
Raka POV
Raka sedang memasuki ruang pribadi nya kemudian duduk menatap foto Rallia saat kecil.
Tok..Tok..
"Ya.. masuk". Kata Raka dengan dingin
"Ini semua rincian dan penjelasan yang Tuan mau tentang Rallia beberapa tahun terakhir". Kata Mr. Black sambil menyerah kan map ke Raka
"Kalau tidak ada apa-apa lagi, saya pamit undur diri". Kata Mr. Black, lalu ia pergi dan menutup rapat pintu itu.
Raka langsung tak sabar ingin melihat apa isi dari map itu, betapa terkejutnya Raka setelah ia tahu bahwa Rallia adalah anak angkat dari pemilik Jyanarta Group yang baru saja bangkrut karena penggelapan uang dari ayahnya sendiri.
"Pantas saja Rallia selalu ingin mencari wanita itu yang Notaben nya adalah Bunda Rallia meskipun itu orang tua angkatnya". Ucap Raka dalam hati.
Raka pun melanjutkan fokusnya terhadap lembaran-lembaran kertas itu. Dan Raka di buat terkejut lagi.
"Apa... Rallia pernah tenggelam dan amnesia. Pantas saja ia tak pernah mengingatku, bagaimana caranya membuat ia mengingatku kembali. Walaupun tidak bisa ia harus tetap menjadi bidadari ku sampai kapan pun". Guman Raka
Terasa pusing memikirkan apa yang telah terjadi pada Rallia, Raka pun terhanyut dalam lamunan nya akan kenangan bersama Rallia.
Tiba-tiba....
Author POV
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
"Ya... masuk.." . Kata Raka
"Aku ingin bicara pada-mu". Kata Rallia
"Ya... bicara saja..". Senyum Raka menatap Rallia
"Jadi seperti ini... saat kamu menemukan ku.. apakah kamu melihat ibu-ibu yang pingsan bersama-ku" Kata Rallia gugup karena di tatap Raka dengan senyum yang menawan menurut Rallia
"Memang nya kenapa?". Kata Raka, ia sengaja menutup ketidaktahuan nya karena ingin lama-lama bersama Rallia
"Itu... Bunda-ku... Aku takut dia kenapa kenapa soalnya Bunda terkhir ku ingat sedang sakit". Rallia langsung tampak murung setelah memberitahukan itu
"Kalau kamu ingin tahu, bersiap-siaplah setengah jam lagi kita akan pergi". Kata Raka
"Emang kita mau kemana... kamu tidak berniat jahatkan pada ku?? ". Kata Rallia menatap Raka untuk mencari tahu
"Bukankah kau ingin bertemu Bunda-mu.. Ayok bersiaplah jangan berlama-lama. Atau kamu ingin aku yang menggantikan pakaian mu dan mendadanimu". Ucap Raka dengan senyum mesumnya... Yah... dia emang berencana mengerjai Rallia
"E... gak gak.. aku langsung pergi..."
Brakk....
Rallia langsung berlari setelah mendengar kata-kata itu dan menutup pintu dengan kencang
__ADS_1
"Aku harus hati-hati padanya... senyum harimaunya mulai terlihat astaga..." Gumam Rallia dalam hati sambil mencari pakaian yang sudah di siapkan para pelayan untuknya.
Setelah berpakaian Rallia langsung pergi ke halaman karena ia tau Raka sudah menunggu nya di bawah sana.
Tanpa sadar Raka menatap Rallia yang sedang berjalan ke arahnya dengan intens.
"Cantik... kau memang pantas menjadi bidadari ku sayang". Gumam Raka
"Hallo... Hallo..." Rallia melambai-lambaikan tangan nya di wajah Raka yang sedang melamun
"HALLO..........." Teriak Rallia untuk menyadarkan Raka
Raka pun terkesiap malu karena ketahuan sedang menatap Rallia "emm.. ayo naik". Kata Raka
"Dari tadi kek... tadi suruh cepat-cepat sekarang malah dia yang ngelamun". Gumam kecil Rallia sambil mengelilingi mobil untuk masuk
Selama perjalanan mereka lebih memilih fokus pada pikiran masing-masing.
"Astaga... mengapa rumah sakit.. jangan-jangan Bunda...". Gumam Rallia dalam hati.
Rallia dan Raka langsung memasuki salah satu ruangan VVIP yang ada di sana..
"Bunda.... hu.. hu.. hu..". Tangis Rallia pun pecah setelah melihat Bunda nya terbaring kaku di atas kasur.
__ADS_1