Heart Breaker

Heart Breaker
-Pertemuan-


__ADS_3


Rallia POV.


Aroma dan suasana yang terlihat asing. Mata Rallia perlahan-lahan mulai terbuka, tapi kesadaran nya masih belum sepenuh nya kembali.


"Aku sekarang ada di mana..??". Ucap Rallia dalam hati dengan kebingungan yang ada.


"Ayah... Bunda.. !! Kalian dimana ??. Ayah... Bunda... Rallia sebenarnya ada dimana??" Teriak Rallia sambil melihat-lihat seisi ruang dan mencari keberadaan mereka. Namun, tak ada seorang pun disana, hening seketika tak ada sahutan yang menyambutnya.


"Astaga.. bagaimana jika aku sedang di culik, la..lalu aku diperkosa atau di jual ke om-om yang gila. Tuhan... lindungilah Aku dan Bunda.. Bagaimana ini.??". Rilih Rallia sembari ketakutan.


Perasaan yang janggal akan keanehan yang terjadi membuat kesadaran nya terbangun sempurna dan segera bangun dari tidurnya.


TAK..TAK..TAK..


Terkesiap dalam lamunan akan hal yang tidak-tidak, Ia mendengar suara langkah dari luar sana. Sesaat kemudian terlihat knop pintu yang mulai terputar dan pintu pun perlahan-lahan terbuka untuk memperlihatkan sosok di baliknya.


"Wow... tampan sekali.. sama seperti pangeran yang ada di dalam film-film". Puji Rallia dalam hati bahkan tanpa sadar ia pun tersenyum menatap pria tersebut.

__ADS_1


Apa lagi pria tersebut berjalan melangkah mendekati Rallia dengan senyum yang menawan. Tapi, Rallia langsung membuyarkan pikiran nya terhadap pria itu.



"A..anda siapa..? Kenapa aku bisa ada disini? Dimana Bunda ku, kenapa tidak ada disini?. Kata Rallia yang nampak sedih dan ketakutan.


Tak ada sahutan dan penjelasan yang dapat Rallia dengar dari mulut pria berjas itu, yang ada pria tersebut malah berjalan semakin dekat dengan Rallia dan bahkan sesampainya di sana pria itu malah langsung memeluknya, hangat itulah yang Rallia rasakan.


Raka POV.


Pagi yang sangat sibuk, tentu saja sama seperti pria tampan dan menawan itu lakukan setiap harinya.


Ya.. dia.. Raka Stevanus Dominique seorang ceo muda berusia 18 tahun dengan masih menempuh gelar doktor tentunya. Mengapa begitu muda? yah... dengan IQ 250 itu mudah baginya melakukan segala hal bahkan dalam segi pendidikan dan bisnis.



"Habis ini jadwal kita meeting dengan siapa?" kata Raka sembari berjalan keluar dari sebuah gedung, tentunya setelah melakukan meeting penting dengan para klien nya.


"Jadwal selanjutnya meeting dengan CH Group, pak". kata sekretaris pribadi Raka.

__ADS_1


"OK. saya sendiri saja yang akan pergi kesana, kamu bisa kembali ke kantor sekarang". kata Raka dengan tegas dan dingin.


Raka langsung menaiki mobil Ferrari kesayangan nya dan melajukan mobil ke tempat yang di jadwalkan.


Raka mengemudi sambil memandangi foto tumbler yang tergantung di kaca spion nya.


"Tak lama lagi aku akan mencari mu, sayang. Ingat janji kita jangan pernah pergi dengan yang lain". Senyum hangat Raka mengembang begitu saja tanpa ia sadar.


CYIIIITTTT.......


Raka segera mengerem mobil nya dengan paksa, jika tidak ia akan melindas 2 nyawa sekaligus.


"Astaga.. masih ada saja orang-orang yang membuat ku susah di saat seperti ini". Rutuk Raka sembari keluar dari mobilnya.


Raka pun berjalan mendekati 2 orang yang tergeletak di jalan.


"Dek.. bangun dek... bangun". kata Raka sambil menggoyang-goyangkan si empunya badan. Raka pun tanpa sengaja melihat wajah nya.


"Astaga..Ralia........".

__ADS_1


__ADS_2