Heart Breaker

Heart Breaker
-Hari Pertama-


__ADS_3

Hari sudah mulai mengeluarkan rembulan cantik nya serta di dampingi bintang yang amat banyak...


yaps... indah.. begitu pula dengan hari Rallia yang di akhiri dengan hasil yang menurutnya sangat indah... mendapatkan pekerjaan... memulai hidup baru nya dan melepas segala ketergantungan terhadap Raka.


Hari mulai dingin.. tapi Rallia enggan masuk meninggalkan langitnya malam ini


Dret... dret...


"**Jangan lupa besok ke kantor jam 8


- Denny**"


Seketika setelah membaca pesan nya Denny, Rallia langsung teringat besok hari pertama nya untuk mendapatkan kesan baik di Kantor Denny, apa pun hasil dan posisinya iya tak pernah berharap aneh-aneh yang terpenting bekerja dan mendapatkan uang.


Rallia pun masuk dan menutup rapat balkon di kamar rawat inap Bunda nya.


"Selamat malam Bunda .. muach". Ucap Rallia


Ia pun langsung pergi ke ruang istirahat dan mulai memejan mata memasuki ruang dimensi yang indah namun tak bisa di sentuh.


.........


Di sisi lain Raka nampak berkutik di depan meja kebesaran nya dengan setumpuk berkas dan leptop yang masih menyala terang...


Tok..tok..


"Ya masuk...". Kata Raka


"Maaf pak, ini sudah jam setengah 11 saya harus izin pamit pulang". Kata Asistennya


"ya.. kamu benar, kamu silahkan pulang. Maaf membuat mu ikut lembur". Kata Raka


"Baik Pak.. saya pamit.. terima kasih". Kata Asistenya


"ya". Kata Raka


Raka nampak banyak hal yang sekarang sedang dipikirkan nya, apalagi kalau bukan kekasih kecil nya Rallia.


"Rallia.. apa yang sedang kamu lakukan.. mengapa tak menelepon ku kembali". Pikir Raka


Raka lun langsung mengambil telepon nya dan mencari nomor yang akan di tuju saat ini...


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif........" lagi dan lagi harapan nya pupus mencari keberadaan Rallia karena telepon nya Rallia sedang tidak aktif.


Ia melirik jam tangan nya yang sekarang menentukan jam 23.00


"Aku yang terlalu sibuk hingga lupa ini sudah jam tidur mu sayang... selamat malam"


cup...

__ADS_1


Raka memegang bingkai foto yang memperlihatkan wajah tersenyum Rallia yang paling ia suka dan paling cantik menurutnya..


............


Nuing... Nuing... Nuing...


"uuuukh... kenapa sih ribut banget". Rallia bangun mematikan alarm nya, dan menyipitkan melihat jam


"Astaga... sudah jam 7..aku belum siap siap sama sekali". Rallia pun bergegas mandi dan berpakaian. Ketika Rallia keluar dari kamar istirahat...


"Pagi... sayang...." Kata seseorang


Sepagi ini ada menyapanya, Rallia pun mengerinyit heran dan mencari asal muasal suara itu.


"Loh... Bu... Bunda... aaakhh... Bunda...". Rallia pun langsung berlari sambil menahan tangis menuju tempat Bunda nya terbaring.


Sesaimpainya di sana Rallia memeluk Bunda nya tentu saja tanpa menyakiti tubuh Bundanya.


"Udah... ah... Udah besar kok cengeng". Kata Bunda Rallia saat di peluk anak nya


"uuu.. Bunda ah. Bunda bangun sejak kapan? ada yang sakit tidak? apa perlu Rallia panggil dokter?". Kata Rallia


"Bunda bangun dari subuh tadi, tadi ada dokter yang sudah ke sini Rallia ga usah Khawatir". Senyum Bunda merekah melihat putrinya


"Rallia mau kemana nak sepagi ini pakai pakaian rapi pula". Tanya Bunda heran melihat Rallia


"Hari ini hari pertama Rallia kerja Bunda, o yh Rallia hampir lupa kalau Rallia sudah mau telat, Bunda Rallia pamit kerja yh.. Bunda juga istirahat dulu kan Bunda baru sadar jadi belum cukup tenaga.. dah.. Bunda". Kata Rallia


Rallia pun pergi dan menghilang di ambang pintu setelah menutupnya.


