
"Rallia... Aku merindukanmu selama ini, wku sangat senang bertemu lagi sama kamu". Itu lah yang kini Raka rasakan, pertemuan hangat atas rindu yang selama ini di nanti nya.
"Dia terlihat baik dan sangat mengenal ku, tapi dia siapa? aku merasa tak pernah punya teman atau kerabat sepertinya". Rutuk Rallia dalam hati.
"A..aku dimana? kamu siapa?". Tanya Rallia sekali lagi dalam pelukan Raka.
Raka pun melepas pelukan nya perlahan namun dengan tangan yg masih melekat pada ke dua bahu Rallia. Raka pun menjawab dengan senang hati, "Rallia ku sayang, kamu sekarang sedang berada di mansion ku, nah ini adalah kamar salah satu saudara perempuan ku bila datang menginap ke sini. O yh... mungkin karena ada perubahan usia jadi membuat mu agak tidak mengenal ku, aku Raka Rallia... Raka, teman dekat mu saat masih kecil . Kita selalu bertemu dan bermain di taman, bukan kah kamu ingat sewaktu dulu kamu pernah berjanji pada seseorang untuk menikah dengan nya??".
Rallia termenung dengan penjabaran Raka yang panjang dan tampak bersemangat akan mengingat hal-hal itu. Namun, berbeda dengan Rallia yang sekarang bahkan ia sudah bersusah payah mengingat nama laki-laki itu di hidup nya dan tak seorang pun yang ia tau ada seseorang bernama Raka di dalam hidup nya.
__ADS_1
"Apakah kamu yakin tidak salah orang? atau jangan-jangan kamu sedang mengira aku adalah orang itu dan kebetulan memiliki nama dan wajah yang sama?, Tanya Rallia hati-hati.
Deg... Raka mencoba untuk meyakinkan apa perkataan Rallia "Apa kamu benar tak pernah mengenalku? Apa kamu pernah hilang ingatan? Mengapa kamu melupakan ku?". Tanya Raka dengan sedikit meninggikan suara.
Rallia yang bingung ingin menjawab apa yang bahkan ia juga tak mengerti mengapa ia tak mengenal sosok pria dihadapan nya, namun sebaliknya pria tersebut malah sangat amat mengenal bahkan menyayanginya. Karena takut dengan Raka, Rallia pun hanya menjawab seadanya dengan menggelengkan kepalanya dengan merunduk wajah ke bawah.
Raka terkejut dengan respon Rallia. Amarahnya mulai memuncak tapi ia tak ingin menghempaskannya begitu saja di hadapan wanita yang sangat di rindukan nya. Raka pun pergi melenggang keluar tanpa kata-kata dan menutup pintu dengan kasar. Bamm....
Tapi, beberapa saat kemudian ada perasaan sepi dan kehilangan saat Raka tak berada di sisinya. Aneh.. padahal ia tak pernah mengenal Raka dalam hidup nya, mengapa bisa ada perasaan seperti itu.
__ADS_1
Karena perasaan campur aduk yang aneh membuat dirinya semakin pusing dan tiba-tiba Rallia langsung tertidur kembali.
Raka POV.
Di sisi lain, Raka tampak termenung di sudut kamar nya sambil menatap foto Rallia. Raka tak habis pikir mengapa Rallia bisa melupakan nya, bahkan melupakan semua kenangan indah bersamanya. Ia ingin marah namun tak ingin mengeluarkan nya takut malah membuat Rallia takut terhadap nya. Alih-alih mengeluarkan amarahnya, Raka memilih menyuruh seseorang untuk mencari tahu apa saja yang terjadi pada Rallia selama tak bersamanya.
"Hallo Mr. Black, aku punya tugas untuk mu sekarang segara carikan segala informasi tentang Rallia selama beberapa tahun terakhir secara detail, jangan ada 1 info saja yang luput. Ingat itu, untuk foto nya sebentar lagi saya kirim kan ke kamu". Singkat, Padat itu lah Raka, setelah telepon tersebut langsung di tutup Raka, ia langsung mengirimkan foto Rallia segera agar semua ini lebih jelas.
__ADS_1
"Ku harap kau tak sungguh-sungguh ingin melupakan ku, walaupun kau melupakan ku akan ku buat kau mengingatku dan selalu hanya aku yang ada dipikiranmu", Tatap Raka dingin pada sebuah foto yang menampilkan wajah ceria Rallia.