
Rallia POV
"Pagi Bunda... Rallia pergi sekolah duluan yah" Kata Rallia lalu mencium pipi bundanya.
"Tumben bahagia banget pagi-pagi, hemm.. ada apa?" Kata Bunda.
"Hehe gak papa dong Bun, mungkin pagi ini hormon kebahagiaan Rallia lagi naik daun" Kata Rallia.
"Bisa aja kamu, ya udah hati-hati" Kata Bunda.
"Bunda juga hati-hati yah, kerjanya jangan sampai malam nanti Rallia pulang lapar gimana hehe" Kata Rallia.
"Iya-iya sudah sana" Kata Bunda.
Rallia pun keluar dari rumahnya dan berangkat sekolah, barusan Rallia ingin mengambil sepeda tiba-tiba saja ada datang sebuah motor yang mengganggunya dengan terus-terusan menggeber-geberkan knalpotnya hingga membuat suara yang amat berisik. Rallia yang kesal melihat itu ia pun langsung mendekati motor itu dan hendak memaki sang pemilik.
"Woy... bisa gak sih ga usah bikin rusuh di tempat orang" Kata Rallia.
Sang pemilik pun masih mengacuhkan Rallia, malahan ia terus-terusan membuat suara yang sangat berisik. Rallia semakin kesal dengan orang itu dan mencari sebuah kayu untuk memukul sang pemilik.
"Woy... bisa gak berisik gak sih?" Kata Rallia. Lalu ia langsung memukul helm sang pemilik dengan kayu yang di dapatnya..
"Nih... rasain nih uuuu... enak...kan" Sambungnya.
"Aduh... aduh... stop... stop... ok gue bakal minta maaf" Kata sang pemilik motor.
Rallia pun berhenti memukulnya, sementara sang pemilik membuka helmnya Rallia pun langsung membuat kayu yang tadi ia pegang.
"Astaga... De... Dean..." Rallia pun langsung gugup takut dimarahin dan memilih untuk pergi. Namun, saat Rallia pergi mengambil sepedanya tiba-tiba saja Dean langsung menghampirinya dan memegang tangan Rallia dengan sangat erat.
"Enak aja kamu langsung pergi, aku ga mau tau kamu harus tanggung jawab sama helmku" Kata Dean.
"Apaan sih maaf gak kenal" Kata Rallia.
__ADS_1
"Ouh... gak kenal. Ok... kamu liat aja nanti apa yang akan aku umumkan di mading sekolah" Ancam Dean.
"Emangnya kamu tau apa tentang aku, hah?" Kata Rallia.
"Ini..." Kata Dean sambil menunjukkan foto Rallia sedang tertidur pulas saat pelajaran dengan pose yang sangat tak karuan.
"Kamu... hapus gak" Kata Rallia.
"O... o... aku gak bakal hapus ini sayang... kecuali kamu minta maaf atas kejadian yang tadi" Kata Dean.
"Aku minta maaf. Puas lo?" Kata Rallia.
"Uuu permintaan maaf mu gak ku terima soalnya kamu gak ikhlas" Kata Dean.
"Ok.. aku Rallia Anatasya Jyanarta akan minta maaf pada tuan Dean Josephine Bhrata, mohon dimaafkan" Kata Rallia kesal.
"Ups.. gak semudah itu, untuk menanggung kerugian atas rusaknya helmku, kamu harus nirutin apapun mauku atau kamu harus ganti rugi sekarang juga". Kata Dean.
"Tapi itu gak rusak Dean... " Kata Rallia.
"Ok... kali ini aku bakal nurutin lo, sekarang aku harus apa?" Kata Rallia.
"Untuk sementara aku belum bisa mikir, jadi sekarang kamu cukup untuk pergi sekolah sama aku" Kata Dean.
"Ok... cukup itu" Kata Rallia.
Rallia pun menaikki motor itu dan berboncengan dengan Dean. Tapi, entah mengapa semakin lama motor itu berjalan motor itu semakin melaju sangat cepat dan membuat Rallia ketakutan setengah mati.
"Dean... stop kamu gila apa, kamu kalau mau mati jangan ngajak-ngajak dong" Teriak Rallia.
Dean pun mengacuhkan perkataan Rallia dan tersenyum picik dibalik helm yang sedang ia pakai. Ia pun semakin menggila untuk mengerjain Rallia dengan menambah kecepatan motornya. Spontan Rallia pun langsung memeluk Dean karena takut jatuh dari motor itu.
Begitu terkejutnya Dean saat ia merasakan sesuatu yang mengganjal di belakang punggungnya saat Rallia memeluknya begitu erat. "Stop it..." Kata Dean dalam hati. Dean pun langsung memberhentikan motornya mendadak.
__ADS_1
"Kamu gila yah, beraninya kamu meluk aku tanpa seizin ku..." Kata Dean..
"Hey... aku gak akan seperti itu kalau kamu gak menggila kayak tdi" Kata Rallia.
"Ok... aku gak akan kayak tadi lagi asal kamu jangan nyentuh aku" Kata Dean.
"Ok.. no problem" Kata Rallia.
Dean pun melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah. Sesampainya disana banyak siswi yang melihat iri terhadapnya karena hanya ia yang bisa berboncengan dengan Dean. Tapi, Rallia malah mengacuhkan itu dan langsung turun dari motor Dean lalu langsung berjalan masuk ke dalam kelas.
Brukk...
Rallia langsung menghempaskan tasnya di atas meja dan menelungkupkan wajahnya di atas tasnya.
"Hey... pagi Rallia, tumben datang-datang mukanya jelek banget" Kata Jully.
"Arghhhh... aku lagi kesal, kesal... banget" Teriak Rallia setelah mengangkat wajahnya.
"Kenapa sih?" Tanya Jully.
"Masa tadi aku pergi sekolah dibonceng sama makhluk astral itu" Kata Rallia.
"Siapa sih?" Tanya Jully.
"Itu si Dean manusia ogep gak tau malu, sudah tau dia yang salah malah aku yang minta maaf" Kata Rallia.
"Hah? kok bisa? ceritain dong kejadiannya" Tanya Jully lagi. Rallia pun langsung menceritakan semuanya kepada Jully tanpa ada potongan sedikit pun.
"Astaga... yang sabar yah, o iyah btw itu si Dean tau rumahmu dari mana?" Kata Jully.
"Haih... aku gak tau dan aku ga peduli" Kata Rallia.
"Ya sudahlah, udah jangan cemberut bentar lagi kelas akan di mulai" Kata Jully.
__ADS_1
"Iya" Kata Rallia