"Maaf kan Bunda Rallia, Bunda malah menyusahkan mu, ini bukan saatnya kamu bekerja harusnya kamu masih bisa tertawa berkumpul bermain bersama teman-temanmu". Kata Bunda dalam hati


Tok.. tok...


"ya ... masuk". Kata Bunda


"Bagaimana keadaan anda pagi ini? saya periksa dulu yh?". Kata Dokter


"Baik dok.. yh silahkan". Kata Bunda


"Keadaan anda sangat cukup baik, nanti sore atau besok pagi anda sudah bisa pulang. Jika ada keperluan panggil saja saya". Kata dokter


"Baik... makasih". Kata Bunda


Tak lama dari itu Bunda pun terlelap kembali untuk mengumpulkan tenaga nya


Kriet.....


Bi Des seperti biasa lagi dan lagi mengantarkan makanan untuk Rallia, dan Bi Des melihat sekitar nya yaps sepertinya Rallia sudah pergi lagi pagi ini.

__ADS_1


"Hallo Tuan... Rallia nya tidak ada lagi, namun makanan kemarin sudah habis di makan nya". Kata Bi Des berbicara pada telepon genggam nya.


"yh gak papa, Bi Des bisa pulang terlebih dahulu". Kata Raka di sebrang sana


"baik tuan". Kata Bi Des mengakhiri telepon


Raka POV


"Nomor yang anda tuju...."


"yah... apa yang kamu lakukan sepagi ini sayang... kamu sudah 2 hari tanpa kabar dan aku belum bisa kesana melihat mu, sekarang begitu banyak pekerjaan yang ada di sini". Gumam Raka melihat telepon nya yang masih tertera kontak Rallia


Rallia POV


"wow... ini gedung perkantoran yang megah dan besar". Ucap Rallia dengan gugupnya dalam hati


Rallia pun memasuki gedung itu...


"Permisi, saya kemarin ada janji dengan Pak Denny". Kata Rallia


"Maaf Pak Denny sibuk". Kata Resepsionis di lobi sambil melirik Rallia dan menilai dari atas ke bawah


"Tapi saya kemarin sudah ada janji". Kata Rallia


"Heh... kamu kira saya be*o yah... Pak Denny tidak mungkin membuat janji dengan kamu bocah ingusan yang hanya memakai kecantikan mu saja, saya tau banyak orang gila ga waras kayak kamu yang minta-minta bertemu tau nya cuman fans". Dingin menusuk kasar itulah yang terucap pada mulut resepsionis itu


"Tapi... saya ada kartu namanya, sebentar saya ambilkan biar anda percaya". Kata Rallia yang mencoba meyakinkan


"Halah... sudah sudah... satpam... seret wanita ini keluar dan jaga jangan sampai dia masuk lagi". Teriak Resepsionis itu


Tak lama kemudian datang satpam menghampiri Rallia dan menarik paksa Rallia


"Tunggu-tunggu saya mohon lepaskan saya, saya ada janji dengan Pak Denny". Bujuk Rallia


"tidak-tidak kamu hanya bisa membuat ulah". Kata satpam itu dan mencoba menarik Rallia


"Stop... tunggu ada apa ini". Kata Denny yang tiba-tiba datang dari sebuah lift


"Eh.. Pak.. ada apa bapak ke sini, seperti biasa pak ada wanita aneh yang ngefans dengan anda. Jadi saya menyuruh satpam mengusir nya". Kata Resepsionis nya genit


Denny melihatnya jijik dan lebih memilih melihat wanita itu karena suaranya yang tak asing.


"Rallia....?" apa yang kalian lakukan terhadapnya... lepaskan Rallia sekarang juga". Alih-alih Denny pun dengan sigap menarik tangan Rallia dan memegangnya di samping nya.


"Sial... kenapa aku cari masalah dengan wanita ini, lagian apa bagusnya dia dan apa hubungannya". Kata Resepsionis nya dalam hati


"Maaf Pak.. saya tidak tau kalau anda benar-benar ada janji dengan dia". Kata Resepsionis itu manja


"*Stop... kamu pikir saya tidak melihat apa yang kamu lakukan pada Rallia, serahkan surat pengunduran diri mu ke Bu Lidia". Kata Denny

__ADS_1


"Tapi pak*...". Kata Resepsionis itu ingin membujuk kembali namun terhenti karena tatapan Denny yang begitu tajam


"Ayo Rallia kita tinggalkan mereka". Ajak Denny


__ADS_2