Heart Breaker

Heart Breaker
-Ditinggalkan-


__ADS_3

Rallia POV


"Maafkan Bunda, untuk sementara kita hanya bisa tinggal di sini". Kata Bunda


"Gak apa Bunda, yang penting kita ada tempat berteduh dan bisa tidur nyenyak, udah ah jangan sedih Rallia janji Rallia akan bekerja keras buat bahagiakan Bunda". Tatap Rallia ke Bunda nya dengan penuh kasih


"Makasih sayang". Bunda pun tersentuh dengan Rallia dan langsung memeluknya


"Ya... sudah ayok kita bebersih, Rallia akan sulap ini menjadi tempat yang bagus". Bangga Rallia memegang sapu dan kemoceng.


..................


Raka POV


"Apa... Rallia dan Bunda nya sudah pergi? gak gak mungkin". Raka pun berlari keluar rumah sakit mengejar dan mencari Rallia, Namun sesampainya di luar ia bahkan tak melihat Rallia dan melihat ujung hidung nya.


"Sial... kenapa aku harus begitu sibuk dan melupakan mu Rallia.... kenapa kamu harus pergi lagi...". Teriak Raka penuh amarah, ia sama sekali tak menyangka setelah pertemuan dan tindakan nya untuk Rallia selama ini tidak meninggalkan sisa-sisa kehidupan bahkan tidak berpamitan sebelum pergi


Raka pun pergi mengemudi mobil dengan kecepatan yang tak dapat diperkirakan, emosi dan sedih mengacaukan akal nurani nya.


Sesampainya dirumah....


"aarghhhhh Rallia.....". Raka pun berteriak dan menghancurkan barang-barang ada di sekitarnya tak peduli berapa kisaran harga yang telah melayang di tangannya dalam sekejap karena baginya Rallia lebih berharga dari yang ia punya.


"Tuan... sudah...! Tuan...! tuan..!". Hanya Federik yang dapat menenangkan nya, ia telah lama mendampingi Raka bahkan dari sebelum Raka bersekolah. Federik hanya dapat menelan ludah melihat Raka seperti kesetanan, selama ini Raka tak pernah seperti ini dan ia baru menyadari sepenting itu kah Rallia di mata Raka


"Federik .. kenapa Rallia pergi begitu saja tanpa berpamit.....". Raka pun terhuyung ke samping, dan kehilangan kesadarannya


Federik dengan sigap membawa tuan nya ke kamar pribadi Raka dan memanggil dokter spesialis keluarga.


"Tuan muda tak apa... ia hanya setres, Namun ingat semakin ia setres dan kehilangan kendali itu dapat merusak sistem jantung yang baru saja di cangkok, nanti saya akan siapkan resep". Kata Dokter


"Baik". Kata Federik


Federik yang tak sanggup melihat Raka seperti itu, ia pun menyuruh anak buahnya mencari tahu keberadaan Rallia sekarang.

__ADS_1


..............


Rallia POV



"Tara......akhirnya aku bisa mengubah gubuk ini menjadi tempat yang indah dan nyaman". Puji Rallia


Ruangan dengan berskala kecil itu di sulap Rallia untuk menjadi satu kesatuan yang rapi walau tanpa sekat atau pembatas antara kamar, dapur, ruang tamu/ruang keluarga.


"Nah... sekarang Bunda sudah boleh masuk dan melihat hasil karyaku". Rallia pun menarik tangan Bunda untuk menunjukkan hasilnya


"wah... makasih sayang... kamu hebat..!! ok.. kalau begitu biar Bunda masakkan makanan yang enak dan terlezat buat kamu". Kata Bunda


"Ayay kapten... kalau begitu Rallia mandi dulu yah Bunda, bau nih bau apek banyak debu yang nempel di kulit ku". Kata Rallia yang mulai cemas melihat kulit nya yang menjadi kusam


"yh sudah sana sana". Kata Bunda


Bunda pun memasak dengan telaten kemudian mencicipinya sedemikian rupa.


"Rallia... kamu sudah mandi sayang??". Teriak Bunda


"Bentar lagi Bunda...". Teriak Rallia bersahutan di dalama kamar mandi


Krittt...


Pintu kamar mandi pun terbuka


"uuu... harumnya... Rallia jadi lapar banget nih". Kata Rallia memegang perutnya


"Sini bantu Bunda siapkan makan dan taruh di atas meja". Suruh Bunda


"Ok....". Kata Rallia semangat langsung menyiapkan semua nya dengan cepat karena sudah tak sabar mencicipi makanan Bunda yang sangat dirindukan nya.


"Uuuu... enak Bunda...". Rallia pun dengan lahap memakan masakan sang Bunda

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang". Kata Bunda


...................


Raka POV


"Tuan.. di makan dulu makanan nya sebelum dingin, habis itu minum obat". Kata Bi Des


Prang...


Semua makanan ada di nampan terhambur beserakan di lantai.


Federik pun mengkodei Bi Des agar keluar dari kamar.


"Maaf Tuan, saya lancang telah ikut campur. Tuan sebaiknya makan terlebih dahulu agar Tuan menjadi sehat dan dapat menemui Rallia". Kata Federik


Degg..


Raka yang mendengar nama Rallia pun langsung melotot heran pada Federik.


"Apa maksud mu?". Kata Raka


"Saya sudah menyelidiki bahwa Rallia tinggal di kontrakkan yang berdiri di atas tanah perkantoran milik Tuan". Kata Federik hati-hati


"Bagaiman bisa? bukan kah tanah itu tak lama lagi akan di gusur dan akan di bangun gedung-gedung yang indah". Kata Raka


"Benar Tuan, dan untuk itu dimana Rallia bekerja Tuan bisa tanya kan itu pada sahabat Tuan, Denny". Kata Federik


"Apa? Denny ? apa hubungan Rallia dengan Denny? jangan-jangan sewaktu di Rumah Sakit saat itu benar-benar Denny dan ia sedang menemui Rallia... Kurang ajar!!! aku tak akan membiarkannya mendapatkan Rallia". Ucap Raka dalam hati dan tanpa sadar meremas selimut yang ada di sampingnya


"Bi Des... bawakan makanan yang baru kemari". Teriak Federik


Tak lama dari itu Bi Des pun datang membawa makanan yang masih hangat.


"I...ini Tuan Federik". Federik dan Raka pun menyadari bahwa Bi Des gugup karena takut setelah kejadian tadi, setelah ia memberi nampan pada Federik Bi Des pun langsung keluar secepat mungkin

__ADS_1


"Ini kamu makan dulu setelah itu minum obat dan beristirhat lah agar kamu cepat sembuh dan menemui Rallia". Kata Federik menyodorkan nampan makanan itu ke atas pangkuan Raka


__ADS_2