Heart Breaker

Heart Breaker
- Denny -


__ADS_3

"Pagi yang cerah Bunda... Bunda doakan Rallia yah hari ini Rallia akan memulai hidup barunya Rallia" . Cup.....


Rallia nampak tersenyum tapi tetap saja tersirat banyak kesedihan di raut mukanya menatap sang Bunda yang terkujur kaku di atas tempat tidur.


Setelah berpamitan dengan sang Bunda, Rallia langsung pergi dan mengambil tas selempang nya...


Di sisi lain seperti biasanya Bi Des mengantar kan makanan untuk Rallia.


Tok... tok...


Merasa lama sekali mengetuk pintu itu Bi Des pun mencoba untuk membuka pintu dan yap... di sana tak ada Rallia.


Bi Des mencoba mencari Rallia sekeliling ruangan namun nihil terlihat


"Hallo.... Tuan Muda, apakah Tuan tau kemana Nona Rallia pergi sepagi ini? saya baru saja datang untuk mengantar makanan namun tak ada Nona di sini ". Kata Bi Des berbicara pada telepon genggam nya.


"saya tidak tau Bi Des.. begini saja.. Bi Des pulang saja nanti saya akan coba menghubungi Rallia dahulu untuk mencari tau dia kemana". Kata Raka


"Baik tuan". Kata Bi Des


........


Raka POV


"Nomor yang anda tuju......."


Tut...tut...


Raka nampak kebingungan menatap telepon nya

__ADS_1


"Kemana kamu Rallia... kenapa tidak mengangkat telepon ku" Runtuk Raka dalam hati


Raka belum menyerah dia pun berusaha menelepon Rallia lagi dan lagi


"Nomor yang anda tuju......"


Tut... tut...


yah... lagi-lagi kalimat itu yang di dengar Raka, Raka pun terlihat frustasi, dan ia berfikir untuk pergi mencari Rallia langsung.


"Maaf Pak,, anda ingin pergi kemana? " Kata Asistennya Raka yang tiba-tiba muncul di balik pintu


"Saya ada keperluan penting, saya harus pergi" Kata Raka dingin


"Tapi pak 10 menit lagi ada rapat dewan komisaris yang tidak bisa kita tunda lagi karena bapak sudah menunda nya beberapa hari yang lalu" Kata Asisten Raka


"ok..baik... saya akan pergi rapat ". Kata Raka


...........



"Huft.... sudah siang begini ga ada juga pekerjaan yang nyantolll.... capek...". Kata Rallia


Terlihat Rallia nampak kelelahan dan duduk termenung di depan rumah kosong..


Sesaat kemudian....


"aaaa... gimana kalau aku hubungi Denny aja". Ucap Rallia dalam hati

__ADS_1


"Hallo.... Den.. aku ganggu gak?". Tanya Rallia di Telepon


"Gak kok ga mungkin aku sibuk buat sahabat aku Rallia tercantik". Kata Denny


"Kita bisa ketemu gak?" Tanya Rallia


"Boleh... ketemu di tempat dulu biasa kita nongkrong yh". Kata Denny


"Ok...ok...". Rallia pun langsung mematikan telepon nya dan beranjak pergi ke tempat yang di janjikan


.............


"uuu... denny mana sih lama banget". oceh Rallia sambil mengaduk jus nya


"Dorrr..... hahahha" . Denny tertawa puas setelah mengagetkan Rallia


"iiii.. Denny emang yah kamu ga pernah berubah dari dulu... untung aja ga ku siram muka mu pake jus ini... huh...". oceh Rallia


"hahaha.... ok ok... jadi kamu mau kita ngapain jadi mau ketemuan". Tanya Denny mulai serius


Cerita pun mengalir sedikit demi sedikit dari Rallia dan Denny benar-benar terkejut atas apa yang selama ini terjadi.


"sudah-sudah... jadi kamu sekarang mau gimana kelanjutan nya". Tanya Denny serius


"Aku sebenarnya dari kemaren udah cari kerjaan melalui internet , dan pagi tadi aku mulai berkeliling menawarkan diri". Kata Rallia


"em... gini aja gimana kalau kamu kerja sama aku saja". Kata Denny


"Boleh... boleh emang ada pekerjaan yh buat aku?". Tanya Rallia girang

__ADS_1


"Yaps.. besok datang aja ke kantor ku yah.. ini alamatnya". Senyum Denny merekah setelah melihat Rallia tampak semangat


__ADS_2