jawab Abizar.
"Emang kau minta apa?" Tanya Rayna.
"Aku tidak boleh tau apa isi surat kau, dan kau juga tak boleh tauh apa isi surat ku!" Jawab Abizar.
"Ok....." Jawab Rayna mulai menulis, sesekali Rayna melihat Abizar.
"Hei... Kau tak boleh melihat isi surat ku!!" Teriak Abizar.
"Hissss...." Jawab Rayna kesal.
Setelah menulis permintaan masing-masing dalam kertas itu, Abizar memasukan kertas dalam kotak Aqua lalu dikubur bawah pohon.
"Aku tunggu kau di ulang tahun ku Ray, Aku akan menunggu sampai kapanpun!" Jelas Abizar.
"Aku akan datang!!" Jelas Rayna tersenyum.
Pada sore nya Rayna pulang, ia langsung ke kamar dan istirahat. Agera masuk kamar Rayna dilantai 2,
"Ia pasti lelah!" Jelas Agera menyelimuti Rayna.
Rayna sangat lelah sampai akhirnya ia bermimpi buruk.
Mimpi Rayna:
Rayna sedang latihan balet seperti 10 tahun yang lalu, tapi Rayna telah dewasa. Tampak sekali Rayna sedang sedih, sehingga ia melangkah baleter dengan cepat dan kaku.
"Rayna....... Apa kau tak lelah?" Tanya seorang wanita dari jauh namun tak Rayna pedulikan.
"Rayna,,,,,, aku membawa Kimbab untukmu!" Jelasnya.
"Jangan ganggu, aku sibuk!!" Jelas Rayna masih bergerak ke segala arah.
Lalu wanita itu menuju Rayna dengan membawa sekotak Kimbab dan sebotol air.
"Rayna kau pasti lelah!! Ayo minum dulu!" Jelas seorang itu membuat Rayna mengambil minuman yang disodorkannya, namun seketika Rayna sadar orang yang memberi ia Kimbab dan minuman tak punya wajah, ia jadi terkejut.
"Mama.....mama!!" Teriak Rayna mundur-mundur.
"Mama.........." Rayna bangun langsung memeluk Agera.
"Kau pasti mimpi buruk sehingga kau memanggilku mama!" Jelas Agera membelai rambut Rayna.
Ketika Rayna sadar, ia langsung melepas pelukannya pada Agera.
"Kenapa kau ada disini?" Tanya Rayna Dingin.
"Apa kau telah makan?" Tanya Agera.
"Aku tidak ingin melihat kau!" Jawab Rayna masuk bawah selimut nya tanpa memperdulikan Agera duduk di Tempat tidurnya.
"Tidur yang nyenyak!!" Jelas Agera lalu beranjak pergi.
__ADS_1
"Ahhhh..... Memalukan!!" Jelas Rayna kesal.
Next???